Font size
Worksheets10 komponen enggin
Total questions: 21
Worksheet time: 27mins
NAMA :
KELAS
XII TKR 1
XII TKR 2
komponen di samping ini adalah mesin pembekaran dalam motor bensin, nama komponen tersebut adalah
1. kepala silinder
2. gasket
1. gasket
2. kepala silinder
1. katup
2. piston
1. rocker arm
2. piston
Komponen mesin mobil yang ada nomornya di samping adalah
piston
kepala silinder
blok silinder
tutup kepala silinder
komponen mesin di samping ini adalah
A. Bearing cup
B. Crankshaft
A. Crankshaft
B. Bearing cup
A. Conekting Rod
B. Piston
B. Piston
A. Conekting rod
komponen yang ada disamping dengan nomor 1,2,3 adalah
1. Blok mesin
2. Kepala silinder3. Poros engkol
1. piston
2. kepala selinder
3. blok silinder
1. connecting rod bearing
2. thrust washer
3. Crankshaft Bearing
1. thrust washer
2. connecting rod bearing
3. Crankshaft Bearing
Komponen mesin no 1,2,3,4,5, adalah
1. Exhaust camshaft
2. Intake camshaft
3. Penahan pegas katup
4. Keeper
5. Pengangkat katup (valve lifter)
1. Penahan pegas katup
2. Exhaust camshaft
3. Intake camshaft
4. Pengangkat katup (valve lifter)
5. Keeper
1. Intake camshaft
2. Pengangkat katup (valve lifter)
3. Keeper
4. Penahan pegas
5. katupExhaust camshaft
1. Exhaust camshaft
2. Intake camshaft
3. Pengangkat katup (valve lifter)
4. Keeper
5. Penahan pegas katup
komponen mesin no 6,7,8,9,10
6. Katup
7. Timing chain
8. Pegas katup
9. Perapat oli batang katup
10. Dudukan pegas
6. Dudukan pegas
7. Katup
8. Timing chain
9. Pegas katup
10. Perapat oli batang katup
6. Pegas katup
7. Perapat oli batang katup
8. Dudukan pegas
9. Katup
10. Timing chain
6. Timing chain
7. Pegas katup
8. Perapat oli batang katup
9. Dudukan pegas
10. Katup
Komponen Mesin no 11,12,13,14 adalah
11. Crankshaft timing sprocket
12. Chain tensioner slipper
13. Chain vibration damper
14. Timing chain tensioner
11. Chain tensioner slipper
12. Chain vibration damper
13. Timing chain tensioner
14. Crankshaft timing sprocket
11. Timing chain tensioner
12. Chain tensioner slipper
13. Chain vibration damper
14. Crankshaft timing sprocket
11. Crankshaft timing sprocket
12. Chain tensioner slipper
13. Timing chain tensioner
14. Chain vibration damper
Komponen mesin di samping adalah A, B, C, D E ???
A. Combustion chamber
B. Water jacket
C. Intake port
D. Spark plug
E. Exhaust port
A. Exhaust port
B. Water jacket
C. Intake port
D. Spark plug
E. Combustion chamber
A. Combustion chamber
B. Exhaust port
C. Intake port
D. Spark plug
E. Water jacket
A. Combustion chamber
B. Exhaust port
C. Intake port
D. Water jacket
E. Spark plug
kalau kita lihat gambar disamping adalah data pengencangan baud kepala seilinder. Dalam mengencangkan baud kepala silinder mobil mobil saat ini ada prosedur yang harus dilakukan yaitu...
kencangkan sesuai urutannya dari tengah ke luar berurutan dan bertahap sampai momen standar di buku manual.
kencangkan sesuai urutannya dari tengah ke luar berurutan dan bertahap sampai momen standar di buku manual. dan ditambah sekian derajat sesuai buku manual
kencangkan sesuai urutannya dari tengah ke luar berurutan dan bertahap sampai momen standar di buku manual. di tambah momen lagi setenaghnya
kencangkan sesuai urutannya dari tengah ke luar berurutan dan bertahap sampai momen standar di buku manual. ditambah lagi satu putaran penuh
Blok silinder bertindak untuk menjaga tekanan kompresi dengan piston dan menerima tekanan pembakaran.
