NEW
Font size
WorksheetsUTS Kimia XII
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Berikut ini adalah sifat koligatif larutan, kecuali......
Penurunan titik didih
Penurunan titik beku
Tekanan osmotik
Penurunan tekanan uap
Kenaikan titik didih
Rumus molalitas yang benar adalah .....
Mrgr x mL1000
Mrgr x massa pelarut1000
Mrgr x L1000
Mrgr x massa terlarut1000
Mrgr x mg1000
Dari grafik tersebut, yang menunjukkan Δ Tf adalah .......
G - H
I - J
B - E
C - E
D - F
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
(1) proses penyerapan air dalam tanah oleh akar
(2) membasmi lintah dengan garam dapur
(3) pemakaian urea untuk mencairkan salju
(4) penambahan glikol pada radiator mobil
Penerapan sifat koligatif yang berhubungan dengan tekanan osmotik ….
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Adek mengalami diare. Ibu membuatkan larutan oralit tradisional dengan cara melarutkan sejumlah garam dan gula dalam beberapa mL air untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh adek.
Pada larutan oralit yang dibuat oleh ibu, yang merupakan zat terlarut adalah........
air, garam dan gula
air dan garam
air dan gula
gula dan garam
air saja
semakin besar zat terlarut, maka yang terjadi adalah .....
tekanan uap larutan semakin besar
tidak mempengaruhi apapun
titik didih semakin tinggi
titik beku semakin tinggi
tekanan osmotik semakin kecil
Perhatikan beberapa gambaran molekuler partikel tak sebenarnya antara zat terlarut dan zat pelarut dalam suatu larutan seperti pada gambar di atas. Larutan yang mempunyai tekanan uap paling besar adalah gambar nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pada kosentrasi yang sama, larutan di bawah ini yang diprediksi mempunyai titik didih paling tinggi terdapat pada larutan…
C6H12O6
CO(NH2)2
Ba(OH)2
NaCl
HCl
Perhatikan diagram PT di atas, daerah proses membeku larutan ditunjukkan oleh ....
KL
KS
LR
RM
SN
Baterai “button cell” yang digunakan pada kalkulator terjadi reaksi sebagai berikut:
Zn(s) + HgO(s) + H2O(l) → Zn(OH)2(s) + Hg(l)
Spesi yang bertindak sebagai oksidator dan hasil oksidasi adalah ....
(A) Zn(s) dan Zn(OH)2(s)
(B) Zn(s) dan HgO(s)
(C) HgO(s) dan Hg(s)
(D) HgO(s) dan Zn(OH)2(s)
(E) H2O dan Zn(OH)2(s)
Perhatikan persamaan reaksi redoks berikut!
Sn(s) + 4HNO3(aq) → SnO2(s) + 4NO2(g) + 2H2O(l)
Bilangan oksidasi dari zat oksidator dan hasil reduksinya berturutturut
adalah ....
+1 , Sn
+1, SnO2
+4, NO2+5, NO2
+4, NO2
+5, HNO3
Diberikan lima persamaan reaksi oksidasi atau reduksi yang belum setara:
(1) MnO4- → MnO42-
(2) SO2 → SO3
(3) C2H4 → C2H6
(4) FeO → Fe2O3
(5) Cl2 + 2e- → 2Cl-
Kelompok persamaan reaksi yang mengalami reduksi ditunjukkan oleh nomor ....
A. (1), (2) dan (3)
B. (1), (3) dan (5)
C. (1), (3) dan (4)
D. (2), (3) dan (4)
E. (2), (3) dan (5)
Bilangan oksidasi Cr pada ion Cr2O72– dan senyawa K2CrO4 secara berurutan adalah :
A. +3 dan +3
B. +4 dan +3
C. +5 dan +5
D. +6 dan +4
E. +6 dan +6
A. +3 dan +3
B. +4 dan +3
C. +5 dan +5
D. +6 dan +4
E. +6 dan +6
Pada wadah katoda suatu sel Volta terdapat beberapa kation dengan potensial reduksi standar (E°) sebagai berikut:
Ag+ + e-→Ag E° = +0,80 V
Fe2+ + 2e-→FeE° = -0,41 V
Cr3+ + 3e-→CrE° = -0,74 V
Sn2+ + 2e-→SnE° = -0,14 V
Cu2+ + 2e-→CuE° = +0,34 V
Berdasarkan data tersebut, logam yang paling mudah terbentuk di katoda adalah ....
