wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

2025-2026 Ganjil - UAS Literasi Digital (PAI-IPS)

Total questions: 40

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Seorang mahasiswa mengira literasi digital hanya keterampilan mengoperasikan gawai. Penjelasan mana yang paling tepat, menggabungkan asal kata littera dan pemaknaan terminologis kontemporer?

a)

Literasi digital berangkat dari littera sebagai dasar melek simbol lalu berkembang menjadi kemampuan menilai, memproduksi, dan memaknai informasi secara etis.

b)

Literasi digital berarti sekadar memahami huruf di layar, mengenali menu, dan mengklik ikon seperlunya, tanpa mempertimbangkan konteks, penalaran, atau tanggung jawab etis.

c)
Literasi digital hanyalah keterampilan mengetik cepat, memasang aplikasi baru di telepon, mengoperasikan fitur dasar, serta mengikuti tren tanpa menilai sumber atau dampaknya.
d)

Literasi digital berangkat dari littera menuju kemampuan menilai, memproduksi, dan memaknai informasi; namun evaluasi sumber dan etika dianggap opsional sehingga dapat dikesampingkan demi kelancaran ekspresi.

2.
Dalam konteks kampus, perilaku mana yang paling mencerminkan definisi terminologis literasi digital, bukan sekadar pemahaman etimologis?
a)
Mengkritisi sumber, berdiskusi kolaboratif lintas platform, dan mematuhi etika sitasi saat berbagi.
b)
Mengkritisi sumber, berdiskusi kolaboratif lintas platform, dan berbagi materi; namun sitasi dilakukan sekilas tanpa standar baku sehingga rujukan sulit ditelusuri.
c)
Menghafal tombol pintas perangkat lunak demi efisiensi kerja, namun tanpa mengevaluasi kredibilitas informasi, kolaborasi akademik, atau kejelasan sitasi.
d)
Membaca seluruh notifikasi grup lalu menyebarkannya kembali tanpa konfirmasi fakta, tanpa rujukan yang dapat ditelusuri, dan tanpa pertimbangan dampak.
3.
Anda diminta membuat video pendek edukatif tentang literasi keuangan halal bagi mahasiswa UIN. Strategi mana yang paling merepresentasikan urgensi literasi digital bagi Generasi Milenial di Society 5.0?
a)
Mengaitkan keputusan finansial harian dengan verifikasi sumber, prinsip halal, dan ajakan cek fakta.
b)

Menampilkan daftar panjang istilah ekonomi tanpa contoh kasus yang relevan bagi penonton.

c)
Menonjolkan humor semata agar video menarik, meskipun kontennya tidak akurat sama sekali.
d)
Mengaitkan keputusan finansial harian dengan prinsip halal dan ajakan cek fakta, tetapi verifikasi detail diserahkan kepada audiens tanpa panduan langkah yang terstruktur.
4.

Metrik dampak yang paling selaras dengan paradigma human-centered Society 5.0 untuk konten edukatif kampus adalah…

a)
Peningkatan kualitas diskusi kelas, akurasi jawaban kuis, dan partisipasi kolaboratif lintas prodi.
b)
Lonjakan jumlah pengikut anonim tanpa adanya interaksi konstruktif di kolom komentar.
c)

Jumlah tayangan semu yang diperoleh dari iklan berbayar dan bot otomatis.

d)

Banyaknya share ke grup tertutup tanpa indikator pemahaman atau perubahan perilaku.

5.
Menimbang etika dan nilai keislaman, pilihan caption mana yang paling kuat untuk mendorong konsumsi konten kritis dan bertanggung jawab?
a)
“Telusuri dalil dan data sebelum berbagi: pahami konteks, cek sumber, dan jaga adab.”
b)
“Sebarkan cepat agar viral: benar atau salah urusan belakangan, yang penting ramai.”
c)
“Telusuri dalil dan data sebisanya, lalu bagikan segera untuk memperluas manfaat; jika masih ragu, verifikasi rinci dapat menyusul setelah konten tersebar.”
d)
“Tutup komentar agar tidak ada kritik, fokus pada tampilan tanpa dialog.”
6.

Anda harus memilih format untuk tugas kelompok: thread edukatif di X, reel Instagram, atau infografik carousel. Pilihan mana yang paling efektif untuk topik “cek fakta akademik” dengan sumber tertaut dan kolaborasi aktif?

a)
Infografik carousel dengan tautan rujukan, ajakan diskusi, dan prompt verifikasi mandiri.
b)

Reel musik cepat dengan teks super singkat yang menghapus semua referensi ilmiah.

c)

Thread berantai tanpa sumber yang jelas namun menarik karena gaya bahasa santai.

d)

Infografik carousel dengan ajakan diskusi dan tautan rujukan umum (mis. link-in-bio), tanpa pranala spesifik dan instruksi verifikasi mandiri yang eksplisit.

7.
Kampus ingin mengintegrasikan LMS dengan aplikasi mobile dan repositori artikel. Rancangan mana yang paling selaras dengan literasi digital dari sisi teknologi?
a)
Arsitektur berbasis standar terbuka (LTI/SCORM), aksesibilitas bawaan, SSO minimalis, serta pengumpulan data serba perlu dengan kontrol izin granular.
b)
Integrasi cepat via API privat, antarmuka kaya animasi, dan akses tanpa SSO agar perangkat lama tetap bisa masuk tanpa hambatan.
c)
Migrasi penuh ke penyimpanan lokal kampus, menonaktifkan enkripsi karena dianggap memperlambat, dan menghapus log untuk menghemat ruang.
d)
Integrasi vendor tunggal dengan paket siap pakai, berbagi profil pengguna lintas layanan untuk personalisasi otomatis tanpa persetujuan eksplisit.
8.
Mahasiswa menemukan dua laporan riset dengan temuan bertolak belakang. Strategi evaluasi informasi yang paling tepat adalah…
a)
Menilai metodologi dan ukuran sampel, memeriksa metadata dan reputasi penerbit, serta melakukan triangulasi dengan sumber primer yang relevan.
b)
Memilih laporan dengan visualisasi paling menarik karena lebih komunikatif dan mudah dipahami audiens non-ahli.
c)
Mengambil rata-rata kedua hasil agar tampak netral, lalu menyimpulkan bahwa keduanya sama validnya di semua konteks.
d)
Membandingkan kesimpulan akhir saja; detail metode tidak perlu selama abstraknya menyatakan signifikansi statistik.
9.
Anda mengelola forum kelas digital lintas prodi. Kebijakan moderasi mana yang paling mencerminkan literasi komunikasi yang bertanggung jawab?
a)
Aturan diskusi berbasis bukti, pedoman adab digital, kewajiban mencantumkan rujukan, dan mekanisme klarifikasi ketika klaim ditentang.
b)
Aturan sopan santun umum, mendorong argumen singkat, dan membolehkan opini tanpa rujukan agar percakapan lebih cair.
c)
Moderasi otomatis penuh dengan filter kata, tanpa pertimbangan konteks sumber atau maksud akademik peserta.
d)
Diskusi bebas dengan sistem like terbanyak sebagai penentu kebenaran karena menandakan dukungan komunitas.
10.
Tim riset menggunakan AI generatif untuk menyusun tinjauan pustaka. Praktik mana yang paling etis dalam konteks akademik?
a)
Mengungkap penggunaan AI, memverifikasi setiap kutipan ke sumber asli, menolak hallucination, dan memastikan atribusi serta lisensi terpenuhi.
b)
Menggunakan AI sebagai ghostwriter untuk efisiensi, meninjau sekilas isinya, lalu menyebut “diolah tim” tanpa rincian alat.
c)
Mengandalkan ringkasan AI selama referensinya terlihat meyakinkan, karena pengecekan manual dianggap memakan waktu.
d)

Mengungkap penggunaan AI, memverifikasi sebagian kutipan ke sumber sekunder, menoleransi hallucination yang dianggap tidak material, dan memastikan atribusi serta lisensi dicantumkan seperlunya.

