wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

latihan soal bahasa indonesia

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

Soal nomor 1 s/d 5 berkaitan dengan teks di atas.


Tujuan teks deskripsi di atas adalah mendeskripsikan

a)

tongkonan merupakan rumah adat bagi masyarakat Toraja sebagai warisan budaya

b)

rumah adat yang terbuat dari bahan kayu yang bagus dengan hiasan indah

c)

rumah tersebut tidak perlu di vernis maupun di sirlak sampai ratusan tahun lamanya

d)

kita bangga kalau tinggal di tanah Toraja karena memiliki rumah yang unik

2.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

Soal nomor 1 s/d 5 berkaitan dengan teks di atas.


Jenis teks deskripsi di atas adalah.....

a)

teks deskripsi irisan

b)

teks deskripsi total

c)

teks deskripsi yang berdiri sendiri

d)

teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain

3.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

Soal nomor 1 s/d 5 berkaitan dengan teks di atas.


Kesan umum pada paragraf penutup teks di atas adalah ...

a)

kita harus bersedia apabila memiliki rumah adat yang jauh tapi unik dan indah

b)

kita menerima bahan rumah Tongkonan dinobatkan sebagai rumah adat Toraja

c)

kita harus memahami bagaimana proses pembangunan rumah adat yang kaya dengan hiasannya

d)

kita merasa bangga, Indonesia memiliki warisan budaya yang tinggi dan wajib menjaganya

4.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

Soal nomor 1 s/d 5 berkaitan dengan teks di atas.


Ciri bagian identifikasi pada struktur teks deskripsi di atas adalah ......

a)

merinci bagian-bagian yang dilihat

b)

pernyataan yang berisi tanggapan persona

c)

nama objek yang dibahas, lokasi, sejarah

d)

simpulan umum atau tanggapan pribadi

5.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.

Soal nomor 1 s/d 5 berkaitan dengan teks di atas.


Teks di atas merinci tentang

a)

bahan kayu, ukiran rumah, hiasan atap

b)

harga rumah dan proses membuatnya

c)

lokasi tanah, rumah adat, hiasan tanduk

d)

proses pengukuhan Tongkonan sebagai ikon buat Indonesia

6.

Di bawah ini yang merupakan ciri cerita fantasi adalah...

a)

terdapat keajaiban/kemisteriusan

b)

bersifat nyata

c)

tidak ada konflik di dalamnya

d)

bersifat ilmiah

7.

Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api besar.

Watak Nataga pada kutipan teks di atas adalah....

a)

penakut

b)

pemberani

c)

pemalas

d)

Periang

8.

Amanat dalam sebuah cerita (narasi) adalah....

a)

rangkaian peristiwa dalam cerita

b)

pemeran dalam cerita

c)

permasalahan pokok dalam cerita

d)

pesan yang disampaikan pengarang

9.

Peri Hujan dan Peri Bulan terkejut dengan kehadiran raksasa di depan mereka. Rupanya raksasa inilah yang menyebabkan hutan rusak dan binatang-binatang lain melarikan diri. Mereka kemudian berusaha mengusir raksasa itu dengan kekuatan yang mereka miliki.

Kutipan cerita tersebut memuat bagian ...

a)

orientasi

b)

resolusi

c)

evaluasi

d)

komplikasi

10.

Penulisan bahasa dialog yang benar berikut ini adalah…

a)

“ Kau mau kemana Erja ?

b)

kau akan ku laporkan kepada Polisi”!

c)

“kau harus membawanya kembali!”

d)

kau, Sungguh serius ?”

11.

Mematikan Komputer dengan Benar

Berdasarkan judul di atas jenis teks prosedur yang tepat adalah.....

a)

cara memainkan

b)

cara membuat

c)

cara menggunakan

d)

cara melakukan

12.

Bagian pendahuluan dalam teks prosedur berisi.....

a)

tujuan

b)

bahan

c)

alat

d)

langkah-langkah

13.

Penggunaan kata yang menunjukkan ukuran yang akurat pada teks prosedur ialah...

a)

Taburkan garam secukupnya.

b)

Tuangkan 400 cc air.

c)

Taburkan meises hingga merata.

d)

Rebuslah mie agak lama.

14.

1. masukan buah mangga kedalam blender

2. nyalakan blender dan tunggu hingaa seluruhna tercampur

3. setelah selesai matikan blender dan tuang jus kedalam gelas

4. Siapkan blender

5. Jus mangga siap dihidangkan

6. masukan air dan es batu juga gula secukupnya

Urutan tepat prosedur membuat jus mangga adalah ….

a)

1,2,5,3,4,6

b)

4,6,2,1,3,5

c)

4,1,6,2,3,5

d)

4,2,3,1,6,5

15.

Kalimat yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu adalah....

a)

angkat dan hidangkan selagi hangat.

b)

didihkan air, masukkan berurutan nasi ketan.

c)

mudah, murah, sekaligus sehat.

d)

selamat mencoba dan sukses.

16.

Tujuan teks laporan hasil observasi adalah....

a)

memberikan informasi faktual

b)

membimbing langkah-langkah

c)

merinci suatu objek

d)

menggambarkan suasana

17.

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapatmenciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.

Simpulan dari kutipan di atas adalah….

a)

Lingkungan hidup baik benda mati maupun benda hidup

b)

Benda hidup perlu makan sedangkan benda mati tidak

c)

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup mencakup benda mati dan benda hidup

d)

Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara.

18.

Lingkungan asri merupakan dambaan bagi setiap msyarakat yang sadar akan kebersihan. Salah satunya adalah pemberdayaan sampah yaitu pemilahan antara sampah kering dan sampah basah.Pemberdayaan sampah juga dapat menjadi sarana kreativitas untuk mendaur ulang dan menggunakannya kembali sebagai alat-alat dalam aktivitas sehari-hari.

Gagasan utama teks hasil observasi tersebut adalah...

a)

Pemilahan sampah basah dan kering

b)

Lingkungan yang asri dan bersih dari sampah

c)

Sarana kreativitas masyarakat mendaur ulang sampah

d)

Alat-alat baru hasil daur ulang sampah

19.

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapatmenciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.

Kutipan paragraf teks hasil observasi tersebut merupakan...

a)

definisi umum

b)

deskripsi bagian

c)

deskripsi manfaat

d)

Penutup

20.

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapatmenciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.

Pola penyajian yang digunakan pada kutipan teks laporan hasil observasi di atas merupakan pola penyajian…

a)

narasi

b)

deskripsi

c)

ekspositoris

d)

argumentasi