Font size
WorksheetsUAS ILMU FIQH
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Apa yang dimaksud dengan al-Dzariah secara etimologi?
Tindakan yang tidak memiliki konsekuensi
Perbuatan yang dilarang oleh syariat
Jalan menuju sesuatu yang membawa kemafsadatan
Sesuatu yang membawa kebaikan
Siapakah yang mendefinisikan Fath al-Dzariah sebagai suatu perbuatan yang dapat membawa kepada sesuatu yang dianjurkan?
Rasulullah saw.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah
Imam al-Syatibi
Imam al-Syarbashi
Apa yang dimaksud dengan Sad al-Dzariah menurut Imam al-Syatibi?
Melakukan suatu pekerjaan yang dilarang oleh syariat
Melakukan suatu pekerjaan yang mengandung kemaslahatan
Melakukan suatu pekerjaan yang tidak memiliki konsekuensi
Melakukan suatu pekerjaan yang membawa kemafsadatan
Apa yang menjadi alasan ulama Malikiyah dan Hanabilah dalam menerima Sad al-Dzariah sebagai dalil dalam menetapkan hukum syara‟?
Keterangan dari Imam al-Syatibi
Hadis tentang melaknat kedua orang tua
Ayat dalam surat al-An‟am (6):108
Hadis tentang melaknat sesembahan
Siapakah yang mengaplikasikan kaedah sad al-dzariah dalam beberapa kasus fiqh di antaranya yaitu praktek puasa yang dilakukan pada yaum al-syak?
Imam al-Syatibi
Musthafa Dib al-Buga
Ulama Hanafiyah
Husain Hamid Hassan
Apa yang menjadi alasan ulama Hanafiyyah dalam mengaplikasikan kaedah sad al-dzariah dalam praktek puasa pada yaum al-syak?
Agar tidak terlihat oleh orang lain
Agar mendapatkan pahala yang lebih besar
Agar tidak dituduh melaksanakan puasa pada bulan al-syak
Agar tidak melanggar aturan puasa
Siapakah yang mengatakan bahwa ulama Hanafiyyah dan Syiah menganggap sad al-dzariah dapat dijadikan sebagai dalil syar‟i dalam masalah tertentu dan menolaknya dalam kasus lain?
Musthafa Dib al-Buga
Imam al-Syatibi
Ulama Hanafiyah
Husain Hamid Hassan
Apa yang menjadi contoh penerapan kaedah sad al-dzariah menurut Ahmad al-Syarbashi?
Melakukan autopsi terhadap mayat
Melakukan operasi plastik
Melakukan tindakan medis yang tidak diperlukan
Melakukan tindakan medis tanpa izin pasien
Apa yang menjadi alasan ulama Hanafiyyah dan Syafiiyah menerima kaidah sad al-dzariah?
Kemungkinan terjadinya kemafsadatan
Kemudahan dalam menikah
Ketidakpastian akan terjadinya kemafsadatan
Ketidaksesuaian dengan tujuan Islam
Dari sisi motivasi, mengapa nikah tahlil dilarang dalam Islam?
Karena tidak dianjurkan dalam Islam
Karena tidak sah secara hukum
Karena tidak mendatangkan kebaikan
Karena tidak sesuai dengan tujuan Islam
Apa yang menjadi alasan ulama Dzahiriyyah menolak sad al-dzariah?
Karena tidak berdasarkan bunyi teks
Karena tidak sesuai dengan tujuan Islam
Karena tidak menerima campur tangan logika
Karena tidak dianjurkan dalam Islam
Apa hukum perkawinan beda agama menurut ulama jika calon suami beragama Islam dan calon istri non-muslim?
Boleh
Haram
Wajib
Makruh
Apa yang menjadi dasar hukum kawin beda agama menurut al-Ma‟idah (5):5?
Mengizinkan laki-laki muslim mengawini perempuan ahl al-kitab
Melarang laki-laki muslim mengawini perempuan ahl al-kitab
Mengizinkan perempuan muslim mengawini laki-laki non-muslim
Melarang perempuan muslim mengawini laki-laki non-muslim
Apa yang menjadi pertimbangan untuk melarang perkawinan beda agama dalam konteks fikih kontemporer?
Menghindari mafsadah atau resiko kemurtadan
Mengutamakan harapan mencari kemaslahatan
Mengutamakan keberagamaan Islam yang kuat
Mengikuti konsep maqasid al-syariat
Apa yang menjadi pertimbangan Umar bin Khattab dalam melarang perkawinan Huzaifah dengan perempuan ahl al-kitab?
