Font size
S
M
L
XL
WorksheetsPELP PELP
Total questions: 130
Worksheet time: 1hrs 5mins
Name
Class
Date
1.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 mengatur tentang
a)
Kelautan Perikanan
b)
Karantina Hewan Ikan
c)
Tumbuhan
d)
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
e)
Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia
2.
Sesuai Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan sistem bisnis perikanan meliputi, Kecuali
a)
Praproduksi
b)
Produksi
c)
Pembiayaan
d)
Pengolahan
e)
pemasaran
3.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan pulau kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan
a)
100 m2
b)
500 m2
c)
1000 m2
d)
1500 m2
e)
2000 m2
4.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan pemeliharaan jenis ikan yang dilindungi dan jenis ikan yang tidak dilindungi dapat dilakukan oleh berikut ini kecuali
a)
orang perseorangan
b)
kelompok masyarakat
c)
pelaku usaha/perusahaan
d)
lembaga penelitian
e)
pokmas
5.
Perjanjian Kemitraan Pengeloaan Kawasan Konservasi Perairan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2015 tentang kemitraan pengelolaan kawasan konservasi perairan memuat paling sedikit, Kecuali
a)
program kemitraan
b)
hak dan kewajiban masing-masing pihak
c)
bentuk pelaksanaan
d)
pembagian keuntungan
e)
penyelesaian perselisihan
6.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 35/PERMEN-KP/2013 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan penetapan status perlindungan jenis ikan dilakukan berdasarkan kriteria kecuali
a)
daerah penyebaran terbatas (endemik)
b)
langka
c)
terancam punah
d)
kemampuan reproduksi rendah
e)
menjadi target penangkapan
7.
Data fisik yang diperlukan dalam penetapan kawasan konservasi sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2009 yaitu
a)
keadaan umum perairan dan potensi fisik lainnya
b)
keanekaragaman hayati
c)
kealamiahan
d)
keterkaitan ekologis
e)
keterwakilan dan keunikan
8.
Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat menjadi salah satu kawasan ruaya biota laut karismatik seperti mamalia laut dan penyu. Biota tersebut beruaya ke kawasan konservasi laut yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi lainnya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 13 Tahun 2014 langkah tepat oleh Pemerintah Daerah Papua Barat yaitu
a)
melakukan kerjasama konservasi
b)
membentuk jejaring kawasan konservasi
c)
melakukan kemitraan kawasan konservasi
d)
membuat kesepakatan pengawasan
e)
membentuk forum lintas daerah
9.
Pemerintah Daerah Propinsi A memiliki laut yang menjadi lokasi kegiatan ritual yang merupakan kearifan masyarakat lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan karena memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungannya. Untuk itu kategori kawasan konservasi yang sesuai dan tepat diusulkan oleh pemerintah daerah setempat (Permen KP 31/2020) adalah
a)
suaka
b)
taman
c)
kawasan konservasi maritim
d)
lindung
e)
adat
10.
Hasil valuasi ekonomi sumberdaya laut selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembangunan walaupun nilai valuasinya sangat besar. Namun demikian hasil valuasi dari beberapa kejadian seperti pencemaran atau kandasnya kapal dapat digunakan secara langsung untuk
a)
penetapan biaya rehabilitasi
b)
penentuan kompensasi
c)
penentuan besaran retribusi
d)
kelayakan proyek secara finansial
e)
penentuan anggaran pengelolaan
11.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menerima proposal dari suatu lembaga penelitian untuk menetapkan status perlindungan suatu jenis ikan. Dalam rangka mengkaji usulan tersebut urutan proses berikutnya yang harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan adalah
a)
melakukan konsultasi publik
b)
melakukan verifikasi proposal
c)
menganalisis kebijakan perlindungan
d)
mengusulkan pembahasan ke Biro Hukum
e)
menyampaikan usulan ke LIPI
12.
Data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu perumusan kebijakan pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian disebut
a)
informasi geospasial
b)
informasi spasial
c)
informasi dasar
d)
informasi tematik
e)
informasi non-spasial
13.
Materi teknis Ruang Laut pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah dan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu disusun menggunakan pendekatan (Permen KP 28)
a)
kedaulatan dan kesatuan wilayah
b)
keberlanjutan dan kesatuan ekosistem
c)
kebencanaan
d)
keaslian
e)
keterlanjuran
14.
Berikut ini yang bukan proses penyusunan materi teknis muatan ruang laut pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) (Permen KP 28/21) adalah
a)
persiapan penyusunan
b)
pengumpulan data
c)
pengolahan
d)
analisis data
e)
rekomendasi
15.
Berikut ini yang bukan merupakan pengertian dari pulau kecil adalah
a)
pulau yang luasnya kurang atau sama dengan 2.000 km2
b)
pulau yang luasnya kurang dari 1.000 km2
c)
pulau yang luasnya antara 1.000-2.000 km2
d)
pulau yang luasnya 100 Ha
e)
pulau yang luasnya lebih dari 2.000 km2
16.
Kawasan laut yang meliputi dua provinsi atau lebih yang dapat berupa teluk selat dan laut adalah
a)
kawasan pesisir
b)
kawasan antarwilayah
c)
kawasan perbatasan
d)
kawasan pedalaman
e)
kawasan konservasi
17.
Data tematik sumber daya ikan pada Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah dapat diperoleh dari data berupa
a)
kawasan budidaya ikan
b)
daerah potensial penangkapan ikan
c)
tingkat pemanfaatan sumber daya ikan
d)
potensi pemanfaatan sumber daya ikan
e)
kualitas mutu ikan
18.
Pengolahan data tematik oseanografi agar menjadi data berbentuk raster yang didapatkan dari data vektor yang berbentuk titik dilakukan dengan cara
a)
interpolasi
b)
clip data
c)
digitasi
d)
rektifikasi
e)
overlay
19.
Data tematik yang dikumpulkan dalam penyusunan materi teknis muatan ruang laut untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) pada wilayah perencanaan mencakup
a)
wilayah perairan dan laut pedalaman
b)
wilayah perairan dan kepulauan
c)
wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi
d)
wilayah laut teritorial Indonesia
e)
wilayah ZEE dan landas kontinen
20.
