WorksheetsUAS PENDIDIKAN PANCASILA
Total questions: 43
Worksheet time: 1hrs 19mins
wawasan kebangsaan dan menerapkan nilai-nilai pancasila sebagai pedoman moral dalam berprilaku, bersikap, dan perbuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Mencari kebenaran yang bersifat subtansi dan hakiki dalam sosial kemasyarakatan
Merenungi perjuangan pendiri bangsa dan menjadikannya hanya sebagai romantisme sejarah
Nilai yang baik dari mata kuliah Pendidikan Pancasila untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya
Menceritakan sejarah perdebatan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara
Pancasila
Perbup
Pergub
Perpres
Perda
Mengakui kesalahannya sebagai negara penjajah dan mengganti rugi dari penjajahan yang telah dilakukan
Menjaga ketertiban dunia dan kesejajaran banga-bangsa yang ada di bumi
Mengambil keuntungan dari kekayaan alam yang ada di Indonesia
menarik hati rakyat Indonesia agar mau membantu upaya perang Jepang melawan Sekutu.
Menyerang negara Indonesia dan menaklukkannya
Dokuritsu Junbi Inkai
Dokuritsu Junbi Cosakai
Dokuritsi Senkai Inkai
Dokuritsi Senkai Cosakai
Dokuritsi Trisakai
Rajiman Wedyodiningrat
R.P Soeroso
Ir. Soekarno
KH. Agus Salim
Muhammad Yamin
Merumuskan dasar negara untuk Indonesia Merdeka
Merumuskan Undang-undang yang akan berlaku di Negara Indonesa
Memenuhi keinginan dan tujuan pihak Jepang
Menyiapkan peperangan bersama melawan Sekutu
Memilih Presiden dan Wakil Presiden
7. Proses pembuatan Pancasila menjadi dasar negara melalui proses yang panjang, yang diawali dalam sidang BPUPKI. Yang pertama kali mempidatokan dengan istilah Pancasila adalah...
Drs. Moh. Hatta
Muh. Yamin
Ir. Soekarno
dr. Radjiman Widyodiningrat
Soepomo
BPUPKI
PPKI
Muh. Yamin
Rajiman Wedyodiningrat
Panitia sembilan
Merumuskan dasar negara untuk Indonesia Merdeka
Menindaklanjuti hasi kerja BPUPKI dalam persiapan kemerdekaan Indonesia
Memenuhi keinginan dan tujuan pihak Jepang
Menyiapkan peperangan bersama melawan Sekutu
Memilih Presiden dan Wakil Presiden
BPUKI, 29 Mei 1945
Panitia Sembilan, 22 Juni 1945
Ir. Soekarno dan M. Hatta, 18 Agustus 1945
PPKI, 7 Agustus 1945
PPKI, 18 Agustus 1945
Sila ke-1
Sila ke-2
Sila ke-3
Sila ke-4
Sila ke-5
Sila ke-1
Sila ke-2
Sila ke-3
Sila ke-4
Sila ke-5
Sila ke-1
Sila ke-2
Sila ke-3
Sila ke-4
Sila ke-5
Mempelajari sejarah lahirnya Pancasila
Mengenang para penggali nilai-nilai Pancasila
mengkaji kebenaran Pancasila melalui diskusi kelompok
Mempelajari, mengamalkan, dan mempertahankan Pancasila
memajang poster Pancasila di dalam rumah
Berperilaku hidup sederhana dan rajin menabung
Aktif dalam kegiatan koperasi
Memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan
Menjalankan kegiatan perekonomian dengan jujur
Berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kreatif
Sila ke-5
Sila ke-4
Sila ke-3
Sila ke-2
Sila ke-1
Mengembangkan perbuatan yang luhur, mencerminkan sikap serta suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama manusia
Menghormati hak orang lain
Suka bekerja keras
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama umat manusia.
Dasar negara Indonesia dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara
Motivasi dan aspirasi perjuangan tekad bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional
Hukum yang mengatur jalannya roda pemerintahan Indonesia
Gambaran jiwa dan kepribadian masyarakat bangsa Indonesia
Nilai yang telah ada dan dianut oleh para leluhur dalam bermasyarakat
Mengandung pernyataan tentang pernyataan aspirasi bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajahan
Kemerdekaan Indonesia diperoleh berdasarkan perjuangan bangsa Indoensia sendiri dan bukan merupakan hadiah dari jepang.
