WorksheetsUlangan Harian
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 6mins
Berikut ini yang bukan merupakan unsur pembangun dalam cerpen adalah ....
judul
tema
latar
alur
Cerpen merupakan bagian dari naratif/narasi yang berarti....
peristiwa
fakta
kejadian
kisah
Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....
latar
alur
tokoh
tema
Orang yang memainkan lakon/peran dalam cerita disebut ....
tema
latar
tokoh
alur
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Karakter/watak tokoh dalam cerita disebut ....
tokoh
penokohan
tema
latar
Cara penulis/pengerang menempatkan dirinya di dalam cerita disebut ....
alur
tema
sudut pandang
gaya bahasa
Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui cerita disebut ....
petuah
amanat
sudut pandang
gaya bahasa
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "Dino" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut pandang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Pembuka cerpen di atas berkisah tentang ....
penokohan
konflik
tema
setting/latar
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
Abstrak
Orientasi
Komplikasi
Deskripsi umum
Sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis dalam teks cerpen terdapat dalam ...
Orientasi
Latar
Abstrak
Komplikasi
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.
Seyuman Terindah Darimu
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah...
kehilangan
kesepian
kerinduan
kesendirian
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….
Dialog Antar Tokoh
Tindakan Tokoh
Penjelasan Pengarang
Pikiran Tokoh
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit
ketakutan tokoh aku disuntik obat bius
korban kecelakaan di rumah sakit
kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah
mencintai lagu pop
mendengarkan musik bersama-sama
mencintai lagu daerah
mencintai lagu-lagu
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita"
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok"
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Dengarkan nasihat yang baik dari orang-orang di sekitar kita, termasuk orang tua kita.
Siapa pun tetap akan berdosa apabila melawan kepada suami, apalagi kepada orang tua.
Seorang suami harus membiayai keluarga, setia terhadap istri, dan adil terhadap istrinya.
Orang tua hendaklah mengarahkan sesuatu yang baik kepada anaknya, bukan yang buruk
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….
secara langsung
dialog antartokoh
tanggapan tokoh lain
lingkungan di sekitar tokoh
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Apa yang membuat Martini sedih terhadap suaminya?
Martini merasa marah, kecewa, terhadap sikap suaminya.
Rasa dendam Martini terhadap suaminya yang beristri lagi.
Rasa jengkel Martini terhadap suaminya yang tidak pulang.
Perasaan sangat malu Matini atas tingkah laku suaminya.
Cermati kutipan teks cerpen Berikut!
Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran. Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit” dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007
Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian ….
orientasi
komplikasi
konflik
resolusi
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Cermati kutipan novel berikut dengan saksama!
.......
” Bangsat siapa kau”, Haji Basuni membentak dengan geramnya.Ia hendak mencengkeram aku.Setengah takut aku mundur dan menjawab.”Aku teman Umi dan Latifah.”Dan tiba-tiba benciku timbul terhadap haji itu.
” Tapi, aku larang kau dekati mereka, mengerti anak miskin?” Betapa tersinggungku mendengar kata-kata terakhir dari haji itu.Tapi aku tak berani dan tak bisa berbuat apa-apa selain kecut dan mendongkol. Sesudah haji itu meninggalkan aku dan baru saja melangkah, dari rumah Umi terdengar suara gaduh diiringi tangis perempuan, dan itu suara Umi.Ia melolong-lolong dalam sela bentak dan rotan.
Umi Kalsum, Jamil Suherman
Konflik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah…
Melarang anaknya berhubungan dengan laki-laki
Dilarang berhubungan dengan anak Haji Basuni
Geram dan tersinggung dengan ucapan Haji Basuni
Mendengar Umi dihajar bapaknya
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …
alur maju
Alur mundur
Alur Ganda
Alur Ganda dan Maju
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Makna gentong pada kutipan tersebut melambangkan ...
ibu tokoh
rumah di masa lalu
kerinduan
penderitaan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Maksud dari bilik hati dalam kutipan tersebut adalah ...
rahasia
kehidupan
perasaan
keheningan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
(1) Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. (2) Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. (3) Menekur diam. (4) Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
(5) Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. (6) Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
(7) Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
(8) Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. (9) Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. (10) Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. (11) Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. (12) Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. (13) Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Kalimat bermajas personifikasi dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor
(2)
(5)
(8)
(13)
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Seorang anak yang tidak menyempatkan waktu untuk bertemu ibunya.
Seorang anak yang sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk belajar memasak.
Kemudahan mencari makanan dan minuman membuat seorang anak berselisih dengan ibunya.
Seorang ibu yang meminta anaknya untuk libur agar bisa belajar memasak dengannya.
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Keterkaitan isi kutipan tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
Anak perempuan di zaman sekarang tidak ada yang bisa memasak.
Seorang ibu yang memaksa anaknya untuk libur kerja.
Ketika lapar dan haus, seseorang dengan mudah bisa memesan makanan lewat ponselnya.
Orang dewasa akan selalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan ibunya.
Cermati kutipan berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
Pendeskripsian watak tokoh Aku yang cerdas diungkapkan melalui ...
deskripsi fisik tokoh
pikiran tokoh
ucapan tokoh
tingkah laku tokoh
Cermati kutipan berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
Pembuktian latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat dalam bagian ...
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku.
Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku.
Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan.
Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria.
Jon dan Con anak kembar. Jon kepala regu dan aku wakilnya. Kami bersepuluh sedang memandang daerah patroli “Tiger Brigade” dengan saksama dari puncak bukit “panic”, pos kami terdepan. Con berjongkok di samping kakaknya yang sedang meneropong kampung-kampung di bawah kami dari semak-semak. Jon melambai dan aku mendekat. “Aku akan turun ke kampung di bawah itu.”
Latar tempat yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
daerah patroli
puncak bukit
kampung
semak-semak
Unsur cerpen terbagi ke dalam .. bagian
1
2
3
4
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.
Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....
bangunan tempat memproduksi barang
bangunan tempat berjualan
bangunan tempat menitipkan barang
bangunan tempat menumpuk barang
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…
Diceritakan pengarang
Diceritakan tokoh lain
Tindakan tokoh
Dialog antartokoh
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Banyak bangsal yang kosong
Susahnya menjadi orang miskin
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...
Pencurian
Kesedihan
Kekhawatiran
Kelalaian
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memalukan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, mengenaskan
Demi dirimu lautan pun akan kuarungi
Metafora
Hiperbola
Alegori
Metonimia
Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Ironi
Oh, kamu rajin sekali jam 11 sudah bangun.
Ironi
Sarkasme
Ineundo
Sinisme
Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
Paradoks
Hiperbola
Antitesis
Metafora
Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
Sarkasme
Sinisme
Ironi
Satire
Perhatikan kalimat berikut.
Hembusan angin membelai lembut rambutku
Kalimat tersebut merupakan majas....
Personifikasi
Perumpamaan
Metafora
Metonimia
Pak Bima selalu mengawali pagi dengan minum kapal api.
Kalimat tersebut merupakan majas....
Metonimia
Personifikasi
Metafora
Alegori
Berikut ini yang merupakan contoh majas alegori adalah....
Hendaknya hidup seperti tanaman padi. Ketika semakin berisi semakin merunduk, begitu juga kita, semakin berilmu tinggi semakin rendah hati.
Api itu melahap seluruh perkantoran di kota
Dia mengenakan adidas
Berikut yang merupakan contoh majas ironi adalah ....
Kamu tidak dapat mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!
Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.
Suaramu merdu seperti kaset kusut.
Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
