wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS TEKS CERPEN

Total questions: 20

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Cermati teks berikut!

Nikmatnya bila semua serba tercukupi, semua keinginan bisa terpenuhi sampai barang apapun bisa dibelinya. Itulah Riska, seorang anak dari konglomerat yang sangat kaya, Ibu dan Ayahnya adalah pengusaha besar yang berada di daerah Jakarta. Namun, hal yang sangat baik dari keluarga itu adalah mereka mampu bersikap dan berperilaku layaknya orang biasa, bersopan santun, ramah terhadap tetangga. Begitupun kepada orang-orang yang berkunjung ke rumahnya. Tak terkecuali dengan Riska, anaknya manis dan tidak pernah manja dengan orang tuanya, dia bisa bersikap baik terhadap semua orang termasuk teman-temannya sehingga banyak yang betah ketika bertamu ke rumahnya.

Tema kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

kekayaan

b)

bertetangga

c)

persahabatan

d)

kesantunan

2.

Cermati teks berikut!

      Lisa, siswi MTs yang sedang terburu-buru ke sekolah terlihat begitu bersemangat. Di gerbang sekolah terlihat mobil mewah terparkir dan tak beberapa lama kemudian seorang gadis turun sambil dipapah kemudian didudukkan di kursi roda. Sambil tersenyum Lisa menghampirinya.

        “Mona”, sapa Lisa dan gadis bernama Mona itu memegang tangan Lisa, “biar Lisa saja yang mendorongku”, ucap Mona pada pengasuhnya. Mereka berdua melewati lorong sekolah menuju ke kelas. Sepanjang perjalanan mereka menjadi bahan tontonan. Lisa dan Mona memang sudah lama bersahabat sejak kecil, namun keadaan Mona yang lumpuh karena sebuah kecelakaan tak membuat persahabatan mereka luntur bahkan Lisa senantiasa menemaninya.

Pengembangan cerita tersebut menggunakan alur mundur.

a)

BENAR

b)

SALAH

3.

Cermati teks berikut!

Roni masih belum mengerti kenapa hari ini Gilang terlihat kesal sekali dengannya. Bahkan ia sama sekali tidak mau menyapa. Akhirnya, Roni mencoba untuk bertanya pada Jaka karena sudah tak tahan didiamkan seperti ini.

       “Apa?! Kamu gak tahu kenapa Gilang kesal?” Jaka tampak kaget dan tidak percaya dengan pertanyaan Roni. Dengan wajah yang juga sedikit kesal, akhirnya Jaka menceritakan semuanya. Roni pun kaget mendengar cerita Jaka. Ternyata semua ini akibat kesalahan dan kelalaian dari Roni sendiri.

Kemarin, Roni seharusnya datang ke rumah Gilang untuk ikut bertanding futsal di lapangan dekat rumah Gilang.

“Ya ampun, tuh anak kemana?! Udah jam segini belum datang juga,” Gilang tampak sangat kesal.

“Ya udah, deh. Kita cari penggantinya saja. Daripada kita didiskualifikasi cuma karena telat, Lang, ” Jaka memberi saran.

“Ya tapi Roni sudah janji mau datang, Ka. Dia kan striker yang paling diperlukan di tim ini. Kemampuannya bisa bikin kita menang,” Gilang masih ingin menunggu Roni dan berharap ia datang dengan segera.

“Tapi ini sudah hampir mulai, Lang,” Jaka mengingatkan.

Pengembangan cerita tersebut menggunakan alur ….

(a)  

4.

Cermati teks berikut!

      Lisa, siswi MTs yang sedang terburu-buru ke sekolah terlihat begitu bersemangat. Di gerbang sekolah terlihat mobil mewah terparkir dan tak beberapa lama kemudian seorang gadis turun sambil dipapah kemudian didudukkan di kursi roda. Sambil tersenyum Lisa menghampirinya.

        “Mona”, sapa Lisa dan gadis bernama Mona itu memegang tangan Lisa, “biar Lisa saja yang mendorongku”, ucap Mona pada pengasuhnya. Mereka berdua melewati lorong sekolah menuju ke kelas. Sepanjang perjalanan mereka menjadi bahan tontonan. Lisa dan Mona memang sudah lama bersahabat sejak kecil, namun keadaan Mona yang lumpuh karena sebuah kecelakaan tak membuat persahabatan mereka luntur bahkan Lisa senantiasa menemaninya.

Perwatakan yang dominan pada tokoh Lisa dalam kutipan teks tersebut adalah ….

a)

setia kawan

b)

rajin belajar

c)

penolong

d)

balas budi

5.

Cermati teks berikut!