Bagian pada peta rencana zonasi Kawasan Antarwilayah (KAW) yang berupa daftar atau tabel yang berfungsi untuk menunjukkan keterangan simbol-simbol yang digunakan di dalam peta dan cara membacanya disebut
a)
legenda peta
b)
muka peta
c)
skala peta
d)
judul peta
e)
sumber peta
21.
Dokumen Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah ditetapkan dengan
a)
keputusan menteri
b)
peraturan menteri
c)
keputusan presiden
d)
peraturan presiden
e)
peraturan pemerintah
22.
Data tematik pemanfaatan ruang laut yang telah ada dan rencana pemanfaatan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 28 tahun 2021 paling sedikit terdiri atas hal-hal berikut ini kecuali
a)
sistem logistik kelautan
b)
alur migrasi biota laut
c)
perikanan budidaya
d)
perikanan tangkap
e)
pertambangan minyak dan gas bumi
23.
Dalam rangka penyederhanaan produk tata ruang sesuai amanat Undang-Undang Cipta Kerja berikut dokumen perencanaan di ruang laut yang diintegrasikan dengan dokumen perencanaan di darat kecuali (PP 21/21)
a)
Dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
b)
Dokumen Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah
c)
Dokumen Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional
d)
Dokumen Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu Pulau-Pulau Kecil Terluar
e)
Dokumen Rencana Tata Ruang Laut Nasional
24.
Dalam penyusunan Rencana Zonasi WP3K dibutuhkan dataset dasar dan tematik sejumlah
a)
25 dataset data dasar dan tematik
b)
13 dataset data dasar dan tematik
c)
10 dataset data dasar dan tematik (11)
d)
8 dataset data dasar dan tematik
e)
4 dataset data dasar dan tematik
25.
Pengolahan data pasang surut dengan menggunakan metode admiralty diperlukan data minimal ... hari.
a)
21
b)
7
c)
15
d)
30
e)
40
26.
Berikut yang bukan data tematik sumber daya ikan dalam penyusunan rencana zonasi (Permen KP 28)
a)
jenis dan kelimpahan ikan demersal dan pelagis
b)
jumlah rumah tangga perikanan dan nelayan
c)
jenis dan jumlah pakan ikan
d)
volume dan nilai produksi
e)
trip penangkapan ikan
27.
Berikut adalah alat yang digunakan dalam pengukuran gelombang kecuali
a)
Acoustic Doppier Current Profiler (ADCP)
b)
wave recoder
c)
papan skala
d)
tide gauge
e)
citra satelit
28.
Dalam penyusunan Rencana Zonasi WP3K dibutuhkan dataset dasar dan tematik sejumlah (Permen KP 28)
a)
25 dataset data dasar dan tematik
b)
13 dataset data dasar dan tematik
c)
10 dataset data dasar dan tematik (11)
d)
8 dataset data dasar dan tematik
e)
4 dataset data dasar dan tematik
29.
Analisis data untuk mengetahui distribusi kecepatan dan arah arus selama pengukuran yaitu
a)
scatter plot arus laut
b)
grafik pasut kecepatan dan arah arus
c)
mawar arus
d)
vektor arus
e)
raster arus
30.
Peninjauan kembali RZ KAW dan RZ KSNT dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun apabila terjadi perubahan lingkungan strategis berupa kecuali (Permen KP 28)
a)
bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan
b)
perubahan batas teritorial negara yang ditetapkan dengan undang-undang
c)
perubahan batas wilayah daerah yang ditetapkan dengan undang-undang
d)
perubahan kebijakan nasional yang bersifat strategis
e)
permintaan presiden
31.
Pola Ruang Laut merupakan hasil Perencanaan Ruang Laut yang berisikan substansi yang terdiri atas
a)
Kawasan Konservasi
b)
Kawasan Rawan Bencana
c)
Kawasan Pemanfaatan Umum
d)
Kawasan Konservasi dan Kawasan Pemanfaatan Umum
e)
Kawasan Budidaya
32.
Pemanfaatan Ruang Laut adalah upaya untuk (Permen KP 28/21):
a)
mewujudkan Struktur Ruang dan Pola Ruang Laut sesuai Rencana Tata Ruang Laut
b)
mewujudkan keseimbangan pemanfaatan sumberdaya darat - laut
c)
menjadikan pemanfaatan ruang laut secara berkelanjutan
d)
mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil
e)
Mengekspliotasi Sumberdaya Kelautan sebesar-besarnya
33.
Rencana Pola Rang Laut adalah distribusi …… ruang laut dalam suatu wilayah Perencanaan (Permen KP 28)
a)
Pemanfaatan
b)
Peruntukan
c)
Pengendalian
d)
Pengelolaan
e)
Pengawasan
34.
Penghitungan valuasi ekonomi sumber daya kelautan sebagai salah satu data nonspasial dilakukan dengan menggunakan metode:
a)
Total Economic Value (TEV)
b)
Willingess to Accept (WTA)
c)
Willingess to Pay (WTP)
d)
Travel Cost Method (TCM)
e)
Total Benefit Method (TBM)
35.
Berikut adalah contoh dari analisis spasial dalam perencanaan ruang laut kecuali (Permen KP 28)
a)
analisis Kesesuaian Ruang Perair
b)
ananalisis Kompatibilitas antar pemanfaatan ruang
c)
analisis potensi pusat pertumbuhan kelautan
d)
analisis daya dukung perairan
e)
analisis daya tampung perairan1
36.
Pulau kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan … beserta kesatuan ekosistemnya.
a)
1.000 km2
b)
1.100 km2
c)
2.000 km2
d)
2.100 km2
e)
2.200 km2
37.
Bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang merupakan dampak dari perbuatan/aktivitas manusia adalah
a)
gempa bumi
b)
angin puting beliung
c)
abrasi/erosi pantai
d)
tsunami
e)
gelombang laut ekstrim
38.
