wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH ANEKDOT Susulan

Total questions: 15

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

kalimat retoris adalah

a)

kalimat yang tidak memerlukan jawaban

b)

kalimat yang tidak mengandung unsur perintah

c)

kalimat yang hanya menggunakan konjungsi

d)

kalimat yang perlu menggunakan jawaban

e)

kalimat yang mengandung unsur tanya

2.

Bacalah kalimat berikut!


Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.


Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...

a)

Suatu hari

b)

Asyik

c)

Mengobrol

d)

Warung kopi

e)

Mencintai

3.

Perhatikan teks di bawah ini !

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad.

“Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau.

Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya.

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?”

Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!”

Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …

a)

Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.

b)

Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.

c)

Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.

d)

Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.

e)

Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.

4.

Seorang warga bernama Budi melapor bahwa dirinya telah kemalingan. Ia mendatangi Kantor Polisi.

Budi      : “Lapor Pak, Saya kemalingan!”(1)

Polisi    : “Kamu kemalingan apa memang?”(2)

Budi      : “Saya kemalingan Motor Pak, tetapi Saya beruntung sih..”(3)

Polisi    : “Lho, kok Kamu kemalingan, tetapi malah beruntung?”(4)

Budi      : “Iya soalnya Saya pasang CCTV dan punya rekamannya. Wajah malingnya bisa kelihatan jelas Pak untuk ditindaklanjut.”(5)

Polisi    : “Memangnya Kamu sudah minta izin malingnya untuk merekam dirinya?”(6)

Budi      : “Belum pak, memangnya kenapa?” (Sambil keheranan)(7)

Polisi    : “Itu ilegal. Kamu salah. Kamu Saya tangkap. Sini Saya borgol dulu!”(8)

Budi akhirnya pasrah tak berdaya.

 

 

Unsur humor yang terdapat dalam teks anekdot di atas adalah…

a)

a. maling kabur dan tidak bisa ditangkap lagi

b)

b. CCTV merekam aksi maling yang mencuri motor

c)

c. polisi tidak mengurus maling, tetapi malah menangkap pelapor

d)

d. polisi menganggap maling motor sesuatu yang biasa saja

e)

e. pelapor tidak melaporkan kasusnya ke pengadilan

5.

Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…

a)

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai

b)

“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”

c)

Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.

d)

Badailah yang membuatnya ulung

e)

Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

6.

Bacalah teks di bawah ini!

1. Pelajaran moral berlangsung.

2. Siswa mendengarkan ceramah guru dengan tenang.

3. Guru: setiap manusia pasti menjadi pemimpin. Paling tidak dia memimpin dirinya sendiri.

Agung menimpali pernyataan gurunya.

4. Agung: tidak hanya itu saja, pak. Setiap manusia pasti jadi CAMAT

Guru: apa itu?

Agung: Calon Mati.

5. Para siswa tertawa, geli dan guru pun tersenyum

Bagian orientasi adalah….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

7.

Bacalah paragraf berikut ini!

Setiap tahun, masyarakat mengadakan pesta rakyat di alun-alun. Mereka berduyun-duyun datang ikut memeriahkan pesta. Dari kalangan anak-anak sampai orang tua, dari orang miskin sampai orang kaya, dari rakyat hingga pejabat ikut pesta. Masyarakat banyak yang memanfaatkan peristiwa ini. Mbah Suket juga memanfaatkan peristiwa ini dengan meminta-minta.

(1) Mbah Suket: Sedekah, den!

Remaja: (mengeluarkan uang seribu dan menyerahkannya) Doakan, ya, mbah ... semoga lancar jodoh.

(2) Mbah Suket: Amin, nak.

Remaja itu pun berlalu

Mbah suket: Sedekah, den!

Seseorang: (memandang dengn jijik) sudi amat

(3) Mbah Suket: "Oalah, orang kok kaya gitu. Apa to pekerjaanmu?"

Seseorang: "Pejabat."

(4) Mbah suket: "Pantas!"

(5) Pejabat menendang mbah suket, tapi untungnya mbah suket bisa menghindar dari tendangannya. Orang itu pergi meninggalkan Mbah Suket.

Kalimat yang tidak terdapat reaksi adalah.…

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

8.

Bacalah teks berikut ini!

