Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Mutu Pangan

Total questions: 57

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

   Pengertian kata pangan menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2002 adalah ….

a)

Kata benda yang berarti makan.

b)

  Kata benda yang berarti rezeki.

c)

Sumber hayati bagi konsumsi manusia.

d)

    Segala sesuatu yang dapat dimakan.

2.

Tujuan penerapan Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) dalam industri makanan adalah ….

a)

Pengendalian Hama

b)

Meningkatkan Mutu Pangan

c)

Menjamin Keamanan Pangan

d)

Mencegah Terjadinya Kontaminasi

3.

Pengertian legislasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Tahun 1990 adalah ….

a)

Pembuatan regulasi.

b)

Pembuatan undang-undang.

c)

Pembuatan peraturan-peraturan.

d)

  Pembuatan ketentuan-ketentuan.

4.

“Suatu ukuran yang ditetapkan untuk dipakai sebagai patokan” merupakan pengertian dari ….

a)

Legislasi

b)

  Standar

c)

Standarisasi

d)

     Regulasi

5.

Badan atau Komisi yang bertugas mengatur regulasi dan legislasi dunia pangan internasional adalah ….

a)

CAC

b)

FDA

c)

USDA

d)

  EC

6.

  Lembaga yang secara langsung mengatur kebijakan keamanan dan ketahanan pangan di Indonesia adalah ….

a)

Kementerian Kesehatan

b)

   Kementerian Pertanian

c)

   Badan Pengawasan Obat dan Makanan

d)

    Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

7.

Undang-undang Pangan merupakan dasar hukum yang memberi jaminan keamanan pangan secara ....

a)

    Lebih rinci

b)

Lebih spesifik

c)

      Lebih umum

d)

  Lebih rinci dan spesifik

8.

Hal-hal yang berkaitan dengan upaya mendapatkan produk pangan yang aman bagi kesehatan manusia dan mempunyai dampak yang nyata dalam kehidupan manusia, merupakan definisi dari ....

a)

Regulasi pangan

b)

Ketahanan pangan

c)

   Legislasi pangan

d)

   Keamanan pangan

9.

Undang-Undang dan pengaturan pangan di Indonesia lebih menitikberatkan pada ....

a)

  Gizi pangan

b)

    Mutu pangan

c)

  Ketahanan pangan

d)

     Keamanan pangan

10.

Upaya pemerintah yang terpenting terhadap jaminan mutu pangan adalah ....

a)

Mengupayakan terciptanya regulasi pangan

b)

  Membuat standar baku bagi legislasi pangan

c)

   Mengupayakan terbentuknya undang-undang pangan

d)

Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan

11.

Keberadaan standarisasi pangan sangat diperlukan sebagai ....

a)

.             Suatu jaminan mutu dalam perdagangan

b)

pemerintah akan keamanan pangan

c)

Sebuah alat untuk menciptakan batasan gerak yang ideal

d)

Upaya terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antar aspek

12.

11) Kementerian dan Lembaga Non Kementerian yang mengawasi pangan di Indonesia, adalah ....

a)

Kemenkes, Badan POM, Kementan, dan YLKI

b)

B.             Kemenkes, Badan POM, Kementan, dan Kemenrindag

c)

C.             Kemenkes, Kementan, Kemenrindag, dan YLKI

d)

D.            Kemenkes, Kementan, Badan POM, dan YLKI

13.

12) Tekstur sebagai salah satu sifat fisik bahan pangan memiliki kaitan erat dengan ....

 

a)

Kandungan zat gizi bahan pangan.

b)

Daya simpan bahan pangan.

c)

cara penanganan dan pengolahan bahan pangan.

d)

Bahan pengemas bahan pangan

14.

14) Hubungan yang benar antara tekstur dan koefisien gesek bahan pangan adalah ….

a)

tekstur kasar, koefisien gesek besar

b)

tekstur halus, koefisien gesek besar

c)

tekstur halus, koefisien gesek sulit untuk ditentukan

d)

tekstur halus, koefisien gesek tidak dapat ditentukan

15.

Bahan pengemas bahan pangan. Sifat kekenyalan daging sapi ditentukan oleh ....

a)

Kandungan protein dalam daging.

b)

Jumlah lemak dalam daging.

c)

Kandungan darah dalam daging.

d)

Jumlah tenunan pengikat.

16.

  Pengertian konduktivitas panas bahan pangan yang benar adalah ....

a)

Jumlah panas yang diukur dengan termometer.

b)

jumlah panas yang dapat mengalir per satuan waktu melalui suatu bahan dengan luas dan ketebalan tertentu per unit temperatur

c)

panas suatu bahan pangan yang bervariasi terhadap kandungan air dan temperatur

d)

Perubahan temperatur bahan pangan karena perubahan temperatur lingkungan

17.

