wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Soal Cerpen

Total questions: 35

Worksheet time: 1hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

Lengkapilah kalimat berikut !

Cerita pendek memberikan kesan tunggal atau fokus pada satu tokoh, mempunyai jumlah kata sekitar ... kata.

a)

500-5.000

b)

10.000-12.000

c)

15.000-20.000

d)

20.000-23.000

e)

35.000-40.000

2.

Alur adalah jalan cerita. Alur bagian dari unsur...

a)

Intrinsik

b)

Ekstrinsik

c)

Batin

d)

Fisik

e)

Mantra

3.

Berikut struktur cerita yang benar, kecuali...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Konflik

d)

Resolusi

e)

Konstruksi

4.

Berikut nilai-nilai yang selalu berkaitan dengan cerita pendek dalam kehidupan sehari-hari, kecuali...

a)

Nilai Moral

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai Sosial

d)

Nilai Agama

e)

Nilai acak

5.

Tokoh "Aku" dalam penulisan cerita pendek termasuk ke dalam bagian unsur intrinsik, yaitu...

a)

Gaya Bahasa

b)

Tema cerita

c)

Sudut Pandang

d)

Alur cerita

e)

Amanat cerita

6.

Berikut ini komponen/unsur intrinsik dalam cerpen yang tepat, kecuali...

a)

Tema-alur-latar

b)

Tokoh dan watak

c)

Amanat-sudut pandang

d)

Gaya bahasa

e)

Biografi

7.

Fungsi rekreatif dalam karya cerita pendek / sastra, disebut...

a)

Memberikan rasa kesenangan

b)

Mengarahkan dan mendidik para pembaca nya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada didalamnya

c)

Memberikan keindahan bagi para pembaca nya.

d)

Mengandung nilai moral sehingga para pembaca nya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi diri nya

e)

Mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembaca nya.

8.

Di bawah ini yang bukan bagian dari unsur intrinsik cerpen adalah....

a)

Tokoh

b)

Latar

c)

Alur dan Plot

d)

Rima dan irama

9.

Tokoh yang mengalami perubahan karakter atau watak dalam sebuah cerita disebut....

a)

Tokoh statis

b)

Tokoh dinamis

c)

Tokoh protagonis

d)

Tokoh antagonis

10.

Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....

a)

Dialog tokoh

b)

Dialog tokoh lain

c)

Penggambaran fisik tokoh

d)

Komentar pembaca

11.

6. Pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen

a)

pepatah

b)

petuah

c)

amanat

d)

syair

12.

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerpen adalah ....

a)

Alur

b)

Latar

c)

Tema

d)

Judul

13.

Unsur intrinsik cerpen yang membahas watak atau karakteristik tokoh disebut....

a)

tema

b)

alur

c)

tokoh

d)

penokohan

14.

Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah.…

a)

adanya alur

b)

adanya tema

c)

adanya amanat

d)

adanya imajinasi

15.

Fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik dan tidak baik untuk dirinya. fungsi tersebut merupakan salah satu fungsi cerpen yaitu menempati fungsi ...

a)

estetis

b)

moralitas

c)

rekreatif

d)

religiusitas

16.

Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalanannya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kiri ke kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna. Senyuman Karyamin, Ahmad Tohari


Amanat yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

Tukang batu harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseim-bangan yang sempurna.

b)

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu agar kamu merasa tidak terbebani.

c)

Manusia harus senantiasa bersemangat, pantang menyerah, dan belajar dari pengalaman hidup sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.

d)

Tukang batu harus selalu ikhlas, bekerja keras, dan tahan uji.

17.

Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!

“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.

“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.

“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.

“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.

“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.

“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.


Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.

b)

Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.

c)

Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.

d)

Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.

18.

Latar dalam cerita dibedakan menjadi 3 yaitu....

a)

Tempat, waktu, perasaan

b)

Tempat, waktu, keadaan

c)

Tempat, waktu, suasana

d)

Tempat, waktu, letak

19.

"Cobaan yang diterima Siti dilaluinya dengan sabar membuat kita belajar bahwa orang yang sabar akan memperoleh pertolongan dari Tuhan"


Pernyataan di atas adalah....

a)

Amanat cerpen

b)

Unsur instrinsik cerpen

c)

Kelebihan cerpen

d)

Kelemahan cerpen

e)

Jalan cerita cerpen

20.

Nilai dalam cerpen berwujud ..

a)

Keindahan bahasa

b)

Kompleksitas cerita

c)

Amanat tersirat dan tersurat

d)

Tema yang indah

e)

Gaya bahasa

21.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Sosial

b)

Politik

c)

Pendidikan

d)

Agama

22.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Menakutkan

b)

Mengenaskan

c)

Mengharukan

d)

Menegangkan

23.

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.


Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

di bawah pohon rindang.

b)

di perkampungan.

c)

di hutan rimba.

d)

di jalan pedasaan.

24.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.


Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, perjalanan

c)

siang hari, terminal

d)

pagi hari, perjalanan

25.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

alur maju

b)

Alur sorot Balik

c)

Alur Ganda

d)

alur Linier

e)

Alur Ganda dan Maju

26.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….

a)

Dialog Antar Tokoh

b)

Komentar Tokoh

c)

Tindakan Tokoh

d)

Pikiran Tokoh

e)

Penjelasan Pengarah

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah

a)

mencintai lagu pop

b)

naik kendaraan sambil mendengarkan musik

c)

mendengarkan musik bersama-sama

d)

mencintai lagu daerah

e)

mencintai lagu-lagu

28.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

29.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

30.

Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baaru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama sebagai pengamat

c)

orang pertama dan orang ketiga

d)

orang ketiga terarah

e)

orang ketiga serba tahu

31.

Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pelayat sudah pulang. Sementara aku masih duduk sambil sesekali menyeka air mata. Ibu yang selama ini paling aku hormati dan sayangi tadi malam telah menghadap Sang Pencipta.


Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

haru

b)

kecewa

c)

sedih

d)

khawatir

e)

marah

32.

Cermati kutipan cerpen berikut!

Hingga tiga bulan lalu, suami Melani masih bisa menggarap lahan Pak Minto. Lahan itu sebelumnya hanya lahan mati dengan rumput ilalang setinggi orang dewasa. Setelah Melani dan suaminya datang sebagai keluarga jauh yang merantau, Pak Minto mengizinkan keduanya memanfaatkan lahan itu untuk cocok tanam. Daripada jadi lahan tak terurus, begitu kata Pak Minto.

Nilai sosial yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...

a)

seorang suami yang masih bisa menggarap lahan

b)

seseorang yang bisa memanfaatkan lahan mati

c)

suami istri yang datang sebagai keluarga perantau

d)

menolong orang yang memerlukan pekerjaan

e)

suami yang bekerja keras menghidupi keluarganya

33.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!


Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

sudut pandang orang pertama

b)

sudut pandnag orang kedua

c)

sudut pandang orang jamak

d)

sudut pandang orang tunggal

34.

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

a)

kereta api

b)

jalan raya

c)

bus

d)

kapal laut

35.

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


amanat kutipan cerita di atas adalah ...

a)

jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

b)

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

c)

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

d)

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua