Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH_Cerpen_Quiz

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 37mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan cerpen?

a)

Karya sastra panjang dengan banyak karakter

b)

Cerita pendek dengan plot yang kompleks

c)

Drama panggung berdurasi singkat

d)

Kumpulan puisi yang saling terkait

2.

Umumnya struktur cerpen terdiri atas…

a)

Tiga bagian utama: pengenalan, konflik, penyelesaian

b)

Enam bab yang berbeda

c)

Hanya berfokus pada satu karakter utama

d)

Tidak memerlukan dialog antar karakter

3.

Apa yang dimaksud dengan "tokoh protagonis" dalam cerpen?

a)

Tokoh yang berperan sebagai penjahat utama

b)

Tokoh yang berperan sebagai pemeran utama atau tokoh utama

c)

Tokoh yang selalu berada di latar belakang

d)

Tokoh yang tidak memiliki konflik

4.

Apa fungsi dari latar dalam cerpen?

a)

Menentukan waktu/suasana cerita

b)

Memberikan deskripsi fisik tokoh

c)

Menyampaikan tema cerita

d)

Menunjukkan dialog antar karakter

5.

Pada bagian mana puncak konflik sering kali dipresentasikan dalam cerpen?

a)

Di awal cerita

b)

Di tengah cerita

c)

Di akhir cerita

d)

Tidak ada puncak konflik

6.

Apa yang membedakan antara cerpen dengan novel?

a)

Panjangnya cerita

b)

Kompleksitas karakter

c)

Struktur cerita

d)

Semua jawaban benar

7.

Apa tujuan dari penokohan dalam cerpen?

a)

Hanya untuk menghiasi cerita

b)

Menunjukkan perubahan atau pertumbuhan karakter

c)

Menyulitkan pembaca untuk mengikuti cerita

d)

Tidak ada tujuan khusus

8.

Apa peran tema dalam cerpen?

a)

Memberikan gambaran fisik lingkungan

b)

Mengungkapkan perasaan karakter

c)

Menyampaikan ide atau pesan yang lebih besar

d)

Tidak berpengaruh pada cerita

9.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.

Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.

Dimana setting cerita tersebut berlangsung?

a)

Di kota modern

b)

Di desa terpencil

c)

Di dunia fantasi

d)

Tidak dapat diketahui

10.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.

Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.

Bagaimana suasana yang tergambar dari kutipan cerpen tersebut?

a)

Menegangkan

b)

Menakutkan

c)

Menyenangkan

d)

Mengharukan

11.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.

Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.

Mengapa penduduk kampung takut masuk ke dalam Gunung Beser?

a)

Karena keangkeran gunung tersebut

b)

Karena terdapat harta karun yang berbahaya

c)

Karena pasukan Belanda masih bersembunyi di dalamnya

d)

Karena hanya Jayasakti yang diperbolehkan masuk

12.

Perhatikan kutipan cerpen  berikut!

Konon, saat pendudukan Belanda, di kampung saya ada seorang tokoh yang melawan Belanda yang berjuang sendirian tanpa pasukan bernama Jayasakti. Tentu saja tokoh ini menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan dipenjarakan. Jayasakti lari dari kampung ke Gunung Beser dan bersembunyi agar Belanda tidak menimpakan kemarahan kepada masyarakat kampungnya. Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tapi Jayasakti tidak pernah menyerah. Pasukan Belanda dengan dipandu centeng-centeng demang pernah melacak Jayasakti ke dalam gunung. Tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Kata orang-orang pintar, Jayasakti bersemedi dan tubuhnya menjadi pohon harum yang baunya dibawa angin ke sekitar gunung. Karena cerita itu dipercaya kebenarannya, tidak seorang pun penduduk punberani masuk ke kelebatan Gunung Beser. Mereka menghormati perjuangan yang pernah dilakukan Mbah Jayasakti.

Siapa Mbah Jayasakti dalam kutipan cerpen tersebut?

a)

Tokoh utama

b)

Tokoh antagonis

c)

Tokoh tritagonis

d)

Tokoh sampingan

13.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Selesai sholat Kakek biasa mengontrol air sawah. Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. Tapi, saya tidak. Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. Tak jarang saya mandi di pancuran sawah. Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri.

Apa yang dimaksud dengan cahaya yang "keluar dari hati saya sendiri" dalam kutipan?

a)

Cahaya matahari

b)

Cahaya Gunung Beser

c)

Cahaya batin atau spiritual

d)

Cahaya lampu jalan

14.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Selesai sholat Kakek biasa mengontrol air sawah. Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. Tapi, saya tidak. Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. Tak jarang saya mandi di pancuran sawah. Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri.

