NEW
Font size
Worksheetspembelajaran IPA
Total questions: 26
Worksheet time: 18mins
Teori ini memandang belajar sebagai hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan dari luar (stimulus) dan balasan dari siswa (response) yang dapat diamati. Semakin sering hubungan (bond) antara rangsangan dan balasan terjadi, maka akan semakin kuatlah hubungan keduanya (law of exercise). Teori belajar yang dimaksud adalah ...
Behaviorisme
Humanistik
Sibernetik
Kontruktivisme
Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan (hipotesis), mencoba-coba (trial and error), mencari dan menemukan keteraturan (pola), menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum, membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar ...
Sibernetik
Humannistik
Behaviorisme
Konstruktivisme
Menurut teori ini, peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, motivator, dan memberikan kesadaran mengenai makna kehidupan pada siswa. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya bukan dari sudut pandang pengamatnya. Teori belajar ini adalah ...
Humanistik
Konstruktivisme
Kognitivisme
Nativisme
Pendapat yang menyatakan bahwa pengetahuan atau pengalaman yang baru dapat terkait dengan pengetahuan lama yang sudah ada di dalam struktur kognitif seseorang adalah Teori belajar ...
Behaviorisme
Konstruktivisme
Kognitivisme
Sibernatik
Menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 20, belajar adalah …
proses mengubah jati diri seseorang
aktivitas yang dilakukan seseorang
pengalaman atau pelatihan seseorang
semua aktivitas mental seseorang
Teori belajar yang mendudukkan siswa sebagai individu yang pasif. Respons atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman merupakan pengertian dari teori belajar….
Behaviorisme
Humanistik
Sibernetik
Kontruktivis
Dalam teori belajar behaviorisme yang menjadi stimulans contohnya, kecuali?
pengelolaan kelas
metode pembelajaran
buku
motivasi
Umar mempunyai botol berbentuk tabung dengan jari-jari 10 cm dan tingginya 50 cm. Umar ingin mengisi penuh botol tersebut dengan bensin. Jika harga bensin di SPBU Pertamina Rp4.500 per liter, berapa uang yang harus disediakan oleh Umar ?
Termasuk jenis soal...
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
C6 mencipta
C2 memahami
C3 menerapkan
Buktikan bahwa jumlah n buah bilangan asli ganjil berurutan sama dengan n2?
Termasuk jenis soal...
C5 sintesis
C4 analisis
C3 penerapan
C2 pemahaman
C1 pengetahuan
Sebutkan rumus luas permukaan tabung ?
Termasuk jenis soal...
C1 mengingat
C2 memahami
C3 menerapkan
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
Diketahui tabung A dengan volume 1500π cm3 dan tinggi 15 cm serta tabung B dengan luas permukaan 500π cm2 dan jari-jarinya 10 cm. Tentukan apakah tabung A dan B merupakan tabung dengan ukuran yang sama? Jelaskan jawabanmu!
Termasuk jenis soal...
C6 mencipta
C5 mengevaluasi
C4 menganalisis
C3 menerapkan
C2 memahami
Jelaskan apa perbedaan dari luas permukaan tabung dan volume tabung ?
Termasuk jenis soal...
C1 mengingat
C3 menerapkan
C2 memahami
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
Jelaskan secara matematika hubungan antara luas permukaan dan volume tabung!
Termasuk jenis soal...
C2 memahami
C3 menerapkan
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
C6 Mencipta
Siswa diminta mengarang pada pelajaran bahasa indonesia termasuk kategori...
C2 memahami
C3 menerapkan
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
C6 mencipta
Berapa volume tabung dengan jari-jari 10 cm dan tingginya 7 cm ?
Termasuk kategori ...
C1 mengingat
C2 memahami
C3 menerapkan
C4 menganalisis
C5 mengevaluasi
Menemukan makna tersirat (attributing) : menetukan pokok permasalahan, bias, nilai atau maksud tersembunyi dari materi yang ada (misal: menentukan pokok permasalahan atau tema yang diambil penulis essay dari sudut pandang politik)
Termasuk proses kognitif...
C1
C2
C3
C4
C5
Berikut ini pernyataan yang tepat tentang pembelajaran HOTS adalah ... .
HOTS merupakan kemampuan berpikir yang hanya sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite)
Higher-order thinking adalah ketika mengingat kembali informasi (recall atau ingatan) dimaksimalkan
HOTS adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, mengnalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar.
HOTS identik dengan pertanyaan-pertanyaan sulit, proses pembelajaran yang menguras tenaga dan pikiran serta memerlukan persiapan yang cukup panjang
Aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi terdiri dari ... .
LOTS - MOTS - MOTS
Level 1 - Level 2 - Level 3
Knowing - Applying - Reasioning
Tranfer Knowledge - Critical & Creativity - Problem Solving
Dimensi pengetahuan terdiri dari ... .
Kognitif, Afektif, dan Psikomotor
Faktual, Konseptual, Prosedural, dan Metakognitif
Reguler, Remidial, dan Pengayaan
Ingatan, Penerapan, dan Penalaran
Fokus penguatan pendidikan karakter terdiri dari ... .
sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan
berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikasi
religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas
olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga
berikut ini yang tidak termasuk aspek HOTS adalah ... .
communication
Transfer Knowledge
Critical and Creative Thinking
Problem Solving
dalam perkembangannya penyusunan RPP abad 21 harus disisipkan empat keterampilan, yaitu ... .
Literasi, PPK, 4C, dan HOTS
Transfer Knowledge, critical thinking, dan Problem Solving
Religius, Nasionalis, Kemandirian, Gotong Royong, dan Integritas
Critical Thinking, Creativity, Collaboration & Communication
Gerakan Literasi Sekolah didasari oleh regulasi, Regulasi mana dibawah ini kurang tepat kaitanya dengan Literasi
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
Perturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2018 tentang Penguatan Pendikan Karakter;
Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 097/D/HK/2019 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah menuntut ketersediaan layanan dan fasilitasi terhadap warga sekolah dalam berliterasi. Salah satu kegiatan wajib yang diatur dalam Permendikbud 23 Tahun 2015 adalah 15 menit membaca setiap hari. Sekolah perlu mengembangkan program untuk mendekatkan sumber belajar kepada peserta didik, bagaimana menurut Sdr yang paling cocok dengan kondisi sekolah saat ini
Menyediakan Area Baca Sekolah
Membuat Pojok Baca Kelas
Pembuatan Moda Literasi Bergerak
Penyediaan Akses Internet
Mengembangkan kegiatan berliterasi di sekolah memerlukan pemahaman yang baik dari seluruh warga sekolah, khususnya pendidik dan tenaga kependidikan. Mana dari kegiatan berikut yang paling efisien untuk capaian tujuan GLS
sosialisasi GLS melalui workshop
pembentukan TLS, peng SK an lengkap dengan Job Deskripsinya
perancangan program Implementasi GLS di sekolah
penyusunan strategi pembudayaan literasi di sekolah
Untuk memberi kesempatan kepada siswa yang sudah mengembangkan kemampuan literasi di beberapa jenis literasi, sekolah dapat melaksanakan lomba-lomba yang terkait literasi, mana dari lomba berikut yang paling dianggap sesuai dengan RI 4.0
Lomba pojok baca kelas/Moda Literasi Bergerak
Lomba Bercerita/ mendongeng/ story telling
Lomba membuat Blog, cipta film pendek, mencipta jingle, Trailer, bumper
Lomba penerbitan bulletin kelas/ sekolah
