Font size
WorksheetsUH 2 TEKS ANEKDOT ERNY
Total questions: 44
Worksheet time: 1hrs 28mins
Bagian yang menunjukkan situasi awal cerita disebut ….
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Koda yang terdapat pada paragraf di atas adalah...
1
2
3
4
5
Bacalah teks berikut!
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…
1 dan 2
2 dan 3
4
5 dan 6
7
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.
Ini adalah jenis teks anekdot...
Nasihat
Kritik
Hiburan
Lisan
Tertulis
Merupakan contoh dari...
anekdot politik
anekdot kesehatan
anekdot pendidikan
anekdot masyarakat
semua jawaban benar
(1) "Empat kali tujuh adalah dua puluh delapan," kata orang satunya.
(2) "Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh," kata orang satunya lagi. (2) Dua orang itu pada akhirnya bertengkar hebat. Warga yang menyaksikan menjadi jengkel. akhirnya kedua orang tersebut dibawa menemui hakim setempat. (3) Hakim memerintaha agar orang pertama di penjara. (4) Orang pertama berteriak memproter, "Loh, kok saya? Dimana salah saya? Omongan saya kan benar, Pak Hakim. Empat kali tujuh itu dua puluh delapan. Iya kan?"
(5) "Kamu itu justru sangat bodoh, "kata hakim itu dengan tenangnya, "Mau-maunya bertekengkar dengan seseorang yang bodoh, yang mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?"
(6) Orang itu mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar.
Bagian orientasi dalam cerita tersebut terdapat pada nomor?
1 dan 2
3 dan 4
2 dan 4
4 dan 6
(1) "Empat kali tujuh adalah dua puluh delapan," kata orang satunya.
(2) "Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh," kata orang satunya lagi. (2) Dua orang itu pada akhirnya bertengkar hebat. Warga yang menyaksikan menjadi jengkel. akhirnya kedua orang tersebut dibawa menemui hakim setempat. (3) Hakim memerintaha agar orang pertama di penjara. (4) Orang pertama berteriak memproter, "Loh, kok saya? Dimana salah saya? Omongan saya kan benar, Pak Hakim. Empat kali tujuh itu dua puluh delapan. Iya kan?"
(5) "Kamu itu justru sangat bodoh, "kata hakim itu dengan tenangnya, "Mau-maunya bertekengkar dengan seseorang yang bodoh, yang mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?"
(6) Orang itu mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar.
Bagian evaluasi dalam cerita tersebut terdapat pada nomor?
3
2
4
5
6
Cinta Monyet
(1) Di sebuah perdesaan yang sangat terpencil, hanya ada satu sekolah di perdesaan tersebut. Ketika anak-anak pertama masuk sekolah, ada dua orang anak yang saling menyukai satu sama lain. Mereka bernama Aqije dan Euis.
(2) Sepulang sekolah, Euis bertanya kepada ibunya tentang aa itu cinta. "Ibu, cinta itu apa sih?" Ibunya tersenyum dan menjawab "Cinta itu biasanya diawali dengan cinta monyet."Euis hanya terdiam memahami kata-kata ibunya.
(3) Keesokan harinya, di sekolah, Aqije berjalan mendekati Euis sambil membawa bunga. "euis, aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi cinta pertama aku?" Dengan muka marah Euis menjawab, "Tidak, aku tidak mau." "Memang kenapa?" "Cinta pertama itu diawali dengan cinta monyet. akut idak mau jadi monyetnya."
(4) Euis berlalu meninggalkan Aqije. Aqije hanya terdiam sedih. Sejak saat itu, ia tidak ingin bertemu lagi dengan Euis.
Analisislah struktur teks anekdot tersbut... (a) (b) (c) (d)
Bacalah cerita berikut ini.
(1) Dodi datang bertandang pada sepupunya yang bernama Alan, ia berdomisili di sebuah kota.
Di suatu pagi yang lengang, Dodi diajak mencari sarapan oleh Alan. Mereka naik mobil yang dikendarakan oleh Alan.
(2) Di perempatan jalan, lampu merah menyala, tetapi Alan melaju terus Dodi pun menegur sepupunya itu.
(3) Dodi : Lampu merah, kenapa kamu melaju terus?
Alan : Alah..., tenang saja, di negeri ini aku bisa bikin undang-undang kok.
Dodi : Bagaimana bisa? Bukankah yang membuat undang-undang itu DPR dan pemerintah?
Alan : (Meminggirkan mobilnya)
Dodi : Kenapa minggir?
Alan : Mau menjawab pertanyaanmu! (ketus)
(4) Dodi : Mengapa harus minggir?
Alan : (Mobil dihentikan, lalu dirogoh saku celananya) Ini jawabannya! (Menaruh dompet isi uang di depan Dodi)
Dodi : Oh...
