wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UAS Pengantar Perpajakan_POLTEKBA 1AP1 dan 1AP2

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Obyek Pajak yang tidak dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan adalah objek pajak yang……….

a)

digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan.

b)

digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis dengan itu.

c)

merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.

d)

Semua Jawaban Benar.

2.

Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar …………………… untuk setiap Wajib Pajak.

a)

Rp. 7.000.000,00

b)

Rp. 8.000.000,00

c)

Rp. 9.000.000,00

d)

Rp. 10.000.000,00

3.

Dasar pengenaan pajak untuk Pajak Bumi dan Bangunan adalah…………………….

a)

Nilai Yang disepakati

b)

Nilai Pasar

c)

Nilai Pajak Terutang dalam Pembukuan

d)

Nilai Jual Obyek Pajak

4.

Dasar penghitungan pajak adalah Nilai Jual Kena Pajak yang ditetapkan serendah-rendahnya …………….. dan setinggi-tingginya ………………. dari nilai jual obyek pajak.

a)

5% / 80%

b)

10% / 90%

c)

15% / 95%

d)

20% / 100%

5.

Pajak yang terhutang berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) harus dilunasi selambat-lambatnya …………. sejak tanggal diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang oleh wajib pajak.

a)

lima bulan

b)

enam bulan

c)

tujuh bulan

d)

delapan bulan

6.

Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan Pajak Bumi dan Bangunan pada Direktur Jenderal Pajak atas……..

a)

Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

b)

Surat Pemberitahuan Objek Pajak

c)

Surat Pemberitahuan Hasil pemeriksaan

d)

Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang

7.

Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu ………… sejak tanggal diterimanya surat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) oleh wajib pajak, kecuali apabila wajib pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya.

a)

1 (satu) bulan

b)

2 (dua) bulan

c)

3 (tiga) bulan

d)

4 (empat) bulan

8.

Apabila diminta oleh wajib pajak untuk keperluan pengajuan keberatan, Direktur Jenderal Pajak wajib ………………………………

a)

memberikan secara tertulis jumlah pajak terutang.

b)

memberikan secara tertulis hal-hal yang bukan menjadi objek pajak.

c)

memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar SPOP.

d)

memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan pajak.

9.

Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama …………………. sejak tanggal Surat Keberatan diterima, memberikan keputusan atas keberatan yang diajukan.

a)

3 (tiga) bulan

b)

4 (empat) bulan

c)

6 (enam) bulan

d)

12 (dua belas) bulan

10.

Wajib pajak dapat mengajukan banding kepada badan peradilan pajak terhadap Keputusan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (6) dan Pasal 16 ayat (3) dalam jangka waktu ………………. sejak tanggal diterimanya surat keputusan oleh wajib pajak dengan dilampiri salinan surat keputusan tersebut.

a)

1 (satu) bulan

b)

2 (dua) bulan

c)

3 (tiga) bulan

d)

4 (empat) bulan

11.

Objek BPHTB adalah ………………………….

a)

Surat Pemberitahuan Objek Pajak

b)

Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

c)

Nilai Jual Objek Pajak

d)

Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak

12.

Hak atas Tanah dan/atau Bangunan meliputi beberapa hal berikut ini, kecuali…………

a)

Hak milik

b)

Hak guna usaha

c)

Hak bayar

d)

Hak pengelolaan

13.

Besarnya nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak ditetapkan paling sedikit sebesar …………………. untuk perolehan hak pertama Wajib Pajak di wilayah Daerah tempat terutangnya BPHTB.

a)

Rp60.000.000,00

b)

Rp70.000.000,00

c)

Rp80.000.000,00

d)

Rp90.000.000,00

14.

Dalam hal perolehan hak karena hibah wasiat atau waris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (2) huruf a angka 4 dan angka 5 yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat atau waris, nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak ditetapkan paling sedikit sebesar ..................

a)

Rp100.000.000,00

b)

Rp200.000.000,00

c)

Rp300.000.000,00

d)

Rp400.000.000,00

15.

Saat terutangnya BPHTB ditetapkan……………..

a)

pada tanggal dibuat dan ditandatanganinya perjanjian pengikatan jual beli untuk jual beli.

b)

pada tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta untuk tukar-menukar, hibah, hibah wasiat, pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya, pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan, penggabungan usaha, peleburan usaha, pemekaran usaha, dan/atau hadiah.

c)

pada tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap untuk putusan hakim.

d)

Jawaban A, B dan C benar

16.

Tarif BPHTB ditetapkan paling tinggi sebesar ……………….

a)

2% (dua persen).

b)

3% (tiga persen).

c)

4% (empat persen).

d)

5% (lima persen).

17.

Tarif BPHTB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan ……………...

a)

Undang-Undang.

b)

Perda.

c)

Keputusan Presiden.

d)

Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

18.

