WorksheetsTry Out Humble Pharmacy 03
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
industri farmasi memproduksi sediaan krim dengan komposisi per sediaan sebagai berikut :
Bahan aktif 5%
Basis Cream 40%
Emulgator 15%
Antioksidan 3%
pengawet 1%
humectant 10%
air ad 100gr
berapa gram air yang diperlukan jika dalam sehari industri tersebut mampu memproduksi 3 batch, ukuran 1 batch nya adalah 5000 pot
a)
285 kg
b)
330 kg
c)
390 kg
d)
435 kg
e)
470 kg
2.
Bagian produksi suatu industri farmasi melakukan proses sterilisasi terhadap produk ranitidine injeksi. Monitoring sterilisasi menggunakan alat autoklaf pada suhu 121°C dengan menggunakan produk biologi.
Mikroba standar yang digunakan untuk penetrasi panas dalam produk biologi tersebut yaitu?
a)
Bacillus stearothermophillus
b)
Bacillus var niger
c)
Bacillus algicola
d)
Bacillus alvei
e)
Bacillus amyloliquefaciens
3.
divisi R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan gel pereda nyeri topikal. Salah satu yang parameter penting yang perlu ditetapkan adalah viskositas sediaan. Viskositas sediaan dapat diperoleh dengan melakukan uji viskositas menggunakan viskometer. Dilakukan penetapan nilai viskositas sediaan menggunakan viskometer brookfield tipe LV, menggunakan rpm 3, dengan spindle no 2. diperoleh pembacaan skala 12,5.
berapa viskositas sediaan tersebut?
a)
500 cps
b)
750 cps
c)
1000 cps
d)
1250 cps
e)
1500 cps
4.
Sebuah industri akan memproduksi sediaan infus mannitol 10% dalam kemasan flakon 500 mL. Jika diketahui data ekivalensi NaCl mannitol E = 0,18.
Apakah sifat tonisitas sediaan tersebut ?
a)
Sudah Isotonis
b)
Hipotonis, perlu diencerkan
c)
Hipertonis, perlu ditambah NaCl sebanyak 4,5 g
d)
Hipotonis, perlu ditambah NaCl sebanyak 4,5 g
e)
Hipertonis, perlu diencerkan
5.
Sebuah industri akan mempoduksi sediaan tablet antibiotik non betalaktam.
Bagaimana kondisi tekanan diruang produksi, koridor, dan luar untuk produk tersebut?
a)
++/0/+
b)
+++/0/+
c)
++/+/0
d)
0/++/+
e)
++/+++/+
6.
Untuk memastikan bahwa larutan infus tidak memberikan efek yang merugikan pada pasien seperti menimbulkan demam, perlu dilakukan uji pirogen dengan kelinci.
Berapa jumlah kelinci yang dibutuhkan pada percobaan pertama?
a)
2
b)
3
c)
5
d)
8
e)
10
7.
Sebuah industri farmasi membuat injeksi ranitidine, oleh karena itu dibutuhkan air untuk injeksi.
Berdasarkan tahap pengelolaan air sebagai tahap akhir pemurnian menurut EP diizinkan dilakukan hanya dengan cara tertentu yaitu
a)
Ultrafiltrasi
b)
Deionisasi
c)
Softening
d)
Destilasi
e)
Filtrasi
8.
Diketahui rata-rata volume terpindahkan dari 10 botol sediaan sirup amoxicillin 60mL adalah 59,3 mL
Berapakah volume yang harus ditambahkan untuk proses selanjutnya?
a)
1,0 mL
b)
1,4 mL
c)
0,7 mL
d)
2 mL
e)
2,6 mL
9.
divisi Quality control industri kosmetik sedang melakukan pengawasan mutu terhadap salah satu produk gel. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah dengan meletakkan sejumlah sampel gel pada kaca berskala, kemudian diletakkan kaca lainnya diatas kaca berskala tadi, kemudian diberikan sejumlah beban, kemudian didiamkan selama 1 menit, kemudian diamati diameter yang terbentuk
evaluasi apakah yang sedang dilakukan divisi Quality control pada sediaan gel tersebut?
a)
Uji Homogenitas Gel
b)
Uji Daya sebar gel
c)
uji ukuran globul
d)
uji daya lekat gel
e)
uji stabilitas
10.
