WorksheetsQUIZ BAB I
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun 18 september 1948, mempunyai tujuan utama yaitu ….
mendirikan negara Soviet Indonesia yang berideologi komunis
merebut kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno
ingin menjajah Indonesia bersama negara-negara komunis
ingin menempatkan ibukota negara Indonesia di Madiun
Pemimpin pemberontakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat yang akhirnya ditangkap bersama pengikutnya pada tanggal 4 Juni 1962 adalah ….
Daud Beureuh
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Kahar Muzakar
Safruddin Prawiranegara
Tujuan utama pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia adalah mendirikan …
Negara Darul Islam Indonesia
Negara Islam Aceh merdeka
Negara Islam Indonesia
Negara Islam Jawa Barat
Latar belakang terjadinya pemberontakan PRRI dan Permesta yang terjadi di Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi adalah …
ketidak puasan beberapa daerah terhadap alokasi biaya pembangunan yang tidak merata
adanya keinginan merubah bentuk negara kesatuan menjadi negara serikat
keinginan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi liberal
keinginan dan harapan untuk mendirikan sebuah Negara Islam Indonesia (NII)
Masa Orde Baru telah memberikan secercah harapan bagi rakyat Indonesia, terutama yang berkaitan dengan perubahan-perubahan politik, seperti diterapkannya konsep Demokrasi Pancasila. Adapun Visi utama pada masa pemerintahan Orde Baru saat itu, yaitu ....
Menumpas semua organisasi di Indonesia yang bertentangan dengan ideologi Pancasila
Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam setiap aspek
Melaksanakan Pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil
Mengirimkan Pasukan Perdamaian ke beberapa negara yang sedang dilanda konflik
Pada awal mempelajari PPKn bab pertama kelas IX, terdapat kutipan lagu Garuda Pancasila. Adapun pencipta lagu Garuda Pancasila adalah …
Sudharnoto
Ir. Soekarno
Marzuki Ismail
Ibu Sud
Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia. Namun sejarah bangsa kita telah mencatat bahwa pernah ada upaya untuk mengganti ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan ideologi lain seperti berikut ini, kecuali
Pemberontakan PKI pada tanggal 18 September 1948
Pengumuman berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949
Pemberontakan G 30 S PKI tanggal 30 September 1965
Konflik antar suku di Sampit Kalimantan pada tahun 2001
Pemberontakan DI/TII terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Pernyataan yang benar berikut ini tentang pemimpin pemberontakan DI/TII dan pemimpinnya adalah
Jawa Tengah dipimpin Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo
Sulawesi Selatan dipimpin oleh Tengku Daud Beureuh
Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hadjar atau Haderi bin Umar alias Angli
Aceh dipimpin oleh Amir Fatah dan Mahfu'dz Abdurachman
Salah satu penyimpangan pada masa Orde Lama adalah penggabungan kelompok nasionalis, kelompok agama dan kelompok komunis menjadi satu, yang dikenal dengan istilah
Internasionalisme
Westernisasi
G. 30 S/PKI
Nasakom
Pada periode 1959 - 1966, Terjadilah berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila. Kekuasaan pemerintahan berada pada kekuasaan pribadi Presiden Soekarno, yang menerapkan sistem pemerintahan yang terkenal dengan system demokrasi
Pancasila
Terpimpin
Kerakyatan
Komunisme
Latar belakang pemberontakan PRRI dan Permesta di Pulau Sumatera dan Sulawesi adalah
ketidak puasan beberapa daerah terhadap alokasi beaya pembangunan
adanya keinginan merubah bentuk negara kesatuan menjadi negara serikat
keinginan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi liberal
keinginan dan harapan untuk mendirikan sebuah Negara Islam Indonesia (NII)
Berikut ini tokoh yang mengajukan usulan rumusan dasar negara, yaitu
