wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tingkatan Keanekaragaan Hayati

Total questions: 10

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

1.      Perhatikan studi kasus berikut ini!

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan mediasi terkait polemik penebangan pohon di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan Tim Pemprov Jateng, pohon-pohon yang ditebang bukan termasuk cagar budaya. Hal itu disampaikan Kepala Biro Hukum Setda Pemprov Jateng Iwanuddin Iskandar, Rabu (1/2/2023). Alasannya, beberapa kali terjadi insiden dahan yang telah lapuk jatuh menimpa barang milik warga dan civitas akademi. Selain itu, penebangan pohon dilakukan guna revitalisasi sarana olahraga di sekolah tersebut. Dari data yang dikumpulkan, sebanyak 23 pohon telah ditebang. Di antaranya, trembesi, mahoni, jati, ketapang, mangga dan glodogan, Sementara 26 pohon lain masih dibiarkan berdiri. Contoh populasi pohon yang masih berdiri tegak di tanah seluas 4,2 ha dapat dilihat pada gambar di atas. Berdasarkan hasil pengamatan pada ciri-ciri keempat spesies pohon yang ada di SMAN 1 Semarang, maka dapat disimpulkan bahwa:...

a)

Tanaman a dan b merupakan keanekaragaman gen karena masih dalam spesies yang sama namun masih dalam satu famili yaitu malvaceae

 

b)

Semua tanaman tersebut tergolong dalam famili malvaceae dengan ciri-ciri yaitu habitus pohon, kelopak bunga bersatu dapat dikatakan sebagai famili kapas-kapasan, sehingga keempat jenis tanaman tersebut digolongkan sebagai keanekaragaman hayati tingkat spesies

c)

Randu alas dan kapuk randu termasuk keanekaragaman tingkat gen karena masih dalam satu spesies yang sama yaitu ceiba dan termasuk dalam famili bombacaceae

d)

Mahoni dan mahoni honduras memiliki ciri fisik yang sama yaitu habitus pohon dengan perbedaan terletak pada bentuk daunnya, sehingga kedua tanamanan tersebut digolongkan pada keanekaragaman hayati tingkat gen

e)

Mahoni dan mahoni honduras merupakan spesies yang berbeda namun masih dalam satu famili yang sama yaitu meliaceae dengan habitus pohon

2.

Berdasarkan studi kasus pada soal no 1., dapat diketahui bahwa kebanyakan pohon yang berukuran besar berusia bahkan hingga ratusan tahun. Keanekargaman spesies pohon tersebut turut berkontribusi dalam menyerap emisi karbondioksida. Pohon tersebut memiliki manfaat secara ekologis. Hal berikut ini dapat dilakukan agar keanekaragaman spesies pohon di SMAN 1 Semarang tetap lestari meliputiBerdasarkan studi kasus pada soal no 1., dapat diketahui bahwa kebanyakan pohon yang berukuran besar berusia bahkan hingga ratusan tahun. Keanekargaman spesies pohon tersebut turut berkontribusi dalam menyerap emisi karbondioksida. Pohon tersebut memiliki manfaat secara ekologis. Hal berikut ini dapat dilakukan agar keanekaragaman spesies pohon di SMAN 1 Semarang tetap lestari meliputi

a)

Melakukan penebangan pohon yang tidak memiliki nilai historis atau sebagai komponen pendukung cagar budaya

  

b)

  Melakukan perampingan atau pemangkasan dahan pohon yang tidak berguna dan mengganggu pemandangan

c)

Melakukan pemangkasan dahan pohon yang mengancam keselamatan warga sekolah dan melakukan penghijauan kembali pada areal tertentu yang memungkinkan.

d)

Melakukan pemantauan secara berkala mengenai keamanan sekolah terhadap keberadaan pohon besar yang memiliki potensi tumbang yang besar

e)

Melakukan pemangkasan dahan pohon demi keamanan warga sekolah dan peremajaan kembali pohon-pohon yang sudah mulai menua

3.

