NEW
Font size
Worksheetslatihan kromatografi lapis tipis
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Benar atau salah tebal lapisan pada lempeng klt adalah 0,15 – 2,0 mm?
Benar
Salah
konstanta dieletrik pada metanol dan etanol adalah
31 dan 33
33 dan 31
33 dan 30
30 dan 33
Benar atau salah prinsip klt adalah penyebaran atau kemampuan suatu zat yang ada dalam larutan untuk berpisah kedalam pelarut yang digunakan merupakan DEFINISI partisi
Salah
Benar
benar atau salah alasan dilakukan penjenuhan chamber adalah untuk menghindari adanya uap air yang dapat mengganggu proses elusi
Benar
salah
benar atau salah lempeng 366, lempeng nya yang berflurosensi
Benar
Salah
ukuran lempeng klt yang sering digunakan adalah
7 x 1
20 x 20
1 x 7
8 x 1
fase gerak pada kromatografi lapis tipis di pengaruhi oleh....
tingkat polaritas
konstanta dieletrik
nilai Rf
eluen
fase gerak di sebut juga dengan ?
adsorben
eluen
lempeng
konstanta dieletrik
dalam proses klt, yang bermigrasi pada plat kromatografi adalah ?
sampel dan fase gerak
fase diam dan fasa gerak
fase gerak dan eluen
sampel dan fase diam
pada proses kromatografi, fase diam disebut juga dengan?
solvent
analit
fase stasioner
kromatogram
Seorang analis melaporkan hasil analisisnya bahwa dalam proses analisis yang terjadi adalah proses adsorpsi. Hal berikut yang berkaitan dengan pernyataan tersebut adalah . . . .
Fasa diam yang digunakan adalah kaca atau aluminium
Fasa gerak yang digunakan adalah pelarut murni
Wadah yang digunakan adalah wadah berbahan kaca
Fasa gerak yang digunakan adalah campuran pelarut polar dan non-polar
Fasa diam yang digunakan adalah silika atau alumina
Laboratorium memiliki beberapa jenis pelarut yaitu metanol, dietil eter, etanol, dan kloroform. Untuk melakukan pemisahan kromatografi lapis tipis yang membutuhkan perbedaan kepolaran yang tinggi maka pelarut yang sebaiknya digunakan adalah . . . .
Metanol dan dietil eter
Metanol dan etanol
Etanol dan kloroform
Etanol dan dietil eter
Metanol dan kloroform
Suatu campuran diduga mengandung kafein dan parasetamol dipisahkan menggunakan kromatografi lapis tipis, setelah selesai ternyata tidak terlihat warna noda pada kromatoplat, hal yang dapat dilakukan analis adalah . . . .
Menganggap komponen tidak terpisah
Merendam kromatoplat dengan pereaksi penampak noda
Melanjutkan kembali percobaan selama beberapa menit
Menyinari kromatoplat dengan sinar UV
Mengulang kembali percobaan
Perhatikan data hasil pemisahan komponen obat menggunakan kromatoplat sepanjang 17 cm yang dibatas 1 cm pada kedua ujungnya sebagai tanda untuk penotolan sampel dan batas pelarut pada tabel di atas!
Nilai Rf yang tepat berdasarkan data tersebut adalah . . . .
Rf X1 0,33 dan Rf X2 0,67
Rf X1 0,38 dan Rf X2 0,77
Rf X1 0,36 dan Rf X2 0,71
Rf X1 0,31 dan Rf X2 0,63
Rf X1 0,29 dan Rf X2 0,59
Perhatikan gambar di atas!
Keterangan (dari kiri ke kanan)
IBU : Baku ibuprofen 100ppm
CAF : Baku kafein 100ppm
U? : Sampel Obat Sakit Kepala
PAR : Baku parasetamol 100ppm
ASP : Baku aspirin 100ppm
Pernyataan yang tepat berkaitan dengan gambar tersebut adalah . . . .
Sampel mengandung parasetamol dan kafein dalam jumlah sama
Sampel sama sekali tidak mengandung ibuprofen dan aspirin
Sampel mengandung parasetamol dan kafein dalam jumlah berbeda
Sampel mengandung parasetamol sebanyak 100 ppm
Sampel mengandung kafein sebanyak 100 ppm
Manakah yang bukan jenis kromatografi planar?
Perhatikan penjelasan kromatografi planar dibawah ini, manakah yang tidak sesuai??
Larutan cuplikan diteteskan pada suatu titk pada permukaan fase gerak planar
Setelah pelarut menguap, kemudian dikembangkan dengan fase gerak melalui permukaan tersebut dalam ruang pengembang
Gerakan fase gerak sebagai akibat dari efek kapiler pada fase diam
Terdapat beberapa manfaat dalam penggunaan kromatografi lapis tipis, manakah yang bukan?
Pemeriksaan kualitatif dan pemurnian senyawa
Pemeriksaan hanya pada simplisia tumbuhan
Pemeriksaan komposisi dari sampel
Dalam KLT terdapat beberapa penyerap fase diam yang dapat digunakan. Manakah yang tidak sesuai?
