WorksheetsPH TEKS ANEKDOT
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 16mins
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Makna lain (idomatis) paruh baya adalah…
Setengah tua
Sepuh
Kakek-kakek
Tua Bangka
Buyut
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Kata yang menunjukkan peristiwa masa lalu pada teks di atas adalah…
Alkisah
Kepada
Lantas
Tunggu
Kembali
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
kalimat seruan pada teks di atas adalah...
“Kembali lima ribu ya Pak!”
“Minta sedekahnya…”
“Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.”
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Rangkaian peristiwa yang tepat pada anekdot tersebut adalah…
Pengemis paruh baya -> meminta uang pada anak kecil -> diberikan uang -> lalu diberikan kembalian
Pengemis paruh baya -> meminta sedekah -> diberikan uang kepada pedagang kaki lima -> meminta kembalian
Pengemis paruh baya -> meminta sedekah kepada pedagang kaki lima -> pedagang kaki lima memberikan uang -> lalu meminta kembalian -> pengemis paruh baya memberikan uang kembalian berlebih
Pengemis paruh baya -> pedagang kaki lima meminta sedekah -> diberikan uang pada pengemis -> diberikan kembalian
Pengemis paruh baya -> meminta kembalian -> pedagang kaki lima meminta sedekah -> diberikan kembalian -> pengemis kaget
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Lelucon anekdot tersebut tampak pada kalimat…
“Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut
Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Bersedekah
Alkisah, terdapat seorang pengemis paruh baya yang sedang meminta-minta kepada pedagang kaki lima. “Minta sedekahnya…” pinta si pengemis tersebut.
Si pedagang kaki lima lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pintanya.
Bapak pengemis tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini kembaliannya silakan diambil.”
“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pedagang kaki lima tersebut keheranan.
“Oh, tidak apa-apa. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Pesan tersirat yang tepat pada teks di atas adalah…
Bekerjalah tanpa mengenal lelah
Jangan putus asa dalam mencapai tujuan
Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah
Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia
Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar
Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.
"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.
"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.
"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.
"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.
Pesan yang sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah…
Bertamulah kepada orang yang dianggap penting.
Jika bertamu, hendaknya mengetuk pintu dahulu.
Hormatilah setiap tamu yang datang.
Bertamulah sesuai tata krama.
Hargailah tamu meski datang tengah malam.
Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.
"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.
"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.
"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.
"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.
“Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU.” Kata komitmen pada kalimat tersebut menyatakan makna…
orang yang taat pada janji
orang yang jujur
orang yang ingkar janji
orang yang amanah
orang yang tidak bisa dipercaya
Dalam sebuah seminar, Gus Dur sempat menjelaskan pendapatnya tentang fanatisme orang NU yang datang ke kediamannya. "Ada tiga tipe orang NU yang datang ke kediaman saya,” kata Gus Dur.
"Tipe pertama, mereka yang datang dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam dan membicarakan NU. Itu orang yang punya komitmen dan fanatik terhadap NU," katanya lagi.
"Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam, masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. itu namanya orang yang gila NU,"tegas Gus Dur.
"Tipe orang NU yang ketiga, Gus?"tanya hadirin.
"Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya pada jam dua dini hari hingga jam enam pagi. Itu namanya orang NU yang gila," kata Gus Dur yang tentu saja disambut tawa peserta seminar.
“Tipe kedua, mereka yang meski sudah larut malam masih mengetuk pintu rumah saya untuk membicarakan NU. Itu namanya orang yang gila NU.” tegas Gus Dur.
Ungkapan gila NU, dapat ditafsirkan sebagai orang yang…
sering membicarakan NU
tidak suka pada NU
mendorong kemajuan NU
suka pada NU
sangat suka pada NU
Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.
Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"
"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."
"Memang jatuhnya di mana?”
”Jatuhnya, sih, di dalam.”
”Lo, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”
”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."
Tema yang tepat untuk anekdot tersebut adalah…
Nasrudin kehilangan cincin
Nasrudin mendapat cincin
Cincin dan Nasrudin
Nasrudin "dikerjain"cincin
Nasrudin mancari cincin
Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.
Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"
"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."
"Memang jatuhnya di mana?”
”Jatuhnya, sih, di dalam.”
”Loh, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”
”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."
Isi anekdot tersebut tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari pada pernyataan berikut adalah…
Setiap usaha harus dilakukan dengan tekun dan sabar.
Bekerja dan berusahalah sesuai dengan aturan yang tepat.
Berusahalah mencapai sesuatu dengan cara apa pun.
Berusahalah jangan mudah menyerah.
Berisi nasihat kepada para remaja agar mau bekerja keras.
Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.
Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"
"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."
"Memang jatuhnya di mana?”
”Jatuhnya, sih, di dalam.”