Aku benar-benar tak percaya. Milly Warren, seseorang yang selama ini ku anggap paling baik, paling kupercaya ternyata tak seperti yang kubayangkan. Katanya, ia tidak akan membocorkannya kepada siapapun. Tapi ini… penghinaan! Aku mencoba mengirim pesan kepada Catherine. Isinya:

“Kau telah berbohong, Milly.”

“Kenapa?” tanya Catherine.

“Kau lihat status Milly, dia menghinaku!” seruku kesal.

“Sudah biasa, Am. Kalau kau punya rahasia, jangan pernah memberitahukannya kepada Milly. Dia itu tak bisa dipercaya,” jelas Catherine yang sepertinya juga kesal.
Aku menyesal, sungguh menyesal telah memberitahukan rahasia itu kepada Milly.

Perwatakan pada tokoh Milly Warren dalam kutipan teks tersebut adalah pengkhianat.

a)

BENAR

b)

SALAH

6.

Cermati teks berikut!

Aku benar-benar tak percaya. Milly Warren, seseorang yang selama ini ku anggap paling baik, paling kupercaya ternyata tak seperti yang kubayangkan. Katanya, ia tidak akan membocorkannya kepada siapa pun. Tapi ini… penghinaan! Aku mencoba mengirim pesan kepada Catherine. Isinya:

“Kau telah berbohong, Milly.”

“Kenapa?” tanya Catherine.

“Kau lihat status Milly, dia menghinaku!” seruku kesal.

“Sudah biasa, Am. Kalau kau punya rahasia, jangan pernah memberitahukannya kepada Milly. Dia itu tak bisa dipercaya,” jelas Catherine yang sepertinya juga kesal.
Aku menyesal, sungguh menyesal telah memberitahukan rahasia itu kepada Milly.

Kalimat yang menyatakanrasa kekecewaan tokoh Aku pada kuitpan tersebut adalah …

a)

Aku mencoba mengirim pesan kepada Catherine.

b)

Kalau kau punya rahasia, jangan pernah memberitahukannya kepada Milly.

c)

“Kenapa?” tanya Catherine.

d)

Aku benar-benar tak percaya.

7.

Cermati teks berikut!

Penasaranku datang dengan cepat, gara gara aku melihat banyak petugas berseragam di rumahmu. Tergesa kubuka pintu, ingin tahu ada apa denganmu.

“Maaf, Pak. Kami mengganggu kenyamanannya sebentar,” Ucap seorang petugas yang bersandar di tembok pagar rumahku. Ia memakai rompi.
“Ada apa ya, Pak?”
“Tetangga depan rumah bapak itu bermasalah.”
“Apa yang telah diperbuatnya?”
“Korupsi dua milyar.”

“Itu kan Om Pras, Ayah!”
“Ya, itu Om Pras.”
“Kenapa mereka tangkap Om itu?

Sejak itu, rumahmu jadi sepi. Sangat mirip istana hantu. Tamumu biasanya selalu ramai bak semut yang sedang berkerumun di toples gula. Sepertinya mereka takut ditangkap bersamamu, hingga mereka tak mau lagi injakkan kaki di rumahmu yang mewah? Kontras dengan rumahku yang setengah bata, sangat kumuh berdiri di seberang rumahmu. Begitulah hidup, tidak ada teman dan musuh yang abadi, semua hanya datang dan pergi lagi.

Simpulan akibat konflik fisik tersebut adalah ….

a)

Rumah Om Pras menjadi sangat sepi.

b)

Rumah Om Pras seperti istana hantu.

c)

Teman dan tamu Om Pras takut ditangkap.

d)

Rumah mewah Om Pras tak berpenghuni.

8.

Cermati teks berikut!

(1) Suatu hari, desaku kedatangan banyak orang orang berseragam proyek dan berbagai macam alat berat. (2) Seketika aku kaget melihatnya, semua warga tampak antusias dan senang atas kedatangan mereka, hal itu yang membuatku merasa bingung dan heran. (3) Lalu, tanpa berpikir panjang, aku segera menemui ibu di ruang kerjanya.

(4) “Permisi, Bu.” Ibu langsung menghentikan kegiatan menulisnya.

 “Iya, nak ada apa?” tanya Ibu.

“Ada hal, yang sangat penting, Bu” jawabku cemas.

“Penting? memangnya ada apa, Nak?” tanya Ibu penasaran.

 “Ada sekelompok orang proyek, datang ke desa. Mereka menuju ke hutan, kelihatannya mereka ingin melakukan pembebasan lahan” jelasku. Ibu terdiam, lalu dia segera meninggalkanku dan menelepon seseorang.