Ir. Soekarno, Mr. Moh. Yamin, Mr. Ahmad Soebardjo
Ir. Soekarno, Mr. Soepomo, K.H. Wahid Hasyim
Mr. Soepomo, Mr. Moh. Yamin, Ir. Soekarno
Mr. Moh. Yamin, Moh. Hatta, Abi Koesno Tjokrosoejoso
Perbedaan Pancasila dan Komunisme di bidang agama adalah, bahwa ideologi Pancasila
sangat menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan beragama, sedangkan komunis tidak
tidak campur tangan dalam urusan agama, sedangkan komunis campur tangan dalam agama
membatasi kebebasan beragama, sedangkan ajaran komunisme memberi kebebasan beragama
sangat menjunjung tinggi atheisme sedangkan ajaran komunis menolak paham atheisme
Keadaan negara yang tidak stabil pada masa demokrasi terpimpin, menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat, terutama para pemuda, pelajar, dan mahasiswa, yang kemudian mengajukan tiga tuntutan rakyat yang dikenal dengan TRITURA. Yang bukan merupakan isi dari tiga tuntutan rakyat tersebut adalah
Bubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI)
Bersihkan kabinet dari unsur PKI
Turunkan harga dan perbaiki ekonomi
Hentikan impor dari negara Amerika Serikat
Salah satu Jenderal yang lolos dalam pristiwa Penculikan G. 30. S. PKI adalah
Jenderal Ahmad Yani
M.T Haryono
Karel Satsuit Tubun
Jenderal A.H Nasution
Berikut ini yang termasuk dinamika penerapan Pancasila semasa kepemimpinan Presiden Sukarno, kecuali
perbedaan pendapat sesama pemimpin bangsa
agresi mi liter yang dilakukan Belanda yang belum rela Indonesia menjadi negara yang merdeka
di masa awal kemerdekan juga banyak terjadi pemberontakan terhadap pemerintah pusat
Korupsi yang merajalela disemua aspek kehidupan
Berikut ini tantangan dalam penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada masa reformasi adalah
menguatnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa pada masyarakat Indonesia
kehidupan serba bebas yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia di berbagai aspek
kehidupan yang serba damai, aman, tenang dan jauh dari konflik
munculnya berbagai pemberontakan di berbagai daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI
Salah satu penerapan Pancasila di masa pemerintahan Suharto yang dianggap berhasil adalah dalam pembangunan ekonomi. Untuk pembangunan ekonomi tersebut, Suharto mengenalkan gagasan Trilogi Pembangunan. Yang bukan isi dari Trilogi Pembangunan adalah
Pemerataan pembangunan dan hasil hasilnya
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
Stabilitas nasional yang dinamis
Rencana Pembangunan Lima Tahun
Berikut ini yang termasuk pemerintahan dimasa Reformasi, kecuali
Pemerintahan Bacharuddin Jusuf Habibie dan Pemerintahan Abdurrahman Wahid
Pemerintahan Megawati dan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
Pemerintahan Susilo Bambag Yudhoyono dan Pemerintahan Joko Widodo
Pemerintahan Soeharto dan Pemerintahan Bacharuddin Jusuf Habibie
Berikut ini beberapa kebijakan yang dianggap berhasil di masa pemerintahan Presiden BJ. Habibie, kecuali
masa jabatan Presiden dibatasi menjadi maksimal dua periode melalui amendemen UUD NRI Tahun 1945
lepasnya provinsi Timor Timur menjadi negara sendiri, yaitu Timor Leste
penerapan Pancasila dalam kehidupan demokrasi melalui kekebasan berpolitik dan kebebasan pers. Selain itu, para tahanan politik dari masa Orde Baru dibebaskan
mendirikan partai politik tidak lagi dibatasi. Maka saat tahun 1999 diadakan pemilu, terdapat 48 partai politik yang menjadi pesertanya
Pada tanggal 7 maret 1967, MPRS memberhentikan Sukarno sebagai Presiden hingga berakhirlah kepemimpinan yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Selama masa itu, pemerintahan Sukarno berhasil melakukan hal hal berikut, kecuali
berhasil mengatasi tantangan besar untuk menyatukan seluruh wilayah Indonesia dan mendapat pengakuan dari internasional atas kedaulatan negara Indonesia.
