Font size
WorksheetsPENDALAMAN MATERI SEJARAH KLAS XII ganjil
Total questions: 100
Worksheet time: 3hrs 32mins
Salah satu faktor penyebab munculnya ancaman disintegrasi bangsa di berbagai daerah adalah karena adanya Perbedaan. Berikut merupakan bentuk ancaman distegrasi yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan adalah . . . .
APRA Bandung, DI/TII Jawa Barat dan PKI Madiun 1948
RMS, DI/TII Sulawesi Selatan, dan DI/TII Kalimantan Selatan
PKI Madiun, DI/TII Aceh dan G30S/PKI 1965
APRA, RMS dan Andi Aziz
Andi Aziz, PKI Madiun dan DI/TII
Sebelum bergabung dengan Muso dan membentuk FDR di Madiun, beliau pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dan menginisiasi terselenggaranya Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948, dia adalah . . . . .
Amir Syarifuddin
Syafrudin Prawira Negara
Moh. Yamin
Tan Malaka
Sutan Syahrir
Dalam aksinya, PKI Madiun sering melakukan aksi-aksi penculikan dan pembunuhan terhadap tokoh lawan politiknya. Selain itu, untuk melancarkan aksinya, Muso merencanakan daerah Madiun sebagai basis Gerilya dan daerah Surakarta sebagai Wild West untuk mengalihkan perhatian pemerintah pusat. Yang dimaksud dengan Wild West adalah . . . . .
Daerah Liar tempat PKI dan ormasnya merencanakan Kudeta terhadap pemerintah
Daerah Liar tempat PKI dan ormas-ormasnya melakukan teror kepada masyarakat dan pemerintah
Daerah sasaran untuk mengalihkan perhatian pemerintah
Daerah pusat pengembangan strategi dalam melakukan pemberontakan
Daerah bebas
Berikut merupakan faktor penyebab pemberontakan DI/TII lebih cepat menyebar ke berbagai daerah adalah . . . . .
Karena DI/TII memiliki banyak simpatisan di berbagai daerah
Karena mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam
Kesenjangan ekonomi pusat dan daerah memicu pemimpin daerah untuk mengambil jalan lain
Sebagian besar daerah masih terdapat kelompok gerilya yang memiliki pandangan sama dengan Kartosuwiryo
Karena Pemerintah belum mampu mengatasi pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
Latarbelakang munculnya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat disebabkan oleh . . . . .
Ketidakpuasan Kartosuwiryo terhadap sikap pemerintah yang menerima hasil perjanjian Renville
Adanya keinginan Kartosuwiryo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia yang sudah terkonsep sejak 1942
Semangat Perang Suci untuk mengusir Belanda dari Jawa Barat
Kegagalan Pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia pasca perjanjian Renville
Adanya desakan kelompok Islam Internasional untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia
Adapun alasan Kapten Andi Aziz melakukan pemberontakan terhadap pemerintah RIS disebabkan oleh . . . . .
Beredarnya kabar bahwa pemerintah RIS akan mengirimkan pasukan APRIS untuk mengantikan pasukan Andi Aziz
Pasukan Andi Aziz tidak diterima dalam pasukan APRIS
Pemerintah menurunkan pangkat Andi Aziz menjadi Kapten
Andi Aziz dan pasukannya diperlakukan tidak adil karena berasal dari satuan KNIL
Andi Aziz menganggap bahwa keamanan Kota Makassar adalah tanggung jawabnya
Adapun yang menjadi latarbelakang munculnya pemberontakan RMS di wilayah Maluku pada April 1950 adalah . . . . .
Terjadinya kesenjangan alokasi anggaran belanja antara pusat dengan daerah
Keinginan sejumlah tokoh yang ingin mempertahankan kekuasaannya diwilayah NIT
Pengiriman pasukan ekspedisi APRIS menggantikan pasukan KNIL yang telah lama menduduki Maluku
Kelalaian Pemerintah dalam merespon keinginan rakyat Maluku Selatan
Kegagalan Pemerintah dalam mewujudkan otonomi khusus bagi Rakyat Maluku
Berikut merupakan faktor utama penyebab Daud Beureuh memproklamirkan berdirinya DI/TII di Aceh dan bergabung dengan Kartosuwiryo adalah . . . .
Merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang terlalu lunak dalam mengahadapi Belanda
Merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan Aceh sebagai bagian dari provinsi Sumatera Utara
Merasa kecewa dengan pemerintah yang tidak merealisasikan janji untuk menjadikan Aceh sebagai daerah otonomi khusus
Merasa kecewa dengan sikap Soekarno yang terlalu dekat dengan Komunis
Merasa kecewa karena Daud Beureuh tidak diangkat menjadi Menteri setelah berperan besar diawal kemerdekaan
Perhatikan pernyataan berikut ini :
1. Kebijakan pemerintah yang terlalu sentralistik
2. Ketimpangan pembangunan antara pusat dengan daerah
3. Semakin kuatnya pengaruh komunis di pemerintahan
4. Gagalnya konsolidasi dengan pimpinan militer daerah
5. Adanya tekanan pihak asing (Amerika) terhadap politik Indonesia
Yang merupakan faktor penyebab terjadinya peristiwa PRRI/Permesta adalah.....
1 dan 2
3 dan 4
4 dan 5
1 dan 3
1 dan 5
Peristiwa PRRI dan Permesta ditandai dengan pembentukan dewan militer diberbagai daerah diantaranya adalah . . .
Dewan Gajah di Sumatera Utara dan Dewan Banteng di Sumatera Tengah
Dewan Garuda di Sumatera Selatan dan Dewan Gajah di Sumatera Barat
Dewan Manguni di Sulawesi dan Dewan Jenderal di Jakarta
Dewan Banteng di Sumatera dan Dewan Manguni di Sulawesi Selatan
Dewan Perjuangan di Aceh dan Dewan Jenderal di Jawa
Sebagian pemuda Indonesia sempat menjadi bagian dari pasukan yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Setelah Indonesia merdeka, tidak semua pemuda tersebut turut dalam perjuangan justru ada yang memberontak. Pemberontakan di Bandung didalangi oleh pasukan yang berasal dari prajurit ....
Heiho
Kampetai
NICA
Peta
KNIL
Pimpinan G30 S PKI 1965 di lapangan yang memimpin aksi penculikan terhadap perwira-perwira TNI AD adalah....
Letnan Kolonel Untung
D. N. Aidit
Musso
Sneevliet
Semaun
Pahlawan yang gugur dalam penumpasan pemberontakan RMS adalah ....
Kolonel A.E Kawilarang
Mayor Suryo Subandrio
Mayor Ahmad Wiranatakusumah
Letnan Kolonel Ahmad Yani
Letnan Kolonel Slamet Riyadi
Kahar Muzakar mempimpin pemberontakan DI/TII di daerah…
Aceh
Jawa Tengah
Sulawesi Selatan
Kalimantan Selatan
Jawa Barat
Latar belakang pemberontakan APRA adalah…
Ingin mendirikan Negara Islam
Ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat
Ingin mempertahankan Negara Pasundan
Adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah
Mengakui keberadaan DI/TII
Salah satu akibat dari ditandatanganinya perjanjian renville antara Indonesia dengan belanda adalah terjadinya peristiwa pemberontakan oleh…
DI/TII
APRA
Andi Aziz
RMS
PRRI
Sultan Syarif Kasim II merupakan sultan Siak yang membantu perjuangan bangsa Indonesia dengan membentuk Komite Nasional Siak serta menyuplai bahan makanan.
Benar
Salah
Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan tokoh Nasional yang berjuang demi Inegrasi bangsa melalui pemikiran politi dan sastra. Beliau juga merupakan tokoh yang memberikan sumbangsih dalam konsep Pancasila.
Benar
Salah
Tokoh pahlawan perempuan yang berasal dari Sulawesi terkenal dengan kalimat "Selama saya masih mengucapkan kalimat Syahadat, selama itu saya tidak akan keluar dari organisasi Partai Sarekat Islam Indonesia. Apa yang saya lakukan di mana-mana selama ini hanyalah perintah Tuhan, Amar Ma'ruf Nahi Munkar.”
