WorksheetsPuisi Rakyat dan Legenda
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Nira diolah untuk sedekah
Gembiara hati tiada tara
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Pergi ke goa Jatijajar
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
4 – 3 – 2 – 1
1 – 3 – 2 – 4
4 – 2 – 1 – 3
2 – 3 – 1 – 4
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
Ikan laut enak rasanya
Bila dimasak dan dimakan.
Mendapat kawan senang rasanya
Tentu boleh kita berkenalan.
Variasi bentuk sampiran dari kutipan pantun tersebut adalah . . .
Lihatlah awan biru warnanya,
Ramai berarak seolah berjalan
Berkawan itu enak rasanya,
Kawan lama dilupakan jangan.
Beli duku di pasar minggu,
Jangan lupa membeli baju.
Indahnya dunia persahabatan,
Selamanya tak kan terlupakan.
Perhatikan pantun berikut!
1).Pohon jati pohon bambu
2).Tumbuh rimbun menjadi pagar
3).Menangis adik di depan . . . .
4).Melihat ibu pergi ke pasar.
Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .
pintu
taman
rumah
pagar
Perhatikan pantun berikut!
Jalan-jalan ke pinggir pantai
Lihat bulan sedang purnama
............................................
.............................................
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . . .
Jawablah wahai ayah dan bunda
Siapa dia yang tinggi semampai
Kalau ingin lekas pandai
Rajin belajar wajib hukumnya
Jangan suka membeli tapai
Bisa-bisa sakit perutmu
Sungguh indah pemandangan pantai
Minum teh bersama ayah dan bunda
Perhatikan teks pantun berikut !
Ayo kita belanja ke pasar Selasa 1)
untuk membeli ikan dan beras 2)
Ayo kita belajar bersama-sama 3)
menghadapi ulangan kenaikan kelas 4)
Struktur isi teks pantun tersebut terdapat pada nomor ....
1) dan 2)
1) dan 3)
2) dan 3)
3) dan 4)
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu.
Bersenang-senang kemudian.
Berikut yang tidak termasuk ciri teks tersebut adalah . . . .
Terdiri atas satu bait
Bersajak a-a-a-a
Terdapat sampiran dan isi
Bersajak a-b-a-b
Perhatikan syair berikut ini!
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukkan
Isi dari syair tersebut adalah …
Agar kita tidak durhaka pada kedua orang tua.
Agar anak selalu bohong kepada semua orang
Agar anak jangan malu-malu.
Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar. Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar.
Kalau ada sumur di ladang,
.....
.....
Bolehlah kita berjumpa lagi.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi larik kedua dan ketiga pantun di atas adalah ….
Kita boleh mandi sambil berlari
Kalau sedang bermain di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi.
Kalau ada umurku panjang,
Bolehlah kita menimbanya
kalau ada uang banyak
Kita akan mandi bersama
Kalau kita mempunyai umur yang panjang
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di mata muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu. miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju ke atas padang bakti!
Amanat yang sesuai dengan isi puisi diatas adalah....
Atur barisan menuju cita-cita selagi masih muda
Selagi muda carilah harta sebanyak-banyaknya
Selagi muda tuntutlah ilmu dan bekerja keraslah
Walaupun sudah tua tuntutlah ilmu
Perteguh jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengasuh taruh di situ
Supaya laju perahumu itu
Kutipan puisi lama di atas termasuk dalam kategori...
Pantun
Gurindam
Puisi
Syair
Perhatikan pantun berikut.
Aduh-aduh si burung … (1)
Bulunya lebat seperti … (2)
Aku dengar adik … (3)
Punya sahabat yang suka… (4)
Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ….
(1) jalak, (2) hujan, (3) galau, (4) usil.
(1) kenari, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan.
(1) bangau, (2) jaket, (3) galau, (4) jail.
(1) bangau, (2) mantel, (3) galau, (4) bandel.
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Ikan laut enak rasanya
3).Bila dimasak dan dimakan
4).Tentu boleh kita berkenalan
Susunlah larik pantun di atas dengan benar . .
4-3-2-1
4-1-2-3
1-3-2-4
2-3-1-4
Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Rahmat mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.
Pantun yang selaras dengan ilustrasi di atas adalah …
Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Pergi ke goa Jatijajar
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal dirimu
Makna syair di atas adalah ....
Para pemuda harus mengenali dirinya sebaik mungkin.
Para pemuda harus mengetahui tamsil dirinya.
Para pemuda harus menggunakan waktu hidupnya.
Para pemuda harus menyadari bahwa hidup ini sementara saja.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringkan menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....
pantun
syair
gurindam
bidal
Sate dibakar pakai arang
Duh, enaknya dimakan siang hari
Orang yang mudah membenci orang
Akan kembali pada diri sendiri
Pada teks di atas, yang tergolong sampiran adalah
baris 1 dan 3
baris 2 dan 4
baris 3 dan 4
baris 1 dan 2
Orang bekerja dengan ilmu
Ilmu mengantar kesuksesan
Hasil pekerjaan tidak bermutu
Karena tidak didasari pengetahuan
Salah satu ciri teks di atas adalah
Bersajak a-a-b-b
Terdapat sampiran
Bersajak a-a-a-a, larik 1 dan 2 tidak berhubungan
seluruhnya merupakan isi
(1) Jalan-jalan ke Pasar Mayang
(2) [...]
(3) Jika kamu ingin sayang
(4) [...]
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Rajin mengaji dan sembahyang
(2) Membeli kain barang sehelai
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa membeli nanas
(4) Salat mengaji janganlah lalai
(2) Jangan lupa bawa keranjang
(4) Salat mengaji janganlah lalai
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Rima akhir puisi di atas berpola ....
a - b - a - b
a - a - a - a
b - b - b - b
a - b - c - d
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya. Watak yang dimiliki Ajeng Rara adalah ....
Murah hati
Iri hati
Ramah
Sombong
Di suatu kampung yang damai, hidup sepasang suami istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia di pinggir hutan. Sebagian atapnya sudah berlubang. Jika hujan datang, suami istri itu sibuk menambal atap tersebut dengan daun-daun kayu yang besar. Berdasarkan kutipan tersebut, latar tempat ceritanya adalah ....
Pinggir hutan
Tengah kota
Tengah hutan
Pinggir danau
Edo sangat menghormati orang tuanya. Dia juga sayang kepada keduanya, meskipun hanya sebagai pedagang sate. Sepulang sekolah, Edo selalu membantu orang tuanya melayani pembeli. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....
Pantang menyerah dalam mencapai cita-cita
Berbakti kepada orang tua
Bersabar dalam menjalani hidup
Berusaha menjadi pelayan yang baik
Perhatikan penggalan cerita berikut
a) kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang
b) kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat
c) ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-kura
d) kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari
e) kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang
f) karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon
Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….
a-b-d-f-c-e
b-e-d-f-c-a
b- d-e-c-f-a
b-d-c-e-f-a
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Legenda Malin Kundang menceritakan ....
seorang anak miskin yang menjadi pejabat negara
seorang anak yatim piatu yang menjadi kaya raya
seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya
seorang anak yang melupakan tanah kelahirannya
(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.
Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....
4-2-3-1
4-1-3-2
4-1-2-3
4-3-2-1
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah penggalan fabel berikut!
Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.
“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.
Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.
Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.
Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.
Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.
”Jangan kuatir, Bu,” kata sang Ayah dengan congkak. ”Ini belum seberapa besarnya. Aku baru saja mulai menggelembungkan diriku.” Tapi si Ibu Katak tetap berusaha mencegah perbuatan itu. Karena terus diomeli, pada akhirnya Ayah Katak menjadi marah dan berkata, ”Kalau kau tak suka melihatnya, tinggalkan saja kami, jangan menggangguku dan urus saja dirimu. Ia terus menggelembungkan diri hingga akhirnya badan ayah Katak meletus seperti balon pecah.
Tema cerita di atas adalah ....
Ketamakan
Kegigihan
Kesombongan
Ketakutan
Bacalah dialog berikut!
Kancil : ”Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya, raja kami pun mengirimkan kumisnya. (Kancil pun menyerahkan kumis Landak kepada Panglima Harimau). Panglima Harimau : ”ini kumis rajamu? ”Kancil : Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami menerima tantangan dari raja kalian”. (Para harimau sangat terkejut melihat kumis raja Pulau Kecil yang besar dan tajam). Prajurit Harimau : ”Kumis Raja Kancil sangat besar, sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya”. (Sambil berbisik kepada Panglima Harimau). Prajurit Harimau 2 : ”Lalu bagaimana?” Panglima Harimau : ”Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini”.
