WorksheetsIslam Washatiyah/Rahmatan lil Alamin dan Pencegahan Radikalisme
Total questions: 50
Worksheet time: 49mins
Sejarah Islam Washatiyah: Siapakah tokoh yang dianggap sebagai pendiri aliran Islam Washatiyah?
Abu Bakar As-Siddiq
KH Hasyim Asy'ari
Ali bin Abi Thalib
Umar bin Khattab
Prinsip Rahmatan lil Alamin: Apa makna dari konsep Rahmatan lil Alamin dalam Islam Washatiyah?
Penolakan terhadap perdamaian dan kerjasama antar umat beragama
Konsep kasih sayang, keadilan, dan kebaikan kepada seluruh alam semesta
Konsep kekerasan dan penindasan terhadap seluruh alam semesta
Pemahaman sempit dan eksklusif terhadap agama Islam
Prinsip Rahmatan lil Alamin: Bagaimana prinsip Rahmatan lil Alamin dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari?
Mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memperhatikan orang lain
Tidak peduli dengan kebutuhan orang lain
Menunjukkan kebencian dan permusuhan kepada semua makhluk Allah
Menunjukkan kasih sayang, keadilan, dan kebaikan kepada semua makhluk Allah
Konsep Tawassuth dan Wasatiyyah: Mengapa konsep Tawassuth dan Wasatiyyah penting dalam Islam Washatiyah?
Untuk mengajarkan keseimbangan, tengah, dan moderasi dalam beragama dan kehidupan sehari-hari.
Untuk menekankan pentingnya radikalisme dalam kehidupan sehari-hari
Untuk memperkuat ekstremisme dalam beragama
Agar umat Islam menjadi lebih fanatik dan tidak toleran
Pentingnya Mencegah Radikalisme: Mengapa penting untuk mencegah radikalisme dalam masyarakat?
Untuk menciptakan ketegangan dan konflik antar kelompok.
Agar masyarakat menjadi lebih tertutup dan tidak mau menerima perbedaan.
Karena radikalisme dapat meningkatkan kerjasama antar kelompok dalam masyarakat.
Untuk menjaga perdamaian dan harmoni serta mempromosikan toleransi dan pemahaman antar kelompok.
Pentingnya Mencegah Radikalisme: Bagaimana radikalisme dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat?
Tidak memiliki pengaruh apa-apa
Hanya mempengaruhi kehidupan pribadi individu
Dengan mengancam keamanan, stabilitas, dan kerukunan antar umat beragama.
Dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama
Metode Pencegahan Radikalisme: Apa saja langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mencegah radikalisme di lingkungan sekitar?
Mengadopsi ideologi radikal sebagai solusi atas masalah sosial
Mempromosikan toleransi, pemahaman, dan dialog, serta memberikan pendidikan dan kesempatan untuk keterlibatan konstruktif.
Menggunakan kekerasan dan intimidasi sebagai cara untuk mengatasi perbedaan pendapat
Membatasi akses informasi dan pendidikan kepada masyarakat
Metode Pencegahan Radikalisme: Bagaimana peran pendidikan dalam mencegah radikalisme di kalangan masyarakat?
Pendidikan hanya mengajarkan ideologi radikal
Pendidikan tidak mempengaruhi sikap dan perilaku individu
Pendidikan tidak berperan dalam mencegah radikalisme
Pendidikan memberikan pemahaman nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan keberagaman.
Bagaimana dampak radikalisme terhadap kehidupan sosial masyarakat?
Tidak memiliki dampak apa-apa
Hanya mempengaruhi kehidupan individu
Dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama
Dengan mengancam keamanan, stabilitas, dan kerukunan antar umat beragama.
Wasathiyatul islam (وسطية الاسلام) atau islam Wasathiyah disebut juga dengan …
Islam yang pertengahan
Islam yang awal
Islam yang akhir
Islam yang pertama
Islam yang kedua
Salah satu cara untuk menghindari pengaruh radikalisme , dalam memahami ilmu agama di madrasah diberi pelajaran Al-Qur’an Hadis, SKI, Akidah Akhlak, dan fikih dengan tujuan …
Agar bisa mengerjakan soal ujian dengan mudah
Agar bisa memahami Islam dengan sempurna
Agar bisa menguasai pelajaran-pelajaran tersebut
Agar bisa memilih salah satu pelajaran yang disukai untuk dikembangkan lebih lanjut
Menjadi pedoman untuk menempuh pendidikan di jenjang berikutnya
Mengenali ciri-ciri radikalisme dan terorisme menjadi penting bagi masyarakat untuk melakukan pencegahan paham ekstrem tersebut. Adapun salah satu ciri-ciri radikalisme adalah ....