industri farmasi akan memproduksi sediaan tablet menggunakan metode granulasi basah. PVP digunakan sebagai eksipien pengikat. Pada proses granulasi basah, PVP akan dilarutkan kedalam pelarut yang mudah menguap. Jika dalam formula PVP yang digunakan adalah 1%, dan kelarutan PVP dalam pelarutnya adalah 1:4
berapa larutan untuk melarutkan PVP jika 1 kali produksi 100.000 tablet, dengan bobot per tablet 400mg?
a)
1,2 Liter
b)
1,4 Liter
c)
1,6 Liter
d)
1,8 Liter
e)
2,0 Liter
11.
departmen R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet metformin menggunakan metode granulasi basah. Untuk menjamin aliran granul sebelum dicetak, dilakukan uji kecepatan aliran menggunakan alat corong terstandar dan menghasilkan diameter 10 cm dan tinggi 3,5 cm. diketahui rumus sudut istirahat adalah tan α = h/0,5d
berapa derajat sudut istirahat yang terbentuk dari granul tersebut?
a)
45°
b)
20°
c)
35°
d)
40°
e)
25°
12.
Seorang apoteker di industri farmasi sedang mengembangkan injeksi ranitidin dengan bahan tambahan berupa Na metabisulfit.
Apa fungsi Na metabisulfit dalam sediaan tersebut?
a)
Peningkat viskositas
b)
Pelarut
c)
Pengawet
d)
Pengisotonis
e)
Antioksidan
13.
industri farmasi memproduksi sediaan tablet menggunakan metode granulasi basah. Setelah proses granulasi, granul akan dilakukan evaluasi pre kompresi sebelum dilakukan pencetakan tablet. Setelah IPC dikatakan memenuhi persyaratan, barulah ke tahapan pencetakan tablet. tablet yang tercetak kemudian dilakukan pengawasan mutu, evaluasi post kompresi sebelum dimasukkan kedalam blister.
Dari tahapan proses produksi tablet, manakah yang disebut dengan produk ruahan?
a)
penimbangan bahan baku
b)
pencampuran bahan sebelum granulasi
c)
granul hasil granulasi basah
d)
tablet yang tercetak
e)
tablet dalam kemasan primer
14.
industri farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet menggunakan metode granulasi basah. Eksipien yang digunakan adalah Kollidon®30, microcystalline cellulose, Ac-Di-Sol®, Aerosil®, Na Lauryl Sulfate, dan etanol
Apakah fungsi kollidon®30 pada formulasi tablet tersebut?
a)
Pengikat
b)
Pengisi
c)
Penghancur
d)
Glidan
e)
Lubrikan
15.
Divisi Quality Control melakukan pengawasan mutu produk pada sediaan tablet ibuprofen yang baru dicetak. Untuk melihat kekuatan sediaan dalam melawan berbagai perlakuan selama penyimpanan dan pengiriman, dilakukan uji friabilitas. Diperoleh bobot 16 tablet 6,671 gram, kemudian dimasukkan pada alat friability tester, dan diperoleh bobot setelah pengujian 6,594 gram
berapa % friabilitas dari sediaan yang diuji tersebut?
a)
1,04%
b)
1,15%
c)
1,23%
d)
1,34%
e)
2,04%
16.
Pada pengembangan produk injeksi larutan Kanamicin, dari perhitungan osmolaritas ternyata menunjukkan bahwa injeksi tersebut memiliki osmolaritas yang terlalu tinggi.
Apa akibat yang ditumbulkan dari osmolaritas suatu sediaan yang melebihi batas?
a)
Mual
b)
Edema
c)
Pendarahan
d)
Reaksi alergi
e)
Reaksi flebitis
17.
bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi mendapati banyak tablet yang direject pada tahap evaluasi kerapuhan. Dari data yang diperoleh kerapuhan tablet rata-rata >1,5%.
Apakah eksipien yang anda rekomendasikan untuk ditambahkan kedalam formula sehingga dapat memperbaiki masalah diatas?
a)
Primogel
b)
PVP
c)
Laktosa
d)
Mg Stearate
e)
Aerosil
18.
Seorang apoteker ingin melakukan evaluasi sediaan infus dengan parameter adanya endotoksin.