11.
Unit IT ingin meningkatkan keamanan akun mahasiswa. Kebijakan mana yang paling kuat dan proporsional?
a)
MFA berbasis aplikasi autentikator, prinsip least privilege, edukasi phishing, password manager, dan kanal pelaporan insiden yang jelas.
b)
SMS OTP untuk semua layanan, berbagi akun tugas kelompok agar praktis, dan menonaktifkan pelaporan insiden karena sering disalahgunakan.
c)
Mengganti sandi tiap minggu tanpa password manager, menonaktifkan MFA demi mengurangi keluhan pengguna pemula.
d)
MFA opsional pada layanan kritis saja, audit berkala jika ada waktu, dan penghapusan log yang berumur lebih dari 24 jam.
12.
Dalam kolaborasi internasional, bagaimana memastikan sensitivitas budaya di ruang digital kampus?
a)
Desain komunikasi yang inklusif, dukungan multibahasa, kesadaran zona waktu, serta aksesibilitas dan etiket lintas budaya yang eksplisit.
b)
Mengandalkan terjemahan otomatis penuh, menyamakan jadwal pada zona waktu mayoritas, dan meniadakan penyesuaian etiket agar seragam.
c)
Menetapkan satu bahasa kerja saja demi efisiensi, mengabaikan kebutuhan aksesibilitas karena dianggap memperlambat proses.
d)
Menyerahkan adaptasi budaya pada masing-masing anggota tim tanpa pedoman, agar interaksi terbentuk secara alami.
13.
Sebuah proyek open course kampus: (i) pilih platform, (ii) kurasi sumber, (iii) atur diskusi, (iv) panduan AI, (v) kontrol akses, (vi) kolaborasi lintas budaya. Pemetaan prioritas yang paling tepat adalah…
a)
(i) Teknologi, (ii) Informasi, (iii) Komunikasi, (iv) Etika, (v) Keamanan, (vi) Budaya – dengan indikator dan praktik khusus pada tiap dimensi.
b)
(i) Komunikasi, (ii) Budaya, (iii) Teknologi, (iv) Informasi, (v) Etika, (vi) Keamanan – urutan mengikuti engagement tertinggi di media sosial.
c)
(i) Keamanan, (ii) Teknologi, (iii) Budaya, (iv) Komunikasi, (v) Informasi, (vi) Etika – urutan berdasarkan kemudahan implementasi administratif.
d)
(i) Informasi, (ii) Komunikasi, (iii) Etika, (iv) Budaya, (v) Teknologi, (vi) Keamanan – urutan mengikuti like terbanyak saat uji coba.
14.
Program studi ingin mengintegrasikan AI generatif dalam kurikulum metode riset. Kebijakan mana yang paling tepat agar transformasi digital berdampak akademik nyata?
a)
Panduan penggunaan AI yang transparan, asesmen berbasis proses, verifikasi sumber primer, dan literasi etis-sitasi yang terukur melalui rubrik.
b)
Mewajibkan semua tugas dibuat dengan AI untuk efisiensi, lalu memeriksa orisinalitas hanya jika ada aduan dari dosen pengampu.
c)
Mengizinkan AI sebagai alat ringkas, sementara penilaian berfokus pada hasil akhir; pemeriksaan sumber dilakukan sukarela oleh mahasiswa.
d)
Menyediakan lokakarya AI populer dan daftar prompt siap pakai; penerapan etika dan verifikasi diserahkan pada kebijakan tiap mata kuliah.
15.
Universitas akan menetapkan kebijakan hybrid learning permanen. Desain mana yang paling selaras dengan prinsip transformasi digital berpusat pada mahasiswa?
a)
Desain HyFlex dengan rekaman terindeks, interaksi sinkron-asinkron yang setara, asesmen autentik, serta dukungan aksesibilitas dan bandwidth rendah.
b)