            Kalimat yang menunjukkan konflik batin terdapat pada nomor ….

(a)  

9.

Cermati teks berikut!

Suatu hari, desaku kedatangan banyak orang orang berseragam proyek dan berbagai macam alat berat. Seketika aku kaget melihatnya, semua warga tampak antusias dan senang atas kedatangan mereka, hal itu yang membuatku merasa bingung dan heran. Lalu, tanpa berpikir panjang, aku segera menemui ibu di ruang kerjanya.

“Permisi, Bu.” Ibu langsung menghentikan kegiatan menulisnya.

 “Iya, nak ada apa?” tanya Ibu.

“Ada hal, yang sangat penting, Bu” jawabku cemas.

“Penting? memangnya ada apa, Nak?” tanya Ibu penasaran.

 “Ada sekelompok orang proyek, datang ke desa. Mereka menuju ke hutan, kelihatannya mereka ingin melakukan pembebasan lahan” jelasku. Ibu terdiam, lalu dia segera meninggalkanku dan menelepon seseorang.

Simpulan akibat konflik batin dalam cerita tersebut adalah . . .

a)

Tokoh Aku ingin mencari informasi kepada ibunya.

b)

Tokoh Aku bingung atas kedatangan orang berseragam proyek.

c)

Tokoh Ibu diam dan segera meninggalkan aku.

d)

Toko Ibu langsung menghentikan kegiatan menulis.

10.

Cermati teks berikut

“Permisi, Bu?” Ibu langsung menghentikan kegiatan menulisnya. “Iya, Nak. Ada apa?” tanya ibu. “Ada sekelompok orang proyek, datang ke desa, mereka menuju ke hutan, kelihatannya mereka ingin melakukan pembebasan lahan,” jelasku. Ibu terdiam, lalu dia segera meninggalkanku dan menelepon seseorang.

Selesai menelepon, ekspresi Ibu terlihat marah dan kecewa sekali, tiba tiba Ibu menggebrak meja. Aku pun, langsung kaget dan penasaran “Ada apa, Bu?, kok Ibu terlihat marah dan kecewa?” tanyaku.

“Ternyata, Pak Kades benar-benar menyetujui pembangunan perusahaan pengelola kayu jati, apakah beliau tidak sadar tindakannya yang gegabah itu?. Dia seenaknya saja mengambil keputusan, tanpa meminta pendapat Ibu,” ucap Ibu dengan emosi memuncak.

“Ibu, lebih baik kita segera ke hutan dan menanyakan langsung hal ini pada Pak Kades” saranku pada Ibu. Emosi Ibu kembali mereda, Ibu pun menyetujuinya. Aku dan Ibu bergegas menuju hutan.

Latar tempat pada teks tersebut berada di hutan desa.

a)

SALAH

b)

BENAR

11.

Cermati teks berikut!

“Permisi, Bu?” Ibu langsung menghentikan kegiatan menulisnya. “Iya, Nak. Ada apa?” tanya ibu. “Ada sekelompok orang proyek, datang ke desa, mereka menuju ke hutan, kelihatannya mereka ingin melakukan pembebasan lahan,” jelasku. Ibu terdiam, lalu dia segera meninggalkanku dan menelepon seseorang.

Selesai menelepon, ekspresi Ibu terlihat marah dan kecewa sekali, tiba tiba Ibu menggebrak meja. Aku pun, langsung kaget dan penasaran “Ada apa, Bu?, kok Ibu terlihat marah dan kecewa?” tanyaku.

“Ternyata, Pak Kades benar-benar menyetujui pembangunan perusahaan pengelola kayu jati, apakah beliau tidak sadar tindakannya yang gegabah itu?. Dia seenaknya saja mengambil keputusan, tanpa meminta pendapat Ibu,” ucap Ibu dengan emosi memuncak.

“Ibu, lebih baik kita segera ke hutan dan menanyakan langsung hal ini pada Pak Kades” saranku pada Ibu. Emosi Ibu kembali mereda, Ibu pun menyetujuinya. Aku dan Ibu bergegas menuju hutan.

Latar waktu pada teks tersebut adalah (…..) hari.

(a)  

12.

Cermati teks berikut!

Selesai menelepon, ekspresi Ibu terlihat marah dan kecewa sekali, tiba tiba Ibu menggebrak meja. Aku pun, langsung kaget dan penasaran “Ada apa, Bu?, kok Ibu terlihat marah dan kecewa?” tanyaku.

“Ternyata, Pak Kades benar-benar menyetujui pembangunan perusahaan pengelola kayu jati, apakah beliau tidak sadar tindakannya yang gegabah itu?. Dia seenaknya saja mengambil keputusan, tanpa meminta pendapat Ibu,” ucap Ibu dengan emosi memuncak.