Wajib Pajak BPHTB adalah orang pribadi atau Badan yang …………………………..

a)

menjual Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

b)

membeli Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

c)

memperoleh Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

d)

menukar Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

19.

Dalam hal nilai perolehan objek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diketahui atau lebih rendah daripada NJOP yang digunakan dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan BPHTB yang digunakan adalah ..................

a)

NJOP yang digunakan dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan pada bulan terjadinya perolehan.

b)

NJOP yang digunakan dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan pada tahun terjadinya perolehan.

c)

SPOP yang digunakan dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan pada bulan terjadinya perolehan.

d)

SPOP yang digunakan dalam pengenaan pajak bumi dan bangunan pada tahun terjadinya perolehan.

20.

BPHTB yang terutang dipungut di wilayah …………………….

a)

Daerah tempat tanah dan/atau Bangunan dijual.

b)

Daerah tempat tanah dan/atau Bangunan berada.

c)

Daerah tempat tanah dan/atau Bangunan dibeli.

d)

Diluar daerah tempat tanah dan/atau Bangunan berada.

21.

Pengaturan Bea Meterai dilaksanakan berdasarkan asas, kecuali……….

a)

kesederhanaan; efisiensi.

b)

keadilan; kepastian hukum.

c)

kepastian hukum; kemanfaatan.

d)

kemanfaatan; kemandirian.

22.

PENGATURAN BEA METERAI BERTUJUAN UNTUK, KECUALI………….

a)

MENGOPTIMALKAN PENERIMAAN NEGARA GUNA MEMBIAYAI PEMBANGUNAN NASIONAL SECARA MANDIRI

b)

MEMBERIKAN KEPASTIAN HUKUM DALAM PEMUNGUTAN BEA METERAI

c)

MENURUNKAN HARGA SEMBAKO DI MASYARAKAT

d)

MENYESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

23.

BEA METERAI DIKENAKAN ATAS, KECUALI……………

a)

DOKUMEN YANG DIBUAT SEBAGAI ALAT UNTUK MENERANGKAN MENGENAI SUATU KEJADIAN YANG BERSIFAT PERDATA

b)

DOKUMEN ID BILLING UNTUK MEMBAYAR PAJAK

c)

AKTA NOTARIS BESERTA GROSSE, SALINAN, DAN KUTIPANNYA

d)

DOKUMEN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT BUKTI DI PENGADILAN

24.

Undang-Undang Bea Meteral tidak dikenakan atas Dokumen yang berupa, kecuali……

a)

surat angkutan penumpang dan barang

b)

surat penyimpanan barang

c)

konosemen

d)

resimen

25.

Bea Meterai terutang pada saat dokumen dibubuhi tanda tangan untuk, kecuali……….

a)

surat perjanjian beserta rangkapnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2)huruf a

b)

akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf b

c)

saat disediakan untuk dibayarkan

d)

akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c

26.

Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan Bea Meterai terutang oleh piha hak yang …………

a)

Menerima manfaat atas Dokumen

b)

Mengajukan Dokumen

c)

Menerbitkan surat berharga

d)

Menerima Dokumen

27.

Dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 yang dibuat di luar negeri dan digunakan di Indonesia, Bea Meteral terutang oleh pihak yang………………

a)

Menerima manfaat atas Dokumen

b)

Menerbitkan surat berharga

c)

Menerima Dokumen

d)

Mengajukan Dokumen

28.

Pemungut Bea Meterai wajib, kecuali……….

a)

memungut Bea Meterai yang terutang atas Dokumen tertentu dari pihak yang terutang.

b)

menyetorkan Bea Meterai ke kas negara

c)

Menagihkan Bea Meterai ke lawan transaksi

d)

melaporkan pemungutan dan penyetoran Bea Meterai

29.

Pembayaran Bea Meterai yang terutang pada Dokumen dilakukan dengan menggunakan, kecuali…………….

a)

Meterai

b)

surat setoran pajak

c)

Meterai elektronik

d)

Peraturan Menteri keuangan

30.

Pemeteraian Kemudian dilakukan untuk……….

a)

Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar

b)

Dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan

c)

Dokumen yang akan ditagihkan

d)

Jawaban A dan B Benar

31.

…….. adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika dan sekaligus, pemberitahuan Surat Paksa, penyitaan dan penyanderaan.

a)

Utang Pajak

b)

Jurusita Pajak

c)

Surat Teguran

d)

Penagihan Pajak

32.

………. adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung pajak, guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

a)

Surat Paksa

b)

Biaya Penagihan Pajak

c)

Penagihan Pajak

d)

Penyitaan

33.

………. adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak.

a)

Penagihan Pajak

b)

Surat Paksa

c)

Lelang

d)

Objek Sita

34.

Jurusita Pajak bertugas…………

a)

Melaksanakan Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus

b)

Memberitahukan Surat Paksa

c)

Melaksanakan penyanderaan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan

d)

Jawaban A, B dan C Benar

35.

Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus sekurang-kurangnya memuat, kecuali……..

a)

Nama Wajib Pajak, atau nama Wajib Pajak dan Penanggung Pajak

b)

Nama Juru Sita Pajak

c)

Besarnya utang pajak

d)

Perintah untuk membayar

36.

Surat Paksa sekurang-kurangnya harus memuat, kecuali…………….

a)

Nama Wajib Pajak, atau nama Wajib Pajak dan Penanggung Pajak

b)

Dasar penagihan

c)

Bukti bayar pajak

d)

Besarnya utang pajak

37.

Surat Paksa berkepala kata-kata “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”, mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan ………………

a)

surat ketetapan pajak

b)

surat tagihan pajak

c)

putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap

d)

surat ketetapan pajak kurang bayar

38.

Barang bergerak milik Penanggung Pajak yang dikecualikan dari penyitaan adalah, kecuali…………..

a)

perlengkapan Penanggung Pajak yang bersifat dinas yang diperoleh dari negara

b)

pakaian dan tempat tidur beserta perlengkapannya yang digunakan oleh Penanggung Pajak dan keluarga yang menjadi tanggungannya

c)

harta berupa tabungan dan deposito wajib pajak

d)

persediaan makanan dan minuman untuk keperluan satu bulan beserta peralatan memasak

39.

Barang yang disita sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) digunakan untuk membayar biaya penagihan pajak dan utang pajak dengan cara, kecuali……

a)

uang tunai disetor ke Kas Negara atau Kas Daerah

b)

perlengkapan Penanggung Pajak yang bersifat dinas yang diperoleh dari negara

c)

deposito berjangka, tabungan, saldo rekening koran, giro, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, dipindahbukukan ke Kas Negara atau Kas Daerah atas permintaan Pejabat kepada Bank yang bersangkutan

d)

obligasi, saham, atau surat berharga lainnya yang diperdagangkan di bursa efek dijual di bursa efek atas permintaan Pejabat

40.

Gugatan Penanggung Pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan dalam jangka waktu ………………… sejak Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan, atau Pengumuman Lelang dilaksanakan.

a)

10 (sepuluh) hari

b)

12 (dua belas) haria

c)

14 (empat belas) hari

d)

16 (enam belas) hari

41.

……………..adalah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak atau penanggung Pajak terhadap suatu keputusan yang dapat diajukan Banding, berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

a)

Gugatan

b)

Surat tanggapan

c)

Surat Uraian Banding

d)

Banding

42.

……………… adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan Banding yang diajukan oleh pemohon Banding.

a)

Banding

b)

Surat Uraian Banding

c)

Surat Bantahan

d)

Gugatan

43.

……………………. adalah badan peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi Wajib Pajak atau penanggung Pajak yang mencari keadilan terhadap Sengketa Pajak.

a)

Direktorat Jenderal Pajak

b)

Kantor Pelayanan Pajak

c)

Pengadilan Pajak

d)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak

44.

Hakim tidak boleh merangkap menjadi……….

a)

pelaksana putusan Pengadilan Pajak

b)

penasehat hukum

c)

konsultan Pajak

d)

Jawaban A, B dan C Benar

45.

Banding diajukan dalam jangka waktu ……………. sejak tanggal diterima Keputusan yang dibanding, kecuali diatur lain dalam peraturan perundang-undangan perpajakan.

a)

1 (satu) bulan

b)

2 (dua) bulan

c)

3 (tiga) bulan

d)

4 (empat) bulan

46.

Jangka Waktu untuk mengajukan Gugatan terhadap pelaksanaan penagihan Pajak adalah …………. hari sejak tanggal pelaksanaan penagihan.

a)

14 (empat belas) hari

b)

15 (lima belas) hari

c)

16 (enam belas) hari

d)

17 (tujuh belas) hari

47.

Alat bukti dapat berupa, kecuali………..

a)

surat atau tulisan

b)

keterangan DJP

c)

keterangan para saksi

d)

pengetahuan Hakim

48.

Putusan Pengadilan Pajak diambil berdasarkan hasil penilaian pembuktian, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan, serta berdasarkan ……………….

a)

keterangan para saksi

b)

surat atau tulisan

c)

keyakinan Hakim

d)

keterangan DJP

49.

Putusan Pengadilan Pajak harus dilaksanakan oleh Pejabat yang berwenang dalam jangka waktu ………………. terhitung sejak tanggal diterima putusan.

a)

10 (sepuluh) hari

b)

20 (dua puluh) hari

c)

30 (tiga puluh) hari

d)

40 (empat puluh) hari

50.

Pengajuan permohonan peninjauan kembali berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 huruf c, huruf d, dan huruf e dilakukan dalam jangka waktu paling lambat …………… sejak putusan dikirim.

a)

1 (satu) bulan

b)

2 (dua) bulan

c)

3 (tiga) bulan

d)

4 (empat) bulan