NEW
Font size
WorksheetsKisi Kisi UTS Komunikasi Massa
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar melalui media cetak, surat kabar, majalah, elektronik, radio dan televisi. Karena disampaikan melalui media, pesan dapat diterima secara serentak dan sesaat. Adalah pengertian komunikasi massa menurut.
Jalaludin Rakhmat
Joseph A Devito
McQuail
Joseph R Dominick
Komunikasi massa dikontrol oleh seorang gatekeeper, apakah fungsi gatekeeper dalam komunikasi massa, kecuali
Dibawah ini adalah karakteristik dari komunikasi massa
Pesan bersifat umum, komunikator terlembaga, komunikan homogen, umpan balik tertunda.
Komunikator terlembaga, komunikan anonim, pesan bersifat khusus, umpan balik langsung
Pesan bersifat umum, komunikan heterogen, umpan balik tertunda, komunikator terlembaga.
Komunikator terlembaga,pesan bersifat umum, komunikan anonim, umpan balik langsung.
Berikut ini adalah fungsi fungsi komunikasi massa, kecuali
Menjaga kekuasaan dan kekuatan represif.
Media massa memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan persepsi publik.
Menyampaikan informasi yang akurat dan relevan kepada khalayak luas.
Menyajikan konten yang menghibur dan mengisi waktu luang khalayak.
Dibawah ini adalah orang orang yang termasuk gatekeeper.
Editor Surat kabar
Pembaca berita
Script Writer
Kameramen
Hipotesis yang menguraikan bagaimana teknologi baru dan kemajuan lainnya menyebar ke seluruh masyarakat dan budaya, mulai dari pengenalan hingga adopsi secara luas.
Diffusion of Innovation theory
Spiral of silence theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Dibawah ini adalah efek-efek pesan media massa
Efek kognitif, efek afektif, efek ekonomis
Efek kognitif, efek behavioral, efek afektif
Efek afektif, efek behavioral, efek ekonomis
Efek afektif, efek kognitif, efek pribadi
Berikut ini adalah hambatan hambatan dalam komunikasi massa
Hambatan psikologi,hambatan sosiokultural, hambatan interaksi verbal dan hambatan interaksi non verbal
Hambatan psikologi, hambatan sosiokultural, hambatan interaksi verbal dan hambatan semantik
Hambatan sosiokultural, hambatan interaksi verbal , hambatan interaksi non verbal dan hambatan semantik
Hambatan psikologi, hambatan sosiokultural, hambatan interaksi verbal dan hambatan fisik.
Hambatan psikologis terdiri dari, kecuali
Prasangka
Kepentingan
Polarisasi
Stereotype
Merupakan teori normatif yang menempatkan semua bentuk komunikasi di bawah kontrol elit pemerintah atau otoritas.
Teori pers otoritarian
Social responsibility theory
Teori pers liberal
Totalitarian media theory
Dibawah ini adalah aspek aspek dalam hambatan komunikasi massa sosiokultural :
Aneka etnik, perbedaan norma sosial, hambatan mekanis, kepentingan
Hambatan mekanis, perbedaan norma sosial, faktor semantik, prasangka
Aneka etnik, perbedaan norma sosial, hambatan mekanis, pendidikan belum merata
Pendidikan belum merata, ketidakmampuan berbahasa Indonesia, kepentingan, prasangka
Merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negatif
Stereotype
Prasangka
Polarisasi
Kepentingan
Kecenderungan kita untuk melihat manusia, objek dan kejadian sesuai dengan ciri yang melekat pada mereka.
Stereotype
Indiskriminasi
Orientasi Intensional
Evaluate states
Teori ini diperkenalkan oleh George Gerbner beserta rekan rekannya pada tahun 1969.
Media critical theory
Spiral of silence theory
Agenda setting theory
Cultivation theory
Model ini memiliki asumsi bahwa komponen komponen komunikasi (komunikator, pesan, media) memiliki pengaruh yang luar biasa dalam mengubah sikap dan perilaku khalayak.