Penyerap (Silika gel) mekanisme soprsi (partisi)
Penyerap (Alumina) mekanisme soprsi (Adsorpsi)
Penyerap (Gel sephadex) mekanisme soprsi (Eksklusi)
Perhatikan gambar ini, jika diketahui jarak eluen sebesar 15 cm, jarak noda biru (N1) sebesar 5 cm, jarak noda hijau (N2) sebesar 7 cm, dan jarak noda merah (N3) sebesar 11 cm. Berapa nilai Rf dari ketiga noda tersebut?
Rf N1 = 0,54, Rf N2 = 0,78, dan Rf N3 = 0,98
Rf N1 = 0,4, Rf N2 = 0,65, dan Rf N3 = 0,83
Rf N1 = 0,33, Rf N2 = 0,467, dan Rf N3 = 0,73
Kromatografi Lapis Tipis Densitometer merupakan
Metoda analisis instrumental yang berdasarkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan analit yang merupakan noda pada KK
Metoda analisis instrumental yang berdasarkan interaksi radiasi elektrostatis dengan analit yang merupakan noda pada KLT
Metode analisis instrumental yang berdasarkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan analit yang merupakan noda pada KLT
Perhatikan gambar berikut, urutkan dengan benar
a. Visible (1 - 400 nm)
b. Infrared (400 - 750 nm)
c. Ultraviolet (750 nm - 25 um)
a. Ultraviolet (1 - 400 nm)
b. Visible (400 - 750 nm)
c. Infrared (750 nm - 25 um)
a. Infrared (1 - 400 nm)
b. Ultraviolet (400 - 750 nm)
c. Visible (750 nm - 25 um)
lnteraksi radiasi elektrornagnetik dengan
noda pada KLT terjadi secara, kecuali
Absorpsi
Transmisi
Pembiasan
Apakah perbedaan antara TLC dan HPTLC? Yang benar dari pilihan dibawah ini?
TLC memiliki plate particle size sebesar 10 - 25 um sedangkan HPTLC 5 - 7 um
Untuk derivatisasi TLC secara dipping sedangkan HPTLC secara spraying
Development time yang dibutuhkan untuk TLC sebesar 3 - 20 menit sedangkan HPTLC sebesar 30 - 200 menit
Pada pengunaan alat KLT Densitometer, hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya diketahui panjang gelombang yang akan diprogram, namun jika tidak mengetahui perlu dilakukan scanning terlebih dahulu. Berdasarkan gambar ini, merupakan cara scanning sistem?
Cara sistem memanjang
Cara sistem memendek
Cara sistem zig-zag
Pada tahun 1906, Mikhail Tsweet menggunakan kromatografi untuk memisahkan pigmen tumbuhan. Metode ini diperkenalkan dan dikembangkan sesudahnya menjadi mrtode yang mumpuni dalam identifikasi baik secara kualitatif dan kuantitatif. Mikhail Tswett adalah seorang ...
Ahli Botani
Ahli Kimia
Ahli Nuklir
Dokter
Kromatografi dapat diklasifikasikan berdasarkan pada fasemdiamnya atau pun fase geraknya. Contoh fase diam pada kromatografi lapis tipis adalah
Kertas
Silica gel pada permukaan plat kaca
Silica gel pada kolom
Larutan dengan ion senama
Dalam prosesnya, setiap metode kromatografi memerlukan fase gerak untuk menghantarkan sampel pada titik pemisahannya. Contoh fase gerak yang dapat digunakan pada kromatografi adalah
Silica
Alumina
Selulosa
n-Heksana
Pada kromatografi lapis tipis, bercak yng dibawa oleh fase gerak dapat saja tidak berwarna. Untuk menginformasikan keberadaan suatu senyawa dalam keadaan tertentu diperlukan pereaksi visualisasi. Sampel yg mengandung alkaloida sebaiknya disemprotkan dengan pereaksi ...
Antimoni klorida
Anilin ftalat
Dragendorff
Ninhidrin
Setiap senyawa memiliki nilai Rf spesifik. Pada suatu plat KLT didapati jarak dari titik awal ke bagian ujung atas pelarut adalah 10 cm, dan jarak dari titik awal ke bagian tengah bercak yang dihantarkan naik oleh pelarut adalah 7 cm. Maka, nilai Rf senyawa tersebut adalah
0,7
7
70
0,1425 cm
i, ii, iii
i, iii, iv
i, iv, v
ii, iii, iv
iii, iv, v
Fasa yang bergerak pada arah tetentu disebut....
Eluen
Elusi
Fasa mobile
Fasa stasioner
Kromatogram
Proses migrasi/pergerakan yang membawa komponen-komponen zat yang dianalisa pada kromatografi disebut....
Fasa mobile
Fasa stasioner
Eluen
Elusi
Kromatogram
Fase diam di bawah ini yang paling sering digunakan pada kromatografi lapis tipis adalah....