Ia merupakan Opu Daeng Risadju yang diusia senjanya masih berjuang melawan kolonialisme Belanda, bentuk aksi dari Opu Daeng Risadju antara lain sebagai berikut:
(jawaban lebih dari satu)
Dianggap membahayakan pemerintah Kolonial Belanda karena kegiatan dari Partainya mampu mempengaruhi rakyat Sulawesi untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda
Memimpin dan Mendirikan Partai Syarekat Islam Indonesia di Sulawesi Barat
Menjadi sasaran tangkap Netherlands-Indies Civil Administration
Menanamkan semangat juang melalui perluasan Partai Syarikat Islam Indonesia di Sulawesi Selatan
Integrasi adalah....
Perpecahan
Perjalanan
Kebudayaan
Persatuan
Latar belakang peristiwa PKI Madiun adalah....
Ingin menjadikan Indonesia negara Sosialisme
Ingin menjadikan Indonesia negara Nasionalisme
Ingin menjadikan Indonesia negara Komunisme
Ingin menjadikan Indonesia negara Liberalisme
Latar belakang peristiwa PRRI dan Permesta adalah....
Adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Darat, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Sulawesi
Adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Laut, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Jawa
Adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Darat, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Kalimantan dan Sulawesi
Adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Udara, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Sulawesi
Kepanjangan dari Permesta adalah....
Perjuangan Rakyat Semesta
Perjuangan Semesta
Perjuangan Bersama Semesta
Persatuan Semesta
Disintegrasi adalah....
Perpecahan
Persatuan
Perpisahan
Kehancuran
Tokoh Pemimpin dari DI/TII di Jawa Barat adalah....
Daud Beureuh
Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo
Raymond Westerling
Kahar Muzakkar
Dalang G30S PKI yang berhasil melarikan diri pada peristiwa PKI Madiun tahun 1948 adalah....
D.N. Aidit dan Lukman
D.N. Aidit dan Muso
Amir Syarifuddin dan Lukman
Muso dan Amir Syarifuddin
Pemberontakan RMS dilakukan dengan tujuan.... dan terjadi pada....
Menjauhkan diri dari Republik Indonesia dan terjadi pada April 1940
Mempersatukan diri dengan Republik Indonesia dan terjadi pada April 1950
Memisahkan diri dari Republik Indonesia dan terjadi pada April 1960
Memisahkan diri dari Republik Indonesia dan terjadi pada April 1950
APRA dibentuk oleh.... pada tahun....
Kapten Raymond Westerling pada tahun 1947
Kapten Raymond Westerling pada tahun 1948
Kapten Raymond Westerling pada tahun 1949
Kapten Raymond Westerling pada tahun 1950
Peristiwa Andi Aziz terjadi di....
Gowa, Sulawesi Selatan
Makassar, Sulawesi Selatan
Malino, Sulawesi Selatan
Palopo
Apa yang dimaksud Unitaris....
Gabungan dari banyak negara
Negara bagian
Negara mandiri
Negara kesatuan
Tokoh yang berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka dan menjadi anggota delegasi Papua dalam Konferensi Malino di Sulawesi Selatan adalah....
Silas Papare
Marthen Indey
Frans Kaisiepo
Ismail Marzuki
Saat Indonesia merdeka, di Indonesia, masih ada kerajaan-kerajaan yang berdaulat. Hebatnya, para penguasa kerajaan-kerajaan tersebut lebih memilih untuk meleburkan kerajaan mereka ke dalam negara Republik Indonesia. Siapakah nama raja yang menyerahkan 30% harta kekayaannya berupa emas kepada Presiden Soekarno untuk kepentingan perjuangan?
Sultan Hamengku Buwono IX
Sultan Syarif Kasim II
Sultan Hamengku Buwono XI
Sultan Syarif Kasim 11
Pencipta lagu Indonesia Raya adalah....
Wage Rudolf Soepratman
Ismail Marzuki
Opu Daeng Risaju
WR Supratman
Lagu-lagu Ismail Marzuki yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan adalah....
Rayuan Pulau Kelapa
Halo-Halo Bandung
Selendang Sutera
Sepasang Mata Bola
Opu Daeng Risaju berasal dari....
