WorksheetsPH_Cerpen_Quiz
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 37mins
Apa yang dimaksud dengan cerpen?
Karya sastra panjang dengan banyak karakter
Cerita pendek dengan plot yang kompleks
Drama panggung berdurasi singkat
Kumpulan puisi yang saling terkait
Umumnya struktur cerpen terdiri atas…
Tiga bagian utama: pengenalan, konflik, penyelesaian
Enam bab yang berbeda
Hanya berfokus pada satu karakter utama
Tidak memerlukan dialog antar karakter
Apa yang dimaksud dengan "tokoh protagonis" dalam cerpen?
Tokoh yang berperan sebagai penjahat utama
Tokoh yang berperan sebagai pemeran utama atau tokoh utama
Tokoh yang selalu berada di latar belakang
Tokoh yang tidak memiliki konflik
Apa fungsi dari latar dalam cerpen?
Menentukan waktu/suasana cerita
Memberikan deskripsi fisik tokoh
Menyampaikan tema cerita
Menunjukkan dialog antar karakter
Pada bagian mana puncak konflik sering kali dipresentasikan dalam cerpen?
Di awal cerita
Di tengah cerita
Di akhir cerita
Tidak ada puncak konflik
Apa yang membedakan antara cerpen dengan novel?
Panjangnya cerita
Kompleksitas karakter
Struktur cerita
Semua jawaban benar
Apa tujuan dari penokohan dalam cerpen?
Hanya untuk menghiasi cerita
Menunjukkan perubahan atau pertumbuhan karakter
Menyulitkan pembaca untuk mengikuti cerita
Tidak ada tujuan khusus
Apa peran tema dalam cerpen?
Memberikan gambaran fisik lingkungan
Mengungkapkan perasaan karakter
Menyampaikan ide atau pesan yang lebih besar
Tidak berpengaruh pada cerita
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.
Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.
Dimana setting cerita tersebut berlangsung?
Di kota modern
Di desa terpencil
Di dunia fantasi
Tidak dapat diketahui
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.
Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.
Bagaimana suasana yang tergambar dari kutipan cerpen tersebut?
Menegangkan
Menakutkan
Menyenangkan
Mengharukan
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.
Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.
Mengapa penduduk kampung takut masuk ke dalam Gunung Beser?
Karena keangkeran gunung tersebut
Karena terdapat harta karun yang berbahaya
Karena pasukan Belanda masih bersembunyi di dalamnya
Karena hanya Jayasakti yang diperbolehkan masuk
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Konon, saat pendudukan Belanda, di kampung saya ada seorang tokoh yang melawan Belanda yang berjuang sendirian tanpa pasukan bernama Jayasakti. Tentu saja tokoh ini menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan dipenjarakan. Jayasakti lari dari kampung ke Gunung Beser dan bersembunyi agar Belanda tidak menimpakan kemarahan kepada masyarakat kampungnya. Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tapi Jayasakti tidak pernah menyerah. Pasukan Belanda dengan dipandu centeng-centeng demang pernah melacak Jayasakti ke dalam gunung. Tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Kata orang-orang pintar, Jayasakti bersemedi dan tubuhnya menjadi pohon harum yang baunya dibawa angin ke sekitar gunung. Karena cerita itu dipercaya kebenarannya, tidak seorang pun penduduk punberani masuk ke kelebatan Gunung Beser. Mereka menghormati perjuangan yang pernah dilakukan Mbah Jayasakti.
Siapa Mbah Jayasakti dalam kutipan cerpen tersebut?
Tokoh utama
Tokoh antagonis
Tokoh tritagonis
Tokoh sampingan
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Selesai sholat Kakek biasa mengontrol air sawah. Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. Tapi, saya tidak. Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. Tak jarang saya mandi di pancuran sawah. Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri.
Apa yang dimaksud dengan cahaya yang "keluar dari hati saya sendiri" dalam kutipan?
Cahaya matahari
Cahaya Gunung Beser
Cahaya batin atau spiritual
Cahaya lampu jalan
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Selesai sholat Kakek biasa mengontrol air sawah. Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. Tapi, saya tidak. Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. Tak jarang saya mandi di pancuran sawah. Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri.
Kutipan cerita di atas menggunakan sudut penceritaan ….
Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang kedua
Sudut pandang orang ketiga
Sudut pandang orang keempat
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Bagi saya, Gunung Beser menyimpan kenangan tersendiri. Sejak umur 5 tahun saya sering tidur di rumah Kakek. Setiap subuh Kakek membangunkan saya dan mengajak pergi ke mesjid kecil di pinggir sawah. Saya yang kadang masih merasa ngantuk, begitu turun dari rumah selalu takjub melihat Gunung Beser berdiri kokoh. Saya merasa kesegaran pagi--harum dedaunan dan bau tanah—adalah bau khas Gunung Beser. Saya selalu berharap begitu turun dari rumah bisa melihat gunung itu bercahaya.
Berdasarkan kutipan di atas, cerpen tersebut menggunakan jenis alur/plot ….