Menghindari mafsadah atau resiko kemurtadan
Mengutamakan harapan mencari kemaslahatan
Mengikuti konsep maqasid al-syariat
Mengutamakan keberagamaan Islam yang kuat
Apa pengertian dari 'urf dalam konteks Ushul Fiqh?
Sesuatu yang telah dikenal oleh masyarakat sebagai kebiasaan
Sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam
Sesuatu yang hanya berlaku di kalangan ulama Ushul
Sesuatu yang tidak pernah dijalankan oleh masyarakat
Apa yang dimaksud dengan 'urf sahih?
Sesuatu yang bertentangan dengan syara‟
Sesuatu yang tidak menghalalkan yang haram
Sesuatu yang tidak dikenal oleh manusia
Sesuatu yang membatalkan yang wajib
Siapakah yang diharuskan untuk memelihara 'urf sahih dalam pembentukan hukum?
Mujtahid
Hakim
Ulama Ushul
Masyarakat
Apa yang dimaksud dengan 'urf fasid?
Sesuatu yang tidak membatalkan dalil syara‟
Sesuatu yang diakui dalam membolehkannya
Sesuatu yang tidak diakui dalam undang-undang positif manusia
Sesuatu yang tidak bertentangan dengan syara‟
Apakah 'urf dapat menjadi dalil syara‟ tersendiri?
Tidak, tidak pernah
Hanya dalam keadaan darurat
Tergantung situasi
Ya, selalu
Siapakah yang memelihara 'urf bangsa Arab dalam membentuk hukum?
Imam Malik
Abu Hanifah
Masyarakat
Ibnu Abidin
Apa yang dianggap darurat atau sesuai dengan hajat manusia dalam konteks 'urf fasid?
Perubahan zaman
Perubahan asalnya
Peraturan kehidupan
Kebutuhan manusia
Apakah hukum-hukum yang didasarkan 'urf dapat berubah?
Tidak, selalu tetap
Ya, tergantung situasi
Hanya jika ada ijma‟
Hanya dalam keadaan darurat
Siapakah yang menyusun Risalah yang dinamakan “Nasyr al-„Urf”?
Abu Hanifah
Imam Syafi‟i
Ibnu Abidin
Imam Malik
Apa yang dimaksud dengan kehujjahan 'urf menurut penyelidikan?
Bukti yang tidak bisa diganggu gugat
Dalil syara‟ yang paling kuat
Bukti yang bisa dipertanyakan
Dalil syara‟ yang tidak bisa dipertanyakan
Apa maksud istishhab dalam Ushul Fiqh?
Berpegang pada dalil akal atau syara
Mengubah hukum yang telah ada
Membatalkan hukum yang sudah ditetapkan
Menetapkan hukum berdasarkan dalil yang kuat
Berapa macam istishhab yang ada dalam Ushul Fiqh?
3
4
5
6
Apa saja kaedah-kaedah istishhab dalam Ushul Fiqh?
Hukum dasar sesuatu adalah harus
Hukum dasar sesuatu adalah ketetapannya seperti semula hingga ada dalil yang merubah ketetapan hukum dasar tersebut
Hukum dasar sesuatu adalah mubah (dibolehkan)
Hukum dasar sesuatu adalah haram
Menurut siapa istishhab bisa menjadi hujjah untuk menetapkan hukum yang telah ada sebelumnya?
Tidak ada yang memperbolehkan istishhab sebagai hujjah
Ulama Malikiyyah, Hanabilah, Syafiiyyah, Dzahiriyyah dan Syiah
Mayoritas ulama Hanafiyah
Mayoritas mutakallimin
Apa yang dikatakan oleh Al-Khawazmi tentang istishhab?
Istishhab adalah poros pertama dalam aktivitas berfatwa
Istishhab adalah poros terakhir dalam aktivitas berfatwa
Istishhab tidak boleh digunakan dalam aktivitas berfatwa
Istishhab hanya digunakan dalam aktivitas berfatwa jika tidak ada dalil lain
Apa pengertian istishhab secara etimologi?
Kebebasan dari tanggung jawab
Hak dan kewajiban
Jalan menuju sesuatu
Membawa kemafsadatan
Siapakah yang menyatakan bahwa istishhab bisa menjadi hujjah dalam menetapkan hukum syara‟?
Ulama Hanabilah
Ulama Malikiyah
Ulama Hanafiyyah
Ulama Syafiiyah
Bagaimana sikap seorang muslim jika menemukan suatu barang yang tidak diketahui status hukumnya?
