NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal Cerpen
Total questions: 40
Worksheet time: 25mins
Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan ciri cerpen adalah....
Habis dibaca sekali duduk
Sumber cerita dari kehidupan sehari-har
Melukiskan seluruh kehidupan tokoh
Meninggalkan kesan mendalam
Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata, tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai agama (relegius) adalah ….
nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan tuhan
nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
nilai yang menyangkut hubungan antara manusia dengan orang lain dalam kehidupan
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Nilai yang terdapat dalam cerpen yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia adalah nilai…
sosial
budaya
agama
moral
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu
jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya
ketakutan melihat orang jahat
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
Manfaat yang langsung dapat kita rasakan dari membaca cerpen adalah ...
Bahwa cerpen memberikan hiburan atau rasa senang
Cerpen dapat membuat orang sadar
Cerpen bisa memberikan arahan pada seseorang
Bahwa cerpen dapat memberi pesan pada pembaca
Cermati kutipan cerpen berikut!
Kepala desa pun berjanji akan mengatur pertemuan di antara kami berdua supaya kami dapat membicarakan masalah ini dengan baik atau secara kekeluargaan. Tetapi hingga saat ini juga kepala desa belum menghampiriku. Sempat terbesit di dalam pikiranku apakah aku harus melaporkannya ke kantor polisi. Sebelum aku hendak melaporkannya, kepala desa akhirnya datang bersama seorang lelaki tua yang saat itu datang ke rumahku. Aku tidak melihat ada orang tersebut.
Kepala desa memberi tahu bahwa laki-laki tersebut sedang sakit. Ia meminta agar aku mengobatinya. Setelah dia berkelakuan buruk kepadaku, sekarang kepala desa ingin aku memeriksa keadaanya. Tawaran yang diberikan kepala desa pun aku tolak mentah-mentah. Mana mau aku melakukan hal itu.
(Kaca Pecah, Rahadi Widodo)
Akibat terjadinya konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Kepala Desa ingkar janji akan mempertemukan kami.
Aku pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Kepala Desa.
Aku menolak tawaran Kepala Desa mentah-mentah.
Kepala Desa membawa laki-laki tua yang pernah datang ke rumahku.
Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk …
baris
puisi
prosa
nonfiksi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …
Banun menobatkan diri sebagai orang kikir
Predikat Banun Kikir didasari kedengkian
Banun tidaklah kikir tetapi hemat
Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun
Struktur teks cerpen adalah...
Orientasi - insiden - interpretasi
Orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
Abstrak - orientasi - komplikasi - koda - resolusi - evaluasi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
(1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan.
(2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergal-gelas kopi.
(3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0.
(4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku.
(5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.
Bukti latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan kalimat ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …
Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko.
Status Handoko yang sudah mempunyai istri.
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
Kartini pernah merasakan bangku sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. ……., ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah
Konjungsi yang tepat untuk bagian yang rumpang di atas adalah …
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.
"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?" Kata “kedai” pada kutipan cerpen tersebut mengandung makna....
A. bangunan tempat memproduksi barang
B. bangunan tempat berjualan
C. bangunan tempat menitipkan barang
D. bangunan tempat menumpuk barang
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi, tetapi mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Seblum meninggal, Pohon Pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.
Kutipan cerpen tersebut merupakan struktur cerpen yang disebut ....
A. Orientasi
B. Komplikasi
C. Rangkaian peristiwa
D. Resolusi
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Kata "matahari yang mulai tenggelam" tersebut mengandung makna....
A. hari hampir siang
B. hari hampir senja
C. hari hampir malam
D. hari hampir subuh
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….
bahwa
A. Tingkah laku tokoh kamu
B. Tingkah laku tokoh aku
C. Dialog tokoh kamu
D. Dialog tokoh aku
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)
”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Kentongan berbunyi brkali-kali dan sekali lagi kentongan lain bergema mengirimkan gelombang suara yang meliputi tanah kosong. Aku menyandang cangkul di pundakku, lalu pergi berjalan santai menuju pekerjaan.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . .
A. Orang pertama pelaku utama
B. Orang pertama pelaku sampingan
C. Orang ketiga pengamat
D. Orang ketiga serba tahu
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry, ya. Gue…...”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
A. Orientasi
B. Resolusi
C. Komplikasi
D. Koda
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengucapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor .. .
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
Perhatikan data berikut ini!