berhasil merebut Papua yang dulu disebut Irian Barat yang masih dikuasai Belanda untuk sepenuhnya menjadi bagian dari wilayah Indonesia pada tahun 1963
sukses mengatasi tantangan berupa berbagai pemberontakan-pemberontakan seperti PRRI, Permesta, PKI, dan DI/TII. Berbagai pemberontakan kelompok separatisme yang dapat membuat Indonesia terpecah belah dapat diatasi.
situasi politik yang stabil dengan menerapkan demokrasi Pancasila secara murni dan konsekwen serta mendukung tumbuhna berbagai partai politik
Untuk pembangunan di bidang ekonomi khususnya di Bidang Kesehatan selain memperkenalkan program Trilogi Pembangunan, Soeharto juga melakukan hal hal berikut, seperti:
pemerintah mengembangkan SD Inpres secara nasional yang diikuti dengan program wajib belajar
pemerintah membangun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), serta program Keluarga Berencana
pemerintah mendirikan Koperasi Unit Desa (KUD) di setiap desa, Badan Urusan Logistik (BULOG) untuk menjaga kesetabilan harga bahan pokok. Pemerintah juga banyak membuat bendungan serta saluran irigasi
program ABRI Masuk Desa untuk membangun jalan-jalan di perdesaan, serta program Listrik Masuk Desa
Dalam bidang pertanian, pemerintah membuat program Bimas dan Inmas Pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas padi bagi para petani. Inmas adalah Intensifikasi Massal. Melalui Program INMAS ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti:
Subsidi bibit unggul, subsidi pupuk, subsidi pestisida, dan tekhnologi pertanian
pembangunan rumah susun sederhana (Rusunawa) untuk kelompok masyarakat yang kurang mampu
pembangunan jalan layang, jalan tol dan jembatan yang menghubungan antar pulau
pengenalan budaya budaya daerah dan pembukan tempat tempat wisata yang bisa menjadi sumber devisa negara
Dia adalah ahli pembuatan pesawat terbang yang diangkat menjadi Wakil Presiden di pemerintahan Presiden Suharto. Begitu Suharto mengundurkan diri, Dia pun diangkat MPR untuk menggantikan Soeharto sebagai Presiden dengan tantangan memulihkan ekonomi Indonesia yang hancur akibat krisis moneter yang terjadi di Asia. Dia adalah
Bacharuddin Jusuf Habibie
Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Jusuf Kalla
Salah satu tantangan di Era Reformasi ini adalah munculnya pola hidup yang jah dari kehidupan agama, yang disebut dengan:
Hedonisme
Atheisme
Sekulerisme
Etnosentrisme
Sila pertama Pancasila pada Piagam Jakarta dan sila pertama Pancasila pada Pembukaan UUD Tahun 1945 berbeda. Adapun bunyi Sila Pertama pada Piagam Jakarta adalah
Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
Ketuhanan dengan kewajiban pemeluk-pemeluknya menjalankan syariat Islam
Ketuhanan dengan kewajiban menjalakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
Berikut ini merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yaitu
Menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
Berusaha untuk senantiasa menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil musyawarah
Menyadari setiap hak dan setiap kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang baik
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain yang berbeda pendapat dengan kita
Pemilihan umum sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan demokrasi, dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER dan Jurdil). Umum berarti
Bahwa rakyat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya tanpa perantara.
.
Semua warga negara, berhak menentukan pilihan tanpa tekanan dan paksaan dari siapa pun.
Semua warga negara yang telah memenuhi syarat sesuai dengan undang-undang, berhak mengikuti Pemilu.
Adanya jaminan bahwa pilihannya tidak akan diketahui oleh siapa pun dan dengan jalan apa pun.
Pemilihan umum sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan demokrasi, dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil . Langsung berarti
Bahwa rakyat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya tanpa perantara
Semua warga negara, berhak menentukan pilihan tanpa tekanan dan paksaan dari siapa pun.