Palopo, Sulawesi Selatan
Bandung, Jawa Barat
Malino, Sulawesi Selatan
Manado, Sulawesi Utara
Peristiwa G30S PKI menewaskan 7 Pahlawan Revolusi diantaranya ada 6 Jenderal dan 1 Perwira yang bernama....
Lettu Pierre Andreas Tendean
Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
Mayor Jenderal Raden Soeprapto
Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan
Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Republik Indonesia merupakan isi amanat dari....
Sultan Syarif Kasim II
Sultan Hamengkubuwono IX
Sultan Hamengkubuwono X
Sultan Hamengkubuwono XI
Pada tahun berapa peristiwa PKI Madiun terjadi....
1948
1949
1950
1951
Pemberontakan PRRI dan Permesta terjadi akibat adanya kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Sulawesi, terhadap....
KSAD
KSAL
KSAU
Presiden RI
Periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia disebut
Demokrasi Parlementer
Demokrasi Presidensial
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terbuka
Sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah
Partai Tunggal
Multi Partai
Dwi Partai
Partai Koalisi
Partai Oposisi
Mengapa pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia sering terjadi pergantian kabinet
Program kerja kabinet kurang sesuai dengan keadaan Indonesia pada waktu itu
adanya perbedaan kepentingan diantara partai-partai yang tidak pernah terselesaikan dengan baik
Program yang dicanangkan setiap kabinet sering mendapat penolakan rakyat
Rakyat tidak percaya dengan kabinet tersebut
Adanya politik adu domba yang dilakukan oleh pihak lain
Zaket kabinet (1957-1959) merupakan istilah untuk kabinet
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Ali Sastroamijoyo 1
Berhasil menyelenggrakan Konferensi Asia Afrika merupakan prestasi yang pernah dicapai oleh kabinet
Ali Sastroamidjoyo
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Berikut ini yang termasuk dalam program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan Irian Barat
menyelenggarakan pemilu 1955
Pembatalan KMB
Normalisasi keadaan RI
Menyempurnakan struktur pemerintahan
Mulai berlakunya UUD sementara 1950 sampai Dekret Presiden 5 Juli 1959 telah terjadi beberapa pergantian kabinet sebanyak
5 kabinet
6 kabinet
7 kabinet
8 kabinet
9 kabinet
Kabinet Djuanda disebut juga Zaken Kabinet karena
terdapat tiga orang yang menjabat sebagai waki perdana menteri
memiliki program utama penyelesaian masalah Irian Barat
mendapat dukungan militer dalam menjalankan programnya
memiliki jumlah menteri yang sangat banyak
terdiri atas orang-orang yang ahli di bidangnya
Pada masa Demokrasi Liberal, bangsa Indonesia menganut sistem pemerintahan
Presidensil
Parlementer
Konstituante
Monarki
Campuran
Pada masa demokrasi liberal, presiden tidak berperan sebagai kepala pemerintahan karena
ketidakmampuan presiden memilih menteri yang cakap dalam kabinet
sesuai dengan hasil kesepakatan KMB
Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial
Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer
Presiden sudah menduduki jabatan sebagai panglima tertinggi
Sejak masa kabinet Sukiman, politik luar negeri Indonesia menjadi salah satu prioritas pemerintah. adapun politik luar negeri bangsa Indonesia adalah
Dualisme kekuatan
politik dagang
politik kiblat kanan
politik kiblat kiri
politik bebas aktif
Penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Peristiwa Tanjung merawa
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Wilopo adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno sesuai dengan tuntutan daerah
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Salah satu keberhasilan program kerja kabinet Ali Sastroamidjoyo I adalah
kembalinya Irian Barat menjadi milik Indonesia
Diadakannya Konferensi Asia Afrika
Terselenggaranya Pemilu pertama
Repelita
Pembatalan hasil KMB
Dalam sistem Demokrasi Liberal pemegang kekuasaaan pemerintahan adalah
Sekretaris Negara
Perdana Menteri
Wakil Presiden
Panglima TNI
Presiden
Penyebab kegagalan Kabinet Natsir sebagai kabinet pertama pada masa demokrasi liberal di Indonesia sering mendapat kritik. Masalah yang paling banyak di kritik adalah
Adanya peristiwa tanggal 17 Oktober 1952
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Pencabutan PP No.39/1950
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Apa dampak yang ditimbulkan akibat pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal
Hutang ke luar negeri Indonesia semakin banyak
Rakyat tidak percaya adanya parpol
ketidakstabilan politik nasional
Perekonomian masyarakat menurun
Adanya krisis perekonomian di Indonesia
Pelaksanaan Pemilu 1955 bertujuan untuk
Memilih perangkat negara
Memilih partai politik
Memilih presiden dan wakil presiden
Memilih DPRD dan MPR
memilih wakil wakil rakyat yang duduk dalam parlemen dan dewan konstituante
Indonesia secara resmi masuk menjadi anggota PBB pada masa kabinet
Djuanda
Sukiman
Hatta
Wilopo
Natsir
Nasinalisasi de Javassche Bank berlangsung pada masa kabinet
Natsir
Wilopo
Hatta
Sukiman
Djuanda
Partai-partai pada masa Demokrasi Liberal lebih cenderung untuk ....
