WorksheetsSEJARAH TARI TRADISIONAL KELAS 7
Total questions: 11
Worksheet time: 8mins
Tari pada zaman prasejarah diungkapkan melalui gerak-gerakan yang sudah memiliki nilai estetis dan sedah menemukan bentuk. Tari yang dimaksud adalah ....
Tari Ramayana
Tari Remo
Tari Tor-tor
Tari Serampang dua belas
Bentuk tari dan budaya Indonesia setelah mendapat pengaruh agama hindu adalah ... (pilihlah dua jawaban yang benar)
Sebagai seni pertunjukan dan hiburan.
Menjadi media komunikasi untuk menceritakan kembali sebuah legenda
Perkembangan seni musik gamelan semakin pesat
upacara pemujaan kepada arwah nenek moyang yang dikenal dengan Hyang.
Tari ini diselenggarakan pada saat tertentu disertai berbagai sesaji, serta diiringi tarian dan bunyi-bunyian. Fungsinya untuk menambah kesakralan dan daya magis. Berdasarkan deskripsi di atas menggambarkan tari pada zaman…
Kemerdekaan
Islam
Prasejarah
Hindu Budha
Tarian ini merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari sesuai situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Berdasarkan deskripsi diatas penciptaan karya seni tari pada zaman ...
Pasca kemerdekaan
Kemerdekaan
Hindu Budha
Islam
Lahirnya seni tari pada zaman Islam, di Jawa dan di luar jawa merupakan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Kesesuaian antara seni zaman Islam dengan asal daerahnya adalah ... (pilihlah tiga jawaban yang benar)
Aceh : Zapin
Aceh : Saman
Sunda : topeng
Aceh : Seudati
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala.
6. Mengapa anton terkejut setelah mengetahui fakta dari tari hudoq ?
Tari Hudoq ditemukan di pemukiman suku Dayak, Kalimantan Timur
Tari Hudoq sudah ada sejak zaman prasejarah
Tari hudoq masih digunakan untuk memperingati upacara panen
Tari hudoq merupakan peninggalan tari tradisional Indonesia
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala..
7. Bagaimanakah ciri fisik tari hudoq yang disampaikan oleh peneliti
kepada Anton? Pilihlah tiga jawaban yang benar.
Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan topeng menyerupai kepala binatang buas dengan ukiran serta corak warna suku dayak.
Sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan leluhur dan mengusir roh jahat yang mempengaruhi kesuburan tanah dan produksi tanaman mereka
mengenakan busana yang terbuat dari dedaunan hijau.
Berfungsi sebagai tari hiburan setelah seharian mengerjakan kegiatan rutinitas sehari-hari
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala.
8. Bagaimana ciri fisik tari hudoq yang disampaikan oleh peneliti
kepada Anton? Pilihlah tiga jawaban yang benar.
Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan topeng menyerupai kepala binatang buas dengan ukiran serta corak warna suku dayak.
Sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan leluhur dan mengusir roh jahat yang mempengaruhi kesuburan tanah dan produksi tanaman mereka
mengenakan busana yang terbuat dari dedaunan hijau.
Berfungsi sebagai tari hiburan setelah seharian mengerjakan kegiatan rutinitas sehari-hari
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala.
9. Pasangkan deskripsi tempat berikut dengan nama tempat yang sesuai
berdasarkan isi teks!
Tempat pertujukkan tari hudoq di daerah ...
Tari hudoq tercipta dan berkembang di ...
Pulau yang dikunjungi oleh orang tua Anton saat melihat pertunjukkan tari hudoq adalah ...
Kalimantan Timur, suku dayak, Kalimantan
Pedalaman Kalimantan, Kalimantan Timur, Dayak
Dayak, Pedalaman Kalimantan, Kalimantan Timur
Kalimantan, suku dayak, Kalimantan
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala.
10. Perhatikan deskripsi kegiatan berikut berdasarkan tokoh yang
melakukannya!
Klik pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan sesuai isi teks!
Peneliti menjelaskan tentang tari dari zaman prasejarah (B/S)
Ayah anton melihat pertunjukkan tari zaman prasejarah (B/S)
Benar, Salah
Salah,salah
Salah, Benar
Benar, Benar
Wah aku tahu tari zaman purba
Namaku Anton. Aku amat gemar menjelajahi tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang lain. Tentu saja aku pergi menjelajah tak seorang diri. Terlalu berbahaya jika dilakukan oleh seorang bocah kecil yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Ayah dan ibu juga sangat
gemar menjelajah. Saat muda, mereka pertama kali bertemu ketika mendaki Gunung Timi Razi,
gunung tertinggi kelima di Myanmar.
Pekan lalu, kami mengunjungi Lembah Hukawng di Myanmar. Hal luar biasa aku temukan di daerah pedalam Kalimantan Timur saat orang tuaku sedang berkunjung di suku Dayak. “Wah, Indah sekali, para penari menggunakan topeng berkepala hewan seperti barongsai menari-nari di tanah lapang yang luas,” ucapku takjub. Tanpa pikir
panjang, langsung kuunggah foto itu di media sosialku. Saat kami melanjutkan perjalanan,
ponselku tak henti-hentinya bergetar. Saat kulihat ponselku, aku sungguh kaget. Ada ratusan
komentar di foto terakhir yang aku unggah. Aku tidak paham dengan komentar orang-orang.
Yang paling menarik perhatian adalah sebuah komentar yang berbunyi 'Selamat pagi. Saya dan tim peneliti tertarik dengan foto ini. Bisakah Anda menginformasikan alamatnya? Kami sudah sejak lama berusaha mencari tarian tradisional zaman purba itu.'
“Tarian zaman purba? Berarti itu tarian langka?” gumamku dalam hati dengan penuh tanya. Para peneliti langsung menyusul ke pedalaman pemukiman suku Dayak. Saat tiba, mereka kuantar dan tunjukkan lokasinya. Di perjalanan kami berbincang-bincang mengenai jenis tari ini yang ternyata adalah
seni tari zaman purba. Wah! “Jenis tari ini berbeda dengan yang umumnya kita temukan. Para penari menggunakan menggunakan topeng dan kostum, oleh sebab itu termasuk golongan kesenian tari topeng.
,” ucap seseorang yang kupikir adalah pemimpin kelompok peneliti ini.
Saat pertunjukkan tari itu ditemukan, aku sungguh kaget bahwa tarian itu berupa tarian ungkapan syukur. Setelah diteliti, ternyata jenis tarian tradisional ini bernama Hudoq yang diduga sudah ada pada zaman prasejarah. Aku juga baru
tahu, tak hanya sekedar digunakan untuk memperingati upacara panen, tapi ternyata suku Dayak sangat mendukung proses
pelestarian seni tari tersebut. Sungguh aku masih tidak menyangka. “Iseng-iseng berhadiah,” kataku
sambil menggeleng-gelengkan kepala. Perhatikan ilustrasi yang terdapat dalam teks.
11. Apa yang menyebabkan ilustrasi tersebut belum sesuai dengan isi cerita?Klikpilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan sesuai isi teks
a. Ilustrasi belum menggambarkan adanya pertunjukkan tari hudoq di tanah lapang yang luas. (Benar/salah)
b. Ilustrasi belum menggambarkan bahwa Anton melihat pertunjukkan tari hudok di pemukiman suku dayak
Benar, Salah
Benar, benar
Salah, salah
Salah, benar
