WorksheetsPenggambaran Tokoh Cerita
Total questions: 15
Worksheet time: 9mins
"Dengarlah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, tetapi tidak menemukanku. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?" tanya si pohon itu. Mendengar itu, Magu sangat girang.
Perwatakan tokoh Mogu adalah ....
gemar belajar
berhati bersih
suka bertualang
motivasi belajarnya tinggi
Lihatlah Cik Tulani butuh bermenit-menit menghitung uang, menyerahkannya padaku lantas bilang, "Kau bilang pada Bapak kau, Borno. Besok kalau tetap sedikit membawa ikan, harganya dipotong seperempat."
Aku mendengus. Benar bukan? Ujung-ujungnya minta diskon.
Watak tokoh Cik Tulani dalam kutipan teks di atas ....
pemarah
nyinyir
pelit
teliti
Lihatlah Cik Tulani butuh bermenit-menit menghitung uang, menyerahkannya padaku lantas bilang, "Kau bilang pada Bapak kau, Borno. Besok kalau tetap sedikit membawa ikan, harganya dipotong seperempat."
Cara penggambaran tokoh dalam teks di atas ....
melalui dialog tokoh
dengan menggambarkan sikap tokoh
diceritakan oleh tokoh lain
dengan menggambarkan jalan pikiran tokoh
"Dengarlah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, tetapi tidak menemukanku. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?" tanya si pohon itu. Mendengar itu, Magu sangat girang.
Cara penggambaran watak tokoh dalam kutipan teks di atas ....
digambarkan secara langsung oleh pengarang
digambarkan melalui sikap tokoh
digambarkan melalui jalan pikiran tokoh
digambarkan melalui dialog tokoh lain
Walaupun orang tua kami bukan orang kaya, tetapi kurasa mereka masih mampu membelikan Andi sebuah sepatu baru yang lebih layak pakai. Sepatu butut itu begitu mengganggu pikiranku. Kenapa Andi tidak minta sepatu baru saja biar keren seperti teman-temannya, si Ivan dengan sepatu ketsnya, atau seperti Dodi dengan sepatu sportnya?
Watak tokoh Andi dalam kutipan teks di atas ....
tidak terlalu peduli penampilan
jorok
tidak suka sepatu baru
tidak suka memakai sepatu
Saya merasa waktu itu kakek adalah orang yang dihormati oleh penduduk kampung. Siapapun akan mengangguk hormat apabila bertemu kakek. Di sawah saat mengontrol air Kakek menjadi tempat bertanya apabila ada masalah. Dan Kakek adalah orang yang memutuskan apakah tikus atau berang-berang yang mulai merusak tanaman itu harus diburu segera atau tidak.
Berdasarkan kutipan teks di atas, tokoh Kakek adalah tokoh yang ....
dihormati
dipercaya oleh warga
berpengaruh
pembuat masalah
Saya merasa waktu itu kakek adalah orang yang dihormati oleh penduduk kampung. Siapapun akan mengangguk hormat apabila bertemu kakek. Di sawah saat mengontrol air Kakek menjadi tempat bertanya apabila ada masalah. Dan Kakek adalah orang yang memutuskan apakah tikus atau berang-berang yang mulai merusak tanaman itu harus diburu segera atau tidak.
Cara penggambaran watak tokoh Kakek dalam teks di atas .....
cara langsung
dialog tokoh
jalan pikiran tokoh
diceritakan oleh tokoh lain
Aku memang tidak senang dengannya. Dia tidak bisa menyimpan rahasia. Mulutnya ember, bocor, tak ada remnya. Aku sudah bilang, tolong jangan cerita pada orang lain. Eh, baru sehari sudah banyak yang tahu. Dia bukan orang yang dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia. Aku sudah tidak mau lagi berbicara masalah yang sedang kuhadapi kepada dia.
Cara penggambaran tokoh dalam teks di atas adalah ....
melalui jalan pikiran tokoh
menggambarkan lingkungan sekitar tokoh
melalui dialog tokoh lain
diceritakan oleh tokoh lain
Aku memang tidak senang dengannya. Dia tidak bisa menyimpan rahasia. Mulutnya ember, bocor, tak ada remnya. Aku sudah bilang, tolong jangan cerita pada orang lain. Eh, baru sehari sudah banyak yang tahu. Dia bukan orang yang dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia. Aku sudah tidak mau lagi berbicara masalah yang sedang kuhadapi kepada dia.
Watak tokoh "dia" dalam teks di atas .....
terlalu banyak berbicara
tidak bisa menyimpan rahasia
tidak dapat dipercaya
tidak ada remnya
Vani sangat heran mendengar pernyataan teman-temannya yang mengatakan bahwa anak baru yang bernama Alex adalah laki-laki yang paling perfect di sekolahnya. Memang, Alex memiliki wajah tampan dengan rahang yang tegas, kulit putih, bertubuh atletis dan juga mata yang indah. Ia tidak mau saling bertegur sapa kepada siapa saja yang lewat di hadapannya membuat Vani membenci Alex.