SMA Negeri 1 Semarang merupakan sekolah terluas yang ada di Asia Tenggara yang memiliki lingkungan yang begitu rindang akan pepohonan dan tumbuhan yang tersebar luas di area yang meliputi lapangan upacara, lapangan untuk olahraga, taman, kolam kodok, green house dan kebun biologi. Pada materi keanekaragaman hayati peserta didik kelas X diminta melakukan observasi mengenai tingkatan keanekaragaman hayati yang ada di sekolah. di atas merupakan hasil observasi keanekaragaman hayati yang ada di SMA Negeri 1 Semarang. Berdasarkan tabel di atas, pernyataan yang sesuai dengan hasil pengamatan berkaitan dengan tingkatan keanekaragaman hayati yang ada di sekolah yaitu....

a)

Keanekaragaman hayati yang terdapat di sekolah hanya terjadi pada tingkatan ekosistem dan spesies disebabkan karena kesamaan komponen baik biotik maupun abiotik

b)

Keanekaragaman hayati di taman dekat lapangan upacara hanya ada pada tingkatan gen saja dibuktikan dengan variasi warna bunga dan daun misalnya pada tanaman soka

c)

Pada areal taman dekat dengan aula besar ditemukan tanaman sangat bervariasi dan dapat dikelompokan menjadi dua tingkatan yaitu keanekaragaman gen misalnya tanaman bunga bugenvile yang beraneka warna dan keanekaragaman spesies mangga

d)

Pada areal taman dekat aula besar terdapat keanekaragaman jenis Euphorbia dan keanekaragaman genetik tanaman mangga disebabkan karena faktor abiotik pada tempat tersebut memungkinkan tumbuhnya berbagai macam tanaman

e)

Pada areal kebun biologi didominasi oleh tumbuhan langka dan tidak terdapat keanekaragaman jenis dan genetik pada areal tersebut

4.

Perhatikan studi kasus berikut ini!

     Taman depan dan belakang kelas secara umum komposisi komponen abiotik yang ada meliputi tanah, batu, sinar matahari, kelembaban, angin dan suhu udara yang relatif sama. Hanya saja pada kolam tentunya terdapat air dalam jumlah cukup untuk habitat ikan. Taman depan kelas terdiri dari komponen biotik berupa tanaman hias seperti melati mini, sambang darah, bunga kertas dll. Sedangkan taman belakang kelas dekat dengan kolam ikan terdiri dari tanaman buah seperti sawo, belimbing, jambu air, dan mangga. Pada Selasa, 1 Agustus 2023, SMAN 1 Semarang mengadakan kegiatan penaburan bibit ikan mas bersama dengan Dinas Perikanan Kota Semarang di Kolam Ikan milik sekolah. Berdasarkan narasi di atas, hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik membentuk suatu ekosistem. Pernyataan yang tepat mengenai keanekaragaman ekosistem berdasarkan studi kasus yaitu...

a)

Komponen abiotik memberikan dukungan terhadap komponen biotik untuk berkembang dengan baik di suatu wilayah sehingga pada kasus tersebut, sekolah memiliki komponen biotik dan abiotik yang relatif sama sehingga tidak dapat dikatakan sebagai keanekaragaman ekosistem

b)

Keanekaragaman ekosistem buatan dan alami di sekolah meliputi kolam ikan, taman dan lapangan

c)

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem menandakan semua komponen biotik dan abiotiknya hampir sama sehingga terjadi hubungan timbal baik

d)

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem yang ada di sekolah meiputi kolam ikan, lapangan dan taman baik depan maupun belakang kelas yang memiliki persamaan maupun perbedaan dari segi komponen biotuk dan abiotik

e)

Komponen biotik pada ekosistem buatan berupa kolam, taman dan lapangan termasuk tingkatak keanekaragaman spesies

5.