Toleransi dengan orang lain yang memiliki perbedaan pandangan dan mengingkari fakta kebhenekaan .yang ada di Indonesia .
Tidak Berlebihan dalam beragama sehingga sesuai dengan hukum dan nurma agama
Sesuai dengan dalil agama
Menggunakan cara-cara kekerasan, baik verbal ataupun fisik, yang menumbuhkan kecemasan (teror) dan penghancuran fisik (vandalisme) kepada orang lain yang tidak sepaham
Mau mendengarkan argumentasi dari kelompok lain.
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّيْنِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
Hadits di atas menjelaskan kepada kita agar ....
Meningkatkan rasa toleransi
menghormati perbedaan yang ada
tidak melampaui batas dalam beragama
meningkatkan pemahaman agama secara kaffah atau sempurna
menolak radikalisme
Perhatikan ciri-ciri berikut!
1) Tawassuth
2) Tawazun
3) Eksklusif
4) Intoleran
5) Syura
Dari ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri Islam Wasathiyah adalah ....
1, 2, 3
1, 4, 5
2, 3, 4
1, 2, 5
3, 4, 5
Taqshir berarti ....
menerima
memuji
menghargai
meremehkan
mempertimbangkan
Ghuluw berarti ....
berkurang
berlebihan
berambisi
berkuasa
berkehendak
Senantiasa menyeimbangkan habluminallah dan habluminnanas berarti wasath dalam hal ....
akidah
ibadah
perangai
budi pekerti
tasyri
Islam yang berada di tengah-tengah antara liberalisme dan radikalisme adalah Islam ....
kaffah
sempurna
wasathiyah
wahdaniyah
ukhuwah
Tidak bersikap diskriminasi merupakan arti ....
tawazun
musawah
ishlah
aulawiyah
tasamuh
Radikalisme dijadikan sebagai salah satu paham atau aliran yang menuntut perubahan dan pembaharuan sistem sosial dan politik dengan cara kekerasan atau ekstrem. Dampak negatif apabila ajaran radikalisme dibiarkan berkembang adalah ....
sangat tidak membahayakan,
merusak syari’ah dan ibadah umat Islam,
tidak merusak tatanan dan ideologi negara,
tidak menimbulkan teroris
tidak menimbulkan pembunuhan.
Radikalisme atas nama agama tidak jarang kemudian menimbulkan konflik sampai pada puncaknya, terjadinya terorisme dalam taraf membahayakan stabilitas dan keamanan Negara. Di bawah ini adalah faktor yang menyebabkan munculnya faham radikalisme. Kecuali ....
Pengetahuan agama yang kaffah
Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses belajar yang doktriner
Memahami Islam dari kulitnya saja tetapi minim wawasan tentang esensi agama
Disibukkan oleh masalah sekunder sembari melupakan masalah-masalah primer
Lemah dalam wawasan sejarah dan sosiologi
Secara bahasa, kata washatiyah berasal dari kata wasatha ( ط َس َو ( َyang berarti adil atau sesuatu yang berada di pertengahan. Islam Washatiyah adalah yakni Islam tengah diantara dua titik ekstrem yang saling berlawanan, yaitu antara taqshir (meremehkan) dan ghuluw (berlebihlebihan) atau antara liberalisme dan radikalisme. Ciri-ciri Islam Washatiyah yaitu ....
pemahaman dan pengamalan ifraath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafriith (mengurangi ajaran agama)
pemahaman dan pengamalan agama yang tidak meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.
menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
Tidak mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
tidak bersikap diskriminasi pada yang lain sebab perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
Tidak menyebelahi mana-mana pihak dan berusaha mendamaikan pergaduhan adalah salah satu contoh seseorang itu mempunyai prinsip ................. dalam wasatiyah.
