wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UTS MK Kebanksentralan. Rika Kurniawati

Total questions: 50

Worksheet time: 4hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

Pada 2022, lonjakan harga energi global menyebabkan inflasi Indonesia meningkat tajam. Bank Indonesia merespons dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). Namun, beberapa pihak mengkritik bahwa langkah ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertanyaan: Kebijakan BI ini mencerminkan fungsi utamanya sebagai…

a)

a. Bank komersial yang mencari keuntungan

b)

b. Penjamin simpanan masyarakat

c)

c. Otoritas fiskal pemerintah

d)

d. Otoritas moneter untuk menjaga stabilitas harga

e)

e. Pengawas perdagangan internasional

2.

Dalam diskusi DPR, seorang anggota dewan menilai BI seharusnya lebih fokus membantu pemerintah membiayai defisit APBN. Namun, Gubernur BI menolak usulan tersebut dengan alasan independensi.

Pertanyaan: Mengapa BI menolak terlibat langsung dalam pembiayaan defisit?

a)

a. Karena BI tidak memiliki cadangan devisa

b)

b. Karena BI hanya boleh mengatur pajak

c)

c. Karena independensi BI melarangnya untuk menjadi alat politik fiskal

d)

d. Karena BI tidak memiliki kewajiban menjaga inflasi

e)

e. Karena defisit APBN tidak memengaruhi moneter

3.

Krisis moneter 1997 memperlihatkan lemahnya perbankan nasional. Banyak bank tidak mampu memenuhi kewajiban karena currency mismatch antara kewajiban dolar dan aset rupiah.

Pertanyaan: Apa pelajaran utama dari krisis ini?

a)

a. Bank harus mengurangi kredit konsumtif

b)

b. Pentingnya manajemen risiko nilai tukar dan kecukupan devisa

c)

c. Pemerintah harus mencetak uang lebih banyak

d)

d. Inflasi tidak penting dibanding ekspor

e)

e. BI seharusnya tidak menaikkan suku bunga

4.

Pada awal 2000-an, BI mulai menerapkan Inflation Targeting Framework (ITF). Dengan kerangka ini, inflasi dijadikan target utama kebijakan moneter.

Pertanyaan: Kelebihan ITF dibandingkan kebijakan kurs tetap adalah…

a)

a. BI bebas mencetak uang

b)

b. Inflasi lebih terkendali karena ekspektasi publik diarahkan

c)

c. Kurs rupiah selalu stabil tanpa biaya

d)

d. BI bisa menetapkan pajak

e)

e. BI hanya fokus pada cadangan emas

5.

Pada 2008, The Fed meluncurkan Quantitative Easing (QE) setelah suku bunga mendekati nol. Kebijakan ini dilakukan dengan membeli aset keuangan dalam jumlah besar.

Pertanyaan: Mengapa QE disebut non-konvensional?

a)

a. Karena bukan instrumen suku bunga, melainkan pembelian aset besar-besaran

b)

b. Karena hanya negara berkembang yang bisa memakainya

c)

c. Karena QE berarti menurunkan pajak

d)

d. Karena QE dilakukan oleh OJK

e)

e. Karena QE tidak berdampak ke inflasi

6.

Sebuah bank menghadapi rush (penarikan besar-besaran) yang mengancam stabilitas sistem keuangan. BI akhirnya memberikan pinjaman darurat agar bank tetap beroperasi.

Pertanyaan: Peran BI ini dikenal sebagai…

a)

a. Lender of last resort

b)

b. Hedge fund

c)

c. Investor asing

d)

d. Regulator pajak

e)

e. Bank komersial

7.

OJK didirikan tahun 2011 dengan tujuan mengawasi sektor jasa keuangan secara terintegrasi. Sebelum OJK, pengawasan bank dilakukan oleh BI.

Pertanyaan: Mengapa OJK dibentuk?

a)

a. Agar BI fokus pada kebijakan moneter

b)

b. Untuk menggantikan fungsi IMF

c)

c. Untuk menghimpun pajak

d)

d. Untuk mengurangi inflasi langsung

e)

e. Untuk mengawasi cadangan devisa

8.