Media critical theory
Spiral of silence theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Pembentukan citra, agenda setting dan efek prososial kognitif adalah termasuk kedalam contoh dari efek pesan media massa.
Efek kognitif
Efek pribadi
Efek ekonomis
Efek afektif
Teori imperialisme budaya adalah teori yang menyatakan bahwa negara Barat mendominasi seluruh media massa di dunia.
Cultural Imperialism theory
Spiral of silence theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Media memiliki kebebasan dan dapat menghindari kontrol pemerintah terhadap media. Adalah kelebihan dari teori normatif media
Teori pers liberal
Teori pers otoritarian
Social responsibility theory
Totalitarian media theory
Dibawah ini adalah faktor faktor yang dapat mempengaruhi reaksi khalayak
Gender, Usia, Keyakinan, kelompok sosial, pemahaman
Usia, pendapatan, gender, kelompok sosial, keyakinan
Gender, usia, perhatian, pengetahuan, rasionalitas
Gender, Usia, Keyakinan, kelompok sosial, pengetahuan
Kita berbicara (meminta pengolahan data) dengan komputer kita seolah komputer itu manusia. Kita juga menggunakan media lain untuk berkomunikasi. Bahkan kita berperilaku secara tidak sadar seolah olah media itu adalah manusia. Adalah contoh dari teori.
Cultural Imperialism theory
Media equation theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Efek ini berkaitan ketika pesan yang disampaikan komunikator menimbulkan perasaan tertentu atau merubah perasaan komunikan adalah pengertian dari efek komunikasi massa apa.
Efek kognitif
Efek terbatas
Efek afektif
Efek behavioral
Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1974 oleh Elizabeth Noelle- Neumann, teori ini telah menjadi salah satu teori dalam ilmu.
Cultural Imperialism theory
Spiral of silence theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Dibawah ini adalah hambatan hambatan interaksi verbal
Polarisasi, orientasi intensional, evaluasi statis, indiskriminasi
Aneka etnik, perbedaan norma sosial, faktor semantik, pendidikan belum merata
Kepentingan, stereotip, prasangka, motivasi
Substitusi, kontradiksi, komplemen, aksentuasi
Teori ini pada mulanya berkembang di negara-negara monarki di Eropa, dimana kerajaan dan gereja merupakan otoritas tertinggi di suatu negara. Aplikasi teori ini dimulai pada abad 16 di Inggris, Perancis, dan Spanyol, yang pada zaman berikutnya meluas ke Rusia, Jerman, Jepang, dan Negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin.
Teori pers liberal
Teori pers otoritarian
Social responsibility theory
Totalitarian media theory
Apa yang dimaksud dengan “Efek Spiral Keheningan (Spiral of silence)”
Prosedur survei yang digunakan untuk mengukur opini publik
Pendapat individu yang sejalan dengan pendapat kelompok kepentingan
Fenomena dimana orang orang cenderung memilih untuk diam daripada menyatakan pendapat yang berbeda dengan mayoritas.
Efek dari media massa yang mempengaruhi pembentukan opini publik
Semakin banyak perhatian yang diberikan media terhadap sebuah isu, semakin tinggi kemungkinan publik akan menganggap isu tersebut penting. Hal tersebut berdasarkan asumsi dasar dari teori komunikasi massa.
Hypodermic needle theory
Agenda Setting theory
Media Critical theory
Cultivation theory
Sistem komunikasi massa dan sistem pemerintah memiliki hubungan yang saling membutuhkan satu sama lain, salah satunya media massa bisa menyebarkan Informasi tentang bencana alam seperti kekeringan, kebakaran hutan karena faktor alam, hama penyakit tanaman, epidemik, wabah, kejadian luar biasa, kejadian antariksa atau benda-benda angkasa.
Media massa sebagai alat demokrasi/ menyalurkan aspirasi.
Media massa sebagai alat informasi publik
Media massa sebagai alat kampanye / mobilisasi massa
Media massa sebagai alat sosialisasi Undang Undang
Merupakan kecenderungan untuk melihat dunia dalam bentuk lawan kata dan menguraikannya dalam bentuk ekstrem.