Blok silinder model baru terdiri dari aluminum blok silinder dan cylinder liner.
Namun, ada mesin tanpa cylinder liner (mesin 2ZZ-GE).
Juga ada blok-blok silinder yang dibuat dari besi tempa. Cylinder bore berbentuk silindris. Namun cylinder bore menjadi condong ke bagian atas silinder, yang menjadi temperatur tinggi dan tekanan tinggi, dan sisi dorong piston (thrust), yang mengalami penekanan dengan gaya dorong pada piston untuk menjadi aus. Atas alasan ini, cylinder dapat menjadi berbentuk oval atau runcing karena aus sebagian dan Tirus
akibatnya terhadap mesin
1. Tenaga mesin bertambah
2. Ditanjakan semakin baik tenaganya
3. Bahan bakar semakin irit
1. Ketukan ekstrim piston-side
2. Konsumsi oli mesin yang tidak normal
3. Kebocoran kompresi
1. Terjadi detonasi yang sering terjadi
2. konsumis oli yang semakin banyak
3. semakin banyak bahan bkar yang digunakan (boros)
1. terjadi kerak yang banyak di blok mesin dan kepal silinder
2. katup bunyinya nyaring dan tenaga turun
3. bahan bakar boros dan terjadi tenaga yang semakin besar
Gerakan yang linier dari piston berubah ke dalam gerakan yang berputar. Untuk mampu menerima kekuatan besar dan berputar pada kecepatan tinggi, butuh cukup kekuatan dan kekakuan, bersama dengan ketahanan untuk aus, dan untuk secara statis dan dengan dinamis seimbang untuk berputar dengan lembut. Crank pin dan crank journal tertempel dengan suatu proses pengerasan dalam rangka membuatnya tahan lama dan kronis terhadap keausan. Berat keseimbangan dipasang untuk menyeimbangkan dengan putaran crankshaft. Crank pin dan crank journal mempunyai lubang oli. Oli mengalir dari cylinder block, masuk ke lubang oli di journal dan berlanjut melalui crank pin.
apa fungsi oil hole atau lubang oli pada Crankshaft ??
untuk melumasi crank pin dan crank journal sehingga bisa mengurangi gesekan ketika piston berputar mengikuri gerkan crankshaft
untuk melumasi pistonl sehingga bisa mengurangi gesekan ketika piston berputar mengikuri gerkan crankshaft
untuk melumasi small in dan big end sehingga bisa mengurangi gesekan ketika big and dan small in berputar mengikuri gerkan crankshaft
untuk melumasi crank pin dan crank journal sehingga bisa mengurangi gesekan ketika big and connecting rod berputar mengikuri gerkan crankshaft
Crankshaft Offset adalah Melakukan offsetting pada pusat crankshaft dan pusat cylinder bore meningkatkan efisiensi mesin. • Jumlah maksimum tekanan pembakaran yang diterima piston dapat ditransfer dengan efisien ke crankshaft. • Dengan mengurangi jumlah daya di arah dorong pada piston, hilangnya gesekan bisa dikurangi.
Contoh: Jumlah crankshaft offset Mesin 1NZ-FE dan 2NZ-FE: 12 mm (0.472 in.) Mesin 1SZ-FE dan 2SZ-FE: 8 mm (0.315 in.)
kalau tidak ada Crankshaft Offset apa yang akan terjadi pada mesin jika pembakaran terlalu awal?