  Metode pengujian mutu dengan menggunakan alat dikenal dengan metode pengujian mutu secara ....

a)

A.             subjektif

b)

objektif

c)

  kuantitatif

d)

kualitatif

18.

Pancaindra yang jarang digunakan dalam penilaian mutu sensori, adalah ....

a)

Penciuman

b)

Pengecap

c)

  Peraba

d)

Pendengaran

19.

Sensori berasal dari kata sensory yang berarti ....

a)

Organ indra

b)

Respons

c)

Organ peraba

d)

Organ pengecap

20.

Ilmu evaluasi sensori membahas tentang ....

a)

Anatomi organ indra

b)

Histologi organ indra

c)

Biokimia dan fisiologi organ indra

d)

Sifat indrawi

21.

Pada awal permulaan adanya evaluasi sensori oleh manusia, kegiatan ini bertujuan untuk ....

a)

  Mengembangkan produk pangan baru

b)

Menentukan pangan yang layak dikonsumsi

c)

Mendiagnosis penyakit

d)

Menjaga higiene produk pangan

22.

Faktor utama yang mempengaruhi elastisitas permintaan konsumen terhadap pangan di era abad ke-21 adalah ....

a)

   Harga

b)

Ukuran (jumlah/berat)

c)

Warna dan bentuk

d)

Rasa

23.

Bahan pangan yang memar dapat cepat rusak karena terjadi ....

 

a)

Penurunan aktivitas enzim proteolitik

b)

Peningkatan aktivitas enzim proteolitik

c)

Penurunan jumlah enzim proteolitik

d)

Peningkatan jumlah enzim proteolitik

24.

Suhu pemanasan yang dapat menyebabkan denaturasi protein adalah ....

a)

55 – 60 ◦C

b)

60 – 65 ◦C

c)

65 – 70 ◦C

d)

Lebih besar dari 70 ◦C

25.

Proses autolisis terjadi pada saat bahan pangan memasuki fase ....

a)

Pre rigor mortis

b)

Rigor mortis

c)

Post rigor mortis

d)

Pasca rigor mortis

26.

  Istilah browning berkenaan dengan ....

a)

Perubahan warna karbohidrat menjadi kecoklatan

b)

Kerusakan protein

c)

Penggumpalan protein

d)

Oksidasi asam lemak

27.

  Istilah burst belly berkenaan dengan ....

a)

Pecahnya dinding perut ikan yang disebabkan aktivitas enzim

b)

Tidak kembalinya daging ikan setelah dipencet

c)

Menjadi putihnya mata ikan

d)

Proses keluarnya lendir ikan

28.

Berdasarkan pengertian Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP), siapakah yang harus memenuhi standar sanitasi terhadap terjadinya kontaminasi ?

a)

  Produsen

b)

     Konsumen

c)

    Pemerintah

d)

    Kementerian Kesehatan

29.

  Prinsip penerapan Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) dalam industri makanan yang terkait dengan pemisahan bahan pangan dengan produk yang siap dikonsumsi adalah ….

a)

Keamanan Air

b)

Pengendalian Hama

c)

  Pencegahan Kontaminasi Silang

d)

Menjaga Fasilitas Pencuci Tangan, Sanitasi, dan Toilet

30.

Prinsip penerapan Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) dalam industri makanan yang terkait dengan konfirmasi bahwa hama telah dikeluarkan dari area pengolahan seluas-luasnya dan konfirmasi bahwa prosedur diikuti untuk mencegah investasi adalah ….

a)

Keamanan Air

b)

  Pengendalian Hama

c)

Pencegahan Kontaminasi Silang

d)

Menjaga Fasilitas Pencuci Tangan, Sanitasi, dan Toilet

31.

   Prinsip penerapan Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) dalam industri makanan yang terkait dengan pencegahan kontaminasi terhadap proses produksi pangan adalah ….

a)

Keamanan Air

b)

Pengendalian Hama

c)

Pencegahan Kontaminasi Silang

d)

Menjaga Fasilitas Pencuci Tangan, Sanitasi, dan Toilet

32.

Kedudukan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam keamanan pangan (food safety) adalah sebagai?

a)

Tujuan Akhir

b)

  Sistem Regulasi

c)

Komponen Utama

d)

Fondasi (Fundamental)

33.

GMP merupakan pedoman yang menjelaskan cara memproduksi makanan agar aman, bermutu, dan layak untuk dikonsumsi. Salah satu manfaat penerapan GMP adalah ....

a)

Mencapai kebersihan yang prima dari produksi makanan

b)

Mengurangi kerugian dan pemborosan dalam memproduksi makanan

c)

Mengurangi masalah yang dapat timbul bila sanitasi tidak dijalankan dengan baik

d)

Memberikan perhatian khusus terhadap mata rantai produksi yang dianggap kritis

34.