kecemerlangan
keadilan
keseimbangan
kesederhanaan
Dibawah ini yang merupakan dalil Islam Washatiyah adalah …
مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا
أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ
وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ أُمَّةً وَسَطً
Wasathiyatul islam (وسطية الاسلام) atau islam Wasathiyah disebut juga dengan …
Islam yang pertengahan
Islam yang awal
Islam yang akhir
Islam yang pertama
Islam yang kedua
Salah satu cara untuk menghindari pengaruh radikalisme , dalam memahami ilmu agama di madrasah diberi pelajaran Al-Qur’an Hadis, SKI, Akidah Akhlak, dan fikih dengan tujuan …
Agar bisa mengerjakan soal ujian dengan mudah
Agar bisa memahami Islam dengan sempurna
Agar bisa menguasai pelajaran-pelajaran tersebut
Agar bisa memilih salah satu pelajaran yang disukai untuk dikembangkan lebih lanjut
Menjadi pedoman untuk menempuh pendidikan di jenjang berikutnya
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّيْنِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
Hadits di atas menjelaskan kepada kita agar ....
Meningkatkan rasa toleransi
menghormati perbedaan yang ada
tidak melampaui batas dalam beragama
meningkatkan pemahaman agama secara kaffah atau sempurna
menolak radikalisme
Perhatikan ciri-ciri berikut!
1) Tawassuth
2) Tawazun
3) Eksklusif
4) Intoleran
5) Syura
Dari ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri Islam Wasathiyah adalah ....
1, 2, 3
1, 4, 5
2, 3, 4
1, 2, 5
3, 4, 5
Islam yang berada di tengah-tengah antara liberalisme dan radikalisme adalah Islam ....
kaffah
sempurna
wasathiyah
wahdaniyah
ukhuwah
Radikalisme dijadikan sebagai salah satu paham atau aliran yang menuntut perubahan dan pembaharuan sistem sosial dan politik dengan cara kekerasan atau ekstrem. Dampak negatif apabila ajaran radikalisme dibiarkan berkembang adalah ....
sangat tidak membahayakan,
merusak syari’ah dan ibadah umat Islam,
tidak merusak tatanan dan ideologi negara,
tidak menimbulkan teroris
tidak menimbulkan pembunuhan.
Radikalisme atas nama agama tidak jarang kemudian menimbulkan konflik sampai pada puncaknya, terjadinya terorisme dalam taraf membahayakan stabilitas dan keamanan Negara. Di bawah ini adalah faktor yang menyebabkan munculnya faham radikalisme. Kecuali ....
Pengetahuan agama yang kaffah
Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses belajar yang doktriner
Memahami Islam dari kulitnya saja tetapi minim wawasan tentang esensi agama
Disibukkan oleh masalah sekunder sembari melupakan masalah-masalah primer
Lemah dalam wawasan sejarah dan sosiologi
Secara bahasa, kata washatiyah berasal dari kata wasatha ( ط َس َو ( َyang berarti adil atau sesuatu yang berada di pertengahan. Islam Washatiyah adalah yakni Islam tengah diantara dua titik ekstrem yang saling berlawanan, yaitu antara taqshir (meremehkan) dan ghuluw (berlebihlebihan) atau antara liberalisme dan radikalisme. Ciri-ciri Islam Washatiyah yaitu ....
pemahaman dan pengamalan ifraath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafriith (mengurangi ajaran agama)
pemahaman dan pengamalan agama yang tidak meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.
menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
Tidak mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
tidak bersikap diskriminasi pada yang lain sebab perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
Tidak menyebelahi mana-mana pihak dan berusaha mendamaikan pergaduhan adalah salah satu contoh seseorang itu mempunyai prinsip ................. dalam wasatiyah.
kecemerlangan
keadilan
keseimbangan
kesederhanaan
Wasathiyatul islam (وسطية الاسلام) atau islam Wasathiyah disebut juga dengan …
Islam yang pertengahan
Islam yang awal
Islam yang akhir
Islam yang pertama
Islam yang kedua
Islam Washatiyah tidak bisa hanya disimpulkan dengan satu atau dua kata karena paling sedikit ada 10 prinsip yang dapat disampaikan kepada ummat, yang merupakan prinsip dasar dan ciri-ciri amaliah keagamaan seorang muslim moderat (wasathiyah).