Desain HyFlex dengan rekaman tidak terindeks, interaksi sinkron–asinkron hanya pelengkap dan tidak setara, asesmen berfokus pada produk akhir, serta dukungan aksesibilitas umum tanpa optimasi untuk bandwidth rendah.

c)
Sesi daring untuk teori, luring untuk praktik, tanpa koordinasi beban tugas atau standar partisipasi lintas moda pembelajaran.
d)
Kuliah video panjang sekali unggah per semester, forum tidak dimoderasi, dan kehadiran dihitung dari jumlah click pada LMS.
16.
Kampus ingin memanfaatkan learning analytics untuk meningkatkan retensi. Pendekatan mana yang paling tepat dan proporsional?
a)
Pengumpulan metrik minimal yang relevan, pemodelan transparan, opt-in yang jelas, data governance dan hak akses berbasis peran, serta audit bias berkala.
b)
Mengumpulkan seluruh klik dan jejak perangkat untuk keakuratan model; mahasiswa dianggap setuju saat login pertama ke LMS.
c)
Menjalankan dashboard risiko putus studi yang dapat dilihat semua dosen dan mahasiswa agar mereka saling mengawasi secara sosial.
d)
Menggunakan model prediktif vendor tertutup, mempublikasikan skor risiko agregat per program studi, dan menghapus data mentah mingguan.
17.
Untuk mendorong open science, prioritas investasi mana yang paling berdampak pada kapasitas riset kampus?
a)
Repositori institusional ber-DOI, kebijakan open data berlisensi jelas, workflow replikasi, serta integrasi ORCID dan ROR di sistem kampus.
b)
Penyimpanan berbagi berbasis drive kelas besar tanpa penomoran DOI; publikasi data dilakukan bila ada permintaan dari pihak luar.
c)
Portal pemasaran hasil riset dengan infografik; data mentah tidak dibuka demi mencegah salah tafsir oleh publik non-ahli.
d)
Kontrak tunggal dengan penerbit jurnal berbayar untuk akses artikel; data dan kode penelitian tetap privat demi efisiensi administrasi.
18.
Bagaimana transformasi digital memastikan tidak memperlebar digital divide bagi mahasiswa rentan?
a)
Skema peminjaman perangkat, konten low-bandwidth, pusat akses kampus yang ramah disabilitas, serta kebijakan offline-first pada bahan ajar.
b)
Menetapkan standar perangkat tinggi agar performa aplikasi optimal; mahasiswa yang belum memenuhi diarahkan ikut kuliah tatap muka saja.
c)
Mengalihkan semua layanan ke aplikasi mobile-only untuk kemudahan; materi PDF besar diunggah apa adanya demi konsistensi format.
d)
Menyediakan paket data saat orientasi mahasiswa baru; selebihnya diserahkan pada inisiatif program studi masing-masing tanpa pemantauan.
19.

Topik: “dampak service learning pada empati mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Indonesia”. Kuery singkat mana yang paling efektif untuk Google Scholar?

a)

"service learning" empathy ("Islamic education" OR "Pendidikan Agama Islam") (Indonesia OR Indonesian)

b)

"service learning" empathy ("Islamic education" OR "Pendidikan Agama Islam") Indonesian — tanpa OR sinonim negara.

c)

service learning empathy Islamic education Pendidikan Agama Islam Indonesia — tanpa tanda kutip dan tanpa sinonim.

d)

"service" "learning" empathy Islamic education Indonesia — frasa dipecah dan kata kunci disederhanakan.