Latar suasana pada teks tersebut adalah ….

a)

marah

b)

dendam membara

c)

sedih

d)

terkejut

13.

Cermati teks berikut!

(1) Aku pun lari ke depan teras rumahku dan melihat air yang turun dari langit yang begitu teratur. (2) Aku tersipu kagum dengan semua itu. (3) Sungguh indah, hujan pun seketika berhenti dengan cepat. (4) Aku pun turun ke luar rumah sambil menatap sekitarku yang telah basah oleh siram hujan. (5) Cahaya matahari pun keluar dengan malu-malu dan melihat warna-warna yang tersusun rapi di langit, “itu pelangi” aku pun semakin terpukau. (6) “Ya tuhan apakah ini yang disebut dengan keindahan langit. Betapa besar kekuasaanmu tuhan. (7) Aku bersyukur bisa dilahirkan seperti ini yang masih bisa menjadi saksi kebesaran mu Tuhan. (8) Terimah kasih atas keindahan langitmu hari ini..”

Kutipan cerpen yang menggunakan majas personifikasi terdapat pada kalimat nomor 5.

a)

SALAH

b)

BENAR

14.

Cermati teks berikut!

(1) Mas Karso mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, ”Lha ya itu, sampeyan itu setidaknya sudah menjadi pahlawan keluarga demi hari depan generasi muda,” serunya bersemangat, lalu diambilnya sebuah klenyem yang masih hangat. (2) Digigitnya pelan-pelan, seolah-olah khawatir kehilangan setiap titik kenikmatan pada setiap kunyahannya. (3) Matanya berkedip-kedip ketika gula jawa dalam klenyem meleleh dan bercampur dengan kerenyahan singkong. (4) Itulah momen puncak kelezatan camilan rakyat yang dinikmati oleh Mas Karso.

Kutipan cerpen yang menggunakan majas metafora terdapat pada kalimat nomor . . .

(a)  

15.

Cermati teks berikut!

(1)  Aku pun lari ke depan teras rumahku dan melihat air yang turun dari langit yang begitu teratur. Aku tersipu kagum dengan semua itu. Sungguh indah, hujan pun seketika berhenti dengan cepat. Aku pun turun ke luar rumah sambil menatap sekitarku yang telah basah oleh siram hujan. (5) Cahaya matahari pun keluar dengan malu-malu dan melihat warna-warna yang tersusun rapi di langit, “itu pelangi” aku pun semakin terpukau. “Ya tuhan apakah ini yang disebut dengan keindahan langit. Betapa besar kekuasaanmu tuhan. Aku bersyukur bisa dilahirkan seperti ini yang masih bisa menjadi saksi kebesaran mu Tuhan. Terimah kasih atas keindahan langitmu hari ini.”

(2)  Mas Karso mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, ”Lha ya itu, sampeyan itu setidaknya sudah menjadi pahlawan keluarga demi hari depan generasi muda,” serunya bersemangat, lalu diambilnya sebuah klenyem yang masih hangat. Digigitnya pelan-pelan, seolah-olah khawatir kehilangan setiap titik kenikmatan pada setiap kunyahannya. Matanya berkedip-kedip ketika gula jawa dalam klenyem meleleh dan bercampur dengan kerenyahan singkong. Itulah momen puncak kelezatan camilan rakyat yang dinikmati oleh Mas Karso.

(3)  Selesai menelepon, ekspresi Ibu terlihat marah dan kecewa sekali, tiba tiba Ibu menggebrak meja. Aku pun, langsung kaget dan penasaran “Ada apa, Bu?, kok Ibu terlihat marah dan kecewa?” tanyaku.

(4)  “Ternyata, Pak Kades benar-benar menyetujui pembangunan perusahaan pengelola kayu jati, apakah beliau tidak sadar tindakannya yang gegabah itu?. Dia seenaknya saja mengambil keputusan, tanpa meminta pendapat Ibu,” ucap Ibu dengan emosi memuncak.

“Ibu, lebih baik kita segera ke hutan dan menanyakan langsung hal ini pada Pak Kades” saranku pada Ibu. Emosi Ibu kembali mereda, Ibu pun menyetujuinya. Aku dan Ibu bergegas menuju hutan.

Pengembangan cerpen dengan menggunakan sudut pandang pengarang orang pertama pelaku utama terdapat pada kutipan nomor ….

a)

2

b)

3

c)

1

d)

4

16.

Cermati teks berikut!

