WorksheetsPKWU KELAS XII
Total questions: 15
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Di daerah Gorontalo, terdapat keanekaragaman bahan pangan nabati dan hewani yang dapat diolah menjadi produk makanan khas daerah. Seorang calon wirausaha bernama Reva Butang tertarik untuk mengembangkan usaha pengolahan makanan yang mengangkat keunikan dan kelezatan makanan tradisional daerah Gorontalo. Reva Butang ingin memodifikasi resep-resep tradisional dengan menambahkan sentuhan kreatif dan modern agar dapat menarik konsumen lebih luas. Dalam merencanakan usahanya, Reva Butang mempertimbangkan ide dan peluang usaha, sumber daya yang tersedia, administrasi, dan strategi pemasaran yang efektif.Strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Reva Butang untuk mempromosikan produknya dan menjadi strategi yang relevan dalam konteks perencanaan usaha makanan adalah….
a)
Tidak perlu memperhatikan strategi pemasaran karena produk makanan akan terjual dengan sendirinya.
b)
Reva Butang hanya perlu mengandalkan promosi offline seperti spanduk dan brosur.
c)
Strategi pemasaran digital dan media sosial dapat diterapkan untuk meningkatkan visibilitas produk, mengingat tren konsumen yang semakin online.
d)
Hanya fokus pada promosi nasional, karena produknya dapat diminati oleh seluruh negeri.
e)
Membuat tester dan menawarkan kepada masyarakat
2.
Gorontalo, sebuah provinsi di Indonesia, memiliki kekayaan kuliner yang unik dan lezat. Salah satu makanan khas daerahnya adalah "Binde Biluhuta," sejenis hidangan berbahan dasar ikan laut yang diolah dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Proses pengolahan Binde Biluhuta membutuhkan keahlian khusus dan melibatkan tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang Binde Biluhuta: "Binde Biluhuta merupakan hidangan khas Gorontalo yang telah menjadi bagian integral dari budaya kuliner masyarakat setempat. Ikan laut segar, seperti tuna atau kakap, menjadi bahan utama hidangan ini. Ikan dicampur dengan bumbu khas, seperti kemiri, kunyit, dan serai, sebelum diolah dengan cara khusus yang menjadi ciri khas proses pengolahan Binde Biluhuta. Hidangan ini biasanya disajikan dalam bentuk panggangan atau direbus, dengan taburan daun bawang dan irisan cabai merah sebagai pelengkap. Binde Biluhuta tidak hanya menjadi sajian lezat tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Gorontalo."Alasan ikan laut segar menjadi bahan utama dalam pengolahan Binde Biluhuta adalah…
a)
Untuk memberikan warna pada hidangan.
b)
Agar tekstur ikan menjadi lebih kenyal.
c)
Untuk memberikan cita rasa khas Binde Biluhuta.
d)
Menjaga kesegaran bahan baku.
e)
Mencegah hidangan menjadi terlalu pedas.
3.
Dalam upaya memperkenalkan kuliner lokal ke pasar global, banyak daerah menghadapi tantangan untuk menjaga keaslian resep tradisional sambil tetap mengakomodasi selera internasional yang beragam. Sebagai contoh, sebuah desa di Sumatera Barat telah berhasil menciptakan variasi baru dari makanan khasnya, "Rendang Gadang," untuk menyesuaikan dengan tren kuliner internasional. "Rendang Gadang merupakan hidangan khas daerah Sumatera Barat yang memiliki cita rasa gurih dan pedas khas rendang. Namun, untuk mengakomodasi selera global yang lebih beragam, desa ini memutuskan untuk membuat modifikasi pada resep tradisionalnya. Beberapa bahan lokal digantikan dengan bahan internasional, dan proses pengolahan mengalami beberapa perubahan untuk mempercepat produksi. Meskipun demikian, keunikan dan kelezatan Rendang Gadang tetap terjaga."Alasan utama desa tersebut memodifikasi resep Rendang Gadang adalah….
a)
Untuk membuat hidangan lebih murah.
b)
Menyesuaikan dengan selera global.
c)
Meningkatkan daya tahan produk.
d)
Mempercepat proses produksi.
e)
Mengurangi kandungan pedas.
4.