Maraknya fintech lending ilegal menimbulkan kerugian masyarakat. Banyak korban terjebak bunga tinggi dan penipuan.

Pertanyaan: Siapa lembaga yang berwenang mengawasi fintech?

a)

A. BI

b)

B. OJK

c)

C. LPS

d)

D. Kementerian Perdagangan

e)

E. IMF

9.

BI dan pemerintah menetapkan target inflasi tahunan melalui koordinasi resmi. Namun, target ini sering dikritik jika tidak realistis.

Pertanyaan: Apa manfaat utama penetapan target inflasi?

a)

a. Mengurangi belanja pemerintah

b)

b. Membentuk ekspektasi inflasi masyarakat

c)

c. Menurunkan kurs dolar otomatis

d)

d. Mengurangi jumlah bank

e)

e. Meningkatkan pajak langsung

10.

Krisis Asia 1997 memperlihatkan dampak negatif sistem kurs tetap. Banyak negara kehilangan cadangan devisa untuk mempertahankan nilai tukar.

Pertanyaan: Kelemahan kurs tetap adalah…

a)

a. Tidak bisa menjaga stabilitas jangka pendek

b)

b. Membatasi fleksibilitas moneter karena fokus pada kurs

c)

c. Selalu membuat inflasi tinggi

d)

d. Membuat ekspor turun drastis

e)

e. Membatasi investasi asing

11.

Sejak diberlakukannya UU No. 23 Tahun 1999, BI memperoleh status independen. Namun, independensi BI kerap diperdebatkan karena dianggap membuat BI kurang responsif terhadap keinginan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pertanyaan: Bagaimana seharusnya independensi BI dipahami?

a)

a. BI bebas mutlak tanpa pengawasan publik

b)

b. BI bebas dari intervensi politik tetapi tetap akuntabel

c)

c. BI tidak boleh berkoordinasi dengan pemerintah

d)

d. BI berhak menetapkan pajak sendiri

e)

e. BI boleh mengabaikan stabilitas harga

12.

Dalam forum KSSK, pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global. BI berperan dalam stabilitas moneter, sementara OJK berperan dalam pengawasan sektor keuangan.

Pertanyaan: Mengapa koordinasi BI dan OJK diperlukan?

a)

a. Karena BI tidak lagi independen

b)

b. Agar kebijakan moneter dan pengawasan sektor keuangan saling mendukung

c)

c. Agar OJK dapat menentukan BI Rate

d)

d. Agar BI dapat mengawasi fintech

e)

e. Agar pajak bisa diturunkan

13.

Sebuah studi menunjukkan bahwa transparansi kebijakan moneter BI melalui publikasi Inflation Report meningkatkan kepercayaan investor asing.

Pertanyaan: Hal ini menunjukkan bahwa…

a)

a. Transparansi dapat memperkuat akuntabilitas dan kredibilitas BI

b)

b. Transparansi membuat inflasi naik

c)

c. Investor asing hanya percaya pada kurs dolar

d)

d. BI tidak lagi independen

e)

e. OJK lebih berperan daripada BI

14.

BI menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Akibatnya, konsumsi rumah tangga menurun karena kredit lebih mahal.

Pertanyaan: Mekanisme ini disebut jalur…

a)

a. Ekspektasi

b)

b. Kredit

c)

c. Nilai tukar

d)

d. Fiskal

e)

e. Moral suasion

15.

Dalam sistem keuangan syariah, akad musyarakah diterapkan untuk pembiayaan usaha bersama.

Pertanyaan: Perbedaan utama musyarakah dengan kredit berbunga adalah…

a)

a. Musyarakah berbasis pajak tetap

b)

b. Musyarakah berbasis bagi hasil sesuai kesepakatan

c)

c. Musyarakah bebas dari risiko kerugian

d)

d. Kredit berbunga lebih adil

e)

e. Musyarakah dijamin pemerintah

16.

BI Rate dinaikkan untuk mengurangi inflasi akibat kenaikan harga pangan. Namun, langkah ini memicu keluhan pelaku usaha karena bunga pinjaman meningkat.