Metode apakah yang tepat digunakan untuk uji endotoksin ?
a)
Metode pirogenasi dengan hewan kelinci
b)
Metode Limulus Amebocyte Lysate
c)
Metode uji sterilitas
d)
Metode penghamburan cahaya
e)
Metode fertilitas
19.
R&D suatu industri akan memproduksi difenhidramin. Kecepatan eliminasi 1.3x10-3 /jam pada pH 3 dan eliminasinya mengikuti orde ke satu.
Berapa lama waktu kadaluarsa obat tersebut?
a)
20,5 jam
b)
40,7 jam
c)
60,5 jam
d)
80,7 jam
e)
100,5 jam
20.
industri farmasi sedang mengembangkan sediaan tablet dengan bahan aktif atenolol 50mg. Karena atenolol memiliki kelarutan yang kurang baik, maka divisi R&D berusaha memodifikasi dengan membentuk kompleks inklusi dengan beta siklodekstrin. Diketahui BM atenolol 266 dan BM kompleks inklusi atenolol beta siklodekstrin 1153. jika dalam satu hari industri tersebut mampu memproduksi 2 batch, dan tiap batch nya 200.000 tablet.
berapa atenolol beta siklodekstrin yang perlu disiapkan?
a)
57,45 kg
b)
68,33 kg
c)
86,69 kg
d)
89,25 kg
e)
94,87 kg
21.
divisi R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan suppositoria dengan bahan aktif fenobarbital. Setiap suppositoria mengandung 100mg fenobarbital, dengan basis oleum cacao. Suppositoria dirancang memiliki bobot masing-masing suppo adalah 2 gram. diketahui bilangan pengganti fenobarbital adalah 0,81
berapa bobot suppositoria dengan bahan aktif?
a)
2,008 gram
b)
2,0085 gram
c)
2,0090 gram
d)
2,019 gram
e)
2,0098 gram
22.
Suatu industri farmasi akan memproduksi sediaan injeksi Atropin 1% dengan volume 100 L.
Berapa gram NaCl yang harus ditambahkan apabila sediaan dikehendaki isotonis? (∆Tf Atropin 1% =0.07℃, ∆Tf 1% NaCl= 0.58℃, ∆Tf 0.9% NaCl= 0.52℃)
a)
771 gram
b)
772 gram
c)
773 gram
d)
774 gram
e)
775 gram
23.
industri kosmetik memproduksi sediaan salep dengan bahan aktif zinc oxide 200mg. Diketahui untuk memproduksi salep tersebut diperlukan basis white ointment sebanyak 5000g per batch nya. Satu batch salep zinc oxide tersebut mampu menghasilkan 1000 tube. diketahui untuk membuat 600g basis white ointment, diperlukan 150g cera alba dan 450g vaselin
berapa cera alba yang diperlukan untuk membuat white ointment yang diperlukan untuk produksi 1 batch nya?
a)
1000 g
b)
1250 g
c)
1500 g
d)
2000 g
e)
2500 g
24.
Dilakukan uji sterilitas larutan injeksi kloramfenikol dari beberapa batch seperti tabel berikut.
Batch manakah yang merupakan negatif palsu?
a)
Batch 1
b)
Batch 2
c)
Batch 3
d)
Batch 4
e)
Batch 5
25.
divisi R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan krim dengan formula sebagai berikut
Stearil alkohol 3,5 g, adeps lanae 2,5 g, paraffin liquid 30g, emulgator 15g dan aqua qs.
Diketahui RHLB stearil alkohol 14, adeps lanae 10, paraffin liq 12. dan emulgator yang digunakan adalah tween 80 (HLB 15) dan Span 80 (HLB 4,3)
berapa kebutuhan tween 80 dan span 80 dalam formula tersebut?
a)
Tween80 8gram & Span80 7gram
b)
Tween80 7,65gram & Span80 2,95gram
c)
Tween80 9,3gram & Spa80 5,7gram
d)
Tween80 10,86gram & Span80 4,14gram
e)
Tween80 12gram & Span80 3 gram
26.
Divisi RnD sedang mengembangkan produk baru dengan bentuk sediaan tablet. Pada tahap evaluasi akhir sebelum dilakukan scale up menjadi batch yang lebih besar, rata-rata %Q disolusi dari 6 tablet adalah 82%, sedangkan persyaratan kompendial yakni Q = 80%.