1. Uraian deskriptif
2. Menggunakan sudut pandang pencerita
3. Menggunakan dialog
4. Menggunakan majas
5. Menggunakan pertanyaan retoris
Berdasarkan data di atas, yang merupakan ciri kebahasaan teks cerpen adalah …
A. 1,2,3,4, dan 5
B. 1,2, dan 4
C. 1,2,4, dan 5
D. 2,4, dan 3
Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
(Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016)
Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas . . . .
A. Metafora
B. Personifikasi
C. Metonimia
D. Hiperbola
Saat lentera jagat raya suah berpulang ke ufuk barat bumi, putri malam malu-malu menengok khatulistiwa. Lelaki itu sejenak menengadah ke langit, pelan-pelan angin darat membelai tubuhnya dengan malas. Mata lelaki menerawang memandang sebuah lukisan Tuhan yang inah. Samar-samar tergar nyanyian samudera berduet dengan burung-burung camar.
Latar tempat dan waktu penggalan cerpen tersebut adalah ...
A. Sore hari di pegunungan
B. Siang hari di pantai
C. Sore hari di pedesaan
D. Malam hari di sisi laut
Majas metafora terdapat pada kalimat ...
A. Burung pipit terbang bagai batu lepas dari katapel.
B. Dia memiliki hati batu
C. Awan tertatih-tatih melintasi langit.
D. Kulayangkan panangku ke gugusan tanah gunugn yang teriris kolam.
Namanya Agung Prasetyo. Teman-teman sekolah biasa memanggilnya Agung. Dia adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ayahnya, Prasetyo, saat ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu dinas di lingkungan pemerintahan kota. Sedangkan ibunya bernama Mutia, adalah guru SD. Dita, adik satu-satunya saat ini duduk di kelas dua SMP. Anindita Prasetyo, demikian nama lengkapnya.
Struktur yang ditunjukkan pada cerpen di atas adalah ....
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
orientasi
“Saya di sini, Bobo.” Jawabku, buru-buru berbenah dan mengusap air mata dan mendatangi arah suara di kamar. “Kamu jangan pergi, aku takut sendiri.” “Tidak Bobo, tidak akan. Aku akan menjaga dan merawatmu selalu. Aku akan menyanyi untukmu setiap hari.” Kataku sambil memeluknya erat dan hangat. Dia membalasnya dengan mengusap rambutku, “Kwai la,” Kutemukan jejak kehangatan cinta dan kasih ada pada dirinya.
Kutipan cerpen di atas merupakan struktur bagian ....
oreintasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
“Tapi sayangnya, kami belum bisa menerimamu bergabung di sini.”
Seketika aku lemas. Dan tanpa sadar bertanya, “Kenapa?”
Masih dengan tersenyum, laki-laki itu menjawab, “Kami tak bisa bekerja sama dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kami. Mohon maaf, ya.”
Tema dari cuplikan cerpen di atas adalah ....
sosial pendidikan
sosial persahabatan
sosial politik
sosial intoleransi
Kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh utama (Darko) seorang yang ikhlas dalam bekerja adalah ...
Dia akan berhenti ketika seseorang memanggilnya.
Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.
Serta yang membuat kami semakin hormat, tidak pernah sekali pun dia mematok harga.
Dengan biaya murah, bahkan terkadang hanya dengan mengganti sepiring nasi dan teh panas.
Berikut ini yang bukan karakter tokoh utama (Darko) adalah ....
ramah
ikhlas
supel
murah senyum
Latar dalam cuplikan cerpen di atas adalah ....
kamar
rumah
ruang kelas
ruang aula
Insiden yang terjadi dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
Ketidakpahaman seorang teman terhadap pelajaran yang diberikan guru.
Ketidakpahaman tokoh aku terhadap pelajaran yang diberikan guru.
Seorang teman bertanya pelajaran terhadap tokoh aku.
Caci maki seorang teman kepada tokoh aku karena jawaban tidak tahu tokoh aku.
Makna bagian terakhir dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
Penolakan tokoh aku karena anak dari seorang ayah itu banyak bicara.
Penolakan tokoh aku karena membayangkan anak dari seorang ayah itu rakus.
Tokoh aku membayangkan bahwa anak dari seorang ayah itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.
Tokoh aku menolak karena ayahnya rakus.
Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ....
Cililitan
Bus Indah Murni
terminal
jalan tol
Pembuka cerpen di atas berkisah tentang ....
penokohan
konflik
tema
setting/ latar
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (4) dan (5)