Alumina
Kalsium karbonat
Silika gel
Kieselgur
Resin
Alat berikut dapat digunakan untuk menotolkan sampel dalam plat KLT guna keperluan kuantitatif....
batang lidi
pipet tetes
pipa kapiler
micro syringe
pipet ukur
Sampel yang dianalisa dengan KLT ditotolkan pada bagian....
Bagian atas plat
Bagian tengah plat
Bagian bawah plat dan tercelup pelarut
Bagian bawah plat dan tidak tercelup pelarut
Bagian tepi plat
Pada preparasi sampel produk pangan, zat warna dapat diekstrak dengan cara....
Menambahkan n-heksana
Mengasamkan
Menambahkan ammonia
Menambahkan metanol
Menguapkan amonia
Asam asetat yang digunakan untuk mengasamkan sampel memiliki konsentrasi....%
0,1
0,5
1
5
10
Alat-alat berikut ini paling tepat digunakan untuk mengekstrak zat warna sintesis dari sampel bahan pangan....
Beaker gelas 500 mL, batang pengaduk, pembakar spiritus, kaki tiga
Beaker gelas 150 mL, batang pengaduk, pembakar spiritus, kaki tiga
Beaker gelas 500 mL, batang pengaduk, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa
Beaker gelas 150 mL, batang pengaduk, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa, botol semprot
Beaker gelas 500 mL, batang pengaduk, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa, botol semprot
2, 3, 4, 5
1, 3, 4, 5
1, 2, 4, 5
3, 4, 5, 6
1, 4, 5, 6
Sebelum digunakan untuk analisa, bejana yang telah berisi pelarut didiamkan dulu selama beberapa menit dengan tujuan untuk....
Mengelusi sampel
Menetralkan pelarut
Menjenuhkan pelarut
Melarutkan sampel
Menjenuhkan uap pelarut
Teknik kromatografi dua dimensi dapat dilakukan jika....
Diperoleh nilai Rf = 1
Tidak diperoleh noda-noda yang terpisah
Tidak diperoleh noda yang tampak
Senyawa yang dianalisa memiliki harga Rf yang sangat berdekatan satu sama lain
Harga Rf yang diperoleh dari senyawa yang terpisah sangat kecil
Visualisasi dengan tidak merusak komponen senyawa dapat dilakukan dengan cara....
Pencelupan plat dalam pereaksi
Penyemprotan dengan pereaksi
Menggunakan uap iodin
Menggunakan lampu UV
Elusi ulang dengan pereaksi
Prinsip pemisahan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis adalah....
Adsorbsi
Partisi
Ekstraksi
Eksklusi
Penukaran ion
Komponen yang merambat lebih cepat mengikuti eluen adalah komponen yang....
memiliki kepolaran yang mendekati fasa diam
memiliki kepolaran yang mendekati fasa gerak
lebih polar
kurang polar
ukuran molekul besar
1,6,2,3,4,5
3,6,4,1,2,5
4,1,3,6,2,5
3,6,1,4,2,5
6,3,4,1,2,5
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan data tersebut adalah....
Semua sampel jamu yang dianalisa tidak mengandung cafein
Sampel jamu A dan C mengandung cafein
Sampel B tidak mengandung cafein
Hanya sampel C yang mengandung cafein
Hanya sampel C yang tidak mengandung cafein
Laboratorium memiliki beberapa jenis pelarut yaitu metanol, dietil eter, etanol, dan kloroform. Untuk melakukan pemisahan kromatografi lapis tipis yang membutuhkan perbedaan kepolaran yang tinggi maka pelarut yang sebaiknya digunakan adalah . . . .
Metanol dan dietil eter
Metanol dan etanol
Etanol dan kloroform
Etanol dan dietil eter
Metanol dan kloroform
Perhatikan data hasil pemisahan komponen obat menggunakan kromatoplat sepanjang 17 cm yang dibatas 1 cm pada kedua ujungnya sebagai tanda untuk penotolan sampel dan batas pelarut pada tabel di atas!
Nilai Rf yang tepat berdasarkan data tersebut adalah . . . .
Rf X1 0,33 dan Rf X2 0,67
Rf X1 0,38 dan Rf X2 0,77
Rf X1 0,36 dan Rf X2 0,71
Rf X1 0,31 dan Rf X2 0,63
Rf X1 0,29 dan Rf X2 0,59
Perhatikan gambar di atas!
Keterangan (dari kiri ke kanan)
IBU : Baku ibuprofen 100ppm
CAF : Baku kafein 100ppm
U? : Sampel Obat Sakit Kepala
PAR : Baku parasetamol 100ppm
ASP : Baku aspirin 100ppm
Pernyataan yang tepat berkaitan dengan gambar tersebut adalah . . . .
Sampel mengandung parasetamol dan kafein dalam jumlah sama
Sampel sama sekali tidak mengandung ibuprofen dan aspirin
Sampel mengandung parasetamol dan kafein dalam jumlah berbeda
Sampel mengandung parasetamol sebanyak 100 ppm
Sampel mengandung kafein sebanyak 100 ppm
