wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Dasar Asuhan Gizi

Total questions: 15

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Ahli gizi dalam memberikan intervensi gizi meliputi hal dibawah ini, kecuali . . .

a)

Pengaturan pemberian makanan (jenis, frekuensi, jalur diet)

b)

Peningkatan pengetahuan dan aplikasi untuk meningkatkan sikap dan keterampilan

c)

Pemberian dukungan untuk membantu pasien menetapkan prioritas masalah dan cara mengatasinya

d)

Konsultasi dan koordinasi dengan tenakes lainnya yang mengelola masalah berkaitan gizi

e)

Penggalian informasi daya terima dengan anggota keluarga atau pengasuh pasien

2.

Langkah ke tiga di dalam Proses Asuhan Gizi adalah?

a)

Diagnosis Gizi

b)

Intervensi

c)

Monitoring

d)

Evaluasi

3.

Dalam perkembangan pelayanan kesehatan di RS, International Dietetic and Nutrition Terminology dapat digunakan untuk menggambarkan dokumentasi hasil dari setiap langkah asuhan gizi terstandar. Berikut ini yang bukan termasuk dalam bagian format baku standar tersebut yaitu . . .

a)

Skrining Gizi

b)

Asesmen Gizi

c)

Diagnosa Gizi

d)

Intervensi Gizi

e)

Monitoring & Evaluasi Gizi

4.

Serangkaian proses assesmen gizi di awal pengkajian dapat dilakukan dengan cara dibawah ini kecuali . . .

a)

Melihat catatan medis pasien

b)

Menanyakan pendapat pasien

c)

Melakukan wawancara kepada keluarga

d)

Memperkirakan dengan rumus alternatif

e)

Melakukan pengukuran langsung pada pasien

5.

Berikut ini yang kurang tepat kaitannya terkait penentuan PES diagnosis gizi untuk intervensi gizi yaitu . . .

a)

Tanda dan gejala mengambarkan indikator untuk menentukan diagnosis gizi

b)

Problem menggambarkan masalah dan digunakan sebagai dasar tujuan intervensi

c)

Etiologi menggambarkan penyebab adanya masalah dan digunakan sebagai dasar strategi intervensi

d)

Tujuan intervensi dibuat spesifik dan dapat diukur serta berdasarkan masalah gizi yang ditemukan

e)

Strategi intervensi dibuat untuk mengatasi akar masalah dan dibuat berdasarkan masalah tersebut

6.

Apabila dalam penyusunan NCP, ahli gizi menemukan tiga diagnosa yang terdiri domain intake, domain clinic, dan domain behaviour, maka ahli gizi dapat mempertimbangkan diagnosa yang menjad prioritas berdasarkan kemungkinan untuk dapat menghilangkan penyebab masalah gizi atau mengurangi tanda dan gejala dari masalah gizi, yaitu . . .

a)

Domain gizi

b)

Domain intake

c)

Domain clinic

d)

Domain behaviour

e)

Domain medic

7.

Berikut ini adalah pasangan yang kurang tepat untuk pemberian intervensi terhadap diagnosa yaitu . . .

a)

Edukasi gizi untuk persepsi dan keyakinan pasien yang kurang tepat pada diet jantung

b)

Edukasi gizi untuk masalah kurangnya pengetahuan pada pengaturan diet jantung

c)

Pembatasan zat gizi lemak untuk asupan lemak pasien yang berlebih

d)

Peningkatan protein untuk kadar biokimia hemoglobin yang rendah

e)

Konseling gizi untuk praktik pemberian ASI yang sesuai kondisi bayi

8.

Seorang ahli gizi memberikan intervensi berupa peningkatan asupan energi dan protein untuk masalah asupan per oral yang tidak adekuat yaitu dibawah asupan energi hanya 40% dari kebutuhan. Contoh penentuan indikator untuk monitoring dan evaluasi pasien pada hari pertama setelah intervensi yang paling memungkinkan yaitu . . .

a)

Asupan energi mencapai 60% yang berasal dari asupan karbohidrat pasien

b)

Asupan energi mencapai minimal 80% dari total kebutuhan harian

c)

Asupan protein mencapai 60% dari total kebutuhan energi harian

d)

Asupan energi mencapai 40% dari total kebutuhan energi harian

e)

Asupan energi mencapai 60% dari total kebutuhan energi harian

9.

Ahli gizi dalam memberikan intervensi gizi meliputi hal dibawah ini, kecuali . . .

a)

Pengaturan pemberian makanan (jenis, frekuensi, jalur diet)

b)

Peningkatan pengetahuan dan aplikasi untuk meningkatkan sikap dan keterampilan

c)

Pemberian dukungan untuk membantu pasien menetapkan prioritas masalah dan cara mengatasinya

d)

Konsultasi dan koordinasi dengan tenakes lainnya yang mengelola masalah berkaitan gizi

e)

Penggalian informasi daya terima dengan anggota keluarga atau pengasuh pasien

10.

