wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Teks Cerpen

Total questions: 35

Worksheet time: 2hrs 2mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.

"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?"


Kata tercetak miring tersebut mengandung makna ...

a)

Bangunan tempat memproduksi barang

b)

Bangunan tempat berjualan

c)

Bangunan tempat menitipkan barang

d)

Bangunan tempat menumpuk barang

2.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor …

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

3.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah ...

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

4.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.

“ Bapak, bangun, Pak.”

“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”

Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.

Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas ...

a)

Hiperbola

b)

Metafora

c)

Personifikasi

d)

Metonimia

5.

Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!

1. Menentukan perwatakan

2. Menentukan sudut pandang

3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur

4. Menentukan latar

5. Menentukan tema

Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah ...

a)

5)-1)-2)-4)-3)

b)

5)-2)-1)-4)-3)

c)

1)-2)-3)-4)-5)

d)

5)-3)-1)-4)-2)

6.

Sebuah penyajian permasalahan dalam sebuah cerita hingga sampai puncak masalah disebut ...

a)

komplikasi

b)

Orientasi

c)

resolusi

d)

rangkaian peristiwa

7.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

(1) Setelah aku tidur di rumah nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengucapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.

Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki


Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

8.

Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik

pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.


Konflik pada cerita anak tersebut adalah …

a)

Tokoh aku dijauhi teman-temanya.

b)

Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.

c)

Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan

d)

Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.

9.

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Tindakan tokoh

c)

Diceritakan pengarang

d)

Diceritakan tokoh lain

10.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang ketiga serbatahu

c)

orang ketiga pelaku sampingan

d)

orang pertama pelaku utama

11.

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan …

a)

Kesedihan dan penderitaan

b)

Kehampaan dan kesendirian

c)

Kehilangan dan kesedihan

d)

Kesedihan dan penyesalan

12.

Jenis sudut pandang di mana si penulis sengaja melibatkan diri dalam cerita yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya disebut dengan sudut pandang ...

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang pertama pelaku utama

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang pertama pelaku sampingan

13.

Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.


Kalimat tersebut mengandung majas ...

a)

metafora

b)

ironi

c)

simile

d)

personifikasi

14.

Kalimat yang berisi pertanyaan yang tidak memerlukan sebuah jawaban dalam teks cerpen disebut dengan ...

a)

kalimat imperatif

b)

kalimat interogatif

c)

kalimat retoris

d)

kalimat tanya

15.

Di dalam struktur cerpen terdapat resolusi. Resolusi adalah bagian dalam tahapan ...

a)

pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

c)

konflik mencapai penurunan intensitas

d)

berbagai kerumitan bermunculan

16.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor …

a)

1

b)

3

c)

4

d)

5

17.

Pesan yang ingin disampaiakn oleh pengarang kepada pembaca disebut . . .

a)

latar

b)

sudut pandang

c)

tema

d)

amanat

18.

Alur yang diawali oleh pengenalan kemudian dilanjutkan permasalahan, klimaks, antiklimaks dan diakhiri dengan penyelesaian disebut. . . .

a)

alur campuran

b)

alur maju

c)

alur mundur

d)

alur klimaks

19.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")

Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

20.

Struktur cerpen yang berisi pengenalan tokoh, karakter, latar, suasana adalah. . .

a)

komplikasi

b)

orientasi

c)

resolusi

d)

rangkaian peristiwa

21.

Nilai kehidupan yang berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti (baik dan buruk) disebut . . . .

a)

nilai sosial

b)

nilai budaya

c)

nilai moral

d)

nilai religi

22.

Di pegunungan itu terdapat beberapa sayauran yang di tanam. Udara dalam pegunungan sangat sejuk dan menenangkan. Apalagi pada senja hari di pegunungan masih terasa asri.

Latar waktu dalam penggalan cerpen tersebut adalah…

a)

Di pegunungan

b)

Senja hari

c)

Menenangkan

d)

Sejuk

23.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois

24.

Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.

Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...

a)

Orang ketiga

b)

Orang ketiga pengamat

c)

Orang pertama pelaku utama

d)

Orang pertama bukan pelaku utama

25.

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, terdapat pada kalimat....

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

26.
a)

gembira

b)

gugup

c)

tegang

d)

sedih

27.

Pelaku yang ada pada cerita pendek dinamakan....

a)

tokoh

b)

penokohan

c)

setting

d)

biografi

28.

Berikut yang merupakan contoh majas hiperbola adalah....

a)

Silakan datang ke gubukku yang kumuh.

b)

Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.

c)

Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

d)

Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

29.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.

“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.


Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.


Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …

a)

Nanda

b)

Kak Ica

c)

Bunda

d)

Penjual kios

30.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.

“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.


Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.


Kata sepenuh hati dalam cerpen di atas bermakna …

a)

ikhlas

b)

percaya diri

c)

semangat

d)

sungguh-sungguh

31.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.

“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.


Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.


Amanat yang tidak sesuai dengan penggalan cerpen di atas adalah …

a)

Janganlah takut pada kegagalan

b)

Tekunlah dalam setiap pekerjaan, niscaya menuai hasilnya

c)

Berdoa adalah penentu kesuksesan seseorang

d)

Bekerjasamalah dengan baik dan jujur dalam melakukan sebuah pekerjaan

32.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")


Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

umur

b)

pakaian

c)

gerak geriknya

d)

perawakannya

33.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

34.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

35.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)