Mengambil barang tersebut
Menyembunyikan barang tersebut
Meninggalkan barang tersebut
Menjual barang tersebut
Apa yang dikemukakan oleh Imam al-Syatibi tentang dzariah?
Melakukan perbuatan yang membawa kemaslahatan
Melakukan perbuatan yang dianjurkan
Melakukan perbuatan yang dilarang
Melakukan perbuatan yang membawa kemafsadatan
Siapakah yang mengemukakan tiga syarat yang harus dipenuhi sehingga suatu perbuatan itu dilarang?
Imam al-Bukhari
Imam al-Syatibi
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah
Imam al-Syarbashi
Apa pengertian istihsan secara etimologi?
Meninggalkan qiyas jali dan mengambil qiyas khafi
Meninggalkan qiyas karena mengikuti pendapat sahabat
Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam istihsan
Mendahulukan maslahat mursalah dari qiyas
Siapakah yang menolak istihsan tetapi secara substansial menerima konsep istihsan?
Imam Sarakhsyi
Imam Malik
Imam al-Gazali
Imam al-Syatibi
Apa saja macam-macam istihsan menurut kalangan pakar Ushul Fiqh khususnya dari ulama Hanafiyyah?
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Nash
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Ijma‟
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Qiyas al-Khafi
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Ijma‟
Apa yang menjadi hakekat dan substansi dari term istihsan?
Memberlakukan pengecualian hukum Juz‟i dari hukum kulli atau kaedah umum yang didasarkan kepada dalil khusus yang mendukungnya
Meninggalkan qiyas jali dan mengambil qiyas khafi karena ada indikasi yang menguatkannya
Memberlakukan kemaslahatan parsial ketika berhadapan dengan kaedah universal
Mentarjih al-qiyas al-khafi dari pada al-qiyas al-jali karena ada dalil yang mendukungnya
Apa yang menjadi alasan seorang mujtahid dalam melakukan istimbat hukum untuk menemukan dan menetapkan hukum tidak jadi menggunakan suatu dalil?
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Nash
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Qiyas al-Khafi
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Ijma‟
Istihsan bi al-Nash, Istihsan bi al-Ijma‟, Istihsan bil al-Qiyas al-Khafi, Istihsan bi al-Qiyas al-Khafi
Apa itu istihsan?
Metode penentuan hukum syara
Metode penafsiran Al-Quran
Metode penulisan hadis
Metode penelitian fiqih
Contoh istihsan berdasarkan al-Maslahat adalah...
Melakukan jual beli secara indent
Melihat aurat wanita dalam berobat
Melakukan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah
Mengalirkan air ke lahan pertanian
Menurut ulama Hanafiyyah, Malikiyyah, dan sebagian ulama Hanabilah, mengapa istihsan dianggap sebagai dalil yang kuat dalam menetapkan hukum syara‟?
Karena hasil penelitian dari berbagai ayat dan hadis
Karena keadaan darurat yang menyebabkan mujtahid tidak memberlakukan kaedah umum atau qiyas
Karena firman Allah dalam Al-Baqarah (2):185
Karena kebiasaan yang berlaku secara umum
Apakah istihsan berdasarkan urf dan mashlahah diterima oleh seluruh ulama mazhab?
Hanya oleh ulama Hanafiyyah
Tergantung situasi
Tidak
Ya
Bagaimana aplikasi metode istihsan dalam kasus fiqih kontemporer?
Memberikan solusi alternatif dari problematika haji
Mengandalkan pada ketentuan hukum fiqih dalam menghadapi problematika haji
Menghadapi problematika haji dengan pendekatan lama
Melarang orang untuk menunaikan ibadah haji
Apa yang dimaksud dengan istihsab syar’u man qablana?
Kontinuitas hukum dari masa sebelumnya ke masa sekarang, kecuali ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.
Ketidakpastian hukum dari masa sebelumnya ke masa sekarang
Ketidakkonsistenan hukum dari masa sebelumnya ke masa sekarang
Perubahan hukum dari masa sebelumnya ke masa sekarang
Mengapa istihsab syar’u man qablana penting dalam pemahaman hukum Islam?
Karena itu hanya akan membingungkan dalam penetapan hukum
Karena tidak ada manfaatnya dalam pemahaman hukum Islam
Karena itu hanya merupakan tradisi yang sudah ketinggalan zaman
Istihsab syar’u man qablana penting dalam pemahaman hukum Islam karena membantu dalam menjaga konsistensi dan kelanjutan dalam penetapan hukum berdasarkan preseden sebelumnya.
