NEW
Font size
WorksheetsULANGAN TEKS CERPEN
Total questions: 20
Worksheet time: 2hrs 40mins
Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga
mulai tampak penyelesaian disebut ....
resolusi
koda
orientasi
komplikasi
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai....
pendidikan
budaya
agama
moral
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya
melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget
melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ceroboh, malas, kaya
rajin, pemarah, teliti
cermat, pelit, perhitungan
ramah, telaten, dermawan
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku
pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
depan rumah
terminal
di halte dekat rumah
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh
yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
penokohan
latar tempat
latar waktu
Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan
merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata
hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang
memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah,
sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit
wajahnya yang putih bersih.
Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....
pakaian
gerak geriknya
umur
perawakannya
Kutipan 1
“ Cepat ke sini!”
“ Aku tidak mau!”
“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat.
Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”
Aku tak memedulikan ucapannya.
Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana.
Hatiku terlanjur hancur.
Kutipan 2
Sebelum subuh Salena sudah bersiap.
Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini.
Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling.
Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya.
Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.
Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....
Kutipan 1 diawali dengan garis besar
cerita, sedangkan kutipan 2 diawali
dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh,
sedangkan kutipan 2 diawali dengan
garis besar tokoh
Kutipan 1 diawali dengan latar cerita,
kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh,
sedangkan kutipan 2 diawali dengan
masalah yang harus diselesaikan
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3)
Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan
kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal
saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan
sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat
nomor ….
5
3
4
1
Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang
dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk
menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta
layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum
dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.
Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital
tersebut melalui ….
pelukisan tempat tinggal tokoh
pelukisan perilaku tokoh
paparan langsung oleh pengarang
pelukisan bentuk fisik tokoh
Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung
buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku
membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara
katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah,
menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan
tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air
dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran
matahari hampir tenggelam.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah…
di sungai, malam hari
di desa, siang hari
di hutan, pagi hari
di sungai, sore hari
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur
kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir
nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta
dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
Resolusi
Orientasi
Komplikasi
Koda
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek
baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap
kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan
kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya
membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ….
Baik
Egois
Sombong
Pemberani
Seperti biasanya, aku bangun di pagi hari pukul 6 lalu aku langsung menuju kamar mandi
dan bersiap-siap. Setelah itu, aku merapikan tempat tidur. Kemudian aku turun ke lantai
bawah untuk sarapan bersama ayah dan ibuku. Setelah selesai sarapan, aku berpamitan
kepada kedua orang tuaku dan berangkat ke sekolah.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks di atas adalah ....
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang ke-3 pengamat
Sudut pandang orang pertama dan ketiga
Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
paragraf 1
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk
Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam
ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu
sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam.
Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak
ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
paragraf 2
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan.
Ia beranjak menuju meja belajarnya.
Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar.
Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni.
Tangannya mulai mencorat-coret.
Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
kalimat pertama pada paragraf pertama
Kalimat ketiga pada paragraf pertama.
Kalimat keempat pada paragraf pertama
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang
nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “ penumpang bus Gemilang
harap untuk segera memasuki kendaraan.” Hati Ersa agak tenang karena dia sudah
berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya
dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah…
Siang hari, terminal
Pagi hari, rumah
Sore hari, terminal
Siang hari, perjalanan
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium
bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung
menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang
membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan
rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai
putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan
cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya
terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya
menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di
sebelahku ini kecelakaan sepeda motor.
Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …
Alur Ganda
Alur maju
Alur Ganda dan Maju
Alur mundur
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya.
”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di
dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan
Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya,
si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang
si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu
tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu
tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat
kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya,
Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak
melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk
membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu
sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga.
Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah
ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….
secara langsung
dialog antartokoh
tanggapan tokoh lain
lingkungan di sekitar tokoh
Aji : "Maafkan salahku, Mir!"
Amir : "Tidak!"
Aji : "Aku memang salah telah mengambil dia darimu."
Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."
Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....
sombong
pemaaf
pemarah
keras kepala
Pemudah itu sedih ketika putus dengan belahan jiwanya.
Kalimat tersebut mengandung majas ...
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Simile
Cerita 1 “Kamu siswa pintar ya? “ ejek Indah ketua kelas. Begitu juga teman-teman yang lain mengejek Dita sebagai penyontek ulung. ”Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakannya sendiri!“ sanggah Dita sambil menelan rasa takut.
Cerita 2 Asri telah berusaha sedapat-dapatnya supaya Sania dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah! Tabiat Sania hampir tak dapat diubah lagi. Oleh karena itu, sering terjadi perselisihan di antara kedua orang itu. Sania terus amarah dan berang jika Asri mencela ini dan itu.
Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah ....
Indah bersifat sombong sedangkan Sania pemarah
Indah bersifat egois sedangkan Sania penyayang
Indah bersifat pemaaf sedangkan Sania rajin
Indah berifat penyayang sedangkan Sania pemarah