Pertanyaan: Kondisi ini menunjukkan adanya…

a)

a. Trade-off antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi

b)

b. Kelemahan OJK dalam mengawasi bank

c)

c. BI tidak independen

d)

d. BI hanya fokus pada kurs

e)

e. BI gagal mengatur pajak

17.

Krisis global sering menimbulkan spillover effect ke Indonesia, misalnya saat The Fed menaikkan bunga, modal asing keluar, rupiah melemah.

Pertanyaan: Bagaimana respons ideal BI?

a)

a. Mengabaikan karena itu masalah global

b)

b. Menurunkan bunga domestik

c)

c. Menaikkan suku bunga dan intervensi pasar valas

d)

d. Membiarkan rupiah melemah tanpa batas

e)

e. Mengalihkan pengawasan ke OJK

18.

OJK menemukan kasus bank yang gagal memenuhi CAR (Capital Adequacy Ratio).

Pertanyaan: Apa yang wajib dilakukan bank tersebut?

a)

a. Mengurangi kredit tanpa batas

b)

b. Menambah modal untuk memperkuat permodalan

c)

c. Menurunkan suku bunga

d)

d. Mencetak uang

e)

e. Menutup operasional

19.

Dalam sejarah, Bank of England (1694) menjadi contoh bank sentral pertama.

Pertanyaan: Peran utamanya saat didirikan adalah…

a)

a. Mengatur fiskal Inggris

b)

b. Membiayai perang pemerintah melalui obligasi

c)

c. Menetapkan pajak

d)

d. Mengawasi fintech

e)

e. Mengatur OJK

20.

Pasar keuangan syariah berkembang pesat dengan hadirnya sukuk.

Pertanyaan: Perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional adalah…

a)

a. Sukuk berbasis bunga tetap

b)

b. Sukuk berbasis kepemilikan aset riil dan imbal hasil halal

c)

c. Sukuk tidak memiliki risiko

d)

d. Obligasi lebih adil daripada sukuk

e)

e. Sukuk tidak diawasi OJK

21.

BI melakukan intervensi di pasar valas ketika rupiah melemah tajam akibat capital outflow.

Pertanyaan: Tujuan intervensi ini adalah…

a)

a. Menambah pajak pemerintah

b)

b. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah

c)

c. Mengurangi cadangan emas

d)

d. Meningkatkan konsumsi masyarakat

e)

e. Menjamin simpanan

22.

Krisis keuangan global 2008 menunjukkan perlunya kerangka kerja makroprudensial.

Pertanyaan: Perbedaan kebijakan moneter dan makroprudensial adalah…

a)

a. Moneter fokus stabilitas harga, makroprudensial fokus stabilitas sistem keuangan

b)

b. Moneter fokus fiskal, makroprudensial fokus pajak

c)

c. Moneter untuk bank, makroprudensial untuk fintech

d)

d. Makroprudensial bebas risiko

e)

e. Moneter hanya untuk OJK

23.

OJK mengawasi asuransi, pasar modal, dana pensiun, dan bank.

Pertanyaan: Lembaga yang tidak diawasi OJK adalah…

a)

a. Bank umum

b)

b. Pasar modal

c)

c. Asuransi

d)

d. Percetakan uang

e)

e. Dana pensiun

24.

BI melakukan moral suasion kepada bank-bank untuk menyalurkan kredit ke UMKM.

Pertanyaan: Moral suasion berarti…

a)

a. Regulasi hukum yang memaksa

b)

b. Imbauan dan persuasi BI tanpa kewajiban hukum

c)

c. Subsidi langsung dari BI

d)

d. Pajak UMKM

e)

e. Penjaminan kredit oleh OJK

25.

BI harus mengendalikan inflasi pangan yang sering volatile.

Pertanyaan: Instrumen paling tepat adalah…

a)

a. Pajak ekspor

b)

b. BI Rate (suku bunga acuan)

c)

c. Subsidi pangan

d)

d. Dana pensiun

e)

e. CAR

26.