mementingkan kepentingan bangsa daripada kepentingan partainya
meningkatkan kerja sama antarpartai politik
secara bersama-sama mendukung program pemerintah
mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan bangsa
mengutamakan pembangunan fisik
Zaket kabinet (1957-1959) merupakan istilah untuk kabinet
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Ali Sastroamijoyo 1
Berikut ini yang termasuk dalam program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan Irian Barat
menyelenggarakan pemilu 1955
Pembatalan KMB
Normalisasi keadaan RI
Menyempurnakan struktur pemerintahan
Kabinet Djuanda disebut juga Zaken Kabinet karena
terdapat tiga orang yang menjabat sebagai waki perdana menteri
memiliki program utama penyelesaian masalah Irian Barat
mendapat dukungan militer dalam menjalankan programnya
memiliki jumlah menteri yang sangat banyak
terdiri atas orang-orang yang ahli di bidangnya
Pada masa demokrasi liberal, presiden tidak berperan sebagai kepala pemerintahan karena
ketidakmampuan presiden memilih menteri yang cakap dalam kabinet
sesuai dengan hasil kesepakatan KMB
Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial
Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer
Presiden sudah menduduki jabatan sebagai panglima tertinggi
Penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Peristiwa Tanjung merawa
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Wilopo adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno sesuai dengan tuntutan daerah
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Natsir sebagai kabinet pertama pada masa demokrasi liberal di Indonesia sering mendapat kritik. Masalah yang paling banyak di kritik adalah
Adanya peristiwa tanggal 17 Oktober 1952
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Pencabutan PP No.39/1950
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Kondisi kehidupan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan belum stabil. Dibawah ini, adalah penyebab ketidakstabilan kehidupan politik pada masa awal kemerdekaan, kecuali . . . .
Pertentangan antar partai
Terjadinya bentrokan antar etnis
Gangguan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali
Munculnya kesulitan ekonomi dan keuangan
Munculnya gangguan keamanan dalam negeri
Perhatikan gambar diatas. Dalam perkembangan Demokrasi Parlementer, terdapat 7 Kabinet yang pernah memerintah di Indonesia. Dimana salah satunya pernah memerintah sebanyak 2 kali. Kabinet yang dimaksudkan adalah Kabinet.....
Ali Sastroamijoyo
Wilopo
Natsir
Djuanda
Sukiman
Salah satu ciri-ciri dari Demokrasi Liberal adalah ....
Konstitusi UUD 1945
Berkonsepsi NASAKOM
Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan
Berkonstitusi UUDS 1950
Presiden dan parlemen dipilih langsung oleh rakyat
Tiga partai besar mendukung Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah ....
PNI, Masyumi, dan NU
PNI, Parkindo, dan Masyumi
NU, Muhammadiyah, dan PKI
Masyumi, Gerindo, dan PKI
PNI, Masyumi, dan Muhammadiyah
Latar belakang diadakannya Pemilu I tahun 1955 adalah ...
Pergolakan di daerah-daerah
Para wakil partai politik tidak melaksanakan tugas sebagai penyalur aspirasi rakyat
Mengganti status negara serikat ke kesatuan
Mengubah Demokrasi Liberal menjadi Demokrasi Terpimpin
Keinginan mewujudkan parlemen yang merupakan aspirasi rakyat
Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet. Partai pengusung dari Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951) adalah partai.....