Berdasarkan dialog di atas ekspresi Panglima Harimau dan Prajurit harimau yang tepat adalah . . . .
Merasa malu
Berani dan melawan
Merasa kecewa
Merasa takut
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak, namanya Landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landa tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya. Setiap hari Landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa diajak berbicara dan bermain.
Perbaikan penulisan kata depan di pada kutipan cerita tersebut yaitu....
di hutan, di tubuhnya, disaat
dihutan, disaat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, di saat
di hutan, ditubuhnya, di saat
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Ba-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu di malam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chaky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks (puncak permasalahan) dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yangmusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Monyet sudah diberi pisang oleh Pak Kerbau. Rupanya, ia tetap ingin pisang yang ada di pohonnya. Sang monyet pun memetik pisang itu. “Dasar monyet, bisanya hanya mencuri!” teriak pak Kerbau ketika memergoki monyet.
Watak tokoh monyet pada cerita di atas adalah .....
pemalas
baik hati
keras kepala
rakus
"Ah, kalau begini terus akan habislah binatang di hutan dimakan oleh si raksasa jahat itu. Maka, punahlah kita semua," demikian kata si Macan Loreng, raja hutan itu.
berdasarkan kutipan tersebut, yang menjadi tokoh jahat dalam cerita adalah....
raksasa
macan loreng
raja hutan
binatang hutan
Ketika itu, Raden Banterang mengancam istrinya dengan sebilah senjata, tetapi Dewi Surati saat itu juga menceburkan dirinya ke sungai dan tenggelam. "Banyuwangi, istriku tidak bersalah!" seru Raden Banterang. Ketika itu, seketika memang tercium bau yang harum dari sungai itu.
Cuplikan di atas merupakan bagian dari jenis cerita....
fabel
legenda
biografi
kisah hidup
Bacalah penggalan cerita berikut!
Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan itu. Ia mulai mengeluh. Ia tampak mulai putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya itu tetap tekun bekerja.
“Sabarlah, Nak. Janganlah kamu terus-terusan mengeluh. Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah,” begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.
Watak tokoh ibu dalam kutipan cerita tersebut adalah….
suka mengeluh
mudah putus asa
mudah menyerah
suka menasihati
Berikut ini pengungkapan komplikasi yang diawali dengan konflik batin adalah ….
Semakin lama Kuda merasa hidupnya tak berguna lagi. Dia merasa hanya merepotkan teman-temannya. Dia sangat terpuruk dengan kepergian ibunya.
Ketika Banteng sedang berada di tepi sungai untuk minum, Buaya langsung menyergapnya.
Ketika Gajah memasuki perkampungan Semut Merah, tanpa diduga pasukan Semut Merah langsung menyerangnya.
Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Bahkan, tahun pun silih berganti. Akan tetapi, kabar Ajisaka tidak kunjung diterima Sembada.
Bacalah penggalan fabel berikut!
Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.
“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.
Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.
Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.
Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.
Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
struktur teks fabel tersebut adalah ....
koda
orientasi
komplikasi
resolusi
Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya. Permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Prabu Surwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai keturunan sehingga mereka merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan tersebut. Mereka khawatir tidak ada yang meneruskan tahta kerajaan tersebut.
Paragraf tersebut dalam cerita legenda merupakan bagian ....
Orientasi
Koda
Komplikasi
Resolusi
Beri Beruang selalu minum dari mata air yang ada di tengah hutan. Bangsa semut juga biasanya mengambil air dari mata air itu. Pada suatu hari, Beri melihat ke mata air itu dan mengeluh. "Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!"
Tiba-tiba Beri melihat seekor semut hitam berjalan membawa guti mungil di pundak, lalu berteriak. Namun, semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri.
Ia terus berjalan menuju ke mata air.
Beri semakin marah karena semut hitam itu terus mengambil air di mata air. Semut hitam itu pun menjadi marah karena Beri selalu mengambil madu, buah, dan mem bangun sarang di seluruh lembah semut.
Beri beruang pun sangat marah. Namun, semut hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya namun ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon.
Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.
Ide cerita yang terdapat dalam dongeng tersebut adalah ....
persahabatan antara beri beruang dengan semut hitam
perebutan air di mata air
seekor beruang yang membutuhkan air
pentingnya rasa saling menghargai
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …
Tidak ada akar badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinya.
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang agar selamat.
Seorang pepimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya.
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun.