Ag
Fe
Cr
Sn
Cu
Pengertian reaksi oksidasi yang paling tepat adalah ...
Reaksi pengikatan elektron
Reaksi kenaikan bilangan oksidasi
Reaksi penurunan bilangan oksidasi
Reaksi pelepasan oksigen
Reaksi dengan udara
Bilangan oksidasi Fe dalam FeO adalah ....
0
+1
+2
+3
+4
Unsur logam yang memiliki biloks +5 terdapat pada ion.........
PO33-
MnO4-
SbO43-
CrO42-
Cr2O72-
Pada reaksi berikut:
MnO2 + 4HCl → MnCl2 + 2 H2O + 2Cl2
Bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan dari ...
+4 menjadi +2
+4 menjadi +1
+2 menjadi +4
+2 menjadi +1
Diketahui data potensial reduksi standar :
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Notasi sel yang dapat berlangsung spontan adalah....
Fe |Fe2+ ||Zn2+ |Zn
Zn |Zn2+ ||Mg2+ |Mg
Cu |Cu2+ ||Zn2+ |Zn
Cu |Cu2+ ||Fe2+ |Fe
Mg |Mg2+ ||Cu2+ |Cu
1. Pada katode terjadi reaksi reduksi
2. Pada anode terjadi reaksi oksidasi
3. Pada sel volta, katode termasuk elektrode negative
4. Logam yang memiliki potensial lebih tinggi berperan sebagai elektrode positif
5. Logam yang memiliki potensial lebih rendah berperan sebagai elektrode negatif
Dari pernyataan di atas yang tidak sesuai dengan kaidah sel volta adalah ...
1
2
3
4
5
Jika diketahui :
Zn+2 / Zn Eo = –0, 76 Volt
Cu+2 / Cu Eo = +0,34 Volt
Maka besarnya potensial sel (Eo sel) Volta tersebut adalah ...
–0,42 Volt
–1,10 Volt
+0,42 Volt
+1,10 Volt
+11,0 Volt
Berdasarkan data.
Fe2+ + 2e- → Fe E0 = - 0,44 V
Pb2+ + 2e- → Pb. E0 = - 0,13 V
Zn2+ + 2e-→ Zn. E0 = - 0,75 V
Sn2+ + 2e- → Sn. E0 = - 0,14 V
maka reaksi yang tidak dapat berlangsung dalam keadaaan standar, adalah ....
Fe2+ + Zn → Fe + Zn2+
Pb2+ + Fe → Pb + Fe2+
Sn2+ + Zn → Sn + Zn2+
Zn2+ + Pb → Zn + Pb2+
Sn2+ + Fe → Sn + Fe2+
Perhatikan gambar berikut!
Yang bukan termasuk contoh sel Volta yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
Dalam suatu sel volta terjadi reaksi:
Cu + 2Ag+ ---> Cu2+ + 2Ag.
Jika diketahui:
E0 Cu2+/Cu = +0,34 volt
E0 Ag+/Ag = +0,80 volt,
maka potensial standar sel tersebut adalah…
1,74 volt
0,66 volt
0,53 volt
0,46 volt
0,94 volt
Diketahui:
Cu2+ + 2e– → Cu Eo = + 0,34 volt
Mg2+ + 2e– → Mg Eo = -2,34 volt
Zn2+ + 2e– → Zn Eo = -0,76 volt
Al3+ + 3e- → Al Eo = -1,66 volt
Fe2+ + 2e- → Fe Eo = -0,44 volt
Nilai potensial sel yang terbesar terdapat pada…
Cu | Cu2+ || Al3+ | Al
Al | Al3+ || Zn2+ | Zn
Mg | Mg2+ || Cu2+ | Cu
Zn | Zn2+ || Fe2+ | Fe
Fe | Fe3+ || Cu2+ | Cu
