wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pancasila sebagai Sistem Filsafat

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai sistem filsafat?

a)

Sebuah sistem politik yang dianut oleh bangsa Indonesia

b)

Sebuah sistem agama yang diyakini oleh bangsa Indonesia

c)

Sebuah sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia

d)

Pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara

2.

Siapakah yang pertama kali mengemukakan Pancasila sebagai sistem filsafat?

a)

Nelson Mandela

b)

Winston Churchill

c)

Ir. Soekarno

d)

Mahatma Gandhi

3.

Sebutkan lima asas dalam Pancasila sebagai sistem filsafat!

a)

Ketuhanan Yang Maha Kuasa, Kemanusiaan yang Tidak Adil dan Beradab, Persatuan Dunia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kekuasaan Absolut, Keadilan pribadi bagi seluruh rakyat Indonesia

b)

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

c)

Ketuhanan Yang Maha Kuasa, Kemanusiaan yang Tidak Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kekuasaan Absolut, Keadilan politik bagi seluruh rakyat Indonesia

d)

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Tidak Adil dan Barbar, Persatuan Bangsa Asing, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kekuasaan Otoriter, Keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia

4.

Bagaimana hubungan antara Pancasila sebagai sistem filsafat dengan kehidupan bermasyarakat?

a)

Pancasila tidak memberikan panduan bagi kehidupan bermasyarakat

b)

Pancasila hanya berlaku untuk individu, bukan untuk kehidupan bermasyarakat

c)

Pancasila memberikan landasan dan panduan bagi kehidupan bermasyarakat.

d)

Pancasila tidak memiliki hubungan dengan kehidupan bermasyarakat

5.

Apakah peran Pancasila sebagai sistem filsafat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

a)

Pancasila hanya berperan sebagai sistem politik tanpa mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.

b)

Pancasila memiliki peran sebagai dasar negara dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

c)

Pancasila hanya berperan sebagai simbol nasional tanpa pengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

d)

Pancasila hanya berperan sebagai panduan dalam kehidupan pribadi tanpa kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

6.

Apa yang dimaksud dengan sila pertama dalam Pancasila sebagai sistem filsafat?

a)

Ketuhanan Yang Maha Esa

b)

Persatuan Indonesia

c)

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

d)

Kemanusiaan yang adil dan beradab

7.

Bagaimana Pancasila sebagai sistem filsafat memengaruhi kebijakan pemerintah?

a)

Melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembuatan kebijakan dan regulasi

b)

Melalui penggantian nilai-nilai Pancasila dengan sistem filsafat lain dalam kebijakan pemerintah

c)

Melalui pengabaian terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan pemerintah

d)

Melalui penolakan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan pemerintah

8.

Apakah ada kritik terhadap Pancasila sebagai sistem filsafat? Jelaskan!

a)

Kritik terhadap Pancasila tidak relevan dalam konteks saat ini

b)

Kritik terhadap Pancasila hanya berasal dari pihak asing

c)

Tidak, tidak ada kritik terhadap Pancasila

d)

Ya, ada kritik terhadap Pancasila sebagai sistem filsafat.

9.

Bagaimana cara menerapkan Pancasila sebagai sistem filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Dengan mengabaikan nilai-nilai Pancasila dan melakukan apa yang diinginkan tanpa memperhatikan akibatnya

b)

Dengan tidak peduli terhadap nilai-nilai Pancasila dan hanya fokus pada kepentingan pribadi

c)

Dengan hanya memperhatikan satu atau dua nilai Pancasila dan mengabaikan yang lainnya

d)

Dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan keputusan sehari-hari.

10.

Mengapa Pancasila sebagai sistem filsafat dianggap sebagai landasan negara Indonesia?

a)

Karena tidak memiliki nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

b)

Karena hanya berlaku untuk sebagian masyarakat Indonesia.

c)

Karena mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

d)

Karena tidak ada sistem filsafat lain yang lebih baik.