Jarak minimal dari titik pasang tertinggi ke arah darat untuk sempadan pantai adalah…
a)
50 meter
b)
100 meter
c)
150 meter
d)
200 meter
e)
250 meter
39.
Penyelesaian ketidaksesuaian antara perizinan terkait kegiatan yang memanfaatkan ruang laut dengan Rencana Tata Ruang Laut Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZ KAW) Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN) Rencana Zonasi Kawasan Startegis Tertentu (RZ KSNT) dan/atau Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) dalam pelanggaran dilakukan pengenaan (Permen KP 28)
a)
sanksi pidana
b)
sanksi perdata
c)
sanksi administrasif
d)
sanksi sosial
e)
sanksi denda
40.
Berikut ini yang termasuk data dasar penyusunan Rencana Zonasi WiIayah Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau adalah (Permen KP 28)
a)
garis pantai
b)
sumberdaya ikan
c)
oseanografi
d)
ekosistem pesisir
e)
geologi
41.
Jumlah pulau-pulau kecil terluar Indonesia saat ini sebanyak
a)
92 pulau
b)
93 pulau
c)
110 pulau
d)
111 pulau
e)
112 pulau
42.
Masyarakat adat yang ada di Provinsi Maluku melakukan pengelolaan sumberdaya secara berkelanjutan dengan menerapkan kearifan lokal yang disebut
a)
Ombo
b)
Egek
c)
Sasi
d)
Mane'e
e)
Panglima Laut
43.
Sekelompok orang yang secara turun temurun bermukim di wilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya ikatan pada asal usul leluhur hubungan yang kuat dengan tanah wilayah sumber daya alam memiliki pranata pemerintahan adat dan tatanan hukum adat di wilayah adatnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan disebut
a)
masyarakat hukum adat
b)
masyarakat adat
c)
kearifan lokal
d)
adat istiadat
e)
masyarakat tradisional
44.
Kegiatan penyadaran masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil diperuntukan bagi
a)
pelajar
b)
nelayan
c)
seluruh masyarakat
d)
pegawai
e)
mahasiswa
45.
Pengelolaan sumberdaya alam yang ada di wilayah kelola masyarakat hukum adat menjadi kewenangan
a)
pemerintah provinsi
b)
pemerintah kabupaten/kota
c)
masyarakat hukum adat
d)
pemerintah pusat
e)
kecamatan
46.
Pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat menjadi kewenangan
a)
pemerintah provinsi
b)
pemerintah kabupaten/kota
c)
masyarakat hukum adat
d)
pemerintah pusat
e)
pemerintahan desa
47.
Pulau-pulau kecil terluar yang merupakan kawasan stategis nasional tertentu dalam pengelolaan menjadi kewenangan
a)
pemerintah daerah
b)
pemerintah pusat
c)
pemerintah pusat dan daerah
d)
masyarakat
e)
pemerintah daerah dan masyarakat
48.
Rekomendasi pemanfaatan pulau-pulau kecil dengan luas di bawah 100 km2 akan disetujui atau ditolak oleh menteri setelah pemohon melakukan pemenuhan komitmen yang telah disampaikan dalam jangka waktu paling lama … hari sejak diterimanya pemenuhan komitmen secara lengkap (Permen KP 53/2020).
a)
8
b)
9
c)
10
d)
11
e)
12
49.
Perubahan iklim telah menyebabkan berbagai dampak khususnya bagi ekosistem pesisir dan laut serta bagi masyarakat yang mendiami wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Dampak langsung dari kejadian perubahan iklim tersebut yang paling dirasakan di Indonesia adalah
a)
suhu udara di luar ruangan yang semakin hangat
b)
suhu permukaan air laut semakin dingin
c)
pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik
d)
semakin seringnya kejadian gelombang ekstrim dan banjir pesisir (rob)
e)
es dan gletser di lintang utara mencair
50.
Kegiatan struktur/fisik untuk mitigasi bencana terhadap jenis bencana gempa bumi dilakukan dengan cara-cara berikut ini kecuali (PP 64/2010)
a)
penggunaan konstruksi bangunan tahan gempa
b)
penyediaan tempat logistik
c)
penyediaan prasarana dan sarana kesehatan
d)
penyediaan prasarana dan sarana evakuasi
e)
penyebaran informasi kejadian gempa melalu media
51.
Perusahaan A ingin melakukan reklamasi untuk membangun resort wisata di Pulau Maratua beberapa aspek teknis yang harus diperhatikan adalah (Permen KP 25/2019)
a)
Demografi akses publik potensi relokasi penduduk
b)
resiko bencana arus gelombang kecerahan salinitas biota eksisting
c)
hidro-oseanografi topografi batimetri hidrologi geomorfologi dan geoteknik
d)
pasang surut total suspended solid ekosistem perairan penggunaan lahan dan aktivitas
e)
pasang surut laju sedimentasi mekanika tanah dan ekosistem perairan
52.
Dalam pelaksanaan reklamasi harus dilakukan pemantauan lingkungan untuk menjaga kualitas perairan. Komponen pemantauan lingkungan yang dilakukan selama pelaksanaan reklamasi dimaksudkan untuk mengetahui (Kepdirjen 5/2020)
a)
Pergerakan tanah monitoring settlement perubahan tekanan air perubahan kecepatan dan arah arus butiran solid material yang tersuspensi perubahan kualitas air laju sedimentasi
b)
perubahan gradasi tanah dasar laut perubahan elevasi dasar laut pergerakan tanah horizontal pergerakan tanah vertikal konsolidasi tanah biota eksisting lokasi pengambilan material
c)
perubahan garis pantai jenis material timbunan elevasi lahan perubahan derajat konsolidasi tanah perubahan granulometri tanah kecepatan arus dan gelombang kondisi ekosistem eksisting
d)
perubahan elevasi dasar laut perubahan gradasi tanah dasar laut laju sedimentasi perubahan kecepatan dan arah arus perubahan kualitas air perubahan perilaku gelombang butiran solid material yang tersuspensi
e)
perubahan butiran dan konsolidasi tanah elevasi batimetri jenis material timbunan kecepatan arus dan gelombang kondisi ekosistem eksisting
53.