di knalpot akan terdengan suara yang bising dengan tenaga mesin bertambah
Mesin akan semakin cepat berputar dan semakin besar tenaganya
Tenaga mesin akan semakin besar
Connecting rod akan benkok dan mesin akan berhenti berputar
Crankshaft Bearing adalah Lapisan oli pada permukaan bantalan dapat menyerap muatan berat dan goncangan dari bagian berputar di langkah pembakaran (combustion stroke). Lapisan oli ini mencegah pengikisan (seizing) dan mengurangi kerugian keluaran dalam kaitannya dengan gesekan. Ada lubang oli dan alur oli (oil groove) di bagian atas half-bearing dan menyediakan oli ke bantalan dan main journal serta melumasinya. Ada locking lip untuk menjaga agar bantalan tidak berotasi. Thrust washer menyerap daya yang diberikan ke crankshaft pada arah axial. Ada alur oli (oil groove) pada permukaan yang menyentuh crankshaft. Ada pengait (tab) pada sisi dasar thrust washer untuk mencegahnya berubah. Ada beberapa mesin yang tidak mempunyai bottom side thrust washer
jika terjadi alasan pergantian Crankshaft Bearing disebabkan oleh ?
celah oli yang semakin sempit dan adanya kotoran yang masuk ke oli sehingga semakin kecil celah olinya
karena oli mesin sudah sangat terlalu lama tidak dilakukan pergantian sehingga semakin buruk olinya
keausan yang terjadi pada Crankshaft sehingga dilakukan pembubutan untuk memperbesar porosnya
keausan yang terjadi pada Crankshaft sehingga dilakukan pembubutan untuk memperkecil porosnya
Batang Piston (Connecting Rod)
Connecting rod mengambil daya, yang diterima piston, dan mentransfernya ke crankshaft. Karena terus menerus dipengaruhi oleh langkah kompresi dan tekanan hasil pembakaran, connecting rod harus kuat dan kaku. Ada oil jet tertempel pada ujung besar di connecting rod untuk pelumasan dan pendinginan. Oli mesin disediakan melalui lubang oli mesin crankshaft. Connecting rod menempel ke bearing cap, karena itu periksalah tanda depan supaya tidak membuat kesalahan ketika memasangnya kembali dua bagian.
ketika dalam memsangnya kembli ternyata salah memasangnya apa yang kana terjadi ?
bearing cup akan salah sehingga akan ikut berputar dan oli tidak akan mengalir sehingga poros engkol akan cepat aus dan macet
poros engkol akan bengkok dan macet karena panas
oli kan cepat habis karena panas dan poros engkol akan berhenti berputar
Connecting rod akan bengkok karen tekaan dari piston ketiak alangkah usaha
Connecting Rod Bearing Ketika ada oil film yang sesuai pada permukaan bearing, dapat menyerapbeban dan goncangan dari komponen yang berputar dan tekanan di langkah pembakaran. Oil film ini mengurangi tekanan dan mengurangi gesekan. Ada oil hole di half-bearing bagian atas untuk channel oil ke the oil jet pada connecting rod. ( Ada juga oil hole di menurunkan half-bearing yang sama digunakan untuk bagian bawah dan bagian atas.)
jika lubang oli tertutup oleh kotoran maka datangnya kotoran tersebut darimana ???
dari karter yang olinya terlambat di ganti
saringan oli yang sudah kotor sehingga fungsi penyaringan oli tidak berfungsi
ketika pergantian saringan oli saringganya kurang kencang memasangnya
baud oli longggar di karter sehingga kotornyya masuk ke dalam karter
Pemilihan Bantalan
Celah oli untuk crankshaft bearing dan connecting rod bearing ditentukan oleh model mesin. Setiap bearing harus diseleksi untuk mendapatkan celah oli yang sesuai dengan ukuran cylinder block main journal bore dan diameter crankshaft main journal, atau ukuran connecting rod big end bore dan crank pin diameter. Ketika ukuran bore meningkat atau journal pin diameter menurun, ketebalan bearing yang akan digunakan meningkat. Celah Oli Celah oli adalah celah antara bearing dan shaft. Oli meliputi bagian sehingga part-part logam tidak kontak langsung dengan part-part logam yang lain. Ketika celah oli menjadi lebar, suara yang tidak normal terjadi dan tekanan oli menurun, sehingga terjadi pengikisan (seizing).
alasan celah oli semakin membesar di karenakan oleh ?
