wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Remedial Teks Cerpen

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut dengan saksama!

          Siang itu Viktor dan Budi duduk di sebuah taman. Tak selang beberapa lama lewatlah seorang berpakaian wanita dengan rambut panjang dan sepatu yang tinggi. Sontak keduanya melihat ke arah wanita tersebut. Dan tentu saja keduanya memiliki keniatan untuk mengikuti wanita tersebut.

          Karena penasaran, keduanya pun mengikuti kemana wanita tersebut itu berjalan. Ternyata ia berhenti pada sebuah cafe. Keduanya pun mengikutinya hingga masuk ke dalam. Namun sayangnya tak menemukan wanita yang diikutinya.

          Mereka pun mencari hingga ke lantai dua dalam cafe tersebut,  ternyata memang benar wanita yang diikutinya tersebut ada di lantai dua.

          Namun sayangnya keduanya tak memiliki keberanian untuk menegur sang wanita. Sehingga mereka hanya mampu mendengarnya dari belakang. Hingga sangat lama, karena asa penasaran yang begitu besar, maka Viktor pun memiliki keberanian untuk menyapa sang wanita.

          Dari belakang, Viktor pun menepuk pundak sang wanita sambil mengatakan “Hai”. Sang wanita pun menoleh ke arah Viktor. Sontak Viktor pun kaget dengan wajah yang amat sangat menyesal dan malu. Sebab wanita yang diikuti bersama Budi bukanlah wanita, namun pria yang menyamar sebagai wanita.

Latar waktu pada cerita pendek di atas adalah ... .

(a)  

2.

Bacalah teks cerita pendek berikut! 

          Suatu hari Ali dan Indra sedang berbincang-bincang di pinggir lapangan saat istirahat sedang berlangsung. Ali dan Indra berada di satu kelas yang sama yaitu kelas 12. Sudah satu minggu teman mereka Andi tidak kunjung masuk.

          Kabarnya Andi sedang sakit dan dirawat. Indra yang merupakan tetangga sebelah rumah Andi pun sering ditanyakan bagaimana kabar Andi. Ali pun ikut menanyakan pada Indra,

          “Ndra, keadaan Andi bagaimana? Sudah kembali dari rumah sakit belum?” Indra yang sudah sering mendapatkan pertanyaan ini pun menjawab dengan nada lemas dan malas.

          “Andi sudah meninggal, Li”. kira-kira seperti itulah bunyi jawaban yang didengar oleh Ali.

          Karena suara di pinggir lapangan terlalu kencang ternyata Ali salah mendengar.

          “Apa Andi sudah meninggal Ndra?”

          Lalu Indra menjawab dengan suara yang lebih kencang, “Sembarang kamu Ali. Maksud aku Andi sudah mendingan bukan meninggal.”

          “Oh.” Jawab Ali sambil tertawa karena terkejut setelah salah mendengar kabar kondisi Andi.

Tokoh yang sakit dalam cerpen di atas bernama ... .

(a)  

3.

Bacalah ilustrasi berikut!

“Persahabatan bukan hanya hanyalah kata,
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci,
yang ditoreh diatas dua hati,
ditulis bersama dengan tinta kasih sayang,
dan suatu sementara akan dihapus bersama dengan tetesan darah dan barangkali nyawa”..

***
          “Key… sini dech cepetan, saya ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
          “Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau saya gak sanggup melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.

          Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, walaupun lahir bersama dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menekuni bahtera motto hidup tak pernah padam. Lahir bersama dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak sanggup melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya sanggup melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, bersama dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.

          Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen capai peringkat di kelas, apalagi guru-gurunya termotivasi bersama dengan pembawaan pantang menyerah Key.

          Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat bersama dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pintar dan secara fisik Nayra nampak sempurna.

***
         Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di tempat tinggal Key. Dia berbincang-bincang bersama dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
        “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar seluruh orang tau bakat kamu”, kata Nayra terhubung pembicaraan.

          “Hah”, Key mendesah pelan selanjutnya terasa bicara, “Seandainya saya sanggup Nay, pasti sudah saya lakukan, tapi apa daya, saya ini gak sempurna, jika saya mendapat donor kornea, dan saya sanggup melihat, barangkali saya puas dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya bersama dengan kepedihan.

          “Suatu hari nanti Tuhan akan memberi tambahan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
          Berbeda secara fisik, tidak pernah jadi kendala di dalam hubungan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, sebab sekolah mereka berdua berbeda.