Bagaimana intepretasi terkait hasil disolusi sediaan tablet tersebut?
a)
disolusi tablet memenuhi persyaratan
b)
disolusi tablet memenuhi persyaratan, lanjutkan pengujian lagi dengan menambahkan 6 tablet
c)
disolusi tablet tidak memenuhi persyaratan, lakukan reformulasi
d)
disolusi tablet tidak memenuhi persyaratan, lanjutkan ke tahap disolusi selanjutnya dengan menambahkan 12 tablet
e)
disolusi tablet tidak memenuhi persyaratan, lanjutkan ke tahap disolusi selanjutnya dengan menambahkan 6 tablet
27.
Pada formulasi sediaan tetes mata, selain memperhatikan pH stabilitas bahan aktif, sangat penting untuk menyesuaikan pH larutan yang dibuat dengan pH cairan mata.
Nilai pH sediaan tetes mata yang diperbolahkan menurut Farmakope Indonesia adalah?
a)
pH 1,5
b)
pH 2.5
c)
pH 5
d)
pH 9.5
e)
pH 11
28.
industri farmasi sedang mengembankan sediaan berbasis gel yang diperuntukkan untuk pereda nyeri secara lokal. Dilakukan uji preformulasi terhadap bahan aktif yang akan digunakan. Dan diperoleh data sebagai berikut :
dengan mempertimbangkan data stabilitas diatas, berapa pH sediaan yang sebaiknya dirancang untuk sediaan gel tersebut?
a)
pH 2,0-3,0
b)
pH 3,0-4,0
c)
pH 5,0 - 6,0
d)
pH 7,0-8,0
e)
pH 8,0-9,0
29.
Apoteker di Industri Farmasi akan membuat produk sediaan injeksi dalam vial yang akan disterilisasi dengan menggunakan cara panas basah.
Pencucian kemasan vial minimal dilakukan di ruang kelas?
a)
Kelas A
b)
Kelas B
c)
Kelas C
d)
Kelas D
e)
Kelas E
30.
Bagian Quality Control di industri farmasi mengevaluasi isi minimum salep mata Tetrasiklin HCl dengan menggunakan 10 tube sampel. Didapatkan hasil bahwa 1 tube mengalami kebocoran, sehingga dilakukan pengujian ulang dengan menggunakan sejumlah sampel tertentu.
Berapa jumlah sampel tersebut?
a)
25 sampel
b)
20 sampel
c)
15 sampel
d)
10 sampel
e)
5 sampel
31.
Emulgator atau zat pengemulsi memiliki beberapa teori dalam membentuk emulsi.
Manakah di bawah ini yang bukan termasuk dalam teori emulgator dalam membentuk emulsi ?
a)
Teori tegangan permukaan
b)
Teori orientasi bentuk baji
c)
Teori film plastik
d)
Teori lapisan listrik rangkap
e)
Teori pembentukan korpus
32.
industri farmasi memproduksi sediaan emulsi berbahan dasar minyak ikan. Divisi QC mengukur tegangan permukaan dari sistem emulsi menggunakan cincin Dunoy, kelilin cincin 13 cm dan faktor koreksi 0,92. nilai yang terbaca pada alat adalah 1950 dyne
berapa tegangan permukaan emulsi tersebut? (Dyne/cm)
a)
60 𝑑𝑦𝑛𝑒/𝑐𝑚
b)
62 𝑑𝑦𝑛𝑒/𝑐𝑚
c)
68 𝑑𝑦𝑛𝑒/𝑐𝑚
d)
69 𝑑𝑦𝑛𝑒/𝑐𝑚
e)
103 𝑑𝑦𝑛𝑒/𝑐𝑚
33.
bagian IPC industri farmasi sedang melakukan evaluasi waktu hancur terhadap sediaan tablet bersalut selaput. Pengujian dilakukan menggunakan 6 tablet yang masing masing dimasukkan kedalam tabung yang ada keranjang alat uji. Sebagai media digunakan air pada suhu 37C.