Kutipan cerita di atas menggunakan sudut penceritaan ….

a)

Sudut pandang orang pertama

b)

Sudut pandang orang kedua

c)

Sudut pandang orang ketiga

d)

Sudut pandang orang keempat

15.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Bagi saya, Gunung Beser menyimpan kenangan tersendiri. Sejak umur 5 tahun saya sering tidur di rumah Kakek. Setiap subuh Kakek membangunkan saya dan mengajak pergi ke mesjid kecil di pinggir sawah. Saya yang kadang masih merasa ngantuk, begitu turun dari rumah selalu takjub melihat Gunung Beser berdiri kokoh. Saya merasa kesegaran pagi--harum dedaunan dan bau tanah—adalah bau khas Gunung Beser. Saya selalu berharap begitu turun dari rumah bisa melihat gunung itu bercahaya.

Berdasarkan kutipan di atas, cerpen tersebut menggunakan jenis alur/plot ….

a)

Maju

b)

Mundur

c)

Campuran

d)

Semua benar

16.

Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari.

Kalimat di atas menggunakan majas....

a)

Personifikasi

b)

Metafora

c)

Ironi

d)

Simile

17.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.

Kutipan di atas menunjukkan watak tokoh "para petani" memiliki sikap ….

a)

Egois

b)

Rukun

c)

Murah hati

d)

Keras kepala

18.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.

Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen

a)

Orientasi

b)

Rangkaian peristiwa

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

19.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan.

Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen

a)

Orientasi

b)

Rangkaian peristiwa

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

20.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana.

Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen

a)

Orientasi

b)

Rangkaian peristiwa

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

21.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling. “Aku disini. Aku pohon yang kau sandari!” ujar suara itu lagi.
Seketika Mogu menengok. Alangkah terkejutnya ia! Pohon yang disandarinya ternyata memiliki wajah di batangnya.

Siapa tokoh utama cerpen tersebut?

(a)  

22.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.

Amanat/pesan yang dapat dipetik dari kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Kita harus berburu berang-berang dan tikus agar sawah aman dari hama

b)

Kita harus mengasapi lubang tikus agar tikus dapat diburu dengan mudah

c)

Kita harus saling bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan

d)

Kita harus melihat para petani saat berburu berang-berang atau tikus

23.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!

Bagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Kami mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar ngaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas bila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, saya belajar ngaji dari Kakek dulunya, bagi saya ngaji bukan hal baru. Sejak sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajar saya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah saya hapal betul

Kutipan di atas merupakan struktur cerpen bagian ....

a)

orientasi

b)

rangkaian peristiwa

c)

komplikasi

d)

resolusi

24.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja.

Kutipan di atas merupakan bagian ….dari cerpen

a)

orientasi

b)

rangkaian peristiwa

c)

komplikasi

d)

resolusi

25.

“Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan,” jawab Mogu.

Kalimat tersebut jika diubah menjadi kalimat tak langsung yang tepat akan menjadi …

a)

Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarkan. Jawab Mogu.

b)

Mogu mengatakan “Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan.”

c)

Mogu mempersilakan Tuan Monda untuk berbicara.

d)

Tuan Monda mempersilakan Mogu untuk menjawab.

26.

1) Kebutuhan yang semakin mendesak itu memaksa penduduk kampung untuk memfungsikan segala yang dipunyai. 2) Para lulusan sekolah dari kota merencanakan untuk membuat pertanian terpadu di kaki gunung dengan melibatkan seluruh penduduk. 3) Pengelolaan kaki gunung itu dilakukan dengan gotong-royong. 4) Pembangunan pabrik air mineral dan tekstil mulai dibuat orang kota.

Penggunaan kata benda khusus ditunjukkan kalimat bernomor….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

27.

1) Kebutuhan yang semakin mendesak itu memaksa penduduk kampung untuk memfungsikan segala yang dipunyai. 2) Para lulusan sekolah dari kota merencanakan untuk membuat pertanian terpadu di kaki gunung dengan melibatkan seluruh penduduk. 3) Pengelolaan kaki gunung itu dilakukan dengan gotong-royong. 4) Pembangunan pabrik air mineral dan tekstil mulai dibuat orang kota.