Daya dukung lahan di wilayah pesisir diperlukan untuk mengetahui apakah keadaan lahan tersebut mengalami defisit atau surplus. Cara yang digunakan adalah (Jurnal)
a)
membandingkan ketersediaan lahan dengan aktivitas eksisting
b)
membandingkan ketersediaan lahan dengan potensi sumberdaya
c)
membandingkan ketersediaan lahan dengan kebutuhan lahan
d)
membandingkan ketersediaan lahan dengan potensi lahan yang dapat dimanfaatkan
e)
membandingkan ketersediaan lahan dengan komoditas sumberdaya
54.
Pergaraman adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pra-produksi produksi pasca-produksi pengolahan dan pemasaran garam. Permasalahan utama dalam pengembangan usaha garam pada tahapan pasca produksi adalah (Perpres 12/2020)
a)
Status lahan belum terdata dengan baik
b)
belum optimalnya kualitas lahan garam yang tersedia
c)
persaingan pasar yang tidak sehat
d)
kekurangan bahan baku garam industri
e)
kapasitas penyimpanan gudang garam lokal yang belum mencukupi
55.
Kriteria kerusakan ekosistem atau populasi ditentukan berdasarkan (Perpres 121/2012)
a)
penurunan manfaat dan fungsi ekosistem atau populasi
b)
peningkatan berbagai macam senyawa toksik di suatu perairan laut
c)
kerusakan fisik kimiawi dan hayati
d)
penurunan atau hilangnya daerah pemijahan daerah pembesaran serta daerah pencarian makan
e)
hilangnya sumberdaya secara keseluruhan
56.
Untuk menekan import garam diperlukan upaya percepatan penyerapan garam rakyat di tingkat nasional. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah
a)
pemberian bantuan sarana dan prasarana pengolahan garam
b)
membangun washing plant garam
c)
peningkatan kualitas pembudidaya tambak garam
d)
pembangunan gudang garam lokal
e)
peningkatan kualitas garam rakyat
57.
Pemerintah Daerah Manokwari ingin melakukan pemanfaatan dan penggunaan lahan pesisirnya dengan konsep desain Teluk Sewaybu Waterfront Development. Konsep ini membangun kawasan komersial (commercial waterfront) untuk wisata air seperti sarana water sport dan pusat makanan. Berikut yang menjadi kriteria pokok dalam pengembangan konsep kawasan komersial tersebut antara lain
a)
perlunya keselarasan pembangunan untuk kepentingan pribadi dan umum
b)
harus mampu menarik pengunjung yang akan memanfaatkan potensi kawasan pantai sebagai tempat bekerja belanja maupun rekreasi
c)
perlu memperhatikan tata air budaya lokal dan kepentingan umum
d)
perlu upaya penataan dan perbaikan untuk meningkatlan kualitas lingkungan dan kawasan
e)
penataan bangunan dengan memberi ruang untuk public access ke badan air pengaturan air tanah dan pengaturan penghijauan di sempadan pantai
58.
Pemerintah Daerah Kota Ternate memiliki program pembangunan perencanaan reklamasi pantai di wilayah pesisirnya. Dalam multi-dimensi analisis terhadap rencana reklamasi tersebut didapatkan nilai indeks keberlanjutannya sebesar 43,15% indeks kesesuaian pemanfaatan ruang laut berikut regulasinya sebesar 27,05% indeks peningkatan PAD terkait nilai ekonomi lingkungan sebesar 44,31% indeks persepsi tokoh masyarakat sebesar 49,79% dan indeks sedimentasi yang dapat mengganggu sumberdaya ikan sebesar 49,88%. Berdasarkan hasil multi-dimensi analisis tersebut solusi yang disarankan dari rencana reklamasi tersebut adalah
a)
mempertimbangkan sumber dan jenis material yang dapat mempengaruhi kondisi lingkungan baik di lokasi sumber material maupun saat proses pengangkutan material
b)
mengkaji aspek kearifan lokal yang menjadi dasar dalam pertimbangan keberlanjutan sumberdaya eksisting
c)
mempertimbangkan keseimbangan dan objektivitas dalam analisis keberlanjutan dan untung-rugi kegiatan reklamasi tersebut
d)
intervensi regulasi yang jelas dalam mengatur kesepakatan bahwa masyarakat mendapat peluang dan peningkatan pendapatan dengan adanya reklamasi di Ternate
e)
peninjauan ulang kesesuaian alokasi ruang dengan kondisi eksisting di perairan Ternate untuk dapat dipertimbangkan pada rencana zonasi pemanfaatan ruang di wilayah tersebut
59.
Dalam neraca aset sumber daya tersusun atas dua kerangka neraca penyusun yakni neraca aset fisik (physical asset account) dan neraca aset moneter (monetary asset account). Neraca fisik menggambarkan keadaan stok awal dan stok akhir sumber daya disertai perubahannya yang dinyatakan dengan unit fisik yang sesuai. Penghitungan neraca fisik sumberdaya laut yang tepat adalah
a)
jika stok awal ditambahkan ekstraksi dikurangi konservasi/rehabilitasi/restorasi ditambah pertumbuhan populasi tidak sama hasilnya dengan stok akhir maka beberapa item tidak tercatat salah dicatat atau salah dihitung
b)
jika stok awal ditambahkan ekstraksi ditambah konservasi/rehabilitasi/restorasi ditambah pertumbuhan populasi tidak sama hasilnya dengan stok akhir maka beberapa item tidak tercatat salah dicatat atau salah dihitung
c)
jika stok awal dikurangi (-) ekstraksi ditambah (+) konservasi/rehabilitasi/restorasi ditambah (+) pertumbuhan populasi tidak sama hasilnya dengan stok akhir maka beberapa item telah tidak tercatat salah dicatat atau salah dihitung
d)
jika stok awal dikurangi ekstraksi ditambah konservasi/rehabilitasi/restorasi dikurangi pertumbuhan populasi tidak sama hasilnya dengan stok akhir maka beberapa item telah tidak tercatat salah dicatat atau salah dihitung
e)
jika stok awal ditambah ekstraksi ditambah konservasi/rehabilitasi/restorasi ditambah pertumbuhan populasi tidak sama hasilnya dengan stok akhir maka beberapa item telah tidak tercatat salah dicatat atau salah dihitung
60.
