wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HD4A1

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis melakukan pemeriksaan morfologi sel darah, Untuk dapat melihat morfologi sel darah diperlukan sediaan apusan darah yang memenuhi syarat dan kemudian diwarnai dengan zat warna yang cocok digunakan. Jenis  zat warna apa yang dapat digunakan untuk parameter tersebut ?

a)

BCB

b)

Gentia violet

c)

Wright

2.

ATLM melakukan pemeriksaan evaluasi darah tepi, menemukan ada kelainan morfologi eritrosit yaitu bagian tengah eritrosit  mengalami penebalan, kemudian pucat kemudian menebal kembali dipinggirnya, dugaan sementara dokter pasien penderita suspek anemia hemolitik. Kelainan sel apakah yang dimaksud ?

a)

Burr cell

b)

Target cell

c)

Eliptosit

3.

Seorang laki-laki datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap atas rujukan dokter. ATLM melakukan pengerjaan sampel pasien dengan alat otomatis. Namun hasil hitung jumlah eritrosit menunjukkan hasil alat value meskipun sudah dilakukan pengulangan dua kali. Untuk melakukan konfirmasi, sampel dikerjakan secara manual dengan bilik hitung Improved Neubauer. Reagen apakah yang digunakan ATLM mengerjakan pemeriksaan tersebut ?

 

a)

Hayem

b)

Turk

c)

Rees ecker

4.

Seorang analis melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan kamar hitung improved neubauer. Memipet darah sampai tanda 0,5 kemudian memipet reagen sampai tanda 101. Berapakah pengenceran darah yang terjadi ?

a)
  1. 200 kali pengenceran

b)

20 kali pengenceran

c)

2000 kali pengenceran

5.

Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaan evaluasi hapusan darah tepi dengan menggunakan lensa obyektif 100x dan mendapatkan 10 trombosit dalam satu lapangan pandang. Berapa perkiraan jumlah sel tersebut?

a)

200 x 109/L

b)

150 x 109/L

c)

250 x 109/L

6.

Seorang analis diminta melakukan perhitungan indeks eritrosit pada pasien yang didiagnosa menderita anemia defisiensi besi dan mendapatkan hasil sebagai berikut : MCV = 68 fl (80 -83 fl),   MCH=  22 pq (27 – 31pq)   MCHC = 29 G/dL ( 32 – 36 G/dL) Kemudian ATLM melakukan konfirmasi hasil tersebut dengan pemeriksaan SAD (Sediaan  Apusan Darah Tepi). Pada kasus diatas, gambaran khas apa yang terlihat pada penilaian 3 ‘S’ di Sedian Apus Darah ?

a)

Hipokhrom mikrositer

b)

Normokhrom mikrositer

c)

Hipokhrom makrositer

7.

Pemeriksaan Darah Lengkap pasien menunjukkan hasil Hemoglobin 12 g/dL, eritrosit 5 juta/uL, hematokrit 36%, MCH 28 pg. Berapa nilai indeks eritrosit MCHC?

a)

33 g/dL

b)

17 g/dL

c)

24 g/dL

8.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit. Pada pemeriksaan mikroskopis terlihat sel mempunyai inti yang kadang-kadang tidak terpisah atau kadang-kadang  terpisah membentuk lobus-lobus. Granula sel ini bereaksi dengan zat warna yang bersifat asam dan basa. Sel ini juga berperan dalam respon imun dengan mekanisme antibodi dependent cellular toxicity (ADCC). Apakah jenis sel lekosit yang sesuai dengan gambaran diatas ?

 

 

a)

Basofil

b)

Eosinofil

c)

Neutrofil

9.

Ada permintaan pemeriksaan hitung jenis sel lekosit ATLM membuat hapusan darah tepi, dilakukan pengecatan Giemsa diperiksa dibawah mikroskop pembesaran 100 kali obyektif dengan oil immersion. Apa keistimewaan pengecatan tersebut

a)

Menunda pengecatan tidak perlu difiksasi dengan metanol absolut

b)

Mengandung metylen blue sangat baik mewarnai granula lekosit (basofil)

c)

Karena pHnya baik untuk gambaran malaria dan filaria

10.

Pada pemeriksaan hitung jumlah leukosit dengan menggunakan bilik hitung, darah dipipet sampai tanda 0,5, dilanjutkan pemipetan reagen Turk sampai tanda 11. Setelah dilakukan pembacaan dengan Improve neubeuer menggunakan Mikroskop, ditemukan leukosit sebanyak 170 sel. Berapakah jumlah Leukosit sebenarnya?

 

a)

7500

b)

8500

c)

9500