Berapa lama maksimal waktu hancur tablet salut selaput
a)
3 menit
b)
5 menit
c)
15 menit
d)
30 menit
e)
60 menit
34.
divisi R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan krim tipe O/W. untuk mencegah penguapan air berlebihan dari kulit selama penggunaan produk tersebut, perlu adanya bahan tambahan pada formula
eksipien manakah yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut?
a)
Alkohol
b)
polisorbat
c)
HPMC
d)
propilenglikol
e)
sodium lauryl sulfat
35.
industri farmasi sedang merancang uji stabilitas untuk sediaan krim yang sedang dikembangkan. Uji stabilitas yang akan dilakukan adalah menyimpan sediaan hingga expiration date, membuka dan menutup kembali sediaan tersebut secara periodik.
termasuk uji stabilitas apakah yang dilakukan?
a)
Acceleration Stability Test
b)
In use stability
c)
on going stability
d)
Long term stability
e)
Stress Test stability
36.
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang menyusun formula sediaan cair antasida dengan bahan aktif aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Berdasarkan data studi pra-formulasi yang dimiliki, dikehendaki agar sediaan tersebut memiliki pH 8-9.
Bahan tambahan apakah yang dapat meningkatkan efektifitas sediaan tersebut?
a)
Dapar
b)
Pemanis
c)
Pengawet
d)
Pembasah
e)
Pensuspensi
37.
Bagian research and development di suatu industri farmasi membuat formulasi suspensi kering eritromisin etil suksinat untuk sediaan oral. Dosis eritromisin etilsuksinat 200 mg / 5 mL dalam 10 mL suspensi (BM EES = 802,06 BM eritromisin = 733,94 ).
Berapa bobot eritromisin yang harus ditimbang?
a)
389.2 mg
b)
366,03 mg
c)
450.9 mg
d)
490.7 mg
e)
500.7 mg
38.
sebuah industri farmasi di Jepang, akan melakukan ekspor salah satu produk cream kortikosteroid ke Indonesia. Agar produk tersebut dapat dipasarkan di Indonesia, bagian QC industri tersebut melakukan uji stabilitas terhadap produknya
termasuk dalam zona manakah kondisi penyimpanan uji stabilitas dilakukan?
a)
Zona II : Subtropical Zone
b)
Zona I : Temperate Zone
c)
Zona IVB : Hot/Higher Humidity
d)
Zona III : Hot dry Zone
e)
Zona IVA : Hot/Humid Zone
39.
Seorang Apoteker di bagian Packaging Development sedang mengembangkan kemasan primer untuk sediaan injeksi multidosis Vitamin K 2mg/mL. Diketahui bahwa vitamin K sangat sensitif terhadap paparan cahaya.
Wadah seperti apa yang cocok untuk sediaan tersebut?
a)
Vial kaca bening
b)
Vial kaca amber
c)
Ampul kaca bening
d)
Ampul kaca amber
e)
Botol kaca
40.
Bagian RnD melakukan uji Analisis Kapabilitas Proses (AKP) untuk menilai kesesuaian proses dengan spesifikasi produk. Diperoleh rata-rata kadar 99,75 ± 1,5%, sedangkan spesifikasi kadar yang ditetapkan 90-110%.
Berapakah nilai Cpk yang diperoleh?
a)
2.17
b)
2.28
c)
3.25
d)
4.44
e)
6,80
41.
Suatu industri farmasi sedang merancang production plan untuk produk baru, dengan bahan aktif ibuprofen. Melalui studi preformulasi yang dilakukan oleh divisi R&D, diketahui serbuk ibuprofen memiliki kecepatan alir 12 gram/detik, stabil terhadap adanya air dan tidak mengalami percepatan peruraian yang signifikan pada suhu tinggi.
Metode pencetakan tablet apakah yang sesuai untuk digunakan mencetak sediaan tersebut?
a)
Granulasi Basah
b)
Granulasi Kering
c)
Cetak Langsung
d)
Slugging
e)
Kombinasi
42.
Departemen RnD akan membuat sediaan suspensi dari Tablet dexametason 5 mg dengan bobot tablet 100 mg.
Uji apakah yang sangat diperlukan pada sediaan dengan dosis kecil seperti tablet di atas?
a)
Uji keseragaman kandungan
b)
Uji keseragaman bobot
c)
Uji keragaman kandungan
d)
Uji keragaman bobot
e)
Uji penetapan kadar
43.
Pada suatu percobaan, diketahui kecepatan pengendapan suatu sediaan suspensi sebesar 0,14 cm/detik. Diketahui diameter partikel padatan suspensi sebesar 1 x 10-2 cm, berat jenis partikel padatnya sebesar 1,1 gram/mL dan berat jenis cairannya sebesar 1 gram/mL.