Kegiatan pemanfaatan ruang laut di perairan pesisir wilayah perairan dan/atau wilayah yurisdiksi secara menetap di sebagian ruang laut wajib memiliki
a)
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut
b)
Izin Lokasi Perairan
c)
Izin Pengelolaan Perairan
d)
Persetujuan Kegiatan Pemanfaatan Ruang
e)
Konfirmasi Kesesuaian Ruang Laut
61.
Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) diberikan setelah dilakukan kajian berdasarkan
a)
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
b)
Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah
c)
Rencana Pengeloaan dan Zonasi Kawasan Konservasi
d)
Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional
e)
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
62.
Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) di kawasan konservasi di laut tidak dapat diberikan untuk kegiatan (Permen KP 28)
a)
pariwisata
b)
perikanan tangkap
c)
industri
d)
permukiman
e)
pertambangan terbuka
63.
Penilaian perwujudan rencana Struktur Ruang dan rencana Pola Ruang tidak dilakukan terhadap (Permen KP 28/21)
a)
kesesuaian program
b)
kesesuaian lokasi
c)
kesesuaian waktu pelaksanaan kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut
d)
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut
e)
kesesuaian intensitas pemanfaatan ruang
64.
Laporan penilaian pelaksanaan perwujudan Rencana Tata Ruang dan/atau Rencana Zonasi dijadikan sebagai
a)
bahan verifikasi penilaian Kesesuaian kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut
b)
bahan rekomendasi peninjauan kembali atau revisi Rencana Tata Ruang dan/atau Rencana Zonasi
c)
bahan monitoring dan evaluasi implementasi Rencana Tata Ruang dan/atau Rencana Zonasi
d)
bahan penyusunan Rencana Tata Ruang dan/atau Rencana Zonasi
e)
bahan pengendalian pemanfaatan ruang
65.
Data dan informasi yang digambarkan dalam pencatatan dan pengadministrasian peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut adalah
a)
Data Persetujuan dan Konfirmasi
b)
Data Izin Lokasi
c)
Data Penetapan Lokasi
d)
Data Perizinan Pemanfaatan ruang Laut
e)
Data Pemanfaatan Ruang Laut
66.
Gambar dalam peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut yang diterbitkan berupa (Permen KP 28/21)
a)
Titik dan/atau garis
b)
Area dan/atau point
c)
Titik dan/atau kubus
d)
Tabung dan/atau titik
e)
Garis dan/atau area
67.
Pemrakarsa PT Pertamina akan melaksanakan kegiatan embangunan/pengembangan kawasan oil refinery yang dilaksanakan oleh anak perusahaannya serta melibatkan kerjasama dengan pihak ketiga sebagai kontraktor pengelola dan pembangunan fisik. Permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) diajukan oleh
a)
PT Pertamina
b)
anak perusahaan PT Pertamina
c)
kontraktor pengelola
d)
kontraktor pembangunan fisik
e)
pemerintah setempat
68.
Daerah perlindungan adat dan budaya maritim yang mempunyai nilai arkeologi historis khusus situs sejarah kemaritiman dan tempat ritual keagamaan atau adat
a)
suaka alam perairan
b)
taman nasional perairan
c)
taman pulau kecil
d)
taman pesisir
e)
kawasan konservasi maritim
69.
Wilayah pesisir yang menjadi tempat hidup dan berkembangbiaknya (habitat) suatu jenis atau sumberdaya alam hayati yang khas unik langka dan dikhawatirkan akan punah dan/atau merupakan tempat kehidupan bagi jenis-jenis biota migrasi tertentu yang keberadaannya memerlukan upaya perlindungan dan/atau pelestarian adalah
a)
suaka pesisir
b)
taman pesisir
c)
taman pulau kecil
d)
taman nasional perairan
e)
suaka alam perairan
70.
Yang bukan merupakan kriterian kawasan konservasi "Taman" adalah (Permen KP 31/2020)
a)
memiliki luas perairan yang mendukung keberlangsungan proses ekologis secara alami dan dapat dikelola secara berkelanjutan
b)
memiliki keanekaragaman hayati perairan, keunikan fenomena alam dan/atau Kearifan Lokal yang alami, dan berdaya tarik tinggi, serta berpeluang besar untuk menunjang pengembangan pariwisata alam perairan yang berkelanjutan;
c)
mempunyai luas Wilayah Pesisir dan/atau Pulau Kecil yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil
d)
mempunyai keterwakilan Ekosistem di Wilayah Pesisir yang masih asli dan/atau alami.
e)
memiliki satu jenis ikan yang khas, unik, langka,
endemik, dan/atau yang terancam punah di habitatnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar dapat terjamin keberlangsungan perkembangannya secara alami
71.
Fungsi atau Tujjuan Kawasan Konservasi Taman Adalah (Permen KP 31/2020)
a)
mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai
tradisional atau Kearifan Lokal
b)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati
c)
mencegah terjadinya degradasi sumber daya alam
d)
meningkatkan kualitas ekositem dan pertumbuhan ekonomi
e)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan
72.
Yang bukan merupakan kriterian kawasan konservasi "Suaka" adalah (Permen KP 31/2020)
a)
memiliki luas perairan yang mendukung keberlangsungan proses ekologis secara alami dan dapat dikelola secara berkelanjutan
b)
memiliki satu jenis ikan yang khas, unik, langka, endemik, dan/atau yang terancam punah di habitatnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar dapat terjamin keberlangsungan perkembangannya secara alami;
c)
memiliki luas habitat dari spesies target yang mendukung keberlangsungan siklus hidup spesies target;
d)
tempat hidup dan berkembang biak satu jenis ikan tertentu yang perlu dilindungi dan dilestarikan
e)
kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan perikanan berkelanjutan
73.