20.
Anda menemukan artikel populer yang menyimpulkan terapi tertentu efektif, mengutip satu studi kecil pra-cetak. Langkah evaluasi paling tepat adalah…
a)
Lacak sumber primer, cek peer review/status pra-cetak, nilai otoritas penulis dan reputasi jurnal, serta bandingkan dengan tinjauan sistematis terbaru.
b)
Membaca ulasan blog lain yang setuju, karena konsensus di media populer biasanya mencerminkan konsensus ilmiah yang sudah matang.
c)
Mengambil kesimpulan sementara sambil menunggu sitasi meningkat; angka sitasi yang tinggi biasanya menandakan validitas metodologis.
d)
Mengonfirmasi kepada penulis di media sosial; bila responsnya meyakinkan, anggap klaimnya cukup kredibel untuk dibagikan.
21.
Koleksi Zotero Anda berantakan: duplikat, PDF tak bernama, dan tag tidak konsisten. Tindakan perbaikan paling efektif adalah…
a)
Menormalkan metadata via DOI lookup, merge duplicates, penamaan file otomatis, taksonomi tag terstandar, dan sinkronisasi grup kolaboratif.
b)
Menghapus semua entri lama dan mengimpor ulang dari Google Scholar; pencarian baru akan menghasilkan basis data yang lebih segar.
c)
Menyimpan PDF dalam satu folder besar bernama “SIAP-SKRIPSI”; nama file akan cukup untuk melacak sumber jika diperlukan nanti.
d)
Membuat spreadsheet manual berisi judul dan tahun; detail lain bisa dicari kembali saat penulisan daftar pustaka final.
22.
Anda memoderasi grup belajar di Telegram untuk mata kuliah Metode Penelitian. Praktik mana yang paling sehat secara literasi sosial?
a)
Thread berbasis pertanyaan riset, kewajiban tautan sumber, ringkasan temuan mingguan, dan klarifikasi ketika klaim ditantang dengan bukti.
b)
Diskusi bebas dengan prioritas pada opini minoritas; rujukan tidak wajib agar semua suara setara tanpa hambatan teknis.
c)
Forward cepat artikel yang terdengar meyakinkan; klarifikasi dapat dilakukan kemudian jika ada dosen yang menegur di kelas.
d)
Pemungutan suara untuk menentukan kebenaran; tautan paling banyak di-like dianggap memiliki validitas tertinggi oleh komunitas.
23.
Anda membaca ringkasan populer tentang kebijakan “digital well-being mahasiswa”. Untuk kembali ke sumber primer secara efisien, langkah terbaik adalah…
a)
Identifikasi kata kunci/MeSH dari ringkasan, telusuri di database (PubMed/Scopus), gunakan snowballing dari daftar pustaka dan cited by.
b)
Menelusuri komentar di kolom YouTube atau Instagram; sering kali ada tautan riset yang dibagikan oleh penonton yang antusias.
c)
Meminta file PDF di grup umum; jika seseorang mengirimkannya, anggap itu sudah versi terbaru dan dapat dijadikan rujukan.
d)
Mengandalkan cuplikan Google; bila ada pratinjau yang cukup panjang, tidak penting untuk membuka artikel sumber secara penuh.
24.
Saat menyusun tinjauan literatur bertema literasi digital, alur kerja pencatatan yang paling kokoh adalah…
a)
Template ekstraksi data berbasis pertanyaan PICO/PEO, kode tematik konsisten, catatan keputusan inklusi/eksklusi, dan versioning kolaboratif.
b)
Menyimpan kutipan menarik ke note ponsel; ringkasannya akan diingat saat penulisan sehingga tidak perlu struktur yang kaku.
c)
Mengandalkan ingatan penulis utama; jika ada perbedaan penafsiran, gunakan pendapat mayoritas anggota tim sebagai penentu akhir.
d)
Mengumpulkan ringkasan abstrak saja; detail metode tidak perlu karena akan menghambat percepatan penyusunan naskah.
25.
Mahasiswa ingin membagikan artikel berbayar penuh ke grup kelas. Pendekatan yang paling tepat adalah…
a)
Bagikan tautan resmi, cari versi open access (preprint/postprint) yang sah, sertakan sitasi, dan jelaskan batas lisensi kepada teman.
b)
Unggah PDF penuh ke cloud lalu ubah nama file; selama tidak komersial, berbagi di kalangan teman dianggap adil dan mendidik.
c)
Ambil tangkapan layar per halaman; karena bukan file utuh, pelanggaran hak cipta dapat diabaikan demi kelancaran belajar.
d)
Tanyakan pada penulis lewat DM untuk izin informal; jika tidak ada balasan, diam-diam unggah karena niatnya untuk pembelajaran.
26.