”Loh, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”
”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."
Isi anekdot tersebut sesuai dengan pernyataan berikut…
Tindakan Nasrudin mencari cincin di luar rumah merupakan cara yang cerdas.
Berisi sindiran kepada para remaja yang malas bekerja keras.
Tindakan Nasrudin mencari cincin di dalam rumah merupakan tindakan bodoh.
Nasrudin merupakan tokoh yang mau bekerja keras.
Setiap usaha tidak perlu dilakukan dengan sabar.
Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik . ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrddin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.
Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, ' Nasrudin?"
"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."
"Memang jatuhnya di mana?”
”Jatuhnya, sih, di dalam.”
”Lo, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”
”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."
Pesan berikut tidak sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah…
Jangan putus asa dalam mencapai tujuan.
Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia.
Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar.
Mencari cincin yang jatuh hendaknya di tempat cincin tersebut jatuh.
Manfaatkanlah masa mudamu untuk mencari ilmu.
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”.
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
“Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukan bagian komplikasi adalah...
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
urutkan sesuai dengan struktur yang tepat!
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
1-2-4-5-3-6
3-2-1-4-5-6
KUHP
Seoraang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.
Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah...
Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.
Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.
Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.
Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.
KUHP
Seoraang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.
Siapakah partisipan yang digambarkan dalam anekdot tersebut, adalah…
Pak Dosen
Ali
Ahmad
Ali dan ahmad
Ali, ahmad, dan pak dosen
KUHP
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. Saat sesi Tanya-jawab tiba, ali bertanya kepada pak dosen “apa kepanjangan KUHP pak?” pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada ahmad. “saudara ahmad, coba dijawab pertanyaan saudara ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas ahmad mejawab, “Kasih Uang Habis Perkara, pak...!” Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanyaa menggeleng-gelengkan kepala seraya menmbahkan pertanyaan kepada ahmad. “saudara ahmad, dari mana saudara tahu jawaban itu?”dasar ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “peribahasa inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, pak....?”. Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Kembali berlangsung normal.
Pada kalimat, “mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala ”, adalah termasuk kalimat bagian struktur teks...
asbtraksi
orientasi
krisis
komplikasi
koda
KUHP
Semua mahasiswa dikelas itu tercengang. Mereka berpandang pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak. Gelak tawa mereda. Situasi kembali berlangsung normal.
Pada kalimat di atas termasuk pada bagian struktur teks...
asbtraksi
orientasi
krisis
komplikasi
koda
Berikut yang termasuk struktur teks anekdot adalah ...
Abstrak, orientasi, komplikasi dan koda
Orientasi, Komplikasi, dan Evaluasi/ Koda
Abstrak, orientasi, reaksi, krisis dan kode
orientasi, aksi, krisis dan evaluasi
Krisis, Komplikasi dan koda
Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...
Kelucuan dan nilai kritikannya
Pelaku dan alurnya
Panjang cerita dan bagusnya
Gaya bercerita
Model tulisannya
salah satu tujuan dari dibuatnya teks anekdot adalah untuk?
mengetahui kemampuan seseorang dalam berkarya
menghibur dan mengkritik
menghilangkan masalah
menjelaskan fakta
menambah pengalaman
Ciri-Ciri Teks Anekdot, kecuali . . .
Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
Secara umum menceritakan hewan dan manusia.
Berdasarkan kejadian yang sebenarnya, terkadang juga berasal dari imajinasi.
Merupakan sebuah dongeng.
Memiliki tujuan tertentu atau bertujuan mengkritik.
Hari itu Pak Bahagio sedang mengendarai mobil mewahnya di suatu tempat. Tiba-tiba Pak Bahagio merasa heran ketika ada seorang ibu-ibu yang terlihat makan rumput. Pak Bahagio memutuskan untuk berhenti dan ia ingin bertanya kenapa ibu itu memakan rumput. Selama ini Pak Bahagiao tahunya manusia makan nasi, bukan malah makan rumput.
Penggalan teks anekdot tersebut termasuk ke dalam struktur ...
Pengajuan
Orientasi
Koda
Evaluasi
Krisis
Lili dan Lulu adalah teman dekat, mereka sedang mengobrol sambil menunggu tukang bakso lewat. Untuk menghilangkan rasa jenuh, mereka memutuskan untuk bermain tebak-tebakkan.
Penggalan teks anekdot tersebut masuk ke dalam struktur ...
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
Penyajian teks anekdot dapat disajikan dalam bentuk dialog dan narasi. Perbedaan antara penyajian teks anekdot dalam bentuk dialog dan narasi adalah ...
Penyajian teks dalam bentuk dialog terdapat kalimat langsung, sedangkan dalam bentuk narasi terdapat kalimat tidak langsung.