Struktur teks tersebut yang tepat.
Orientasi
Komplikasi
Evaluasi
Bacalah cerita berikut ini.
(1) Dodi datang bertandang pada sepupunya yang bernama Alan, ia berdomisili di sebuah kota.
Di suatu pagi yang lengang, Dodi diajak mencari sarapan oleh Alan. Mereka naik mobil yang dikendarakan oleh Alan.
(2) Di perempatan jalan, lampu merah menyala, tetapi Alan melaju terus Dodi pun menegur sepupunya itu.
(3) Dodi : Lampu merah, kenapa kamu melaju terus?
Alan : Alah..., tenang saja, di negeri ini aku bisa bikin undang-undang kok.
Dodi : Bagaimana bisa? Bukankah yang membuat undang-undang itu DPR dan pemerintah?
Alan : (Meminggirkan mobilnya)
Dodi : Kenapa minggir?
Alan : Mau menjawab pertanyaanmu! (ketus)
(4) Dodi : Mengapa harus minggir?
Alan : (Mobil dihentikan, lalu dirogoh saku celananya) Ini jawabannya! (Menaruh dompet isi uang di depan Dodi)
Dodi : Oh...
Makna tersirat teks di atas adalah...
Bacalah teks berikut ini.
Semut bertemu lebah di ranting pohon.
(1) Lebah: Wah, maduku sangat bermanfaat.
(2) Semut: Apa aku bisa mengambilnya sedikit saja?
(3) Lebah: Tidak boleh.
(4) Semut: Mengapa?
(5) Lebah: Karena kau tinggal dalam kolong jembatan.
Semut berlalu meninggalkan kecongkakan lebah.
Sindiran terdapat pada kalimat ke .…
1
2
3
4
5
Perhatikan struktur anekdot berikut!
1) Koda
2) Krisis
3) Abstraksi
4) Reaksi
5) Orientasi
Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah….
3-5-4-2-1
3-5-2-4-1
3-4-5-2-1
3-2-4-5-1
Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan ORIENTASI adalah…
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya
Badailah yang membuatnya ulung
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
1-2-4-5-3-6
3-2-1-4-5-6
Berikut ini yang termasuk teks anekdot adalah ….
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam
Saudara-saudara yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C? Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan. Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.
Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak. “Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini. “Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar,” sambung Bu Tini “He..he..he” tawa Bu Romlah renyah Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri.
Amati teks berikut ini!
Teks 1
Seekor kutu tinggal padatanduk banteng. Setelah ada di sana sekian lama dan merasa ingin pindah, dia kemudian bertanya pada banteng apakah sang banteng memang ingin pindah. “Aku tak tahu kapan kau datang, jawab si banteng, “kurasa aku pun tak perlu memberi peringatan saat kau pergi.”
Teks 2
Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-wajangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya suatu saat.
Teks 3
Saudara-saudara yang saya hormati, beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
Yang termasuk teks anekdot adalah….
Teks 1
Teks 2
Teks 3
Teks 1 dan 2
Teks 2 dan 3
Waktu lampau yang digunakan adalah salah satu kaidah penulisan teks anekdot. Kaidah bahasa ini terlihat dalam kalimat…
Mengapa hal ini terjadi?
am 9 pagi besok mereka sudah siap berdemo
Ini adalah waktu yang tepat untuk tidur
Anekdot adalah salah satu jenis teks
Pada zaman dahulu Raja-raja sering berburu
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau.
Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya.
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!”
Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau.
Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya.
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!”
Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah..
Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.
Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.
Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.
Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau.
Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya.
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!”
Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Yang bukan termasuk partisipan dalam teks anekdot di atas adalah ...
Dosen
Mahasiswa
Ali
Saudara Ahmad
Ahmad
Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah ….
Setiap perkara dikenai biaya
Setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang
Setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang
Setiap perkara tidak dapat diuangkan
Setiap perkara tidak dapat diselesaikan
Teks anekdot berjudul KUHP terdapat kritikan dalam kalimat ...A. Apa kepanjangan KUHP, Pak?B. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!C. Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandanganD. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada AhmadE. Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas
Apa kepanjangan KUHP, Pak?
Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad
Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas
Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!
(1) “Kita sudah memenuhi permintaanmu.” kata editor itu memberitahu si pengarang.
(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya : “Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.
”(3) “Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri.
”(4) Gondolin, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.
Susunan potongan-potongan teks yang tepat hingga menjadi anekdot yang utuh dan padat adalah ….
(4)-(1)-(2)-(3)
(4)-(3)-(1)-(2)
(4)-(2)-(3)-(1)
(4)-(2)-(1)-(3)
(4)-(3)-(2)-(1)
Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
[….......]