NU dan Masyumi
Masyumi dan PNI
Masyumi dan PKI
NU dan PNI
PKI dan PNI
Gagasan Sumitro dituangkan dalam program Kabinet Natsir dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Sebuah kebijakan ekonomi yang memberikan bantuan dana pada pribumi agar bisa bersaing dengan pengusaha asing dikenal dengan sistem ekonomi .....
Gerakan Benteng
Ali Baba
Nasionalisasi
Gerakan Banteng
Sanering
Perhatikan hal-hal berikut ini
Menjamin keamanan dan ketentraman
Mengusahakan kemakmuran rakyat dan memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani.
Mempercepat persiapan pemilihan umum.
Menjalankan politik luar negeri secara bebas aktif serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya.
Menyiapkan undang – undang tentang pengakuan serikat buruh, perjanjian kerja sama, penetapan upah minimum, dan penyelesaian pertikaian buruh.
Hal tersebut adalah pokok program dari Kabinet.....
Natsir
Sukiman
Burhanudin Harahap
Ali Sastroamijoyo
Djuanda
Kekacauan politik yang timbul karena pertikaian partai politik di Parlemen menyebabkan sering jatuh bangunnya kabinet sehingga menghambat pembangunan. Untuk menyelamatkan negara maka Presiden Sukarno mengeluarkan.....
Dwikora
Dwidarma
Dekrit Presiden
Trikora
Konsepsi Presiden
Foto tersebut adalah upacara pelantikan salah satu Kabinet yang dalam masa tugasnya akahirnya bisa menyelesaikan semua programnya dan melaksanakan Pemilu pertama tahun 1955. Tokoh perdana mentri yang dimaksud adalah dari Kabinet....
Natsir
Sukiman
Burhanudin Harahap
Wilopo
Djuanda
Terjadinya Peristiwa 27 Juni 1955, yaitu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD memperburuk usaha peningkatan keamanan negara. Pada masa kabinet ini keadaan ekonomi masih belum teratasi karena maraknya korupsi dan peningkatan inflasi. Peristiwa tersebut terjadi pada masa pemerintahan kabinet.....
Natsir
Wilopo
Ali Sastroamijoyo 1
Ali Sastroamijoyo 2
Burhanudin Harahap
Inti dari kebijakan program Gerakan Benteng adalah...
membentengi kepentingan kolonial
mencegah berkembangnya komunisme
mengadopsi sistem perekonomian Belanda
melarang pengusaha untuk terjun dalam kegiatan politik
secepatnya menumbuhkan pengusaha pribumi yang mandiri dan kuat
Pada masa demokrasi terpimpin, Indonesia menjalankan politik konfrontasi dengan Malaysia karena ....
ingin mengambil sebagian wilayah Malaysia
Malaysia menjadi saingan Indonesia sejak lama
menganggap pembentukan Federasi Malaysia sebagai neokolonialisme Inggris
memperhebat ketahanan revolusi Indonesia
Malaysia tidak ingin menjadi bagian dari wilayah Indonesia
Meskipun ditujukan untuk menyelamatkan negara dari jurang kehancuran, Dekrit Presiden ternyata membawa bencana bagi INdonesia berupa ....
kesediaan militer untuk lepas tangan dari politik
dibentuknya sejumlah partai baru yang lebih militan
berakhirnya suasana demokrasi yang sejati
mulainya konfrontasi terhadap negara yang dianggap imperialis
menimbulkan pemberontakan dalam negeri
Dalam upaya pembebasan Irian Barat, INdonesia menempuh jalur militer setelah dikeluarkan ....