Sumber data dan instrumen yang dapat digunakan untuk monitoring dan evaluasi gizi dibawah ini, kecuali . . .

a)

Perubahan BB dahulu dan sebelum masuk RS

b)

Pertanyaan sebelum dan sesudah edukasi

c)

Interview dengan pasien dan keluarganya

d)

Pengukuran antropometri setelah intervensi

e)

Hasil sisa makanan pasien

11.

Seorang perempuan umur 40 tahun, pendidikan S1, bekerja di bagian administrasi suatu perusahaan makanan ringan. Berat badan saat ini 74 Kg dan tinggi badan 155 cm. Ia sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak yang sudah remaja. Suaminya bekerja sebagai akuntan di suatu bank. Kegiatan fisik Ny A termasuk ringan karena lebih banyak duduk di depan komputer dengan 8 jam kerja/hari. Akhir-akhir ini ia sering mengeluh sesak napas setelah beraktivitas. diketahui ia tidak mempunyai riwayat penyakit sebelumnya. Hasil pemeriksaan tekanan darah 120/80 mmHg dan kadar kolesterol total 189 mg/dl. Bagaimana diagnosis gizi yang tepat pada domain klinis?

a)

Kelebihan asupan energi berkaitan dengan konsumsi makanan mengandung energi tinggi ditandai dengan asupan energi 126,11%

b)

Kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan asupan energi berlebih dan aktivitas fisik kurang ditandai dengan IMT = 30,83 dan tampak gemuk

c)

Pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan kurang terpaparnya informasi gizi dan makanan ditandai dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan yang manis-manis, kurang konsumsi sayur & buah,

d)

Kelebihan asupan lemak berkaitan dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan yang manis-manis tinggi ditandai jarang konsumsi sayur & buah,

e)

Gangguan pola makan berkaitan dengan kurang terpaparnya informasi gizi dan makanan ditandai dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan yang manis-manis, kurang konsumsi sayur & buah

12.

Seorang laki-laki datang kepuskesmas untuk berkonsultasi dengan Ahli gizi berkaitan berat badan yang terus bertambah banyak. Sebelum melakukan diagnosa gizi terhadap pasien tersebut, langkah apa yang tepat dilakukan ahli gizi?

a)

Assesment gizi

b)

Antropometri gizi

c)

Biokimia gizi

d)

Riwayat makanan

e)

Pemeriksaan fisik

13.

Seorang ibu, umur 42 tahun dirawat di RS, BB = 62 kg, TB = 160 cm, TD = 190/110 mmHg. Hasil recall 24 jam E = 2500 kcal, P=83 gram, Lemak = 80 gram, KH = 335 gram, Na = 2800 mg. Makan di RS selalu dihabiskan. Riwayat pola makan: makan 3 x sehari selingan 4-5 × sehari. Camilan: bakwan, keripik, kerupuk dan biskuit. Pasien selalu menambahkan penyedap rasa saat memasak. Pasien ikut senam 2x/ minggu. Apakah kesimpulan dietary history untuk kasus tersebut?

a)

Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Natrium

b)

Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Kalori

c)

Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Protein

d)

Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Lemak

e)

Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Karbohidrat

14.

Seorang perempuan datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi dengan Ahli Gizi berkaitan berat badan yang semakin berlebih. Ahli gizi melakukan assessment dan didapatkan hasi recall > 150% kebutuhan dan IMT >30, seringnya mengkonsumsi minuman manis bersoda dan makanan instan makanan kaleng. Bagaimana diagnosis gizi domain intake yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Kelebihan asupan zat gizi berkaitan dengan kebiasaan makan dalam porsi besar ditandai oleh hasil recall > 150% kebutuhan dan IMT >30

b)

Overweight berkaitan dengan kelebihan asupan energi ditandai oleh IMT 30

c)

Gangguan pola makan berkaitan dengan pengetahuan yang kurang ditandai oleh

seringnya mengkonsumsi makanan kaleng dan minuman bersoda

d)

Ketidaksiapan melakukan diet atau perubahan pola makan berkaitan dengan kurangnya motivasi ditandai oleh ketidakpatuhan terhadap anjuran diet dan mash mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.

e)

Gangguan utilitas zat gizi berkaitan dengan kegagalan fungsi ginjal ditandai oleh tekanan sistolik/diastolik 165/95 mm Hg

15.

Diagnosis gizi seorang pasien adalah kelebihan intake energi berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan dalam porsI besar dan tinggi lemak dibuktikan dengan rata-rata konsumsi energi sehari sebesar 3200 Kkal 150% lebih besar dari kebutuhannnya. Apakah etiologi yang tepat dari masalah gizi tersebut

a)

Kebiasaan konsumsi makanan porsi bear dan berlebih

b)

Kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak

c)

Kebiasaan konsumsi makanan porsi besar dan tinggi lemak

d)

Kebiasaan konsumsi energi yang melebihi kebutuhan tubuh

e)

Kebiasaan konsumsi makanan tinggi energy