  Bukti bahwa suatu proses produksi telah berjalan secara konsisten dimana setiap karyawan telah menjalankan kegiatan sesuai fungsinya. Pernyataan tersebut merupakan prinsip dasar GMP, yaitu ....

a)

Validasi

b)

Audit Rutin

c)

Praktek Dokumentasi Baik

d)

Implementasi Prosedur GMP

35.

   GMP merupakan pedoman yang berguna bagi pemerintah dan pelaku industri pangan. Salah satu manfaat penerapan GMP bagi pemerintah yang terkait dengan perekonomian nasional, adalah ....

a)

Sebagai pedoman dalam program edukasi di bidang pangan

b)

     Melindungi konsumen dari produksi makanan yang tidak memenuhi syarat

c)

Mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan perdagangan Internasional

d)

   Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk pangan layak dikonsumsi

36.

  Dasar hukum dan pedoman Pelaksanaan Good Manufacturing Practices (GMP), adalah ....

a)

UU pangan No.18 Tahun 2012, tentang Keamanan Pangan

b)

Pemerintah Nomor 28 tahun 2004 tentang hygiene dan sanitasi

c)

Keputusan Menkes RI No. 23/MEN.KES/SKJI/2008 tentang Pedoman Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB)

d)

Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75/M-IND/ PER/7/2011 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik

37.

Dalam penilaian GMP – BPOM, terdapat sepuluh (10) komponen penilaian, dimana terdapat empat (4) komponen utama, yaitu ....

a)

  Penyimpanan

b)

    Bangunan dan Fasilitas

c)

      Lokasi/Lingkungan Produksi

d)

    Kesehatan dan Higiene Karyawan

38.

Dalam penilaian GMP – BPOM, terdapat sepuluh (10) komponen penilaian, dimana terdapat enam (6) komponen penunjang, antara lain ....

a)

Suplai Air

b)

Peralatan Produksi

c)

Pengendalian Proses

d)

Kesehatan dan Higiene Karyawan

39.

Kesehatan dan hygiene karyawan merupakan komponen penting dalam penerapan GMP. Salah satu penerapan kebiasaan karyawan yang tidak benar dalam proses produksi pangan adalah:

a)

Pakaian/perlengkapan kerja yang digunakan selalu dalam keadaan bersih

b)

Kuku pendek dan rapi serta tidak menggunakan kutek/pemerah kuku

c)

Semua karyawan selalu menutup luka dengan perban

d)

Mencicipi makanan tanpa menggunakan dua sendok yang berbeda

40.

  Permenkes No : 1096 /MenKes/PER/VI/2011 mengatur tentang persyaratan ....

a)

Higiene Sanitasi Jasa Boga

b)

Higiene Sanitasi Rumah Tangga

c)

Higiene Sanitasi Industri Pangan

d)

Higiene Sanitasi Restoran dan Rumah Makan

41.

Kepmenkes No : 1098/MenKes/SK/VII/2003 mengatur tentang persyaratan ....

a)

Higiene Sanitasi Jasa Boga

b)

Higiene Sanitasi Rumah Makan

c)

Higiene Sanitasi Industri Pangan

d)

Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran

42.

Jika semua komponen dalam kelompok utama (4 komponen) mendapat nilai Baik dan komponen penunjang (6 komponen) yaitu 4 komponen mendapat nilai Cukup dan 2 komponen mendapat nilai kurang, maka kesimpulan penilaian GMP-BPOM adalah ....

a)

    Baik

b)

Cukup

c)

Kurang

d)

Baik dengan perbaikan maksimal 1 bulan

43.

Jika semua komponen dalam kelompok utama (4 komponen) mendapat nilai Baik dan komponen penunjang (6 komponen) yaitu 5 komponen mendapat nilai Cukup dan 1 komponen mendapat nilai kurang, maka kesimpulan penilaian GMP-BPOM adalah ....

a)

Baik

b)

Cukup

c)

Kurang

d)

Baik dengan perbaikan maksimal 1 bulan

44.

 

Salah satu komponen GMP yang termasuk dalam kegiatan pengendalian proses, adalah ....

a)

Kegiatan pembersihan dan pencucian alat dilakukan secara rutin

b)

Tersedia tempat cuci tangan lengkap dengan sabun dan lap bersih

c)

Penyimpanan bahan pangan harus sesuai dengan sistem FIFO dan FEFO

d)

Penyimpanan bahan makanan mentah terpisah dari bahan yang telah diolah

45.

Persyaratan fasilitas sanitasi sangat penting dalam GMP. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan/pengendalian serangga lalat adalah ....

a)

Dipasang blower pada pintu masuk

b)

Pintu antar ruangan harus tertutup rapat

c)

Setiap lubang pada bangunan harus ada ventilasi

d)

  Tempat pembuangan sampah harus tertutup rapat

46.