ada kotoran yanag masuk dari karter karena baut olinya longgar
Saringan oli dan oli lama tidak diganti atau telat
kotoran masuk dari stik oli yang salah memasangnya atau tidak kencang
gram gram mesin masuk ke saringan sehingga saringan tidak menyaring lagi bensin yang mengalir
Piston terdiri dari bagian bawah ruang pembakaran. Supaya piston begerak, harus ada calah antara piston dan dinding silinder. Konstruksi dibuat untuk menjaga celah yang tepat ketika piston berkembang karena temperatur tinggi selama pembakaran. •Ketika piston boss part lebih tebal, mudah dipengaruhi oleh ekspansi panas (heat expansion). Karena itu, dibuatlah lebih oval daripada arah sudut kanan untuk piston pin (B) sehingga diameter di arah piston pin (A) berkembang membuat lingkaran selama ekspansi panas (heat expansion). •Piston head terpapar pada temperatur tinggi selama pembakaran, dan tidak langsung didinginkan oleh pendingin dan udara. Atas alasan itu, piston head mencapai temperatur tinggi daripada piston skirt. Perhitungkan ekspansi panas (heat expansion) selama pembakaran, piston head sedikit runcing ketika dibandingkan dengan diameter piston skirt
di bawah ini mana pernyataan yang paling benar
piston di buat oval adalah agar ketika menerima panas akibat pembakaran maka akan menajdi bulat sesuai dengan lubang silinder
piston diamternya beda anatar kepala piston dengan skirt karena supa bergerak semakin cepat
piston diamternya beda anatar kepala piston dengan skirt karena supaya bergerak semakin besar tenaga yang dihasilkan
piston diamternya beda anatar kepala piston dengan skirt karena supaya tenaga yang dihasilkan besar
Piston slap adalah suara ketika piston memukul dinding silinder. Hal ini juga disebut "side knocking". Piston slap terjadi ketika arah daya dorong berubah dari langkah kompresi ke pembakaran. Piston slap dipengaruhi oleh jumlah celah piston. Ketika celah piston besar, ada piston slap yang lebih besar. Pada beberapa mesin, centerline pada piston dan centerline pada piston pin mengalami sedikit offset untuk mengurangi piston slap.
Pada mesin dengan offset piston, arah dorong pada piston berubah dari arah dorong minor ke arah dorong major mendekati akhir langkah kompresi. Dalam cara ini, piston slap berkurang karena arah dorong piston berubah sebelum piston menerima tekanan pembakaran.
kalau dilihat di gambar maka pernyataan yang benar adalah
piston slap adalah side knocking akibat celah piston yang kecil
side knocking adalah arah daya dorong beruha dari langkah kerja ke langkah usaha
offset pison adalah arah dorong pada piston berubah dari arah dorong minor ke arah dorong major mendekati akhir langkah kompresi.
offset pison adalah arah dorong pada piston berubah dari arah dorong major ke minor arah dorong mendekati akhir langkah buang
Ketika piston dan silinder menjadi aus di atas batas, adalah penting untuk mengganti blok silinder atau piston, atau untuk melakuan 'bore' ulang pada blok silinder atau cylinder liner dan menggunakan piston berukuran besar. Piston dan piston pin biasanya tersedia sebagai rakitan piston.
Piston berukuran terlalu besar ditentukan oleh keausan silinder. Normalnya, hanya 0.50 piston berukuran terlalu besar tersedia sebagai supply part. Nilai 0.50 pada piston berukuran terlalu besar berarti 0.50 mm (0.020 in.) lebih besar daripada piston berukuran standar. Selain piston berukuran terlalu besar yang ditulis di atas, ada mesin yang memerlukan supply part untuk ukuran 0.75 dan 1.00. Pada beberapa mesin, piston berukuran terlalu besar tidak tersedia sebagai supply part.
penyeleseaian masalah piston dan silinder harus satu paket tidak bisa hanya silindernya saja diperbaiki pistonnya tidak diganti
ketika peneyelesain masalah piston bisa salah satunya jika pistonnya aus maka yang diganti hanya pistonnya saja
ketika peneyelesain masalah piston bisa salah satunya jika silindernya aus maka yang perbaiki hanya silindernya saja
ketika peneyelesain masalah piston bisa salah satunya jika silindernya aus maka yang perbaiki hanya pistonnya saja