Kalimat bermajas ditunjukkan dalam kalimat bernomor….

a)

4 dan 3

b)

3 dan 2

c)

2 dan 1

d)

1 dan 4

28.

1) Kekeringan di musim kemarau dan banjir-banjir kecil di musim hujan tidak lagi asing. 2) Tapi, para penduduk tidak menyerah. 3) Alam harus ditaklukkan. 4) Kipas angin dan kulkas menjadi kebutuhan di musim kemarau. 5) Bendungan-bendungan kecil dibangun untuk menanggulangi musim hujan.

Kalimat ekspresif ditunjukkan oleh kalimat bernomor ….

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

29.

Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.

Jika teks tersebut diubah menggunakan sudut pandang orang pertama, maka jawaban yang benar adalah …

a)

Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, “Saya tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.

b)

Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Mogu tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Mogu bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.

c)

Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, saya mengatakan kepada Baginda Raja bahwa saya mengetahuinya. Kemudian saya menjelaskan bahwa tidak boleh sembarang orang menemuinya. Karena sebenarnya pohon itu adalah guru saya. Saya pun bersedia mengantarkan Baginda Raja dengan syarat hanya kami berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, saya mohon Baginda Raja berjanji takkan memberitahukanya pada siapapun.

d)

Saya ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Saya serius.

30.

“Dengarlah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?” tanya si pohon lagi. Mendengar hal itu Mogu sangat girang.

Kalimat bemajas metafora ditunjukkan oleh kalimat …

a)

Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan

b)

Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku.

c)

Kau telah lolos dari persyaratan itu

d)

Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan

31.

Berikut ini adalah contoh kalimat ekspresif …

a)

Setelah mendapatkan penjelasan, semua orang terdiam

b)

Semua orang diam membisu, tak ada yang berani menjawabnya

c)

Aku hanya diam melihat kejadian yang diluar nalar itu

d)

Diam-diam Mogu menyelinap masuk ke Gunung Beser

32.

Wajahnya keras seperti dinding batu. Ia berkata. “Aku ikut”.

Kalimat tersebut memiliki makna ….

a)

Orang yang wajahnya keras seperti batu

b)

Orang yang tidak mau berkata-kata

c)

Orang yang ikut karena terpaksa

d)

Orang yang tidak mau ikut

33.

Ketika Mbah Jayasakti bertanya, mulutnya tiba-tiba terasa terkunci.

Makna kalimat di atas adalah …

a)

Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa bergerak

b)

Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa berkata-kata

c)

Saat Mbah jayasakti bertanya, ia tidak bisa berbuat apa-apa

d)

Saat Mbah jayasakti bertanya, mulutnya terasa seperti dikunci

34.

Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling.

Kutipan cerpen di atas menggunakan sudut pandang….

a)

campuran

b)

orang pertama

c)

orang kedua

d)

orang ketiga

35.

“Aku Mogu. Pencari kayu bakar. Aku tersesat, jadi terpaksa bermalam disini,” jawab Mogu .
Jika diubah menjadi kalimat tak langsung, maka kalimatnya menjadi…

a)

Aku Mogu, pencari kayu bakar, aku tersesat jadi terpaksa bermalam disini, jawab Mogu.

b)

Mogu menjawab bahwa Mogu adalah pencari kayu bakar. Aku tersesat jadi terpaksa bermalam disini, jawab Mogu.

c)

Mogu menjawab bahwa dia adalah pencari kayu bakar. Aku tersesat jadi terpaksa bermalam disana, katanya.

d)

Mogu menjawab bahwa ia adalah pencari kayu bakar. Ia tersesat, jadi terpaksa bermalam disana.

36.

“Saat ini saat sulit,” kata Kakek, “Semakin banyak kebutuhan hidup dan semakin banyak orang yang merasa pintar. Tapi, orang-orang pintar itu tidak tahu tentang kebijaksanaan. Mereka tidak sadar bahwa sebagian besar manusia yang ada di dunia ini adalah yang ada di bawah standar kepintaran. Kisah Mbah Jayasakti masih diperlukan untuk melindungi Gunung Beser.”

Maksud kalimat yang diucapkan tokoh “Kakek” dalam kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

Kisah seperti Mbah Jaya Sakti menunjukkan bahwa ternyata masih banyak orang yang berada di bawah standar kepintaran

b)

Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan karena masih banyak orang yang belum paham pentingnya melestarikan alam/hutan.

c)

Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan karena masih banyak orang yang percaya adanya kekuatan gaib di hutan/gunung.

d)

Kisah seperti Mbah Jaya Sakti masih diperlukan untuk memberikan pembelajaran berupa cerita/dongeng kepada anak-anak.