Sebuah situs viral mengklaim tafsir “revolusioner” atas sebuah ayat tanpa menyebut kitab rujukan atau jurnal. Langkah evaluasi paling tepat adalah…

a)

Melakukan lateral reading: menilai otoritas penulis di luar situsnya, menelusuri afiliasi dan standar editorial, lalu membandingkan klaim dengan sumber primer, fatwa resmi, serta artikel ilmiah terindeks yang independen.

b)

Melakukan lateral reading: menilai kredensial penulis dan afiliasi lembaga, meninjau kebijakan editorial situs, lalu membandingkan klaim dengan ringkasan kitab yang populer, kompilasi blog ustaz tepercaya, serta opini tokoh sehaluan tidak harus verifikasi ke sumber primer yang independen.

c)

Membaca halaman “About Us” dan testimoni jamaah; bila meyakinkan, anggap klaimnya layak dipercaya sementara.

d)

Membaca artikel terkait di situs yang sama; konsistensi internal cukup sebagai indikator keandalan meski tanpa rujukan eksternal.

27.
Foto banjir beredar dengan klaim “terjadi hari ini di kota X”. Prosedur verifikasi paling kuat adalah…
a)

Melakukan reverse image search, meninjau hasil kronologis, memeriksa petunjuk lokasi, menilai EXIF jika tersedia, dan menghubungkan dengan laporan resmi atau cuaca setempat.

b)
Reverse image search cepat; jika ada kecocokan visual pertama, langsung simpulkan foto itu terkini dan akurat.
c)
Mengandalkan hashtag dan geotag di Instagram; metadata publik pasti akurat karena dibuat pengguna di lokasi.
d)
Menghubungi pengunggah asli di DM dan memercayai penjelasannya; verifikasi pihak ketiga tidak diperlukan bila pengunggah kooperatif.
28.
Akun fanbase menyebarkan thread yang menurunkan reputasi organisasi mahasiswa, memakai data dipelintir dan pola unggah seragam lintas akun koordinatif. Respons terbaik adalah…
a)

Klasifikasikan sebagai indikasi disinformasi terkoordinasi, dokumentasikan pola sebar, ajukan report ke platform, lakukan prebunking atau debunking berbasis bukti tanpa memperkuat tautan aslinya.

b)
Anggap sebagai miskomunikasi; balas dengan opini tandingan dan quote tweet agar audiens menilai sendiri secara demokratis.
c)
Abaikan saja; algoritma akan menguburnya jika tidak direspons dalam 24 jam.
d)
Tawarkan kolaborasi konten dengan akun tersebut untuk meredakan ketegangan; akurasi dapat dinegosiasikan demi harmoni komunitas.
29.
Klaim: “Anggaran beasiswa meningkat 300% tahun ini.” Tindakan cek fakta yang paling tepat adalah…
a)

Mencari baseline dan satuan nominal per-penerima, menghitung perubahan absolut, membandingkan dengan data resmi lintas tahun, serta menilai sumber pembiayaan dan dampak riil.

b)
Membuktikan melalui siaran pers dan thread influencer pendidikan; angka yang konsisten di media populer menandakan validitas.
c)
Mengambil sampel komentar mahasiswa yang mendapat beasiswa; jika persepsi mereka positif, klaim dianggap benar secara praktis.
d)
Mengutip presentasi internal tanpa data terpublikasi; publikasi belakangan tidak masalah selama niatnya baik.
30.
Sebuah video memperlihatkan rektor menyatakan kebijakan sensitif. Langkah awal paling bertanggung jawab adalah…
a)