Berdasarkan soal nomor 4, pihak Dinas Perikanan Kota Semarang memberikan benih ikan mas koi untuk ditebar di Kolam Ikan sekolah. Berikut ini merupakan benih ikan mas koi yang ditabur di kolam sekolah. Berdasarkan gambar tersebut, benih ikan koi yang memiliki beranekaragam warna dikategorikan sebagai...

a)

Keanekaragaman hayati tingkat gen

b)

  Keanekaragaman hayati tingkat spesies

c)

   Keanekaragaman hayati tingkat populasi

d)

  Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

e)

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem buatan

6.

Keanekaragaman hayati genetik seperti warna ikan koi, varietas mangga yang ada di sekolah, varietas jambu citra dan lain-lain dapat ditingkatkan dengan melalui beberapa cara, kecuali...

a)

Hibridisasi untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik secara fenotip maupun genotipe

b)

Pemanfaatan plasma nutfah untuk kegiatan persilangan organisme

c)

Modifikasi secara genetik dengan bioteknologi menggunakan DNA rekombinan

d)

Kultur jaringan sebagai upaya meningkatkan keanekaragaman genetik

e)

Mutasi genetik secara alamiah dapat meningkatkan variasi baik pada hewan maupun tanaman dalam satu jenis

7.

Berdasarkan gambar di atas yang menunjukkan keanekaragaman tingkat ...

a)

Gen

b)

Varietas

c)

Jenis

d)

Ekosistem

e)

Marga

8.

    Gunung ungaran merupakan kekayaan bentang alam Kabupaten Semarang yang memiliki keindahan alam dan kekayaan biodiversitas unik, endemik bahkan langka. Berikut ini merupakan salah satu hasil temuan penelitian Rahayuningsih et al. (2019). Berdasarkan ciri fisik yang ada pada keempat burung tersebut, maka dapat ditentukan bahwa tingkat keanekaragaman hayati burung tersebut berada pada tingkatan...

a)

Gen

b)

   Spesies

c)

Ekosistem

d)

Populasi

e)

  Aves

9.

Keanekaragaman ekosistem di Indonesia memiliki karakteristik yang khas. beberapa ciri dari ekosistem tersebut yakni

1.     Curah hujan rata-rata 25-50 cm/tahun dan hujan turun tidak teratur

2.      Pohon-pohon tumbuh tinggi membentuk kanopi

3.      Kelembapan udara sangat rendah

4.      Matahari bersinar sepanjang tahun dengan suhu lingkungan antara 21-30oC

5.      Hewan yang hidup diantaranya hewan pengerat, reptile, ular, burung,serangga, dan singa

6.      Tumbuhan merambat jenis liana seperti rotan

Manakah yang merupakan ciri dari ekosisem darat hutan hujan tropis?

a)

1, 2, dan 3

b)

1, 3, dan 5

c)

2, 4, dan 6

 

d)

   3, 4 dan 5

e)

  4, 5, dan 6

10.

Septiana Anggraini merupakan mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang melakukan penelitian keanekaragaman hayati di suatu wilayah. Pada saat penelitian, dia menemukan tanaman berikut ini.

Tanaman tersebut merupakan khas penyusun vagetasi di suatu wilayah dengan ciri-ciri:

  1. Terdapat 3 formasi yang terdiri dari formasi prescaprae, baringtonia dan gumuk pasir

  2.   Terdapat banyak tumbuhan yang berkembang biak dengan stolon, Rumput lari-lari Spinifex khas sebagai penciri wilayah gumuk pasir,  Banyak ditemukan spesies hewan dari filum moluska.

  3. Berdasarkan studi kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa lokasi penelitian dilakukan pada wilayah dengan tipe ekosistem...

a)
  1. Pantai tirang dengan ekosistem hutan pantai

b)
  1. Pantai tirang dengan ekosistem hutan mangrove

c)
  1. Hutan lindung tinjomoyo

d)
  1.    Hutan mangrove Tapak daerah Tugurejo

e)
  1. Wana wisata Penggaron