wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Penilaian Harian Teks Cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

penokohan

b)

amanat

c)

nilai kehidupan

d)

tema

2.

Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....

a)

sudut pandang

b)

latar

c)

alur

d)

tokoh

3.

Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....

a)

Resolusi

b)

koda

c)

komplikasi

d)

orientasi

4.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai

....

a)

agama

b)

pendidikan

c)

moral

d)

budaya

5.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai

....

a)

agama

b)

pendidikan

c)

moral

d)

budaya

6.

Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke

rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua." (Andi Dwi Handoko, "Bonsai")

 

Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

 

a)

ceroboh, malas, kaya

b)

ramah, pemarah, teliti

c)

cermat, pelit, perhitungan

d)

ramah, telaten, dermawan

7.

Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....

a)

tokoh

b)

amanat

c)

latar

d)

tema

8.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")

 

Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

di halte dekat rumah

b)

halte depan sekolah

c)

terminal

d)

depan rumah

9.

   Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")

 

Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....

a)

Pendidikan

b)

agama

c)

budaya

d)

sosial

10.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat. (M. Zuhri, "Kandang Merpati")

 

Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

latar waktu

b)

tokoh

c)

penokohan

d)

latar tempat

11.

    (1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng.

(4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

 

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(4)

c)

(3)

d)

(5)

12.

             Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”

 

Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

d)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

13.

Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.

 

Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital tersebut melalui ….

 

a)

paparan langsung oleh pengarang

b)

pelukisan perilaku tokoh

c)

pelukisan bentuk fisik tokoh

d)

pelukisan tempat tinggal tokoh

14.

Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...

a)

Unsur yang membentuk cerpen dari luar

b)

Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang

c)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar

d)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam

15.

  Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

 

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

 

a)

pendiam

b)

pemalu

c)

penakut

d)

pembohong

16.

Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena matahari sudah mulai tampak dan aku harus bekerja keras.

 

Latar waktu kutipan cerpen adalah ....

a)

sore hari

b)

siang hari

c)

malam hari

d)

pagi hari

17.

“Mereka bersaudara, saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu Upiklah yang membiayai kuliah Ferri selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D. itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang hanya seorang itu. Ia bekerja membanting tulang menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayangi-nya itu. Selama itu pula Ibu Upik menjauhi pria dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Ferri tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakaknya. Ia melihat kakaknya sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”

Majas yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah....

a)

personifikasi

b)

simile

c)

metafora

d)

hiperbola

18.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.

 

Latar kutipan cerpen tersebut adalah

a)

di sungai, sore hari

b)

di sungai, malam hari

c)

di desa, siang hari

d)

di hutan, pagi hari

19.

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.

b)

Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.

c)

Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.

d)

Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.

20.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya ku nikahi. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro. Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(3) dan (4)

b)

(1) dan (2)

c)

(2) dan (3)

d)

(4) dan (5)