Persyaratan fasilitas sanitasi sangat penting dalam GMP. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan/pengendalian tikus adalah ....

a)

Dipasang blower pada pintu masuk

b)

  Pintu antar ruangan harus tertutup rapat

c)

Setiap saluran air harus dilengkapi grease trap

d)

Penanganan sampah harus diperhatikan dengan baik

47.

Salah satu persyaratan bangunan dan fasilitas dalam GMP adalah pertemuan antara dinding dan lantai harus membentuk sudut yang conus, dengan tujuan ....

a)

Mudah dibersihkan

b)

  Ruangan terlihat luas

c)

Mencegah genangan air

d)

   Rak penyimpanan tidak rapat ke dinding

48.

  Seorang penjamah makanan bertugas di bagian persiapan. Salah satu penyebab kontaminasi makanan terjadi melalui tangan penjamah makanan. Berdasarkan informasi tersebut, tindakan yang paling tepat untuk mencegah kontaminasi produk?

a)

  Mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir

b)

  Mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan

c)

Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir

d)

Mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan disposable

49.

Persyaratan pencahayaan pada ruang produksi menurut Keputusan Menkes RI Nomor : 1098/MenKes/SK/V/2003 adalah ....

a)

  Dinding ruang pengolahan berwarna putih

b)

    Ventilasi yang cukup untuk pencahayaan maksimal

c)

  Intensitas cahaya cukup untuk kerja secara efektif

d)

    Pencahayaan yang cukup terutama pada ruang pengolahan

50.

Kesehatan dan hygiene karyawan merupakan komponen utama dan sangat penting dalam penerapan GMP. Kebersihan karyawan dalam pengolahan makanan, dapat dilakukan dengan cara ....

a)

  Tidak merokok dan meludah disembarang tempat

b)

    Kuku pendek, rapi dan tidak menggunakan kutek/pemerah kuku

c)

Tidak mencicipi makanan tanpa menggunakan dua sendok yang berbeda

d)

       Tidak menggaruk, memegang rambut/kepala, hidung saat mengolah makanan

51.

  Seorang penjamah makanan bertugas di bagian portioning (plating) produk ready to eat. Salah satu penyebab kontaminasi makanan terjadi melalui tangan penjamah makanan. Berdasarkan informasi tersebut, tindakan yang paling tepat untuk mencegah kontaminasi produk ?

a)

   Mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir

b)

  Mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan

c)

  Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir

d)

   Mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan sarung tangan disposable

52.

  Pengertian Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah ?

a)

  Sistem keamanan pangan yang bersifat inspeksi

b)

Pengendalian keamanan yang dilakukan berdasarkan analisis produk akhir

c)

  Sistem keamanan pangan yang mengendalikan semua tahap proses dalam pengolahan pangan

d)

    Sistem yang mengidentifikasi bahaya spesifik dan menetapkan cara pengendalian untuk mencegah bahaya.

53.

  HACCP merupakan suatu sistem manajemen pengawasan dan pengendalian secara preventif yang bersifat ilmiah, rasional dan sistematis terhadap ....

a)

          Keamanan pangan

b)

   Mutu gizi dan organoleptik

c)

   Semua atribut/parameter mutu pangan

d)

   Mutu organoleptik dan keamanan pangan

54.

  Manfaat yang diperoleh produsen dalam penerapan HACCP, yang terkait dengan kerugian adalah ....

a)

  Jaminan mutu

b)

   Menekan kerusakan produk karena pencemaran

c)

  Mencegah penarikan produk dan pemborosan biaya produksi

d)

Melindungi kesehatan konsumen dari bahaya dan pemalsuan

55.

   Sistem HACCP dapat berfungsi dengan baik dan efektif, jika diawali dengan pemenuhan program pre-requisit, yaitu ....

a)

   Standar Operating Procedure (SOP)

b)

  Good Manufacturing Practices (GMP)

c)

Sanitation Standar Operating Procedure (SSOP)

d)

    Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standar Operating Procedure

(SSOP)

56.

Prinsip utama dari penerapan HACCP adalah menganalisis bahaya dan menentukan titik kritis dari bahaya tersebut. Tahapan pelaksanaan HACCP dibagi menjadi tahap persiapan dan tahap analisis, yang terdiri dari ....

a)

     5 prinsip tahap analisis dan 7 langkah persiapan HACCP

b)

  7 langkah persiapan dan 7 prinsip tahap analisis HACCP

c)

   5 langkah tahap persiapan dan 5 prinsip tahap analisis HACCP

d)

  5 langkah tahap persiapan dan 7 prinsip tahap analisis HACCP

57.

Undang-undang Pangan merupakan dasar hukum yang memberi jaminan keamanan pangan secara ....

a)

    Lebih rinci

b)

Lebih spesifik

c)

      Lebih umum

d)

  Lebih rinci dan spesifik