37.

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.

Jenis konflik yang muncul dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Konflik konfrontasi

b)

Konflik lahir

c)

Konflik batin

d)

Konflik eksternal

38.

Kakek awalnya mengajar, tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas bila Kang Hasim mengajar.

Kalimat di atas menggunakan majas ….

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Simile

39.

Sampai terbakar tubuhku, menunggu kamu di sini dari tadi!

Kalimat di atas menggunakan majas ….

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Simile

40.

Ketika aku bangun pagi dan pergi ke sawah, nyanyian burung mengiringi langkahku.

Kalimat di atas menggunakan majas ….

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Ironi

41.

“Wah, wah…rajin betul anakku. Sudah jam segini baru bangun,” sapa ibu kepadaku.

Kalimat di atas menggunakan majas ….

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Ironi

42.

Berikut ini adalah contoh orientasi yang baik dalam cerpen.

a)

Entah sudah berapa kali aku mengatakan kepadanya untuk mengganti sepetu bututnya itu. Kalau sepatu itu masih layak pakai sih mungkin tidak apa-apa, tetapi sepatu itu sudah kelihatan sangat kumal, jauh dari kategori layak pakai.

b)

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.

c)

Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.

d)

Pagi ini kami berangkat sekolah. Lagi-lagi sepatu butut itu lagi yang kuperhatikan. Tidak ada yang lain yang kuperhatikan dari Andi, aju jadi malas bila berjalan dengannya.

43.

Berikut ini adalah contoh konflik yang muncul dalam sebuah cerpen.

a)

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi

b)

Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.

c)

Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.

d)

Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.

44.

Berikut ini adalah contoh rangkaian peristiwa yang ditampilkan dalam cerpen.

a)

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi

v

b)

Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.

c)

Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.

d)

Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.

45.

Berikut ini adalah contoh resolusi yang dapat ditampilkan dalam cerpen.

a)

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi

b)

Aku dan Andi adalah kakak beradik. Aku belajar di sekolah yang sama. Ayah dan ibuku adalah pedagang, walau tidak kaya, keluarga kami tergolong cukup.

c)

Akhirnya aku berhasil membuang sepatu Andi, dan menggantinya dengan sepatu yang baru. Aku sangat senang dan bangga berjalan dengan Andi.

d)

Aku dan Andi selalu berangkat sekolah Bersama-sama. Jarak rumah kami dengan sekolah tidaklah begitu jauh, sehingga kami hanya jalan kaki untuk menuju ke sekolah.

46.

Entah mengapa pula, hanya aku yang selalu memperhatikan sepatu bututnya Andi. Sepatu butut itu begitu mengganggu pandanganku. Orang tua kami tidah pernah protes kalua Andi mengenakan sepatu butut itu lagi.

Dari kutipan di atas yang termasuk kata benda khusus adalah ….

a)

Sepatu butut

b)

Mengganggu

c)

Pandangankku

d)

Orang tua

47.

Berikut ini adalah contoh penggunaan kalimat ekspresif yang benar.

a)

Sejak hari itu Mogu belajar pada pohon pengetahuan

b)

Mogu tumbuh menjadi pemuda yang tampan

c)

Pengetahuan Mogu menjadi amat luas

d)

Suatu hari pohon itu berkata, “Mogu, kini pergilah mengembara!”

48.

Mogu pun mengembara ke desa-desa. Ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis… Akhirnya Mogu tiba di ibukota. Di sana ia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad.

Watak tokoh dalam kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

Suka membantu orang lain

b)

Pandai mengikuti ujian

c)

Rajin mengikuti ujian

d)

Suka memamerkan kepandaian

49.

Bila panen tiba, setiap petani yang punya sawah luas akan mengadakan syukuran. Para tetangga diundang. Ikan ditangkap atau ayam disembelih.

Watak tokoh petani dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

Rajin

b)

Dermawan

c)

Pekerja keras

d)

Peduli

50.

Bahagia seperti ini terlalu besar. Dadanya sesak.

Kalimat ekspresif yang tepat untuk melanjutkan teks tersebut adalah …

a)

Saya bingung melihatnya

b)

Dia terkulai lemas

c)

Ia tidak bisa berkata-kata

d)

Dia tidak kuasa untuk bernafas