Penyajian teks dalam bentuk dialog terdapat kalimat tidak langsung, sedangkan dalam bentuk narasi menggunakan kalimat langsung.
Penyajian teks dalam bentuk dialog terdapat kalimat majemuk, sedangkan dalam bentuk narasi menggunakan kalimat simpleks.
Penyajian teks dalam bentuk dialog terdapat kalimat simpleks, sedangkan dalam bentuk narasi menggunakan kalimat kompleks
Penyajian teks dalam bentuk dialog dan narasi menggunakan kalimat tak langsung.
Penulisan kalimat langsung yang benar adalah ....
Akhirnya, hakim, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”
“Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa," kata hakim.
Hakim : “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
“Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” : Hakim.
Akhirnya hakim berkata kepada jaksa tolong untuk menjawab pertanyaan hakim.
Cermati teks berikut!
1. Kakek tua yang tinggal bersama anak,
menantu dan cucu 6 tahun.
2. Kakek tua diberi meja kecil terpisah di
pojok, dengan alat makan anti pecah.
3. Cucu 6 tahun mengungkapkan kelak akan membuat meja terpisah juga
untuk ayah dan ibunya.
4. Cucu 6 tahun membuat replika
meja terpisah.
5. Kebiasaan makan malam di rumah
si anak. Kakek tua makannya sering
berantakan.
Urutan kerangka teks anekdot yang sesuai adalah ...
5, 2, 4, 3, 1
1, 5, 2, 4, 3
1, 5, 2, 3, 4
1, 2, 3, 4, 5
5, 1, 2, 4, 3
anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal berdasarkan ?
penelitian di lapangan
cerita fiksi
hasil observasi
kejadian yang sebenarnya
hasil penelitian
Teks anekdot berikut untuk soal nomor 1 dan 2.
Advokat
Suatu sore dua mahasiswa Fakultas Hukum sedang terlibat diskusi kecil. Mereka adalah Fredi dan Ibrahim.
Fredi : Apa kepanjangan dari Advokat?
Ibrahim : Ada duit advokasi All out!
Fredi : Hah…!!
Disadur dari: http://tamao-feryzawa: blogspot.com/2013/09/contoh-anekdot-hukum-politik.html
Aspek kelucuan atau kekonyolan teks tersebut adalah ….
Dua mahasiswa sedang berdiskusi
Diskusi dilakukan pada suatu sore
Pengkreasian kepanjangan advokat
Mereka bernama Fredy dan Ibrahim
Fredi bertanya kepanjangan advokat.
kalimat retoris adalah
kalimat yang tidak memerlukan jawaban
kalimat yang tidak mengandung unsur perintah
kalimat yang hanya menggunakan konjungsi
kalimat yang perlu menggunakan jawaban
kalimat yang mengandung unsur tanya
Bacalah kalimat berikut!
Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.
Kata yang termasuk kata kerja tindakan adalah ...
Suatu hari
Asyik
Mengobrol
Warung kopi
Indonesia
Bagian struktur yang bersifat opsional (boleh ada atau tidak) adalah ….
Abstraksi
Orientasi
Reaksi
Koda
Anak berbakti sekali kamu nak, Sudah pandai melawan pada orang tua mu.
Salah satu ciri kebahasaan teks anekdot yang terdapat pada kalimat di atas adalah .....
Majas Ironi
Kalimat Retoris
Majas Sarkasme
Kata Kerja Material
Kata Kerja Mental
Apakah rakyat tidak ada harganya bagi pemerintah hari ini? Main gusur sana sini?
Salah satu ciri kebahasaan teks anekdot yang terdapat pada kalimat di atas adalah .....
Majas Ironi
Kalimat Retoris
Majas Sarkasme
Kata Kerja Material
Kata Kerja Mental
Berikut ini yang merupakan contoh kata kerja material?
Mengasumsikan
Merasakan
Menemui
Mendambakan
Menyetujui
Anggota DPR itu melindungi Rakyat, bukan mengambil uang Rakyat.
Kalimat di atas menggunakan majas.....
Ironi
Sinisme
Sarkasme
Litotes
Hiperbola
Rakya menduga bahwa anggota DPR hanya memperkaya diri saja.
Kaidah kebahasaan Teks Anekdot pada kata bercetak miring adalah ....
Pertanyaan Retoris
Kata Kerja Mental
Kata Kerja Material
Kata Sifat
Majas Sindiran
Pak Wisnu adalah seorang Pejabat yang baru terpilih. Beliau ketika menjabat lupa pada rakyat dan terkesan sombong.
Kaidah kebahasaan Teks Ankedot pada kata yang bercetak miring adalah
Retoris
Majas Sindiran
Kata Kerja Material
Kata Kerja Mental
Kata Sifat