Maju
Mundur
Campuran
Semua benar
Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari.
Kalimat di atas menggunakan majas....
Personifikasi
Metafora
Ironi
Simile
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.
Kutipan di atas menunjukkan watak tokoh "para petani" memiliki sikap ….
Egois
Rukun
Murah hati
Keras kepala
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.
Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen
Orientasi
Rangkaian peristiwa
Komplikasi
Resolusi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan.
Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen
Orientasi
Rangkaian peristiwa
Komplikasi
Resolusi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana.
Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen
Orientasi
Rangkaian peristiwa
Komplikasi
Resolusi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling. “Aku disini. Aku pohon yang kau sandari!” ujar suara itu lagi.
Seketika Mogu menengok. Alangkah terkejutnya ia! Pohon yang disandarinya ternyata memiliki wajah di batangnya.
Siapa tokoh utama cerpen tersebut?
(a)
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.
Amanat/pesan yang dapat dipetik dari kutipan cerpen tersebut adalah ....
Kita harus berburu berang-berang dan tikus agar sawah aman dari hama
Kita harus mengasapi lubang tikus agar tikus dapat diburu dengan mudah
Kita harus saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan
Kita harus melihat para petani saat berburu berang-berang atau tikus
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Bagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Kami mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar ngaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas bila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, saya belajar ngaji dari Kakek dulunya, bagi saya ngaji bukan hal baru. Sejak sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajar saya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah saya hapal betul
Kutipan di atas merupakan struktur cerpen bagian ....
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja.
Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
“Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan,” jawab Mogu.
Kalimat tersebut jika diubah menjadi kalimat tak langsung yang tepat akan menjadi …
Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarkan. Jawab Mogu.
Mogu mengatakan “Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan.”
Mogu mempersilakan Tuan Monda untuk berbicara.
Tuan Monda mempersilakan Mogu untuk menjawab.
1) Kebutuhan yang semakin mendesak itu memaksa penduduk kampung untuk memfungsikan segala yang dipunyai. 2) Para lulusan sekolah dari kota merencanakan untuk membuat pertanian terpadu di kaki gunung dengan melibatkan seluruh penduduk. 3) Pengelolaan kaki gunung itu dilakukan dengan gotong-royong. 4) Pembangunan pabrik air mineral dan tekstil mulai dibuat orang kota.
Penggunaan kata benda khusus ditunjukkan kalimat bernomor….
1
2
3
4
1) Kebutuhan yang semakin mendesak itu memaksa penduduk kampung untuk memfungsikan segala yang dipunyai. 2) Para lulusan sekolah dari kota merencanakan untuk membuat pertanian terpadu di kaki gunung dengan melibatkan seluruh penduduk. 3) Pengelolaan kaki gunung itu dilakukan dengan gotong-royong. 4) Pembangunan pabrik air mineral dan tekstil mulai dibuat orang kota.
Kalimat bermajas ditunjukkan dalam kalimat bernomor….
4 dan 3
3 dan 2
2 dan 1
1 dan 4
1) Kekeringan di musim kemarau dan banjir-banjir kecil di musim hujan tidak lagi asing. 2) Tapi, para penduduk tidak menyerah. 3) Alam harus ditaklukkan. 4) Kipas angin dan kulkas menjadi kebutuhan di musim kemarau. 5) Bendungan-bendungan kecil dibangun untuk menanggulangi musim hujan.
Kalimat ekspresif ditunjukkan oleh kalimat bernomor ….
2
3
4
5
Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.
Jika teks tersebut diubah menggunakan sudut pandang orang pertama, maka jawaban yang benar adalah …
Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, “Saya tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.
Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Mogu tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Mogu bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.
Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, saya mengatakan kepada Baginda Raja bahwa saya mengetahuinya. Kemudian saya menjelaskan bahwa tidak boleh sembarang orang menemuinya. Karena sebenarnya pohon itu adalah guru saya. Saya pun bersedia mengantarkan Baginda Raja dengan syarat hanya kami berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, saya mohon Baginda Raja berjanji takkan memberitahukanya pada siapapun.
Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Saya serius.
“Dengarlah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?” tanya si pohon lagi. Mendengar hal itu Mogu sangat girang.
Kalimat bemajas metafora ditunjukkan oleh kalimat …
Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan
Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku.
Kau telah lolos dari persyaratan itu
Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan
Berikut ini adalah contoh kalimat ekspresif …
Setelah mendapatkan penjelasan, semua orang terdiam
Semua orang diam membisu, tak ada yang berani menjawabnya
Aku hanya diam melihat kejadian yang diluar nalar itu
Diam-diam Mogu menyelinap masuk ke Gunung Beser
Wajahnya keras seperti dinding batu. Ia berkata. “Aku ikut”.
Kalimat tersebut memiliki makna ….
Orang yang wajahnya keras seperti batu
Orang yang tidak mau berkata-kata
Orang yang ikut karena terpaksa
Orang yang tidak mau ikut
Ketika Mbah Jayasakti bertanya, mulutnya tiba-tiba terasa terkunci.
