WorksheetsUlangan Harian II ( Teks Hikayat)
Total questions: 27
Worksheet time: 16mins
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
Di bawah ini yang bukan termasuk ciri-ciri hikayat adalah...
Anonim
Bersifat Modern
Magis
Istana Sentris
Yang termasuk unsur intrinsik Hikayat adalah...
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Latar
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Agama
Tema, Tokoh, Tradisi dan Latar
Tema, Tokoh, Alur atau Plot dan Adat
Berikut ini yang bukan merupakan contoh Hikayat adalah...
Sri Rama
Si Miskin
Indera Bangsawan
Laskar Pelangi
Salah satu karakteristik hikayat adalah bersifat anonim. Anonim bermakna...
menggunakan latar belakang istana
kata yang asing dan sukar
nama penulis, pengarang tidak diketahui dengan pasti
menceritakan hal-hal mustahil
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
antonomasia
simile
alegori
personifikasi
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
a. 1,3,5
b. 2,4,5
c. 1,2,3
d. 1,4,5
Urutan struktur teks hikayat yang benar adalah …
Abstraksi - Resolusi - Orientasi - Evaluasi - Komplikasi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Evaluasi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Evaluasi - Resolusi - Koda
Abstraksi - Resolusi - Komplikasi - Evaluasi - Koda - Komplikasi
Abstraksi - Orientasi - Evaliasi - Komplikasi - Resolusi - Koda
Komplikasi adalah…..
Ringkasan atau inti cerita
Konflik yang mengarah pada klimaks
Urutan kejadian
Nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil
Berkaitan dengan waktu, suasana, maupun tempat
Bahasa, istana sentris, pralogis, statis, kesaktian, anonim, dan arkais, merupakan…..
Karakteristik hikayat
Unsur-unsur hikayat
Pengertian hikayat
Fungsi hikayat
Jenis-jenis hikayat
Kata-kata yang jarang digunakan disebut…..
Arkais
Bahasa
Pralogis
Statis
Istana sentris
Majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol disebut…..
Majas metafora
Majas antonomasia
Majas hiperbola
Majas simile
Majas perbandingan
Dalam teks hikayat pada setiap awal kalimat terdapat kata seperti, maka, ketika, laksana, bak, dan bagaikan disebut…..
Penggunaan konjungsi
Penggunaan arkais
Penggunaan majas
Penggunaan anonim
Penggunaan pralogis
Kata beroleh, titah, buluh, mahligai, inang, upeti, bejana merupakan contoh dari penggunaan…..
Konjungsi
Kata arkais
Majas
Kata kausal
Kata baku
Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
a. berupa cerita rekaan
b. bertujuan menghibur
c. merupakan cerita pelipur lara
d. diceritakan dari mulut ke mulut
e. hanya berkembang dilingkungan istana
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
a. kemustahilan
b. kesaktian
c. anonim
d. bahasa
e. istanasentris
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
a. narasi
b. laporan
c. prosedur
d. eksposisi
e. deskripsi
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahui.
Kata arkais yang digaris bawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ...
diusir
diminta
disuruh
diperintah
diharapkan
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasi
metafora
hiiperbola
personifikasi
simile
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Bacalah kutipan hikayat berikut! Kemudian, panglima peringgi berjalan di atas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina. Ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi. Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah. Ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya, lalu berkipas sendiri. ”Jangan lupa tugas masing-masing,” hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu. ”Kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?” “mengerti,tuanku,” mereka menyahut dengan suara gemetar. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......
Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain
Berkatalah jujur kepada pimpin
Jangan melakukan sesuatu seorang diri
Berlakulah adil kepada bawahan
Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Tersebutlah perkataan
seorang raja yang bernama
Indera Bungsu dari Negeri
Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut
dan sedekah kepada fakir
dan miskin.
Berdasarkan penggalan hikayat di atas, sudut pandang yang digunakan adalah ... .
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang kedua
Orang ketiga serbatahu
Orang ketiga pelaku utama
Cermati kutipan berikut!
(1) Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. (2) Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. (3) Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). (4) Akhirnya, Marakarmah menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. Berdasarkan isinya, karakterisitik yang menunjukkan kemenangan tokoh utama terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