Cara penggambaran tokoh Alex dalam kutipan teks di atas ....
melalui keterangan tokoh lain
dijelaskan langsung oleh pengarang
menggambarkan bentuk fisik tokoh
melalui pendapat tokoh lain
Bapak nelayan tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga, terjatuh dari perahu saat melaut. Jatuh bukan masalah. Bukan nelayan kalau tidak pernah jatuh. Lagi pula Bapak bisa berenang semalaman kalau dia mau. Badai juga tidak masalah. Berpuluh tahun jadi pelaut, Bapak mewarisi kepandaian melewati badai secara turun temurun. Dikepung hiu buas, ikan pari, atau binatang besar lainnya juga hal biasa.
Watak tokoh ayah ....
tangguh
nelayan tangguh
ayah yang bertanggung jawab
ayah yang pandai
Yudho dan Roeki berlari sekencang mungkin, meloloskan diri dari pintu-pintu yang menutup. Lolos dari satu pintu, lalu mengejar pintu lain. Hingga akhirnya, tampak pintu terakhir. Pintu itu sudah mulai menutup. Tinggal satu meter lagi.
"Kita tidak mungkin berhasil!" jerit Yudho.
"Harus!" pekik Roeki lalu ia maju ke depan dan mendorong Yudho sekuat tenaga hingga sahabatnya itu terlempar jauh ke depan melewati pintu terakhir. Ia sendiri masih di belakang. Yudho tersentak. Ia sadar, ia sudah selamat, namun Roeki belum. Serta merta ia berbalik dan menatap sedih pada sahabatnya yang berjuang menyelamatkan hidupnya.
Watak Roeki pada kutipan teks di atas ....
rela berkorban
berputus asa
sangat gigih
tidak bertanggung jawab
Yudho dan Roeki berlari sekencang mungkin, meloloskan diri dari pintu-pintu yang menutup. Lolos dari satu pintu, lalu mengejar pintu lain. Hingga akhirnya, tampak pintu terakhir. Pintu itu sudah mulai menutup. Tinggal satu meter lagi.
"Kita tidak mungkin berhasil!" jerit Yudho.
"Harus!" pekik Roeki lalu ia maju ke depan dan mendorong Yudho sekuat tenaga hingga sahabatnya itu terlempar jauh ke depan melewati pintu terakhir. Ia sendiri masih di belakang. Yudho tersentak. Ia sadar, ia sudah selamat, namun Roeki belum. Serta merta ia berbalik dan menatap sedih pada sahabatnya yang berjuang menyelamatkan hidupnya.
Cara penggambaran tokoh pada kutipan teks di atas ....
melalui penggambaran jalan pikiran tokoh
melalui dialog tokoh
melalui tindakan tokoh
melalui penggambaran bentuk fisik tokoh
"Apa yang tidak ibu berikan padamu? Ibu bekerja keras supaya bisa menyekolahkanmu. Kau tak punya kewajiban apa-apa selain sekolah dan belajar. Ibu juga tak pernah melarangmu melakukan apa yang kau suka. Tapi, mestinya kamu ingat bahwa kewajiban utamamu adalah belajar. Hargai sedikit jerih payah ibu!"
Di luar dugaannya, anak itu menatapnya dengan berani. "Ibu tidak perlu susah payah menghidupi aku kalau ibu keberatan. Aku bisa saja berhenti sekolah dan tidak usah menjadi tanggungan ibu lagi."
Ucapan yang membuktikan tokoh anak berani menentang orang tua adalah .....
"Ibu tidak perlu susah payah menghidupi aku kalau Ibu keberatan."
"Aku bisa saja berhenti sekolah dan tidak usah menjadi tanggungan ibu lagi."
"Kau tidak punya kewajiban apa-apa selain belajar."
"Hargai sedikit jerih payah Ibu!"
“ Ayolah, Nak jangan tidur terus, kamu kan mau ujian, Sayang, ayo belajar!” Ujar Bu Galuh kepada Fajar anaknya yang dilihatnya terlalu santai dalam menghadapi ujian. Fajar tidak menjawab. Ia hanya diam membisu. Ia tidak segera bangun dari tidurnya, bahkan ia membetulkan letak selimutnya itu. “ Lho, dikasih tahu kok malah tidur lagi, ayo setengah jam lagi harus bangun terus belajar ya, Nak,” lanjut Bu Galuh.
Watak tokoh Bu Galuh sabar dan lemah lembut digambarkan melalui ....
dialog tokoh tersebut
dialog tokoh lain
diceritakan langsung oleh pengarang
sikap tokoh