Pesan dan amanat yang bisa ambil dari cerpen tersebut adalah ... .

a)

a. Jadilah sahabat yang tak mengenal perbedaan fisik dan latar belakang, maka persahabatan akan tulus

b)

b. Selalu berbuat baiklah kepada orang lain, apalagi temanmu dan juga musuhmu

c)

c. Sahabat yang baik adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan untuk kita

d)

d. Jadilah sahabat yang bisa membuat sahabatnya bahagia

4.

Bacalah ilustrasi berikut!

“Persahabatan bukan hanya hanyalah kata,
yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,
tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci,
yang ditoreh diatas dua hati,
ditulis bersama dengan tinta kasih sayang,
dan suatu sementara akan dihapus bersama dengan tetesan darah dan barangkali nyawa”..

***
          “Key… sini dech cepetan, saya ada sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.
          “Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau saya gak sanggup melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu.

          Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, walaupun lahir bersama dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menekuni bahtera motto hidup tak pernah padam. Lahir bersama dengan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak sanggup melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya sanggup melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang. Mempunyai hoby melukis sejak kecil, bersama dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah.

          Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Biasa di kotanya, Keynaya tidak pernah absen capai peringkat di kelas, apalagi guru-gurunya termotivasi bersama dengan pembawaan pantang menyerah Key.

          Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat bersama dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pintar dan secara fisik Nayra nampak sempurna.

***
         Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di tempat tinggal Key. Dia berbincang-bincang bersama dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis.
        “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar seluruh orang tau bakat kamu”, kata Nayra terhubung pembicaraan.

          “Hah”, Key mendesah pelan selanjutnya terasa bicara, “Seandainya saya sanggup Nay, pasti sudah saya lakukan, tapi apa daya, saya ini gak sempurna, jika saya mendapat donor kornea, dan saya sanggup melihat, barangkali saya puas dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya bersama dengan kepedihan.

          “Suatu hari nanti Tuhan akan memberi tambahan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.
          Berbeda secara fisik, tidak pernah jadi kendala di dalam hubungan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, kecuali sekolah tentunya, sebab sekolah mereka berdua berbeda.

Simpulan dari cerpen di atas adalah ... .

a)

a. Nayra dan Keynaya adalah dua orang gadis yang cantik. Pertemanan diantara mereka sungguh indah dan mengharukan

b)

a. Perbedaan fisik tak menjadi alasan untuk Nayra dan Keynaya bisa bersahabat. Mereka bisa saling memberi support satu sama lain dan bisa saling melengkapi

c)

c. Perbedaan ditengah persahabatan Nayra dan Keynaya. Tak lekang oleh waktu. Tak hancur dimakan usia

d)

d. Persahabatan dua sejoli dan erat dan tak terpisahkan. Bila ada perbedaan, itu sudah biasa

5.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Kami tiba di terminal. "Lebih baik, Om naik Indah Murni saja," kataku. "Bus ini lewat jalan tol, paling-paling cuma setengah jam ke Cililitan."

Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ... .

(a)  

6.

"Tuh kan, sudah kakak bilangin supaya bawa payung. Jadi kehujanan kan! Awas kalau kamu sakit ya!"

Kalimat di atas merupakan kalimat emotif yang menunjukkan rasa ... ,

(a)  

7.

Menurut yang kalian pahami tentang pengertian teks cerpen yaitu sebuah karya sastra yang bersifat ... dan ditulis secara pendek.

(a)  

8.

Bacalah ilustrasi berikut!

Bacalah teks berikut ini dengan saksama.

          “Sekarang menggunakan kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.

         ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kami harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai kala ulangan dan kala latihan. Namaku Kania. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, sebab saya orangnya tidak pandai dan malas belajar.

         Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomer 1, 3, 4, 7 dan 9, saya kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka termasuk memakai kartu ATM.

          Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun menanyakan ke Varia bersama dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak bakal boleh pulang denganku. Tapi, ia menyatakan kartu ATMnya. Aku mulai mulai kesal. Aku pun menjawab soal itu bersama dengan asal-asal.

Saat Pulang…

          Aku langsung berlari ke mobil Ayah. Aku biarkan Varia mencariku. Biarin aja dia mencariku. Siapa suruh ia tidak memberiku jawaban. Aku pun memasuki mobil Ayah. Kak Fani, kakak perempuanku, telah berada di dalam mobil.

Pada paragraf 1 dan 2 merupakan struktur teks cerpen yaitu ... .

(a)  

9.

Puncak masalah dalam sebuah cerita pendek adalah struktur dari teks cerpen yaitu ... .

(a)  

10.

Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban dalam kaidah kebahasaan teks cerpen disebut pertanyaan ... .

(a)