Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Sejarah Kelas XII Semester 1 "PEMBERONTAKAN DALAM NEGERI"

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.
  1. 1. Dalam pemberontakan PKI Madiun, langkah apa yang diambil oleh Muso dan Amir Syarifuddin untuk menjatuhkan wibawa pemerintah?

a)

a. Penangkapan dan pembunuhan pejabat sipil, militer, dan pemuka masyarakat.

b)

b. Berkeliling ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mempropagandakan PKI beserta programnya.

c)

c. Membentuk pasukan Banteng Raiders.

d)

d. Membentuk Front Demokrasi Rakyat dengan menggandeng beberapa partai di Indonesia untuk bergabung.

e)

e. Memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet Republik Indonesia.

2.

2.Latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat adalah penandatanganan Perjanjian Renville pada 1948. Siapakah yang menjadi pelopor utama pemberontakan tersebut?

a)

a. Mahfudh Abdul Rahman

b)

b. S.M. Kartosuwiryo

c)

c. Ibnu Hajar

d)

d. Kahar Muzakar

e)

e. K.H. Agus Salim

3.

3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!

1)      Adanya gerakan bernama Angkatan Umat Islam

2)      Dipimpin oleh Amir Fatah

3)      Langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menumpas gerakan ini dengan membentuk pasukan Banteng Raiders dan melancarkan Operasi Gerakan Banteng Negara.

Berdasarkan pernyataan di atas, pemberontakan DI/TII terjadi di wilayah…..

a)

a. Aceh

b)

b. Jawa Barat

c)

c. Jawa Tengah

d)

d. Kalimantan Selatan

e)

e. Sulawesi Selatan

4.

4. Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar yang melahirkan suatu gerakan yang digunakan untuk menyerang pos-pos TNI dan mengacaukan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, gerakan tersebut adalah….

a)

a. Angkatan Umat Islam

b)

b. G-30-S/PKI

c)

c. Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat

d)

d. Front Demokrasi Rakyat

e)

e. Kesatuan Rakyat yang Tertindas

 

5.

5. Latar belakang pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan

a)

a. Rasa ketidakpuasan terhadap reorganisasi TNI, salah satunya ALRIS Divisi IV.

b)

b. Mewujudkan cita-cita yakni ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis.

c)

c. Keadaan tidak stabil dalam pemerintahan, masalah korupsi, perdebatan dalam Konstituante, dan pertentangan dalam masyarakat menenai konsepsi presiden.

d)

d. Kekecewaan karena pasukannya yang tergabung dalam Komando Griliya tidak dimasukkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia.

e)

e. Adanya kesenjangan antara kesejahteraan di wilayah pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

6.

6. Langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Aceh adalah…

a)

a. Dengan pendekatan persuasif dan operasi militer.

b)

b. Pemerintah memberi kesempatan kepada pemberontak untuk menyerahkan diri.

c)

c. Membentuk pasukan Banteng Raiders dan melancarkan Operasi Gerakan Banteng Negara.

d)

d. Membentuk panitia yang bertugas menjalin komunikasi dengan S.M. Kartosuwiryo.

e)

e. TNI mengerahkan divisi cadangan .

7.

7. Apa yang dimaksud dengan peristiwa konflik Vested Interest?

a)

a. Pergolakan yang berkaitan dengan kepentingan.

b)

b. Pergolakan di dalam negeri.

c)

c. Pergolakan yang berkaitan dengan ideologi.

d)

d. Pergolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan.

e)

e. Pergolakan yang berkaitan dengan kebudayaan.

8.

8. Tujuan gerakan APRA adalah…

a)

a. Mempertahankan keutuhan Negara Indonesia Timur.

b)

b. Menjatuhkan kabinet Hatta.

c)

c. Mempertahankan bentuk negara federal di Indonesia.

d)

d.  Melawan tentara kerajaan di Hindia Belanda.

e)

e. Mempertahankan wilayah Banten.

9.

9. Isi ultimatum yang dikeluarkan pemerintah pada 8 April 1950 untuk mengatasi pemberontakan Andi Azis yaitu….

a)

a. Penghentian aksi tembak-menembak.

b)

b. KNIL/KL harus meninggalkan Makassar dengan tidak membawa senjata.

c)

c. TNI berpindah dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.

d)

d. Penghentian segala aktivitas gerilya.

e)

e. Andi aziz harus melaporkan diri dan bertanggung jawab atas perbuatannya, menarik pasukan, menyerahkan semua senjata, dan membebaskan tawanan

10.

10. Siapa yang gugur dalam ekspedisi militer yang dilakukan pemerintah RIS untuk mengatasi masalah berdirinya RMS?

a)

a. Christian R.S. Soumokil

b)

b. Letnan Kolonel Slamet Riyadi

c)

c. Kolonel Kawilarang

d)

d. Dr. J. Leimena

e)

e. Mayor Jendral Scheffelaar

11.

11. Dalam operasi militer penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta sangat berat, hal itu terjadi karena…

a)

a. Pemimpin dan perdana Menterinya melarikan diri.

b)

b. Tidak adanya dukungan dari rakyat.

c)

c. Permesta mempunyai persenjataan yang modern dan mendapat bantuan dari pihak asing.

d)

d. Permesta melakukan pertentangan dengan mengeluarkan tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal.

e)

e. Permesta memiliki bantuan dari orang yang sangat berpengaruh di Sumatera.

12.
  1. 12. Sejak pembentukannya, BFO terbelah menjadi 2 kubu, kubu yang bekerjasama membentuk Negara Indonesia Serikat dan menolak kerja sama dengan Belanda, dipelopori oleh….

a)
  1. a. Sultan Hamid II dan Dr. T. Mansur

b)

b. Ahmad Husein dan Mr. Syafruddin Prawiranegara

c)

c. Iskandar Muda dan Sultan Hamid II

d)

d. Ida Anak Agung Gde Agung, R.T. Adil Piradiredja, dan R.T. Djumhana

e)

e. Dr. T. Mansur dan R.T Djumhana

13.

13. Siapa pemimpin pemberontakan G30SPKI?

a)

a. Kolonen Gatot Subroto

b)

b. D.N. Aidit

c)

c. Letnan Kolonel Untung

d)

d. Mahfudh Abdul Rahman

e)

e. S.M. Kartosuwiryo

14.

14. Latar belakang pemberontakan G30SPKI adalah….

a)

a. Adanya keinginan dari PKI untuk mengubah Indonesia menjadi negara dengan sistem komunis.

b)

b. Rasa ketidakpuasan terhadap reorganisasi TNI, salah satunya ALRIS Divisi IV.

c)

c. Adanya kesenjangan antara kesejahteraan di wilayah pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

d)

d. Memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet Republik Indonesia.

e)

e. Keadaan tidak stabil dalam pemerintahan, masalah korupsi, perdebatan dalam Konstituante, dan pertentangan dalam masyarakat menenai konsepsi presiden.

15.

15. Siapa nama anak Jenderal A.H. Nasution yang menjadi korban sasaran tembak?

a)

a. Ahmad Tidarwono

b)

b. Didi Praptiastuti

c)

c. Indriyah Ruliati Yani

d)

d. Hendrianti Saharah Nasution

e)

e. Ade Irma Suryani Nasution