wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN TEKS CERPEN

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga

    mulai tampak penyelesaian disebut ....

a)

resolusi   

b)

koda

c)

orientasi  

d)

komplikasi

2.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai....

a)

pendidikan

b)

budaya

c)

agama     

d)

moral

3.

Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya

melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget

melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")

Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ceroboh, malas, kaya

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

cermat, pelit, perhitungan

d)

ramah, telaten, dermawan

4.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku

pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

depan rumah

c)

terminal

d)

di halte dekat rumah

5.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh

yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

penokohan

c)

latar tempat

d)

latar waktu

6.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan

merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata

hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang

memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah,

sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit

wajahnya yang putih bersih.

Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

pakaian       

b)

gerak geriknya

c)

umur

d)

perawakannya

7.

Kutipan 1

“ Cepat ke sini!”

“ Aku tidak mau!”

“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat.

Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”

Aku tak memedulikan ucapannya.

Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana.

Hatiku terlanjur hancur.

Kutipan 2

Sebelum subuh Salena sudah bersiap.

Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini.

Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling.

Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya.

Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.

Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....

a)

Kutipan 1 diawali dengan garis besar

cerita, sedangkan kutipan 2 diawali

dengan aksi tokoh

b)

Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh,

sedangkan kutipan 2 diawali dengan

garis besar tokoh

c)

Kutipan 1 diawali dengan latar cerita,

kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

d)

Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh,

sedangkan kutipan 2 diawali dengan

masalah yang harus diselesaikan

8.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3)

Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan

kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal

saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan

sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat

nomor ….

a)

5

b)

3

c)

4

d)

1

9.

Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang

dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk

menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta

layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum

dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.

Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital

tersebut melalui ….

a)

pelukisan tempat tinggal tokoh      

b)

pelukisan perilaku tokoh

c)

paparan langsung oleh pengarang

d)

pelukisan bentuk fisik tokoh

10.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung

buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku

membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara

katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah,

menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan

tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air

dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran

matahari hampir tenggelam.

Latar kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

di sungai, malam hari

b)

di desa, siang hari

c)

di hutan, pagi hari

d)

di sungai, sore hari

11.

 “Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”

“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”

Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur

kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”

“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir

nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta

dan bergegas pulang.

Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..

a)

Resolusi

b)

Orientasi

c)

Komplikasi

d)

Koda

12.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek

baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap

kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan

kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya

membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ….

a)

Baik

b)

Egois

c)

Sombong

d)

Pemberani

13.

Seperti biasanya, aku bangun di pagi hari pukul 6 lalu aku langsung menuju kamar mandi

dan bersiap-siap. Setelah itu, aku merapikan tempat tidur. Kemudian aku turun ke lantai

bawah untuk sarapan bersama ayah dan ibuku. Setelah selesai sarapan, aku berpamitan

kepada kedua orang tuaku dan berangkat ke sekolah.

Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks di atas adalah ....

a)

Sudut pandang orang pertama pelaku utama

b)

Sudut pandang orang ke-3 pengamat

c)

Sudut pandang orang pertama dan ketiga

d)

Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

14.

paragraf 1

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk

Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam

ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu

sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam.

Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak

ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

paragraf 2

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi   seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan.

Ia beranjak menuju meja belajarnya.

Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar.

Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni.

Tangannya mulai mencorat-coret.

Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....

a)

kalimat pertama pada paragraf pertama

b)

Kalimat ketiga pada paragraf pertama.

c)

Kalimat keempat pada paragraf pertama

d)

Kalimat keempat pada paragraf kedua

15.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang

nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “ penumpang bus Gemilang

harap untuk segera memasuki kendaraan.” Hati Ersa agak tenang karena dia sudah

berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya

dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah…

a)

Siang hari, terminal

b)

Pagi hari, rumah

c)

Sore hari, terminal

d)

Siang hari, perjalanan

16.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium

bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung

menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang

membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan

rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai

putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan

cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya

terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya

menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di

sebelahku ini kecelakaan sepeda motor.

Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Alur Ganda

b)

Alur maju

c)

Alur Ganda dan Maju        

d)

Alur mundur

17.

Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya.

”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di

dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.

Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan

Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya,

si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang

si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu

tahukan si Mbok buta huruf.

Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu

tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat

kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya,

Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak

melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk

membantu si Mbok.

Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu

sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga.

Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah

ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.

Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….

a)

secara langsung

b)

dialog antartokoh

c)

tanggapan tokoh lain

d)

lingkungan di sekitar tokoh

18.

Aji : "Maafkan salahku, Mir!"

Amir : "Tidak!"

Aji : "Aku memang salah telah mengambil dia darimu."

Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."

Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....

a)

sombong

b)

pemaaf

c)

pemarah      

d)

keras kepala

19.

Pemudah itu sedih ketika putus dengan belahan jiwanya.

Kalimat tersebut mengandung majas ...

a)

Metafora

b)

Personifikasi

c)

Hiperbola

d)

Simile

20.

Cerita 1 “Kamu siswa pintar ya? “ ejek Indah ketua kelas. Begitu juga teman-teman yang lain mengejek Dita sebagai penyontek ulung. ”Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakannya sendiri!“ sanggah Dita sambil menelan rasa takut.

Cerita 2 Asri telah berusaha sedapat-dapatnya supaya Sania dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah! Tabiat Sania hampir tak dapat diubah lagi. Oleh karena itu, sering terjadi perselisihan di antara kedua orang itu. Sania terus amarah dan berang jika Asri mencela ini dan itu.

Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah ....

a)

Indah bersifat sombong sedangkan Sania pemarah

b)

Indah bersifat egois sedangkan Sania penyayang

c)

Indah bersifat pemaaf sedangkan Sania rajin

d)

Indah berifat penyayang sedangkan Sania pemarah