Stereotype
Polarisasi
Indiskriminasi
Orientasi Intensional
Berikut ini adalah contoh feedback atau umpan balik yang benar dalam komunikasi massa adalah ………..
Menonton berita televisi
Membaca surat kabar
Mendengarkan musik melalui digital platform
Mengirim email kepada perusahaan surat kabar
Penemuan bahasa, penemuan berbagai logam,penemuan mesin uap dan internet merupakan lompatan besar sejarah manusia, ini merupakan bagian dalam teori komunikasi massa apa.
Spiral of silence theory
Diffusion of Innovation theory
Technological Determinism theory
Cultivation theory
Presiden Soeharto kala itu membredel 12 media cetak lantaran mengkritisi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahannya. Soeharto juga mencabut surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP) beberapa media massa pada 1990-an. Izin penerbitan informasi juga semakin diperketat. Sejarah perkembangan pers ini terjadi pada masa.
Pers di masa perjuangan
Pers di masa orde lama
Pers di masa orde baru
Pers di masa kemerdekaan
Dari pilihan berikut manakah lima tahapan dalam proses adopsi dalam teori difusi inovasi yang benar
Inovator, pengadopsi awal, mayoritas awal, mayoritas terlambat, laggards
Tahap pengetahuan, persuasi, pengadopsi awal, implementasi, dan konfirmasi
Tahap pengetahuan, persuasi, perencanaan, implementasi, dan konfirmasi
Tahap pengetahuan, persuasi, pengambil keputusan, implementasi, dan konfirmasi
Efek ini timbul sebab komunikasi massa memunculkan lowongan pekerjaan baik dalam lingkup produksi, distribusi maupun jasa media massa.
Efek ekonomis
Efek kognitif
Efek behavioral
Efek afektif
Penilaian terhadap seseorang yang didasarkan pada kesan pertama ditentukan oleh momen pertama proses komunikasi massa. Jika pada saat pertama komunikan menganggap komunikatornya tidak memiliki sesuatu hal yang baik, maka tanggapan dia akan terus berkelanjutan.
Polarisasi
Imitasi / Sugesti
Evaluasi statis
Indiskriminasi
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lain dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia. Yang tertuang dalam Undang Undang
UU Pers Nomor 9 Tahun 1999
UU Pers Nomor 40 Tahun 1990
UU Pers Nomor 40 Tahun 1999
UU Pers Nomor 9 Tahun 1990
Berikut ini adalah tokoh tokoh utama dalam teori difusi inovasi
Inovator, pengadopsi awal, mayoritas awal, mayoritas terlambat, laggards
Inovator, mayoritas awal, mayoritas akhir, gatekeeper, laggards
Inovator, pengadopsi awal, fear of missing out, mayoritas akhir, laggards
Inovator, pengadopsi awal, mayoritas awal, gatekeeper, laggards
Efek ini berkaitan dengan perilaku atau tindakan komunikan yang terlibat dalam komunikasi massa. Adalah termasuk ke dalam efek komunikasi massa
Efek behavioral
Efek terbatas
Efek afektif
Efek kognitif
Teori ini beranggapan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi
Diffusion of Innovation theory
Spiral of silence theory
Hypodermic needle theory
Cultivation theory
Pers yang punya sejumlah kewajiban kepada masyarakat, tanggung jawab itu dituangkan dalam peraturan serta kode etik. Selain bertujuan untuk memberikan informasi, menghibur, mencari untung (seperti hal teori liberal), juga bertujuan untuk membawa konflik ke dalam arena diskusi.
Teori pers liberal
Teori pers otoritarian
Social responsibility theory
Totalitarian media theory
Teori ini merupakan konsep cabang dari teori pers penguasa atau authoritarian theory. Dulunya sistem pers ini dianut 10 hingga 11 negara yang berada di bawah kekuasaan Uni Republik Sosialis Soviet. Teori ini juga dikenal sebagai Soviet-Communist Theory.
Teori pers liberalTeori pers liberal
Teori pers otoritarian
Social responsibility theory
Totalitarian media theory