Sebuah warung makan di Labuan Baju menghadapi tantangan untuk memodifikasi hidangan khasnya, "Nasi Kuning Komodo," agar dapat lebih diterima oleh wisatawan asing yang datang ke daerah tersebut. Nasi Kuning Komodo, hidangan berbahan dasar nasi yang disajikan dengan berbagai lauk-pauk khas, memiliki cita rasa yang khas dan bumbu rempah tradisional. "Warung ini ingin memperluas pangsa pasar dan memasukkan Nasi Kuning Komodo ke dalam menu internasional. Beberapa bahan lokal yang sulit didapatkan oleh turis asing digantikan dengan bahan internasional yang lebih familiar. Selain itu, warung ini juga menyesuaikan tingkat kepedasan hidangan agar sesuai dengan selera internasional. Meskipun mengalami modifikasi, warung tersebut berusaha menjaga keaslian dan kelezatan Nasi Kuning Komodo."Dampak modifikasi terhadap daya tarik Nasi Kuning Komodo bagi turis asing adalah….
a)
Menambah daya tarik bagi turis lokal.
b)
Mengurangi keaslian hidangan.
c)
Menurunkan harga jual.
d)
Memudahkan proses produksi.
e)
Meningkatkan daya tahan produk
5.
Analisis ekonomi produk olahan pangan Nusantara menjadi penting dalam mengoptimalkan potensi pasar. Contohnya, kerupuk ikan, produk khas dari Sulawesi, adalah produk yang menarik untuk dieksplorasi. Biaya produksi kerupuk ikan mencakup (ikan, tepung tapioka), biaya (gaji untuk pembuat kerupuk), dan biaya (transportasi, pengemasan) Yang termasuk dalam biaya produksi kerupuk ikan dalam analisis ekonomi yaitu….
a)
Biaya riset dan pengembangan
b)
Biaya distribusi dan pemasaran
c)
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya distribusi
d)
Biaya promosi dan branding
e)
Biaya pajak dan asuransi
6.
Di daerah Jakarta, masyarakatnya telah mengembangkan sistem pengolahan makanan khas daerah yang unik, menggabungkan bahan pangan nabati dan hewani dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya lokal. Berbagai hidangan telah dihasilkan dengan modifikasi bahan pangan, menciptakan cita rasa yang istimewa dan memanfaatkan kekayaan alam setempat. Salah satu contoh makanan yang menarik adalah:"Nasi Kuning Bambu Betawi"Nasi kuning ini merupakan kombinasi dari beras lokal, kunyit, dan kelapa parut. Uniknya, proses pengolahannya dilakukan dalam batang bambu yang diisi dengan campuran bahan tersebut. Selama proses ini, makanan dipanggang dengan arang dari pohon jati, memberikan aroma dan rasa khas. Dalam hidangan ini, masyarakat setempat memanfaatkan keberlanjutan sumber daya bambu dan pohon jati yang melimpah di daerah mereka.Ciri khas dalam pengolahan "Nasi Kuning Bambu Betawi" adalah….
a)
Penggunaan beras lokal
b)
Proses pengolahan dalam batang bamboo
c)
Penggunaan kelapa parut
d)
Semua jawaban benar
e)
Tidak ada jawaban yang benar
7.
Berdasarkan contoh makanan awetan diatas, dibuat dengan menggunakan …
a)
Zat pewarna
b)
Adiktifkimia
c)
Fermentasi
d)
Pengalengan
e)
Konsentrat gula
8.
Marta Lahungga adalah seorang pemudi asal Jawa Tengah yang memiliki keinginan kuat untuk memulai usaha pengolahan makanan khas daerahnya. Ia ingin memodifikasi resep tradisional dengan bahan pangan nabati dan hewani. Marta Lahungga memiliki akses ke sumber daya lokal dan berencana untuk mengatur administrasi dan pemasaran usahanya secara efektif. Langkah pertama yang harus dilakukan Marta Lahungga untuk mewujudkan ide usahanya adalah….
a)
Langsung memulai produksI
b)
Melakukan survei pasa
c)
Menyewa tempat usaha
d)
Mencari investor
e)
Melakukan promosi
9.