Fungsi atau Tujjuan Kawasan Konservasi Suaka Adalah (Permen KP 31/2020)
a)
mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai
tradisional atau Kearifan Lokal
b)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati
c)
mencegah terjadinya degradasi sumber daya alam
d)
meningkatkan kualitas ekositem dan pertumbuhan ekonomi
e)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan
74.
Fungsi atau Tujjuan Kawasan Konservasi Maritim Adalah (Permen KP 31/2020)
a)
mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai
tradisional atau Kearifan Lokal
b)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati
c)
mencegah terjadinya degradasi sumber daya alam
d)
meningkatkan kualitas ekositem dan pertumbuhan ekonomi
e)
mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan
75.
Wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim tanah air flora dan fauna asli serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup adalah
a)
ekosistem
b)
regional
c)
ekoregion
d)
keterkaitan geografis
e)
ekuatorial
76.
Kawasan konservasi wajib memiliki zonasi kawasan konservasi yang meliputi
a)
zona inti zona penyangga zona lain
b)
zona inti zona perikanan zona lain
c)
zona inti zona peruntukan zona lain
d)
zona inti zona pemanfaatan terbatas zona lain
e)
zona inti zona perlindungan zona lain
77.
Kearifan lokal masyarakat Pulau Kakarotan Sulawesi Utara dengan sistem buka tutup terumbu karang secara berkala yang diterapkan setiap tahun disebut
a)
Kakarotan
b)
Sasi
c)
Mane'e
d)
Lubuk Larangan
e)
Subak
78.
Kearifan lokal masyarakat Pulau Kakarotan Sulawesi Utara dengan sistem buka tutup terumbu karang secara berkala yang diterapkan setiap tahun disebut
a)
Kakarotan
b)
Sasi
c)
Mane'e
d)
Lubuk Larangan
e)
Subak
79.
Logo atau merek terdaftar yang menunjukkan bahwa suatu produk telah dibuat ramah lingkungan adalah
a)
Ecofoundation
b)
ecolabel
c)
blue flag
d)
green tourism
e)
blue tourism
80.
Masyarakat budaya memiliki cara untuk mengelola perikanan di mana masyarakat menerapkan … melalui jumlah ikan yang ditangkap didasarkan pada penutupan waktu dan tempat penangkapan ikan sehingga tidak mengganggu pemijahan ikan. Jawaban yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah
a)
perikanan tangkap
b)
pemangku kepentingan
c)
kearifan local
d)
adat istiadat
e)
daerah pengasuhan
81.
Berikut ini yang perlu dibatasi untuk mengurangi tekanan eksploitasi terhadap kelompok umur ikan tertentu terutama juvenile dan ikan-ikan tertentu lainnya yaitu
a)
metode penangkapan ikan
b)
tangkapan yang diperbolehkan
c)
kuota dan batasan ukuran
d)
penutupan musim
e)
penutupan Kawasan
82.
Metode yang dapat digunakan dalam menyusun rencana pengelolaan kawasan konservasi adalah
a)
diskusi terpumpun dan sosialisasi
b)
deduksi
c)
rapid rural appraisal (RRA)
d)
induksi
e)
participatory rural appraisal (PRA)
83.
Kegiatan penangkapan ikan pembudidayaan ikan maupun pariwisata di kawasan konservasi diperbolehkan dilakukan berada pada zona (Permen KP 31/2021)
a)
Inti
b)
pemanfaatan terbatas
c)
lainnya
d)
pemanfaatan kawasan konservasi
e)
penyangga
84.
Tujuan materi informasi yang dibuat di kawasan konservasi adalah
a)
agar pengunjung dapat menikmati wisata bahari yang ditawarkan
b)
membiarkan pengunjung melakukan aktivitas sesuai kemauannya
c)
agar pengunjung dapat membayar tiket masuk sebesar-besarnya
d)
mengajak pengunjung memahami manfaat keberadaan kawasan konservasi
e)
agar pengunjung tidak complain
85.
Tujuan pengelolaan kawasan konservasi adalah (Permen KP 31/2020)
a)
untuk perlindungan pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati dan/atau sumber daya ikan
b)
untuk melindungi sumber daya ikan agar tidak punah
c)
untuk menjaga sumber daya ikan agar tetap lestari
d)
agar masyarakat dapat mengetahui bahwa sebagian wilayah perairannya sebagai kawasan konservasi
e)
agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di kawasan konservasi
86.
Mengapa luas zona inti yang dipersyaratkan sekarang menjadi 10% untuk jenis taman dan 70% untuk jenis suaka dari habitat penting (target konservasi)?
a)
Agar mempermudah dalam pengelolaan kawasan konservasi
b)
Agar tidak terjadi degradasi sumber daya ikan
c)
Agar fungsi suatu kawasan konservasi dapat berjalan baik dan terukur
d)
Agar memudahkan pemantauan dan evaluasi
e)
Agar tetap terjaga fungsi kawasan
87.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah terkait fasilitasi pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum dalam pemanfaatan ruang laut di pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi identifikasi, …, penetapan (Permendagri 52/2014)
a)
Verifikasi dan validasi
b)
Koordinasi dan evaluasi
c)
Koordinasi dan validasi
d)
Verifikasi dan evaluasi
e)
Validasi dan evaluasi
88.
Dalam melakukan pemanfaatan pulau kecil dengan ukuran kurang dari 1 Ha, pengelolaan pulau dengan ukuran tersebut lebih tepat digunakan untuk…
a)
Konservasi
b)
Wisata Bahari
c)
Pertambangan
d)
Industri
e)
Peternakan
89.
Dalam melakukan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, pemerintah mengedepankan tiga hal yaitu: pertahanan dan keamanan, …, dan kesejahteraan masyarakat
a)
Kelestarian Sumberdaya Alam
b)
Kemjuan Budaya
c)
Peningkatan SDM
d)
Peningkatan Infrastruktur
e)
Peningkatan Ekonomi
90.
Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan … dengan cara pengurugan, pengeringan, atau drainase
a)
Sosial Ekonomi
b)
Budaya
c)
Pertahanan
d)
Politik
e)
Keanaman
91.
Jumlah pulau yang telah dibakukan dan didaftar ke PBB sebanyak
a)
16670
b)
16671
c)
16672
d)
16673
e)
16674
92.
Sebutkan 2 pulau yang pernah diperebutkan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia?
a)
Pulau Sipadan dan Pulau Yako
b)
Pulau Yako dan Pulau Kambing
c)
Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan
d)
Pulau Kambing dan Pulau Sipadan
e)
Pulau Kambing dan Pulau Sipadan
93.
Jumlah pulau yang dimiliki negara Indonesia adalah
a)
17508
b)
17506
c)
17504
d)
17502
e)
17503
94.
Pasca badai siklon tropis Seroja yang melanda provinsi NTT sekitar tanggal 1 - 4 Maret 2021 di perairan Desa Tolama berdampak terbentuknya gundukan pasir dan batu karang. Desa Tolama berada di kabupaten
a)
Kabupaten Rote Ndao
b)
Kabuapten Lembata
c)
Kabupaten Sabu Raijua
d)
Kabupaten Manggarai Timur
e)
Kabupaten Manggarai Barat
95.
Benda berharga yang memiliki nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, dan ekonomi yang tergelam di wilayah Indonesia, zona ekonomi ekslusif Indonesia, dan landas kontinen Indonesia, paling singkat berumur 50 tahun disebut
a)
BNPB
b)
BNPP
c)
BMKG
d)
BMKT
e)
BIG
96.
Pulau Nipa merupakan salahsatu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di
a)
Kab. Bintan
b)
Kab. Karimun
c)
Kota Batam
d)
Kab. Kep. Anambas
e)
Kab. Serdang Bedagai
97.
Sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak digunakan untuk produk kecantikan adalah
a)
Rumput Laut
b)
Ikan
c)
Lamun
d)
Mangrove
e)
Terumbu karang
98.
Daerah penghasil garam terbanyak di Indoensia terletak di Kabupaten…
a)
Kab. Sampang
b)
Kab. Takalar
c)
Kab. Gresik
d)
Kab. Sidoarjo
e)
Kab. Pandeglang
99.
Sarana yang digunakan untuk memproduksi garam berbentuk setengah lingkaran, menggunakan penutup berbahan polyethylene tahan terhadap ultra violet, beralaskan geomembrane termasuk instalasi saluran air adalah
a)
Rumah Tunnel Garam
b)
Rumah Produksi Garam
c)
Gudang Tunnel Garam
d)
Gudang Produksi Garam
e)
Gudang Garam Rakyat
100.
Dalam hal Masyarakat Hukum Adat berada di 2 (dua) atau lebih daerah kabupaten/kota, maka pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat ditetapkan melalui
a)
Keputusan bersama bupati/wali kota
b)
Keputusan Gubernur
c)
keputusan presiden
d)
Keputusan Bupati/Walikota
e)
Keputusan Raja
101.
Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil dan Perairan di Sekitarnya dapat dilakukan oleh Pelaku Usaha perseorangan, badan hukum koperasi dan korporasi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri maupun Penanaman Modal Asing wajib memberikan … dan memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi pada luasan lahan pulau-pulau kecil dan perairan (Permen KP 53/2020).
a)
Akses Publik
b)
Sarana Ibadah
c)
Permukiman
d)
Kesehatan
e)
Telekomunikasi
102.
Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) merupakan lokasi yang diarahkan sebagai pusat pemulihan dan … ekosistem pesisir sekaligus dikembangkan menjadi sarana edukasi, penelitian dan laboratorium alam.
a)
Restorasi
b)
Penanaman
c)
Reboisasi
d)
Restrukturisasi
e)
rekomendasi
103.
Rehabilitasi wajib dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan orang yang menfaatkan secara langsung atau tidak langsung diwilayah pesisir dan pulau-pulau kecil apabila pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil telah mengakibatkan kerusakan …
a)
ekosistem
b)
habitat
c)
populasi
d)
masyarakat
e)
ikan
104.
Penanganan sampah laut merupakan salah satu program yang sedang ditangani secara dunia, dimana sampah tersebut banyak kategori sesuai dengan ukurannya. Jika ukuran sampah laut dengan panjang berkisar >2,5 cm sampai< 1 m, dimana umumnya sampah ini ditemukan di dasar maupun permukaan perairan adalah...
a)
Macro Debris
b)
Mega Debris
c)
Meso Debris
d)
Micro Debris
e)
Nano Debris
105.
Masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu air laut yang telah ditetapkan disebut...
a)
Sampah Laut
b)
Pencemaran Laut
c)
Bencana Laut
d)
Perubahan Lingkungan
e)
Kerusakan Ekosistem
106.
Dalam rangka memanfaatkan ekosistem pesisir untuk kehidupan maka sudah selayaknya untuk menjaga kondisi ekosistem tersebut salahsatunya adalah ekosistem hutan pantai. Berdasarkan susunan vegetasinya, ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi 2, yaitu formasi PresCaprae dan formasi ...
a)
Rhizophora
b)
Avicennia
c)
Sonneratia
d)
Bruguiera
e)
Baringtonia
107.
Ketersediaan dan … di daerah yang bersangkutan atau pantai di sekitarnya merupakan informasi yang penting untuk mengidentifikasi kelayakan lokasi untuk implementasi sabuk hijau.
a)
Jenis Tanah
b)
Jumlah Daun
c)
Jenis Vegetasi
d)
Tinggi Benih
e)
Jenis Tegakan
108.
….......merupakan struktur pelindung pantai dengan tipe permeable dam yang menggunakan material bambu, kayu dan ranting
a)
Groin
b)
Sea Wall
c)
Struktur Apung
d)
Struktur Concrete
e)
Struktur Hybrid
109.
Bahan yang digunakan sebagai alas dalam proses pembuatan garam dengan metode rumah Tunnel garam adalah
a)
Plastik
b)
Geomembran
c)
Tanah
d)
Tembok
e)
Steorofom
110.