Semua warga negara yang telah memenuhi syarat sesuai dengan UU, berhak mengikuti pemilu.
Adanya jaminan bahwa pilihannya tidak akan diketahui oleh siapa pun dengan jalan apa pun.
Pemilihan umum sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan demokrasi, dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil . Rahasia berarti
Bahwa rakyat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya tanpa perantara.
Semua warga negara, berhak menentukan pilihan tanpa tekanan dan paksaan dari siapa pun.
Semua warga negara yang telah memenuhi syarat sesuai dengan UU berhak mengikuti pemilu.
Adanya jaminan bahwa pilihannya tidak akan diketahui oleh siapa pun dengan jalan apa pun
Perhatikan gambar di samping. Dia adalah pemimpin pemberontakan DI / TII dari Jawa Barat, yang memberontak dan ingin mendirikan Negara Islam Indonesia. Dia akhirnya ditangkap bersama pengikutnya pada tanggal 4 Juni 1962. Dia adalah
Kahar Mudzakar
Sekarmaji Marijan Kartosuwirjo
Ibnu Hajar
Amir Fatah
Gambar tersebut di samping merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan Pancasila di Era Reformasi seperti saat ini, khususnya bagi kalangan generasi muda, Tantangan tersebut adalah
menurunnya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga bangsa
pola hidup konsumerisme yaitu pola hidup yang boros
kehidupan serba bebas dan kurangnya kontrol orang tua pada anak-anaknya
menguatnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa pada masyarakat Indonesia
Gambar tersebut di samping menunjukkan salah satu perwujudan nilai Pancasila, khususnya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu
Tidak memaksakakan suatu agama pada orang lain
Toleransi dan kerukunan antar ummat beragama
Mencampur baurkan ajaran agama
Melaksanakan ibadah secara bersama sama
Gambar disamping adalah para pahlawan revolusi Indonesia. Siapakah yang dimaksud dengan pahlawan revolusi itu
para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah
mereka yang telah gugur dalam peristiwa penculikan G 30 S PKI Tahun 1965
pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia
mereka yang telah berjasa bagi bangsa dan negara Republik Indonesia setelah merdeka
Perhatikan gambar di samping. Mereka adalah tokoh yang mengajukan usulan rumusan dasar negara Pancasila. Mereka itu adalah
Moh. Yamin,
Soepomo, dan
Ir. Soekarno
Drs. Moh. Hatta,
Moh. Yamin, dan
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno,
Drs. Moh. Hatta, dan
Soepomo
Moh. Yamin,
Soepomo, dan
Drs. Moh. Hatta
Gambar di samping adalah salah satu toloh TNI Agkatan Darat yang lolos dalam peristiwa penculikn G. 30 S. PKI 1965. Dia adalah
Ahmad Yani
Karel Satsuit Tubun
D. Ignatius Panjaitan
Abdul Haris Nasution
Gambar tersebut menunjukkan salah satu perwujudan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila yang mampu menumbuhkan karakter dan kemampuan untuk:
kemandirian dan rasa percaya diri
keberanian dan kedisiplinan
bekerjasama dan berkomunikasi
berfikir kritis dan kreativitas
Gambar tersebut menunjukkan salah satu perwujudan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila yang mampu mencerminkan kenyataan kehidupan yang berkembang dalam masyarakat, yaitu
Kerukunan antarummat beragama
Kerjasama dan gotong royong
Musyawarah dan mufakat
Menolong sesama manusia
Gambar tersebut merupakan gambar yang menunjukkan tantangan dalam penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia pada masa reformasi, yaitu
kehidupan serba bebas yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia
menguatnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa pada masyarakat Indonesia
kehidupan yang serba damai, aman, tenang dan jauh dari konflik
menurunnya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga bangsa
Berikut ini yang tidak termasuk dampak korupsi adalah
keuangan negara dirugikan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berkurang
meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
bangunan dan infrastruktur yang dibangun tidak berkualitas dan tidak memenuhi standar
banyak proyek infrastruktur yang terbengkalai dan tidak tuntas
