NEW
Font size
WorksheetsCerpen
Total questions: 10
Worksheet time: 2mins
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
1. Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ....
di rumah
di kelas
di halaman
di rumah sakit
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
2. Sudut pandang cerita pendek tersebut adalah ....
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Sudut pandang orang ketiga pengamat
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
3. Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan cerita pendek tersebut adalah ...
Keterusterangan
Kepasrahan
Kejujuran
Penyesalan
Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.
Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannyapupuk.
4. Sifat-sifat berikut yang tidak dimiliki oleh Baik Hati adalah ...
Sabar
Suka menolong
Kreatif
Rajin
Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.
Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannyapupuk.
5. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah ...
Melalui pembicaraan dengan tokoh lain.
Melukiskan jalan pikiran tokoh.
Reaksi tokoh terhadap suatu kejadian.
Melukiskan keadaan sekitar pelaku.
Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.
Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannyapupuk.
6. Sudut pandang pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ----.
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Sudut pandang orang ketiga pengamat
(1) Sejurus lamanya timbul pikiran dan berkata ia dalam hati, “Baiklah kemalangan ini kuserahkan saja kepada-Nya.
(2) Budi menyapu air mata adiknya sambal berkata, “Diamlah, Gus, jangan menangis. Ini aku bawakan nasi bungkus.”
(3) Agus menerima bungkusan, lalu makanlah ia dalam gelap gulita itu.
(4) Budi pun termenung dalam kegelapan malam.
7. Bukti nilai agama terdapat dalam kalimat bernomor ....
4
3
2
1
(1) Sejurus lamanya timbul pikiran dan berkata ia dalam hati, “Baiklah kemalangan ini kuserahkan saja kepada-Nya.
(2) Budi menyapu air mata adiknya sambal berkata, “Diamlah, Gus, jangan menangis. Ini aku bawakan nasi bungkus.”
(3) Agus menerima bungkusan, lalu makanlah ia dalam gelap gulita itu.
(4) Budi pun termenung dalam kegelapan malam.
8. Watak tokoh Budi pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ...
Pemalu
Pemarah
Penyayang
Pembohong
(1) Sejurus lamanya timbul pikiran dan berkata ia dalam hati, “Baiklah kemalangan ini kuserahkan saja kepada-Nya.
(2) Budi menyapu air mata adiknya sambal berkata, “Diamlah, Gus, jangan menangis. Ini aku bawakan nasi bungkus.”
(3) Agus menerima bungkusan, lalu makanlah ia dalam gelap gulita itu.
(4) Budi pun termenung dalam kegelapan malam.
9. Latar waktu pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ...
Pagi
Siang
Sore
Malam
(1) Sejurus lamanya timbul pikiran dan berkata ia dalam hati, “Baiklah kemalangan ini kuserahkan saja kepada-Nya.
(2) Budi menyapu air mata adiknya sambal berkata, “Diamlah, Gus, jangan menangis. Ini aku bawakan nasi bungkus.”
(3) Agus menerima bungkusan, lalu makanlah ia dalam gelap gulita itu.
(4) Budi pun termenung dalam kegelapan malam.
10. Latar suasana pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ...
Sedih
Terharu
Kecewa
Mendebarkan