“Nah, mengertikan?” tanya Dodi sambil menyimpan pensilnya. Sudah dua jam dia menerangkan logaritma pada Yusuf. “Entahlah, saya masih ragu” jawab Yusuf, “aku benar-benar tidak bisa konsentrasi, Dod”

“Kamu ini kepala angin atau memang tidak konsentrasi? Kamu ini rupanya harus minum ramuan jahe dulu supaya tidak kepala angin!”kata Dodi sambil siap-siap menerangkan kembali teorinya.

Kepala angin memiliki makna…

a)

bodoh

b)

sering lupa

c)

masuk angin

d)

tidak konsentrasi

e)

pusing

9.

Bacalah teks di bawah ini!

Seorang ayah mengajari anaknya berenang. “Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah,” kata sang anak. “Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah, Nak,” jawab ayahnya. Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih sementara sang anak tampak gembira. “Terima kasih, Yah, akhirnya Ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa Ayah bersedih?” tanyanya. “Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”


Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah ...

a)

Seorang ayah mengajari anaknya berenang

b)

“Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah,” kata sang anak.

c)

“Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah, Nak.”

d)

“Terima kasih, Yah, akhirnya Ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa Ayah bersedih?”

e)

“Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”

10.

Bacalah teks anekdot berikut ini secara saksama!

Albert Einstein: Mengapa bebek-bebek suka sekali menyeberangi jalan raya?

Newton: Bebek-bebek yang suka berdiam diri cenderung akan berdiam terus, sedangkan bebek-bebek yang senang bergerak ya akan begitu terus, termasuk mereka yang selalu senang menyeberangi jalan raya itu.

Albert Einstein: Saya kira tidak begitu. Apakah bebek-bebek yang menyeberangi jalan raya atau jalan raya yang menyeberangi bebek-bebek? Saya kira hal itu bergantung pada cara kita memandangnya alias sesuai dengan hukum relativitas.


Tokoh yang melatarbelakangi anekdot di atas adalah …

a)

Agamawan

b)

Ilmuan

c)

Negarawan

d)

Politikus

e)

Sejarawan

11.

Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu terdapat dalam kalimat ...

a)

Saksi menatap ke luar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan jaksa.

b)

“Apakah benar bahwa Saudara menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?

c)

Saksi terkejut dan berkata kepada hakim, “Oh, maaf.”

d)

Akhirnya, hakim berkata kepada jaksa.

e)

Saksi terlihat bingung karena tidak mendengar pertanyaan jaksa.

12.

Diantara kalimat di bawah ini manakah yang termasuk dalam kalimat imperatif/perintah ....

a)

Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

b)

Saksi tidak mendengar pertanyaan jaksa.

c)

“Apakah benar Saudara menerima uang lima ribu dolar?”

d)

“Pak, tolong jawab pertanyaan jaksa.”

e)

Saksi menatap ke luar jendela.

13.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!


Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. la sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. ia masuk ke dalam rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. la iseng naik ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah cincinnya jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrudin pun ke luar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, ”Kamu sedang apa, Nasrudin?"

"Oh, aku sedang mencari cincin daritadi belum ditemukan."

"Memang jatuhnya di mana?”

”Jatuhnya, sih, di dalam.”

”Loh, jatuh di dalam, kok, mencarinya di luar, bagaimana bisa ditemukan?”

”Habis, di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa."


Pesan berikut tidak sesuai dengan isi anekdot tersebut adalah ...

a)

Jangan putus asa dalam mencapai tujuan.

b)

Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia.

c)

Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar.

d)

Manfaatkanlah masa mudamu untuk mencari ilmu.

e)

Mencari cincin yang jatuh hendaknya di tempat cincin tersebut jatuh.

14.

Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!

(1) “Kita sudah memenuhi permintaanmu.” kata editor itu memberitahu si pengarang.

(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya: “Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.”

(3) “Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri.”

(4) Madelaine, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.


Susunan potongan-potongan teks yang tepat hingga menjadi anekdot yang utuh dan padat adalah

a)

(4)-(1)-(2)-(3)

b)

(4)-(3)-(1)-(2)

c)

(4)-(2)-(3)-(1)

d)

(4)-(2)-(1)-(3)

e)

(4)-(3)-(2)-(1)

15.

Salah satu kaidah dalam cerita anekdot adalah penggunaan waktu lampau. berikut yang termasuk penggunaan waktu lampau adalah ...

a)

Pada suatu waktu ada seorang raja bermimpi

b)

Sekaranglah saatnya belajar membuat anekdot

c)

Besok ramai-ramai mereka berdemo

d)

Mengapa semua terjadi?

e)

Anekdot memang perlu dibaca agar memberi nilai tambah