Menegaskan motivasi spiritual, riil dan materil bangsa Indonesia
Menegaskan fungsi dan tujuan negara serta dasar negara Indonesia
Bentuk negara Indonesia adalah republik
Mengandung pernyataan tentang pernyataan aspirasi bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajahan
Kemerdekaan Indonesia diperoleh berdasarkan perjuangan bangsa Indoensia sendiri dan bukan merupakan hadiah dari jepang.
Menegaskan motivasi spiritual, riil dan materil bangsa Indonesia
Menegaskan fungsi dan tujuan negara serta dasar negara Indonesia
Bentuk negara Indonesia adalah Republik
Mengandung pernyataan tentang pernyataan aspirasi bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajahan
Kemerdekaan Indonesia diperoleh berdasarkan perjuangan bangsa Indoensia sendiri dan bukan merupakan hadiah dari jepang
Menegaskan motivasi spiritual, riil dan materil bangsa Indonesia
Menegaskan fungsi dan tujuan negara serta dasar negara Indonesia
Bentuk negara Indonesia adalah Federasi
Mengandung pernyataan tentang pernyataan aspirasi bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajahan
Kemerdekaan Indonesia diperoleh berdasarkan perjuangan bangsa Indoensia sendiri dan bukan merupakan hadiah dari jepang.
Menegaskan motivasi spiritual, riil dan materil bangsa Indonesia
Menegaskan fungsi dan tujuan negara serta dasar negara Indonesia
Bentuk negara Indonesia adalah Federasi
adat istiadat, budaya serta dalam agama-agama sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia.
perilaku agama dan kebudayaan tetangga yang masuk berakulturasi dengan budaya nusantara
nilai-nilai yang dianut oleh kerajaan Sriwijaya saja sebagai pedoman dalam bermasyarakat
adat istiadat dan budaya penjajah jepang yang berasimilasi dalam kebudayaan nusantara
keragaman suku, budaya, dan agama sebagai nilai yang abaikan di masyarakat
Budaya bangsa
Pandangan hidup bangsa
Tujuan bangsa
Jiwa dan Kepribadian bangsa
Sumber nilai
Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan
Tidak dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman
Mengandung semangat kekeluargaan
Dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman
Mengandung adanya semangat kerjasama
larangan terhadap ideologi marxisme, lenninisme, dan komunisme;
pencegahan berkembangnya paham liberal;
larangan terhadap pandangan ekstrem yang meresahkan kehidupan masyarakat;
penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus
penyesuaian positif dengan situasi dan keadaan zaman yang berkembang
segala peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia harus bersumberkan Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.
Tertib hukum di Indonesia berasaskan kesetaraan antar tiap hukum yang berlaku
segala peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia harus bersumberkan UUD 1945
Tidak diperkenankan nilai Pancasila bertentangan dengan nilai hedonism yang dianut oleh masyarakt barat
Pancasila merupakan nilai praksis dari nilai dasar UUD 1945
1) Pelatihan P4 Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
2) Pengetahuan yang lengkap, dan jelas tentang kebaikan dan kebenaran Pancasila
3). Menimbang pengetahuan mengenai pancasila dengan nilai-nilai kebajikan universal yang di akui masyarakat
4) Menjadi kesadaran di dalam hati sanubari sampai adanya suatu ketaatan
5) Kemampuan dan kebiasaan untuk melakukan perbuatan mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan
6) Menjadi mentalitas pancasila dengan adanya kristalisasi nilai-nilai dasar pancasila
7) Menampilkan sikap kemanusiaan yang adil dan beradab serta berkeadilan
29. Di bawah ini daftar susunan proses pembentukan kerpribadian pancasila dari awal sampai pada tingkat kepribadian dan ketahanan ideologis berdasarkan list di atas yakni :
3,2,4,6
3,1,5,7
3,2,4,7
2,4,5,6
2,3,5,6
30. Bagaimana Pancasila sebagai sistem filsafat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi? …
Pancasila sebagai sistem filsafat tidak relevan dalam konteks kebijakan ekonomi pemerintah, namun tetap mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi yang adil, berkeadilan, dan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan
Pancasila sebagai sistem filsafat mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi yang tidak zalim, nepotisme dan sama rata
Pancasila sebagai sistem filsafat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dengan mendorong pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi yang adil, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Pancasila sebagai sistem filsafat memengaruhi hubungan antar warga negara dalam kehidupan sehari-hari dengan mendorong kesetaraan, keadilan, persatuan, kerja sama, dan demokrasi dalam berinteraksi satu sama lain.
Pancasila tidak memiliki pengaruh dalam kebijakan pemerintah di bidang ekonomi
31. Bagaimana Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman Indonesia ...
Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan melalui nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan demokrasi yang menghormati perbedaan.
Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan melalui nilai-nilai universal seperti kebebasan, hak berekspresi, kesetaraan yang mutlak di hormati dalam beragam perbedaan
Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan dengan memaksakan satu budaya dan agama yang mayoritas
Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan melalui penindasan terhadap perbedaan dengan tetap memberika hak dan kewajiban warga negara
Pancasila mempromosikan persatuan dan kesatuan dengan menolak keberagaman dan pluralisme
32. Sebutkan salah satu lembaga legislatif di Indonesia beserta tugasnya ...
Salah satu lembaga legislatif di Indonesia adalah .
Presiden yang tugasnya adalah membuat undang-undang dan mengawasi kinerja legislatif
Mahkamah Konstitusi (MK) yang tugasnya adalah menganggarkan keuangan negara dan menjalankan fungsi eksekutif …
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tugasnya antara lain membuat undang-undang, mengawasi kinerja pemerintah, dan menganggarkan keuangan negara
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tugasnya adalah menjalankan fungsi legislasi di tingkat daerah
Presiden yang tugasnya adalah membuat undang-undang dan mengawasi kinerja legislatif
Badan Pengawas Keuangan yang tugasnya antara lain mengawasi kinerja DPR dan memiliki hak angket
33. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial ...
Sistem pemerintahan presidensial adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan eksekutif terletak pada seorang presiden yang dipilih secara terpisah dari cabang legislatif.
Sistem pemerintahan presidensial adalah sistem di mana kekuasaan eksekutif terletak pada seorang raja yang diwariskan secara turun-temurun.
Sistem pemerintahan presidensial adalah sistem di mana kekuasaan eksekutif terletak pada seorang perdana menteri yang dipilih oleh presiden.
Sistem pemerintahan presidensial ditandai dengan kekuasaan eksekutif yang bertanggung jawab secara langsung kepada badan legislatif. Artinya, kelangsungan kekuasaan eksekutif sangat bergantung kepada kepercayaan dan dukungan mayoritas suara di badan legislatif.
Sistem pemerintahan presidensial adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan eksekutif terletak pada seorang presiden sebagai kepala negara dan waki presiden sebagai kepala pemerintahan.
Pemegang kekuasan legislatif antara lain adalah DPR
Pemegang kekuasan legislatif antara lain adalah MPR
Pemegang kekuasan eksekutif adalah Presiden
Pemegang Kekuasan yudikatif antara lain adalah Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
Pemegang wewenang inspeksi adalah DPD
bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh raja, kaisar, syah, atau ratu yang berganti secara turun temurun dan berlangsung seumur hidup
bentu pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh beberapa orang yang dianggap mempunyai peran utama dalam negara, misalnya cendekiawan untuk kepentingan umum.
Bentuk pemerintahan yang meletakkan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, yang diformulasikan melalui sistem perwakilan
bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh beberapa orang yang dianggap mempunyai peran utama dalam negara, misalnya cendekiawan untuk kepentingan kelompoknya.
bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh keturunan bangsawan karena dianggap mempunyai garis yang kemuliaan untuk memimpin negara
Demokrasi Langsung
Demokrasi tidak Langsung
Demokrasi Liberal
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Terpimpin
1 kali
2 kali
3 kali
4 kali
5 kali
UUD 1945, Ketetapan MPR, Undang-undang, Peraturan Presiden, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah
UUD 1945, Undang-undang, Ketetapan MPR, Peraturan Daerah, , Peraturan Presiden, Peraturan Bupati
Undang-undang, UUD 1945, Ketetapan MPR, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Daerah Provinsi, Peraturan Daerah, Peraturan Kab/Kota
Undang-undang, UUD 1945, Ketetapan MPR, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Daerah
UUD 1945, Ketetapan MPR, Undang-undang/Perpu, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Daerah
Bersaing dengan negara lain
Mengangkat harkat dan martabat manusia dan bangsa itu sendiri
Menjadikannya sebagai penopang hidup orang-orang
Menaikkan gengsi di mata internasional
Melaksanakan hasil musyawarah
Kurang menunjukkan sikap yang bermoral dalam berbangsa dan bernegara
kurang memahami pentingnya nilai ekonomi yang berdampak positif dalam dunia politik terkini
Kurang memahami sikap dan perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun dan merawat keharmonisan berbangsa dan bernegara
Generasi muda akan sedikit banyak melanggar hak asasi manusia lainnya yang telah dijamin undang-undang
Meningkatnya perilaku amoral, kesusilaan atau rasis dalam masyarakat