Apabila diketahui percepatan gravitasi sebesar 980 cm/s2, maka viskositas dari sediaan suspensi tersebut adalah…
a)
4 poise
b)
0,2 poise
c)
0,004 poise
d)
1,6 poise
e)
0,04 poise
44.
Industri farmasi membuat sediaan suspensi kotrimoksazol dengan formula sebagai berikut
Setiap 5 ml mengandung :
Kotrimoksazol 480mg
Asam sitrat 200mg
CMC Na 50mg
Metilparaben 5mg
NaOH 100mg
Sirup simplex 1.5 ml
Etanol 0.5 microliter
Untuk menjaga stabilitas sediaan, suspensi dibuat dalam struktur vehicle agar tidak mudah mengendap.
Manakah bahan baku yang berperan?
a)
CMC Na
b)
Asam sitrat
c)
Metilparaben
d)
Sirup simplex
e)
Etanol
45.
Divisi RnD sedang mengembangkan produk baru dengan bentuk sediaan tablet. Pada tahap evaluasi akhir sebelum dilakukan scale up menjadi batch yang lebih besar, rata-rata %Q disolusi dari 6 tablet adalah 82%, sedangkan persyaratan kompendial yakni Q = 80%.
Apakah eksipien tambahan yang dapat ditambahkan untuk memperbaiki permasalahan tersebut?
a)
pengikat
b)
disintegran
c)
glidan
d)
lubricant
e)
pengisi
46.
Seorang Apoteker R&D di suatu industri farmasi sedang mengembangkan sediaan emulsi. Setelah dilakukan evaluasi diamati terbentuknya lapisan sedimen pada sediaan, namun dapat hilang apabila dilakukan pengocokan.
Upaya apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
a)
Menambahkan Viscosity Enhancer
b)
Menurunkan konsentrasi fase terdispersi
c)
Mengganti emulsifying agent
d)
Memantau suhu penyimpanan
e)
Menambahkan antifloculating agent
47.
Bagian Pengawasan Mutu sedang melakukan uji bubble point test pada alat sterilisasi. Uji ini dilakukan sebelum proses sterilisasi sediaan injeksi vitamin C. Tujuan pengujian untuk memastikan agar alat sterilisasi berfungsi dengan baik, sehingga menjaga kualitas produk tetap steril.
Proses sterilisasi apa yang akan dilakukan?
a)
Panas basah
b)
Panas kering
c)
Sterilisasi dengan etilen oksida
d)
Radiasi
e)
Filtrasi
48.
divisi R&D industri farmasi sedang mengembangkan sediaan krim o/w, untuk mengetahui sifat alir sediaan tersebut dilakukan studi rheology. hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai yield value sebesar 5200 dyne/cm2 dan setelah itu viskositas produk menurun seiring dengan peningkatan kecepatan putar (RPM).
maka dapat disimpulkan, rheology sediaan krim tersebut adalah
a)
Plastis
b)
Pseudoplastis
c)
Dilatan
d)
Tiksotropik
e)
Anti-tiksotropik
49.
Suatu Industri Farmasi kedatangan bahan baku Acetaminophen dari pemasok yang telah dikualifikasi. Jumlah Acetaminophen yang diterima oleh bagian Gudang bahan baku sebanyak 4 wadah.
Apabila diketahui sampel yang diterima diperkirakan homogen, maka jumlah wadah yang harus dibuka untuk diambil sampelnya adalah sebanyak…
a)
4 wadah
b)
3 wadah
c)
1 wadah
d)
2,4 wadah
e)
0,8 wadah
50.
Divisi Quality Control melakukan pengawasan mutu terhadap granul yang akan dicetak menjadi tablet. Sebelum dilakukan tabletasi, perlu dilakukan uji distribusi ukuran partikel untuk memastikan % fines dalam massa cetak tidak terlalu tinggi. Mula mula granul seberat 515 gram dimasukkan pada alat retsch vibrator, kemudian pengayak digetarkan selama 20 menit, dan diperoleh bobot granul yang terdapat pada pan penampung terakhir adalah 26,9 gram
Berapa % fines granul tersebut?
a)
5,22%
b)
5,67%
c)
5,92%
d)
6,25%
e)
6,82%
100 %