(1)  Aku pun lari ke depan teras rumahku dan melihat air yang turun dari langit yang begitu teratur. Aku tersipu kagum dengan semua itu. Sungguh indah, hujan pun seketika berhenti dengan cepat. Aku pun turun ke luar rumah sambil menatap sekitarku yang telah basah oleh siram hujan. (5) Cahaya matahari pun keluar dengan malu-malu dan melihat warna-warna yang tersusun rapi di langit, “itu pelangi” aku pun semakin terpukau. “Ya tuhan apakah ini yang disebut dengan keindahan langit. Betapa besar kekuasaanmu tuhan. Aku bersyukur bisa dilahirkan seperti ini yang masih bisa menjadi saksi kebesaran mu Tuhan. Terimah kasih atas keindahan langitmu hari ini.”

(2)  Mas Karso mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju, ”Lha ya itu, sampeyan itu setidaknya sudah menjadi pahlawan keluarga demi hari depan generasi muda,” serunya bersemangat, lalu diambilnya sebuah klenyem yang masih hangat. Digigitnya pelan-pelan, seolah-olah khawatir kehilangan setiap titik kenikmatan pada setiap kunyahannya. Matanya berkedip-kedip ketika gula jawa dalam klenyem meleleh dan bercampur dengan kerenyahan singkong. Itulah momen puncak kelezatan camilan rakyat yang dinikmati oleh Mas Karso.

(3)  Selesai menelepon, ekspresi Ibu terlihat marah dan kecewa sekali, tiba tiba Ibu menggebrak meja. Aku pun, langsung kaget dan penasaran “Ada apa, Bu?, kok Ibu terlihat marah dan kecewa?” tanyaku.

(4)  “Ternyata, Pak Kades benar-benar menyetujui pembangunan perusahaan pengelola kayu jati, apakah beliau tidak sadar tindakannya yang gegabah itu?. Dia seenaknya saja mengambil keputusan, tanpa meminta pendapat Ibu,” ucap Ibu dengan emosi memuncak.

“Ibu, lebih baik kita segera ke hutan dan menanyakan langsung hal ini pada Pak Kades” saranku pada Ibu. Emosi Ibu kembali mereda, Ibu pun menyetujuinya. Aku dan Ibu bergegas menuju hutan.

Pengembangan cerpen dengan menggunakan sudut pandang pengarang orang pertama pelaku utama terdapat pada kutipan nomor 2.

a)

BENAR

b)

SALAH

17.

Cermati kalimat berikut!

Ketika hujan turun dengan deras, saya dan teman-teman masih berada di ruang kelas.

Kalimat yang pola struktur kalimatnya sama dengan kalimat tersebut adalah …

a)

Kemarin segenap perangkat desa berkunjung ke rumah warga.

b)

Saat ini kita harus sering memperhatikan gejala-gejala alam dengan kritis.

c)

Di mana pun Anda berada, tetaplah menjaga protokol kesehatan.

d)

Semua siswa menundukkan kepala dengan khitmat saat Upacara Bendera.

18.

Cermati teks berikut.

(1) Sore itu, awan kelabu mengadu […] alam yang membeku. Hujan merebak menikam bumiku.

(2) Pagi sekali aku bangun, pukul 04:05 mata mulai terbuka namun telingga masih marah […] suara-suara yang mencengkam. Perlahan aku menggerakan kaki melangkah […] depan, buka jendela padamkan lentera.

(3) Aku melihat hujan bagaikan paku tak berpalu.

Kata depan yang tepat untuk melengkapi ketiga kalimat tersebut secara berurutan adalah (1) pada, (2) ke, (3) untuk.

a)

BENAR

b)

SALAH

19.

Cermati teks berikut!

Gita sangat menikmati pemandangan tampat itu. […] tiba-tiba datang seorang bidadari cantik memakai gaun berwarna putih layaknya seorang pengantin. […], wajah bidadari terasa sangat akrab dengannya. Ia merasa sangat mengenal wajah bidadari itu.

Konjungsi antar kalimat yang tepat untuk menghubungkan kalimat tersebut adalah ….

a)

Akhirnya – Tetapi

b)

Karena – Namun

c)

Lalu – Akhirnya

d)

Lalu – Namun

20.

Cermati teks berikut!

(1) Ternyata hari ini pembelajaran dibebaskan dahulu. (2) Hari ini akan melakukan beberapa perkenalan satu sama lain. (3) Lama setelah perkenalan itu berlangsung, bel istirahat berbunyi. (4) Sebelum istirahat, Bu Luluk mengumumkan bahwa setelah bel masuk berbunyi, seluruh siswa langsung menuju lapangan.

Kata kerja pasif pada kutipan teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ….

(a)