Hentikan penyebaran, cari sumber rilis pertama, verifikasi kehumasan kampus, cek anomali audio-bibir, telusuri versi asli, dan rujuk pada media tepercaya.

b)
Unggah ulang dengan tanda air “diduga palsu” agar audiens membantu memutuskan; semakin banyak penonton, semakin cepat verifikasi kerumunan.
c)
Tanyakan di grup umum; jika mayoritas merasa mirip suara rektor, anggap valid sampai ada bantahan resmi.
d)
Potong bagian paling kontroversial untuk awareness; klarifikasi detail menyusul setelah video ramai.
31.
Puluhan akun mengunggah tautan identik pada menit yang sama, bio mirip, dan pola bahasa seragam. Evaluasi yang paling kuat adalah…
a)

Audit tanggal pembuatan akun, keseragaman posting window, korelasi konten lintas platform, lalu flag koordinasi dan laporkan ke platform.

b)
Hitung tumpang tindih pengikut; jika >50% sama, simpulkan pasti bot dan umumkan secara publik.
c)
Fokus pada jumlah like; jika rendah, berarti tidak ada koordinasi yang berarti.
d)
Tanyakan langsung ke salah satu akun; jika mengaku sukarelawan, anggap semuanya organik.
32.
Anda mengumpulkan bukti tangkapan layar dugaan pelanggaran akademik. Prosedur paling tepat untuk menjaga integritas bukti adalah…
a)
Rekam layar/tangkapan asli berserta stempel waktu, simpan file mentah, catat konteks & langkah akuisisi, buat hash kriptografis, hindari kompresi/penandaan, dan arsipkan aman.
b)
Kompilasi tangkapan layar dalam satu PDF dengan anotasi berwarna agar mudah dibaca; kualitas file bisa dikompresi demi ukuran.
c)
Edit untuk menutup informasi sensitif terlebih dahulu; versi asli tidak perlu disimpan jika editan rapi dan konsisten.
d)
Unggah ke cloud yang otomatis mengubah metadata; yang penting konten visualnya terbaca jelas oleh panitia.
33.
Dalam diskusi kelas di platform daring, kebijakan netiket mana yang paling mendorong kolaborasi berkualitas?
a)
Standar adab digital eksplisit, rujukan wajib untuk klaim, gunakan bahasa inklusif, dan fasilitasi klarifikasi jika ada keberatan berbasis bukti.
b)
Aturan sopan santun umum, opini diperbolehkan tanpa rujukan agar semua merasa aman, dan klarifikasi dilakukan bila topik memanas saja.
c)
Komentar dibatasi 100 kata agar ringkas; rujukan dilarang demi menghindari spam tautan yang membingungkan peserta.
d)
Netiket mengikuti kebiasaan mayoritas; peserta baru menyesuaikan sambil berjalan tanpa pedoman tertulis yang mengikat.
34.
Terjadi perdebatan tajam terkait metodologi penelitian. Langkah fasilitasi yang paling etis dan konstruktif adalah…
a)
Alihkan ke ruang mediasi terstruktur, minta para pihak menyajikan bukti/sumber, gunakan moderator netral, dan dokumentasikan hasil sebagai pelajaran kelas.
b)
Biarkan perdebatan terbuka agar komunitas menilai; moderator baru turun tangan jika ada laporan pelanggaran berat.
c)
Kunci thread dan hapus seluruh komentar; konflik sebaiknya dihindari agar reputasi kelas tetap baik.
d)
Izinkan adu argumen bebas selama 24 jam; setelah itu moderator memilih posisi yang paling populer sebagai keputusan akhir.
35.
Proyek kelompok melibatkan mahasiswa di tiga benua. Protokol kolaborasi mana yang paling etis dan efektif?
a)
Penjadwalan rotasi adil, ringkasan keputusan tertulis, kanal asinkron utama, serta batas waktu realistis dengan grace period.
b)
Pertemuan diseragamkan pada zona waktu kampus; peserta lain menonton rekaman dan mengirim tanggapan bila sempat.
c)
Gunakan voice note bebas; keputusan diambil oleh siapa pun yang aktif saat itu untuk menjaga momentum proyek.
d)
Rapat dadakan saat mayoritas online; notulen opsional karena chat log sudah cukup sebagai dokumentasi.
36.
Dalam dokumen bersama, sebagian teks diambil dari sumber primer tanpa tanda kutip. Kebijakan terbaik adalah…
a)
Wajibkan sitasi inline dan daftar pustaka, gunakan version history untuk audit kontribusi, dan lakukan pelatihan parafrase yang benar.
b)
Toleransi kutipan tanpa tanda asalkan sumber tercantum di akhir dokumen; kejujuran kolektif dianggap cukup.
c)
Minta satu editor akhir menambahkan sitasi menjelang tenggat; kontribusi lain bebas fokus pada isi tanpa beban rujukan.
d)
Gunakan alat pendeteksi kemiripan saja; jika skor rendah, anggap atribusi sudah memadai meskipun kutipan tidak eksplisit.
37.
Upaya yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas kolaborasi akademik digital adalah…
a)