Awal mulanya Gojek adalah layanan jasa transportasi online. Kemudian Gojek meluncurkan aplikasi Gofood dan disusul layanan lainnya. Munculnya berbagai gagasan produk baru adalah salah satu karakteristik yang perlu dimiliki seorang wirausaha, yaitu ….
a)
Pantang menyerah
b)
Mandiri
c)
Percaya diri
d)
Bertanggungjawab
e)
Kerja keras
10.
Dalam mendukung perekonomian lokal, pengolahan produk olahan pangan daerah dari bahan nabati menjadi fokus utama. Contoh nyata adalah "Emping Melinjo Khas Jawa Tengah," sebuah produk olahan yang berasal dari biji melinjo. Proses pengolahan memanfaatkan sumber daya lokal dan melibatkan petani setempat. Keberlanjutan produk ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan mendukung kelestarian lingkungan. Dampak positif dari melibatkan petani setempat dalam pengolahan "Emping Melinjo Khas Jawa Tengah" adalah…
a)
Meningkatkan daya tarik visual
b)
Menciptakan lapangan kerja local
c)
Menjaga keberlanjutan produk
d)
Menetapkan target penjualan tahunan
e)
Mengurangi variasi rasa produk
11.
Gorontalo, sebuah provinsi di Indonesia, memiliki kekayaan kuliner yang khas dan beragam. Salah satu usaha yang berkembang di daerah ini adalah pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani. Beberapa pelaku usaha telah berhasil menghadirkan inovasi dalam menyajikan hidangan tradisional dengan sentuhan modern. Meskipun begitu, evaluasi terhadap kegiatan usaha pengolahan makanan ini tetap penting untuk memastikan kualitas, keberlanjutan, dan daya saingnya di pasar. Selain itu, penyusunan rencana pengembangan usaha juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan potensi pasar dan memperluas jangkauan konsumen.Faktor yang perlu dievaluasi untuk memastikan keberlanjutan usaha pengolahan makanan adalah….
a)
Warna hidangan
b)
Ketersediaan bahan baku
c)
Desain kemasan
d)
Cuaca harian
e)
Harga jual
12.
Melalui analisis SWOT cita – cita untuk mengembankan usaha pengolahan makanan awetan nabati dapat direncanakan dengan baik.Berikut ini contoh analisis SWOT pada makanan Khas daerah, Kecuali….
a)
Strength
b)
Weaknes
c)
Opportunity
d)
Metode
e)
Threat
13.
Kota Surakarta, dikenal sebagai Solo, memiliki kekayaan kuliner tradisional yang unik dan beragam. Beberapa pengusaha kuliner di Solo mengembangkan usaha pengolahan makanan khas daerah dengan modifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani. Evaluasi terhadap kegiatan usaha ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing, sementara penyusunan rencana pengembangan usaha diperlukan guna menjawab tuntutan pasar yang terus berkembang. Kontribusi usaha pengolahan makanan khas daerah terhadap ekonomi lokal Solo yaitu…….
a)
Meningkatkan impor makanan
b)
Menurunkan tingkat pengangguran
c)
Mengurangi produksi pangan lokal
d)
Menyebabkan kerugian bagi petani
e)
Tidak berpengaruh pada ekonomi lokal
14.
Perhatikan gambar berikut ini. Faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan kemasan pada bahan olahan dan pengawetan kecuali…
a)
Faktor pengamanan
b)
Faktor ekonomi
c)
Faktor pendistribusian
d)
Faktor komunikasi
e)
Faktor Kesehatan
15.
Dalam pengemasan produk pangan, aspek penting yang harus diperhatikan adalah proses pemberian label (labelling). Beberapa keterangan yang harus ada pada label produk pangan, meliputi: 1. Nama dan merk produk. 2. Nama dan alamat produsen. 3. Berat bersih/ netto. 4. Nomor pendaftaran/ perizinan. 5. Komposisi bahan. 6. Tanggal dan kode produksi. 7. Tanggal kadaluarsa.
a)
Nomor 1, 2, 3, dan 4
b)
Nomor 3, 4, 5, dan 6
c)
Nomor 2, 3, 4, dan 5
d)
Nomor 4, 5, 6, dan 7
e)
Nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
100 %