Makna kalimat di atas adalah …
Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa bergerak
Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa berkata-kata
Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa berbuat apa-apa
Saat Mbah jayasakti bertanya, mulutnya terasa seperti dikunci
Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling.
Kutipan cerpen di atas menggunakan sudut pandang….
campuran
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
“Aku Mogu. Pencari kayu bakar. Aku tersesat, jadi terpaksa bermalam disini,” jawab Mogu .
Jika diubah menjadi kalimat tak langsung, maka kalimatnya menjadi…
Aku Mogu, pencari kayu bakar, aku tersesat jadi terpaksa bermalam disini, jawab Mogu.
Mogu menjawab bahwa Mogu adalah pencari kayu bakar. Aku tersesat jadi terpaksa bermalam disini, jawab Mogu.
Mogu menjawab bahwa dia adalah pencari kayu bakar. Aku tersesat jadi terpaksa bermalam disana, katanya.
Mogu menjawab bahwa ia adalah pencari kayu bakar. Ia tersesat, jadi terpaksa bermalam disana.
“Saat ini saat sulit,” kata Kakek, “Semakin banyak kebutuhan hidup dan semakin banyak orang yang merasa pintar. Tapi, orang-orang pintar itu tidak tahu tentang kebijaksanaan. Mereka tidak sadar bahwa sebagian besar manusia yang ada di dunia ini adalah yang ada di bawah standar kepintaran. Kisah Mbah Jayasakti masih diperlukan untuk melindungi Gunung Beser.”
Maksud kalimat yang diucapkan tokoh “Kakek” dalam kutipan cerpen tersebut adalah…
Kisah seperti Mbah Jaya Sakti menunjukkan bahwa ternyata masih banyak orang yang berada di bawah standar kepintaran
Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan karena masih banyak orang yang belum paham pentingnya melestarikan alam/hutan.
Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan karena masih banyak orang yang percaya adanya kekuatan gaib di hutan/gunung.
Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan untuk memberikan pembelajaran berupa cerita/dongeng kepada anak-anak.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.
Jenis konflik yang muncul dalam kutipan cerpen di atas adalah …
Konflik konfrontasi
Konflik lahir
Konflik batin
Konflik eksternal
Kakek awalnya mengajar, tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas bila Kang Hasim mengajar.
Kalimat di atas menggunakan majas ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Simile
Sampai terbakar tubuhku, menunggu kamu di sini dari tadi!
Kalimat di atas menggunakan majas ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Simile
Ketika aku bangun pagi dan pergi ke sawah, nyanyian burung mengiringi langkahku.
Kalimat di atas menggunakan majas ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Ironi
“Wah, wah…rajin betul anakku. Sudah jam segini baru bangun,” sapa ibu kepadaku.
Kalimat di atas menggunakan majas ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Ironi
Berikut ini adalah contoh orientasi yang baik dalam cerpen.
Entah sudah berapa kali aku mengatakan kepadanya untuk mengganti sepetu bututnya itu. Kalau sepatu itu masih layak pakai sih mungkin tidak apa-apa, tetapi sepatu itu sudah kelihatan sangat kumal, jauh dari kategori layak pakai.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.
Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.
Pagi ini kami berangkat sekolah. Lagi-lagi sepatu butut itu lagi yang kuperhatikan. Tidak ada yang lain yang kuperhatikan dari Andi, aju jadi malas bila berjalan dengannya.
Berikut ini adalah contoh konflik yang muncul dalam sebuah cerpen.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi
Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.
Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.
Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.
Berikut ini adalah contoh rangkaian peristiwa yang ditampilkan dalam cerpen.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi
v
Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.
Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.
Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.
Berikut ini adalah contoh resolusi yang dapat ditampilkan dalam cerpen.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi
Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.
Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.
Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.
Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.
Dari kutipan di atas yang termasuk kata benda khusus adalah ….
Sepatu butut
Mengganggu
Pandangankku
Orang tua
Berikut ini adalah contoh penggunaan kalimat ekspresif yang benar.
Sejak hari itu Mogu belajar pada pohon pengetahuan
Mogu tumbuh menjadi pemuda yang tampan
Pengetahuan Mogu menjadi amat luas
Suatu hari pohon itu berkata, “Mogu, kini pergilah mengembara!”
Mogu pun mengembara ke desa-desa. Ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis… Akhirnya Mogu tiba di ibukota. Di sana ia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad.
Watak tokoh dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
Suka membantu orang lain
Pandai mengikuti ujian
Rajin mengikuti ujian
Suka memamerkan kepandaian
Bila panen tiba, setiap petani yang punya sawah luas akan mengadakan syukuran. Para tetangga diundang. Ikan ditangkap atau ayam disembelih.
Watak tokoh petani dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
Rajin
Dermawan
Pekerja keras
Peduli
Bahagia seperti ini terlalu besar. Dadanya sesak.
Kalimat ekspresif yang tepat untuk melanjutkan teks tersebut adalah …
Saya bingung melihatnya
Dia terkulai lemas
Ia tidak bisa berkata-kata
Dia tidak kuasa untuk bernafas