Tritura
Dwikora
Ampera
Dekrit Presiden 1959
Trikora
Setelah mengeluarkan dekrit, Presiden Soekarno membentuk DPAS yang bertugas .....
menetapkan GBHN
memberikan pertimbangan kepada presiden
memeriksa penggunaan keuangan negara
mengawasi kinerja Presiden dalam pemerintahan
memberi kemantapan kekuasaan yang besar kepada Presiden
Berikut yang bukan penyebab langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi pada sama demokrasi terpimpin mengalami kegagalan, adalah .....
penanganan masalah ekonomi yang tidak rasional
ekonomi lebih bersifat nonpolitik dan terkontrol
pengeluaran negara cukup besar
devisa yang semakin meningkat ditutup dengan pencetakan uang yang menyebabkan inflasi semakin tinggi
struktur ekonomi menjurus ke ekonomi etatisme
Munculnya Dwikora dilatarbelakangi oleh ....
tuntutan rakyat agar membubarkan PKI
permasalahan Irian Barat
rasa kekhawatiran Soekarno terhadap berdirinya negara Federasi Malaysia
alasan historis karena Malaysia merupakan bagian wilayah Kerajaan Sriwijaya
usaha untuk membendung komunis di Malaysia
Demokrasi terpimpin dimulai sejak .....
Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Konsepsi Soekarno
17 Oktober 1952
Trikora
Dwikora
Hubungan Indonesia dengan negara Barat pada masa demokrasi terpimpin semakin renggang dikarenakan ....
peranan kaum buruh dalam perekonomian nasional semakin meningkat
negara-negara Barat mendominasi perekonomian Indonesia
negara-negara Barat bersikap pasif terhadap perjuangan pembebasan Irian Barat
Konstituante didominasi oleh golongan nasionalis
negara-negara Barat membantu perjuangan Indonesia
Konsepsi demokrasi terpimpin dicetuskan oleh Presiden Soekarno sejak tanggal 21 Februari 1957. Langkah pertama yang ditempuk Soekarno dalam mewujudkan konsepsi tersebut adalah ....
membentuk Dewan Nasional
membubarkan Dewan Konstituante
meminta dukungan Angkatan Darat
membentuk kabinet Gotong Royong
membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara
Masa demokrasi terpimpin merupakan masa yang penuh dengan konfrontasi. Presiden Soekarno menganggap perjalanan revolusi Indonesia belumlah selesai. Hal ini tercermin dalam salah satu pidatonya yang dijadikan Manifesto Politik Republik INdonesia, yaitu ....
Nawakarsa
INdonesia menggugat
Jalannya Revolusi Kita
The BUild the world a New
Penemuan Kembali Revolusi Kita
Pada tanggal 19 Desember 1961 Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang bertujuan ....
membentuk pemerintahan sementara di Irian Barat
mengusahakan persenjataan ke negara-negara blok kmunis
mengadakan agresi milietersegai usaha pengembalian Irian Barat
menggerakkan rakyat sebagai pendukung usaha pengembalian Irian Barat
mempertahankan kemerdekaan dan bangsa Indonesia
Kabinet Dwikora yang disempurnakan disebut juga dengan nama Kabinet ....
Karya
Pancasila
Seratus Menteri
Gotong Royong
Ampera
Adanya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menandai berakhirnya sistem pemerintahan ....
presidensial
terpimpin
Pancasila
Aristokrasi
liberal
Kegagalan penanggulangan masalah ekonomi era demokrasi terpimpin disebabkan ....
tenaga ahlinya tidak ada
penanganannya bersifat politik
tidak memiliki sumber daya alam
masih menganut sistem feodal
pengeluaran negara terlalu kuat
Ajaran Resopim pada masa demokrasi terpimpin bertujuan untuk .....
melaksanakan semua ajaran Presiden Soekarno
menyatukan segala bentuk potensi nasional
memperkuat kedudukan Presiden Soekarno
meningkatkan kesejahteraan rakyat INdonesia
menanamkan rasa kebangsaan rakyat Indonesia
Membubarkan konstituante merupakan salah satu isi (a) Presiden 5 Juli 1959.
Sistem pemerintahan Indonesia yang digunakan pada masa demokrasi terpimpin pada tahun 1959 adalah sistem (a)
Presiden Soekarno membubarkan DPR hasil pemilu 1955 dan menggantikannya dengan cara membentuk (a)
Front (a) diketuai oleh Presiden Soekarno yang memiliki tugas melaksanakan pembangunan semesta nasional serta mengembalikan Irian Barat ke dalam wilayah NKRI.
Pada masa demokrasi (a) , kekuatan politik terpusat pada tiga kekuatan politik terbesar yaitu Presiden Soekarno, PKI, dan TNI AD.