Dalam FITF, BI perlu koordinasi dengan pemerintah terkait…

a)

a. Target inflasi tahunan

b)

b. Kurs dolar

c)

c. Pajak

d)

d. Subsidi

e)

e. Dana pensiun

27.

Jika BI menurunkan suku bunga untuk mendorong investasi, ini disebut…

a)

a. Moneter kontraktif

b)

b. Moneter ekspansif

c)

c. Fiskal ekspansif

d)

d. Fiskal ketat

e)

e. Pajak progresif

28.

Fed memiliki dual mandate.

Pertanyaan: Mandat tersebut adalah…

a)

a. Inflasi rendah & pajak tinggi

b)

b. Inflasi rendah & pengangguran rendah

c)

c. Inflasi rendah & kurs tetap

d)

d. Inflasi rendah & defisit rendah

e)

e. Inflasi rendah & ekspor tinggi

29.

BI menetapkan GWM (Giro Wajib Minimum) sebesar 5%.

Pertanyaan: Tujuannya adalah…

a)

a. Menjamin cadangan devisa pemerintah

b)

b. Menentukan simpanan wajib bank di BI untuk stabilitas likuiditas

c)

c. Menurunkan pajak

d)

d. Mengatur kurs dolar

e)

e. Meningkatkan ekspor

30.

Spillover effect The Fed sering berdampak ke Indonesia.

Pertanyaan: Mengapa?

a)

a. Karena Indonesia wajib mengikuti The Fed

b)

b. Karena modal asing keluar jika bunga Fed naik

c)

c. Karena OJK tidak berfungsi

d)

d. Karena BI tidak independen

e)

e. Karena cadangan emas dikuasai AS

31.

Pasar keuangan syariah berbeda dengan konvensional karena…

a)

a. Syariah berbasis bagi hasil & larangan riba

b)

b. Syariah hanya untuk muslim

c)

c. Syariah tanpa risiko

d)

d. Konvensional lebih adil

e)

e. Syariah tanpa pengawasan

32.

ECB (European Central Bank) menetapkan suku bunga tunggal untuk zona euro.

Pertanyaan: Konsekuensinya adalah…

a)

a. Negara anggota kehilangan kedaulatan moneter nasional

b)

b. Negara anggota bebas mencetak euro

c)

c. Inflasi di tiap negara ditentukan sendiri

d)

d. ECB hanya mengatur pajak

e)

e. ECB fokus fiskal

33.

Bank syariah dilarang melakukan transaksi yang mengandung gharar.

Pertanyaan: Gharar berarti…

a)

a. Bunga tetap

b)

b. Ketidakpastian berlebihan/spekulasi

c)

c. Pajak progresif

d)

d. Risiko nol

e)

e. Inflasi

34.

BI mempublikasikan laporan inflasi triwulanan.

Pertanyaan: Hal ini menunjukkan prinsip…

a)

a. Transparansi

b)

b. Independensi absolut

c)

c. Pajak

d)

d. Kurs tetap

e)

e. CAR

35.

Lembaga yang menjamin simpanan masyarakat jika bank gagal adalah…

a)

A. BI

b)

B. OJK

c)

C. LPS

d)

D. IMF

e)

E. DPR

36.

Sejak pandemi COVID-19, BI menurunkan suku bunga dan melakukan pelonggaran likuiditas perbankan. Namun, beberapa bank justru enggan menyalurkan kredit karena khawatir terjadi kredit macet.

Pertanyaan: Fenomena ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada…

a)

a. Keberanian bank mengambil risiko kredit

b)

b. Pajak yang ditetapkan pemerintah

c)

c. Cadangan devisa yang dimiliki BI

d)

d. Jumlah fintech yang beroperasi

e)

e. Defisit APBN

37.

BI mengumumkan kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin. Segera setelah pengumuman, kurs rupiah menguat karena investor asing kembali membeli obligasi Indonesia.

Pertanyaan: Mekanisme ini terjadi melalui jalur…

a)

a. Nilai tukar

b)

b. Ekspektasi

c)

c. Fiskal

d)

d. GWM

e)

e. Pajak progresif

38.