Pada proses pencucian dan pemurnian garam yang dilakukan menggunakan bahan baku dengan SNI 4435:2017 dan akan menghasilkan output garam dengan minimal SNI…
a)
3555:2016
b)
3556:2016
c)
3557:2016
d)
3558:2016
e)
3559:2016
111.
Pembagunan rumah tunnel garam harus memiliki luas bangunan minimal … M2 belum termasuk area parkir dan diutamakan dengan Gudang Garam Nasional
a)
200
b)
250
c)
300
d)
350
e)
400
112.
Kegiatan reklamasi akan diberikan izin jika lokasi yag diusulkan sesuai dengan …
a)
RTRW
b)
Penggunaan
c)
Pengajuan
d)
Persyaratan
e)
Kebutuhan
113.
Dalam hal Instansi Pemerintah, Badan Usaha, atau Masyarakat tidak mengajukan permohonan perizinan reklamasi, tanah hasil reklamasi ditetapkan sebagai tanah yang langsung dikuasai oleh ...
a)
Negara
b)
Pemohon
c)
Masyarakat
d)
Camat
e)
Desa
114.
Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pendapatan negara dan masyarakat salahsatunya adalah
a)
Tambang Bouksit
b)
Wisata Bahari
c)
Hutan Produksi
d)
Tambang Nikel
e)
Tambang Timah
115.
Telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana kegiatan Reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah …. (Permen KP 33/2020)
a)
AMDAL
b)
ANDAL
c)
RKL
d)
RPL
e)
RPZ
116.
Upaya penanganan dampak terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana kegiatan Reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah…. (Permen KP 33/2020)
a)
AMDAL
b)
ANDAL
c)
RKL
d)
RPL
e)
RPZ
117.
Upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak akibat dari rencana kegiatan Reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah…. (Permen KP 33/2020)
a)
AMDAL
b)
ANDAL
c)
RKL
d)
RPL
e)
RPZ
118.
Ruang di sekitar rencana lokasi Reklamasi tempat berlangsungnya berbagai interaksi social yang mengandung norma dan nilai tertentu (termasuk sistem dan struktur sosial), sesuai dengan proses dan dinamika sosial suatu kelompok masyarakat, yang diperkirakan akan terdampak akibat kegiatan Reklamasi
a)
Batas Proyek
b)
Batas Ekologi
c)
Batas Sosial
d)
Batas Administrasi
e)
Batas Studi
119.
Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan … dengan cara pengurugan, pengeringan, atau drainase
a)
Sosial Ekonomi
b)
Budaya
c)
Pertahanan
d)
Politik
e)
Keamanan
120.
Krib merupakan salah satu jenis bangunan dan instalasi dilaut yang berfungsi sebagai … pantai
a)
Pengamanan
b)
Pemecah Ombang
c)
Pembatas Ombak
d)
Perbaikan
e)
Pelabuhan
121.
Titik labuh merupakan salah satu jenis bangunan dan instalasi dilaut yang berfungsi untuk …
a)
Perikanan
b)
Pergaraman
c)
Wisata Bahari
d)
Pelayaran
e)
Telekomunikasi
122.
Terumbu buatan merupakan salah satu jenis bangunan dan instalasi dilaut yang berfungsi untuk
a)
Perikanan
b)
Pergaraman
c)
Wisata Bahari
d)
Pelayaran
e)
Telekomunikasi
123.
Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam menjabat sebagai…
a)
Wakil Ketua
b)
Ketua
c)
Sekretaris
d)
Anggota
e)
Bendahara
124.
RZWP-3-K disusun dan dituangkan dalam peta dengan tingkat ketelitian skala
a)
1:5.000
b)
1:50.000
c)
1:250.000
d)
1:500.000
e)
1:1.000.000
125.
RTRWN disusun dan dituangkan dalam peta dengan tingkat ketelitian skala
a)
1:5.000
b)
1:50.000
c)
1:250.000
d)
1:500.000
e)
1:1.000.000
126.
RTR KSN/KSNT disusun dan dituangkan dalam peta dengan tingkat ketelitian skala
a)
1:5.000
b)
1:50.000
c)
1:250.000
d)
1:500.000
e)
1:1.000.000
127.
RTR KAW disusun dan dituangkan dalam peta dengan tingkat ketelitian skala
a)
1:5.000
b)
1:50.000
c)
1:250.000
d)
1:500.000
e)
1:1.000.000
128.
Rumus perhitungan kerapatan mangrove adalah
a)
jumlah individu (Ni) / Luas area sampel (A)
b)
Jumlah Total (Ni) / Total Tegakan (Σn) x 100%
c)
Jumlah petak sampe jenis I (pi) / Jumlah Total Petak (Σf)
d)
Kerapatan Relatif (Rdi) + Frekuensi Relatif (Rfi) + Penutupan Relatiif (Rci)
e)
Jumlah Invidiu (Ni) / Jumlah Total Individu
129.
Manakah pernyataan yang benar mengenai kriteria kerapatan mangrove
a)
Sangat Padat ≥ 2500, Sedang ≥ 1500 - < 1000, Jarang <1000
b)
Sangat Padat ≥ 2500, Sedang ≥ 2000 - < 1000, Jarang <2000
c)
Sangat Padat ≥ 1500, Sedang ≥ 1000 - < 1500, Jarang <1000
d)
Sangat Padat ≥ 500, Sedang ≥ 500 - < 1000, Jarang <1000
e)
Salah Semua
130.
Berikut kategori penutupan jenis yang sesuai
a)
Sangat Padat ≥ 75
Sedang ≥ 50 - < 75
Jarang < 50
b)
Sangat Padat ≥ 80
Sedang ≥ 60 - < 80
Jarang < 60
c)
Sangat Padat ≥ 60
Sedang ≥ 50 - < 70
Jarang < 50
d)
Sangat Padat ≥ 65
Sedang ≥ 65 - 70
Jarang < 65
e)
Salah Semua
Reset