Petugas SPBU : …??
Menyadari kekonyolan pertanyaan itu muka mahasiswa berubah menjadi merah. Mesin SPBU menunjukkan angka 20.000, si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Orientasi yang tepat untuk cuplikan teks anekdot di atas adalah…
Seorang mahasiswa yang membeli bensin ikut mengantre dan ia berada di urutan belakang.
Muka mahasiswa itu berubah merah.
Pada suatu hari di sebuah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum sedang ada antrean panjang.
Si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Suatu hari seorang mahasiswa sedang berlatih mengemudi.
Perhatikan teks di bawah !
Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.
Enggar :“Roti apa aja yang ada bang ?”
Tukang Roti : “Macam-macam, dek.”
Enggar : “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”
Tukang Roti : “Yang ini coklat.”
Enggar : “Kalau yang ini rasa apa bang ?''
Tukang Roti: “Ini rasa strawberry dek.”
Enggar : “Kalau ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “Kalau yang ini rasa nanas dek.”
Enggar : “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”
Tukang Roti : Hening
Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.
Isi dari teks di atas adalah..
Menanyakan tentang roti coklat saja
i Enggar membeli roti coklat, strawberry, dan nanas
Enggar hanya menanyakan rasa roti, tidak jadi membeli roti.
Bercerita di depan rumah dengan tukang roti
Tukang roti membawa buah.
Pejabat bertanya kepada nyamuk, "Muk, mengapa kau selalu berdengung?"
"Iya, lebih baik saya mendengung seperti ini daripada saya mengobral janji sebelum pemilu," jawab nyamuk.
Pesan yang paling tepat dari kutipan teks di atas adalah ...
Jangan suka mengobral janji
Pilihlah wakil rakyat
Jadilah seorang pejabat
Berpartisipasilah dalam pemilu
Menyukseskan jalannya pemilu
Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata "Politik"
Dalam teks anekdot, kutipan tersebut termasuk struktur ....
abstraksi
orientasi
krisis
reaksi
koda
Sejak diterima di perusahaan itu, Ahmad takut kursinya diambil karyawan lain. makna kata kursi pada kalimat di atas, yaitu ....
pekerjaan
jabatan
gaji
honor
tugas
Napi: "Hahahaha pantas saja kamu masuk penjara, ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan, penyelam yang tak berdosa pun kamu bom juga."
Rekasi dalam teks anekdot di atas bersifat ....
menghargai
menghardik
menggurui
menyindir
mencela
Sebuah bus penuh dengan (1) para politikus keluar (2) dari marka jalan. Akhirnya (3), menabrak (4) sebuah pohon besar di ladang seorang petani tua. Hampir semua (5) penumpang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Kata yang bermakna kronologis ditandai dengan nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Perbedaan anekdot dengan cerpen terletak pada ....
kelucuannya
pelakunya
alurnya
bentuknya
temanya
Berikut yang merupakan kalimat tanya retoris adalah ....
Jon, kenapa kamu tidak memakai sarung tangan?
Siapakah yang hari ini tidak masuk sekolah karena sakit?
Hai orang miskin, kenapa kamu pecahkan piala mahal itu?
Jika bersih, lingkungan pun menjadi nyaman, bisa dimengerti?
Bukankah bermain sepak bola bisa membuat badan kita sehat?
Bacalah teks berikut!
Seekor tikus berkata pada induknya bahwa dia bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh bangsa tikus. Untuk mencoba ucapannya, si induk memberinya sebongkah kemenyan, kemudian menanyakan benda apakah itu. “Batu,” jawabnya. “Nak,” ujarnya, “ternyata bukan Cuma matamu yang bermasalah, hidungmu pun perlu perawatan pula kiranya.”
Kelucuan yang terdapat dalam cerita di atas adalah ....
Si induk menyuruh anaknya untuk mencium benda yang telah ia berikan kepada anaknya untuk di lihat saja.
Ketika induk tikus itu memberikan bongkahan kemenyan dan menjelasakan benda tersebut.
Ketika anak tikus itu menjawab batu dan induknya menyatakan ada yang bermasalah pada mata dan hidungnya.
Si induk memberinya sebongkah kemeyang kepada seekor anak tikus.
Seekor tikus yang berkata pada ibunya
Bacalah teks berikut!
Saat Ingin Belajar
Maksud hati ingin belajar
Aku malah ambil remot TV
Maksudku ingin belajar
Aku malah main HP
Bukanya fokus belajar
Aku malah buka facebook
Pihak yang disindir pada teks di atas adalah ....