Dalam menghadapi inflasi yang dipicu oleh faktor pangan dan energi, BI menghadapi keterbatasan karena inflasi bersumber dari sisi penawaran (supply side inflation).

Pertanyaan: Mengapa kebijakan moneter sulit mengatasi inflasi jenis ini?

a)

a. Karena inflasi penawaran tidak responsif terhadap perubahan suku bunga

b)

b. Karena BI tidak independen

c)

c. Karena kurs rupiah tidak relevan

d)

d. Karena OJK lebih berperan

e)

e. Karena pajak terlalu tinggi

39.

Seorang analis menilai bahwa BI terlalu fokus pada inflasi, padahal negara berkembang juga menghadapi masalah pengangguran. Kritik ini sering diarahkan pada penerapan Inflation Targeting Framework (ITF).

Pertanyaan: Apa kelemahan ITF bagi negara berkembang?

a)

a. Mengabaikan stabilitas harga

b)

b. Terlalu sempit karena hanya fokus pada inflasi

c)

c. Meningkatkan cadangan devisa

d)

d. Membatasi defisit fiskal

e)

e. Membuat kurs selalu stabil

40.

Krisis global menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan moneter. BI kemudian mengembangkan instrumen makroprudensial seperti LTV ratio untuk kredit perumahan.

Pertanyaan: Tujuan utama instrumen makroprudensial adalah…

a)

a. Mengatur cadangan devisa

b)

b. Mencegah risiko sistemik dalam sistem keuangan

c)

c. Menurunkan suku bunga acuan

d)

d. Menjamin semua simpanan

e)

e. Menurunkan pajak langsung

41.
  1. Analisis dilema BI saat inflasi tinggi tetapi ekonomi belum pulih. Apa risiko jika BI menaikkan suku bunga terlalu cepat?

4 lines
42.

Bandingkan sistem kurs tetap dan kurs mengambang. Mana yang lebih cocok untuk Indonesia?

4 lines
43.

Krisis keuangan Asia 1997 menunjukkan lemahnya perbankan Indonesia akibat currency mismatch dan lemahnya regulasi. Banyak bank kolaps, BI kehilangan kredibilitas, dan pemerintah akhirnya meminta bantuan IMF.

Pertanyaan:

Evaluasilah apa pelajaran terpenting dari krisis 1997 terkait peran bank sentral, dan bagaimana BI bisa mencegah terulangnya krisis serupa dengan instrumen kebijakan moneter dan makroprudensial saat ini.

4 lines
44.

ECB (European Central Bank) mengatur kebijakan moneter tunggal untuk seluruh zona euro. Hal ini membuat negara anggota kehilangan kedaulatan moneter nasional, tapi mendapat keuntungan stabilitas mata uang bersama.

Pertanyaan:

Analisis keuntungan dan kerugian memiliki kebijakan moneter tunggal dalam sebuah kawasan. Apakah sistem ini bisa diterapkan di ASEAN?

4 lines
45.

BI melakukan forward guidance dengan mengumumkan rencana kebijakan moneter ke depan. Publikasi ini bertujuan membentuk ekspektasi pasar.

Pertanyaan:

Mengapa forward guidance penting dalam kebijakan moneter modern, dan bagaimana dampaknya terhadap kepercayaan investor?

4 lines
46.

Dalam rapat KSSK, dibahas tentang risiko fintech ilegal dan mata uang kripto yang tidak diatur. Banyak masyarakat menjadi korban penipuan.

Pertanyaan:

Bagaimana seharusnya koordinasi BI, OJK, LPS, dan Kemenkeu dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di era digital?

4 lines
47.

Jelaskan risiko moral hazard jika BI terlalu sering bertindak sebagai lender of last resort.

4 lines
48.

Analisis kelebihan sistem keuangan syariah dalam menghadapi krisis keuangan global.

4 lines
49.

Bagaimana dampak kebijakan The Fed terhadap rupiah dan bagaimana BI harus merespons.

4 lines
50.

Mengapa transparansi kebijakan moneter penting bagi investor asing?

4 lines