Repositori ide atau tugas terbuka, peer feedback berbasis rubrik, ko-penulisan terencana, dan refleksi meta tentang proses kolaborasi.

b)
Grup broadcast dosen ke mahasiswa; masukan mahasiswa dikumpulkan melalui reaksi emoji agar proses penilaian cepat.
c)
Tantangan mingguan berbasis like terbanyak; penghargaan fokus pada viralitas agar partisipasi meningkat drastis.
d)
Leaderboard komentar teraktif tanpa penilaian kualitas; partisipasi kuantitatif dipakai sebagai indikator utama keberhasilan.
38.
Langkah terpadu paling efektif bagi mahasiswa untuk melindungi data pribadinya adalah…
a)
Aktifkan MFA aplikasi autentikator, gunakan password manager, batasi izin aplikasi, backup terenkripsi, dan tinjau privacy settings berkala.
b)
Aktifkan SMS OTP dan gunakan satu sandi kuat untuk semua akun; izin aplikasi dibiarkan default agar fitur berjalan optimal.
c)
Simpan sandi di catatan ponsel yang disinkronkan; MFA opsional karena memperlambat proses masuk saat darurat.
d)
Pakai pola layar yang mudah diingat, cadangkan data ke layanan gratis apa pun, dan izinkan akses lokasi setiap saat untuk kenyamanan.
39.
Anda menerima email “dari” biro akademik dengan lampiran invoice beasiswa. Tindakan paling aman dan tepat adalah…
a)
Periksa domain dan header, konfirmasi lewat kanal resmi terpisah, jangan buka lampiran, laporkan sebagai phishing, lalu hapus.
b)
Balas email meminta klarifikasi; jika pengirim menjawab cepat dan sopan, kecil kemungkinan email itu berbahaya.
c)
Unduh lampiran ke ponsel pribadi dulu; jika ponsel aman, komputer kampus tidak akan terpengaruh.
d)
Teruskan ke grup kelas agar semua ikut menilai; banyak mata akan mempercepat identifikasi apakah email itu sah atau tidak.
40.
Akun media sosial Anda hampir diambil alih melalui tautan palsu. Prosedur respons insiden yang paling tepat adalah…
a)
Ganti sandi unik, cabut sesi/perangkat aktif, aktifkan/rekuperasi MFA, pulihkan email cadangan, dan laporkan ke platform beserta bukti.
b)
Hapus tautan dari story dan umumkan di feed bahwa Anda telah diretas; langkah teknis dapat menyusul setelah pengumuman.
c)
Log out dan login lagi agar sesi baru bersih; tindakan lain tidak perlu jika tautan sudah dihapus dari history peramban.
d)
Tanyakan ke teman apakah mereka melihat aktivitas aneh; jika tidak, anggap masalah selesai tanpa perubahan kredensial.