Bagaimana cara kehujjahan istihsab syar’u man qablana dalam Islam?
Dengan mengikuti tradisi nenek moyang
Dengan mengacu pada pendapat mayoritas masyarakat
Dengan mengandalkan firasat atau perasaan pribadi
Dengan mengacu pada dalil-dalil yang shahih dan prinsip-prinsip hukum Islam.
Berikan contoh aplikasi istihsab syar’u man qablana dalam kehidupan sehari-hari.
Asumsi bahwa bioskop tutup pada jam tayang regulernya kecuali ada tanda yang menunjukkan sebaliknya.
Asumsi suatu bank tutup pada jam kerja normalnya kecuali ada tanda yang menunjukkan sebaliknya.
Asumsi bahwa suatu toko buka pada jam kerja normalnya kecuali ada tanda yang menunjukkan sebaliknya.
asumsi bahwa sebuah restoran tutup pada jam kerja normalnya kecuali ada tanda yang menunjukkan sebaliknya.
Apakah istihsab syar’u man qablana memiliki peran dalam proses istinbath?
Tidak
Ya
Mungkin
Hanya pada hari Jumat
Apa yang dapat kita pelajari dari konsep istihsab syar’u man qablana?
Keberlakuan hukum yang tetap berlaku kecuali ada dalil yang mengubahnya
Hukum yang berlaku hanya untuk masa depan
Hukum yang berlaku hanya untuk masa lalu
Hukum yang berlaku hanya untuk masa kini
Bagaimana istihsab syar’u man qablana dapat membantu dalam memahami hukum-hukum Islam?
Istihsab syar’u man qablana hanya berlaku untuk hukum-hukum tertentu dalam Islam
Istihsab syar’u man qablana dapat membantu dalam memahami hukum-hukum Islam dengan memberikan kelanjutan dan konsistensi dalam penetapan hukum berdasarkan preseden sebelumnya.
Istihsab syar’u man qablana tidak berpengaruh dalam memahami hukum-hukum Islam
Istihsab syar’u man qablana hanya digunakan oleh golongan tertentu dalam masyarakat Islam
Mengapa penting untuk memahami konsep istihsab syar’u man qablana?
Untuk mengetahui sejarah istihsab syar’u man qablana.
Untuk mengetahui pengaruh istihsab syar’u man qablana terhadap masyarakat.
Untuk mengetahui pendapat para ulama tentang istihsab syar’u man qablana.
Untuk mengetahui kelanjutan hukum berdasarkan dalil sebelumnya.
Apa yang menjadi dasar keabsahan istihsab syar’u man qablana dalam Islam?
Istislah
Istihlal
Istidlal
Istihsab
Bagaimana cara menerapkan istihsab syar’u man qablana dalam kehidupan sehari-hari?
Mengikuti hukum-hukum tanpa mempertimbangkan keadaan yang berubah
Mengubah hukum-hukum tanpa alasan yang jelas
Tidak memperhatikan hukum-hukum yang telah ada sebelumnya
Menerapkan hukum-hukum yang telah ada sebelumnya dan tidak mengubahnya kecuali ada dalil yang jelas untuk mengubahnya.
Apakah istihsab syar’u man qablana memiliki kaitan dengan keadilan?
Ya
Mungkin
Tergantung situasi
Tidak
Bagaimana cara mengidentifikasi istihsab syar’u man qablana dalam suatu permasalahan hukum?
Dengan memeriksa apakah telah terjadi perubahan dalam kondisi atau keadaan yang dapat mempengaruhi hukum yang berlaku sebelumnya.
Dengan memeriksa cuaca hari ini
Dengan bertanya kepada teman-teman
Dengan melihat ramalan bintang
Mengapa istihsab syar’u man qablana dianggap sebagai prinsip hukum yang penting?
Karena tidak ada prinsip hukum yang penting dalam Islam.
Untuk menjaga konsistensi dan kelanjutan dalam hukum Islam.
Untuk menciptakan kebingungan dalam hukum Islam.
Agar hukum Islam menjadi tidak konsisten.
Apa yang dapat kita pelajari dari sejarah penggunaan istihsab syar’u man qablana dalam Islam?
Kita dapat belajar tentang konsep keberlanjutan hukum dalam Islam dan bagaimana hukum-hukum tersebut diterapkan dalam konteks sejarah.