Guru
Kepala Sekolah
Petugas Kebersihan
Siswa
Karyawan
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang terpidana mati ditanya oleh petugas pelaksana eksekusi, “Apakah keinginan terakhir Anda?”Sang terpidana menjawab, “Saya hanya berharap agar hukuman ini bisa menjadi pelajaran bagi saya dan bisa membuat saya jera melakukan kejahatan lagi di masa yang akan dating.”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Anekdot tersebut mengandung amanat ….
Optimis merupakan sikap yang baik
Selalu berpikir tentang masa depan
Hargailah keinginan orang lain
Belajarlah dari kesalahan yang pernah dilakukan
Sering-seringlah bertanya
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang dokter muda masuk ke dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit. Di ruang tersebut, ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi.
Dokter bertanya kepada pasien, “Apa yang sedang Anda rasakan?”
Pasien menjawab, “Saya merasa sangat takut, Dok!”
Dokter berkata, “Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk yang pertama kalinya.”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ….
Rasa takut yang dialami oleh pasien.
Rasa takut yang dialami oleh dokter
Dokter dan pasien sama-sama takut.
Ruangan operasi yang menakutkan.
Operasi akan segera berlangsung
Bacalah kutipan teks berikut.
Seorang wartawan mewawancarai seorang nenek berumur 112 tahun.
“Hal apa yang menurut Anda yang terbaik saat berusia 112 tahun?” tanya wartawan.
Dia hanya menjawab,”Tidak ada tekanan dari teman sebaya.”
Diceritakan ulang dari: Aziz Megap-Megap, Humor Iwak Peyek Ngekek Sampai Tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012
Ungkapan tersirat dalam jawaban tokoh nenek pada anekdot tersebut adalah…
Teman-teman si nenek sangat baik.
Teman-teman si nenek sangat toleran.
Teman-teman si nenek juga berumur 112 tahun
Teman-teman si nenek sudah banyak yang meninggal
Teman-teman si nenek sangat pengertian.
Teks anekdot tidak hanya berisi tentang peristiwa-peristiwa menarik, konyol dan menjengkelkan, tetapi juga berisi tentang….
Ungkapan suatu kebenaran yang lebih umum
Suatu fakta
Realita kehidupan
Opini dari para tokoh
Kehidupan tokoh penting
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal berdasarkan….
Penelitian di lapangan
Hasil observasi
Prestasi
Kejadian sebenarnya
Cerita fiksi
Ayu dan Intan adalah teman dekat, mereka sedang mengobrol sambil menunggu tukang bakso lewat. Untuk menghilangkan rasa jenuh, mereka memutuskan untuk bermain tebak-tebakkan. Orang pertama yang mendapat giliran adalah Ayu. Intan bertanya pada Ayu, “Yu, kursi apa yang bisa membuat orang lupa ingatan?”. Ayu tidak langsung menjawab ia berpikir sejenak.
Penggalan teks anekdot tersebut masuk ke dalam struktur ...
A. Abstraksi
B. Orientasi
C. Krisis
D. Reaksi
E. Koda
Ayu dan Intan adalah teman dekat, mereka sedang mengobrol sambil menunggu tukang bakso lewat. Untuk menghilangkan rasa jenuh, mereka memutuskan untuk bermain tebak-tebakkan. Orang pertama yang mendapat giliran adalah Ayu. Intan bertanya pada Ayu, “Yu, kursi apa yang bisa membuat orang lupa ingatan?”. Ayu tidak langsung menjawab ia berpikir sejenak.
Penggalan teks anekdot tersebut masuk ke dalam struktur ...
A. Abstraksi
B. Orientasi
C. Krisis
D. Reaksi
E. Koda
Bacalah teks anekdot berikut!
Suatu hari kepala dukuh terbukti oleh warga kalau menggelapkan uang kas desa sebanyak Rp 10.000.000. Warga hanya diam saja, tidak bisa berbuat-apa-apa. Bersamaan dengan kejadian itu, seorang warga tertangkap basah mencuri satu ayam jago. Dia pun dihakimi massa. “Apa yang harus kita lakukan? Menghajarnya?” kata seorang warga “Hajar sampai dia kapok!” kata warga lain “Ampun, pak!” kata pencuri “Kita harus kasih pelajaran!!!” sahut kepala dukuh “Bagaimana, apakah dia sudah menerima ganjaran yang pantas, sebagai pencuri ayam?” teriak kepala dukuh “Pantas!!” jawab warga “Apakah ada yang mau seperti dia?” jelas kepala dukuh.
Berikut ini adalah pernyataan yang benar, kecuali ….
A. Teks di atas memiliki sindiran.
B. Teks di atas merupakan teks anekdot.
C. Menggunakan kalimat retoris.
D. Hubungan makna terjalin melalui sebab akibat.
E. Struktur teks di atas abstraksi, orientasi, reaksi, dan koda.