Kita dapat belajar tentang teknologi modern dalam Islam
Kita dapat belajar tentang sejarah politik di Timur Tengah
Kita dapat belajar tentang astronomi dan astrologi dalam Islam
Bagaimana cara menguji kebenaran dari istihsab syar’u man qablana dalam suatu konteks hukum?
Menggunakan pendekatan ilmiah dan metode statistik
Mencari pendapat dari orang yang tidak kompeten dalam hukum
Mengabaikan kondisi atau situasi yang ada saat ini
Memeriksa apakah kondisi atau situasi yang ada saat ini masih relevan dengan kondisi atau situasi yang ada sebelumnya.
Apa pengertian dari sad dzara’I?
Metode penafsiran hukum dari kitab suci
Proses pengambilan keputusan dalam hukum Islam
Penerapan hukum berdasarkan pada kebiasaan masyarakat
Metode istinbath hukum dari sebab-sebab atau alasan di balik legislasi.
Bagaimana kehujjahan sad dzara’I dalam istinbath?
Melalui analisis terhadap dalil-dalil syariat yang relevan.
Melalui penolakan terhadap dalil-dalil syariat yang relevan.
Dengan mengabaikan dalil-dalil syariat yang relevan.
Dengan mengandalkan pada pendapat pribadi tanpa memperhatikan dalil-dalil syariat yang relevan.
Berikan contoh aplikasi sad dzara’I dalam istinbath ahkam!
Contoh aplikasi dalam bidang pertanian
Contoh aplikasi dalam bidang teknologi informasi
Contoh aplikasi dalam bidang kesehatan
Contoh aplikasi sad dzara’I dalam istinbath ahkam adalah dalam masalah ekonomi, seperti penetapan harga dan distribusi kekayaan.
Apa perbedaan antara sad dzara’I dan qiyas?
Sad dzara’I berdasarkan pada hukum positif, sedangkan qiyas berdasarkan pada hukum alam.
Sad dzara’I berdasarkan pada keadilan, sedangkan qiyas berdasarkan pada kepentingan umum.
Sad dzara’I berdasarkan pada kesepakatan umat Islam, sedangkan qiyas berdasarkan pada penafsiran ulama.
Sad dzara’I berdasarkan pada pemblokiran sarana kejahatan, sedangkan qiyas berdasarkan pada analogi.
Mengapa sad dzara’I dianggap penting dalam memahami hukum Islam?
Sad dzara’I membantu dalam menetapkan hukum Islam dari sumber-sumbernya.
Sad dzara’I hanya digunakan untuk tujuan sejarah
Hukum Islam dapat ditetapkan tanpa menggunakan sad dzara’I
Sad dzara’I tidak relevan dalam memahami hukum Islam
Bagaimana cara menentukan keabsahan suatu dalil dengan menggunakan sad dzara’I?
Dengan meminta pendapat orang lain yang tidak terkait dengan dalil
Dengan melihat keadaan atau situasi yang sesuai dengan dalil tersebut.
Dengan mempercayai dalil tersebut tanpa penelitian lebih lanjut
Dengan mengabaikan keadaan atau situasi sekitar
Apakah ada keterkaitan antara sad dzara’I dengan maslahah mursalah?
Tidak
Mungkin
Ya
Tergantung situasi
Bagaimana cara mengidentifikasi mafsadah dalam konteks sad dzara’I?
Dengan mengabaikan dampak negatif dari suatu tindakan
Dengan tidak memperhatikan dampak tindakan sama sekali
Dengan hanya memperhatikan dampak positif dari suatu tindakan
Dengan mengevaluasi dampak negatif dari suatu tindakan terhadap masyarakat atau individu.
Apakah ada batasan-batasan dalam penggunaan sad dzara’I dalam istinbath?
Batasan-batasan hanya berlaku untuk orang tertentu
Mungkin ada batasan, tapi tidak terlalu penting
Ya, terdapat batasan-batasan dalam penggunaan sad dzara’I dalam istinbath.
Tidak, tidak ada batasan dalam penggunaan sad dzara’I dalam istinbath
Bagaimana cara menghindari kesalahan dalam menggunakan sad dzara’I dalam memahami hukum Islam?
Membuat asumsi sendiri tanpa konsultasi dengan ulama
Memahami sumber-sumber hukum Islam secara mendalam, konsultasi dengan ulama yang kompeten, dan memperhatikan konteks serta tujuan hukum Islam.
Mengabaikan sumber-sumber hukum Islam dan hanya mengandalkan pendapat pribadi
Mengikuti hukum secara literal tanpa memperhatikan konteks