1. Tawasuth
2. Tawazun
3. I'tidal
4. Ta'awuz
5. Musawah
6. Ukhuwah
Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri dari Islam Washatiyah adalah ....
1, 4, 5
3, 5, 6
1, 3, 5
2, 4, 5
4, 5, 6
Perhatikan pernyataan berikut ini !
1. Memahami realitas (fiqh al-waqi’)
2. Kultus individu
3. Memahami fiqh prioritas (fiqh al-awlawiyyat)
4. Memusuhi kafir
5. Memahami sunnatullah
6. Memberikan kemudahan dalam beragama
Dari pernyataan diatas yang bukan merupakan ciri – ciri islam washatiyah ditunjukkan dengan nomer …
1 dan 3
5 dan 6
3 dan 5
2 dan 4
3 dan 6
Islam washatiyah adalah Islam pertengahan antara liberalisme dan radikalisme, dimana liberalisme itu terlalu meremehkan dan radikalisme itu berlebih-lebihan. Maka washatiyah berada di tengah-tengahnya, pernyataan berikut ini yang paling benar adalah…
Washatiyah melestarikan tradisi lama yang baik dan menerapkan hal-hal baru yang lebih baik
Liberalisme tidak bersikap diskriminasi pada yang lain yang disebabkan adanya perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang
Radikalisme bersikap intolerir yaitu tidak menghargai perbedaan demi kemaslahatan
Washatiyah bersikap tawassuth yaitu lurus dan tegas menempatkan sesuatu pada tempatnya
Radikalisme bersikap toleran yaitu menghargai pendapat paham yang lainnya
Salah satu cara untuk menghindari pengaruh radikalisme , dalam memahami ilmu agama di madrasah diberi pelajaran Al-Qur’an Hadis, SKI, Akidah Akhlak, dan fikih dengan tujuan …
Agar bisa mengerjakan soal ujian dengan mudah
Agar bisa memahami Islam dengan sempurna
Agar bisa menguasai pelajaran-pelajaran tersebut
Agar bisa memilih salah satu pelajaran yang disukai untuk dikembangkan lebih lanjut
Menjadi pedoman untuk menempuh pendidikan di jenjang berikutnya
Radikalisme dijadikan sebagai salah satu paham atau aliran yang menuntut perubahan dan pembaharuan sistem sosial dan politik dengan cara kekerasan atau ekstrem. Dampak negatif apabila ajaran radikalisme dibiarkan berkembang adalah ....
sangat tidak membahayakan,
merusak syari’ah dan ibadah umat Islam,
tidak merusak tatanan dan ideologi negara,
tidak menimbulkan teroris
tidak menimbulkan pembunuhan.
Radikalisme atas nama agama tidak jarang kemudian menimbulkan konflik sampai pada puncaknya, terjadinya terorisme dalam taraf membahayakan stabilitas dan keamanan Negara. Di bawah ini adalah faktor yang menyebabkan munculnya faham radikalisme. Kecuali ....
Pengetahuan agama yang kaffah
Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses belajar yang doktriner
Memahami Islam dari kulitnya saja tetapi minim wawasan tentang esensi agama
Disibukkan oleh masalah sekunder sembari melupakan masalah-masalah primer
Lemah dalam wawasan sejarah dan sosiologi
Secara bahasa, kata washatiyah berasal dari kata wasatha ( ط َس َو ( َyang berarti adil atau sesuatu yang berada di pertengahan. Islam Washatiyah adalah yakni Islam tengah diantara dua titik ekstrem yang saling berlawanan, yaitu antara taqshir (meremehkan) dan ghuluw (berlebihlebihan) atau antara liberalisme dan radikalisme. Ciri-ciri Islam Washatiyah yaitu ....
pemahaman dan pengamalan ifraath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafriith (mengurangi ajaran agama)
pemahaman dan pengamalan agama yang tidak meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.
menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
Tidak mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
tidak bersikap diskriminasi pada yang lain sebab perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
Tidak menyebelahi mana-mana pihak dan berusaha mendamaikan pergaduhan adalah salah satu contoh seseorang itu mempunyai prinsip ................. dalam wasatiyah.
kecemerlangan
keadilan
keseimbangan
kesederhanaan
Antara cara menjaga jasmani ialah
Makan terlalu banyak supaya banyak tenaga
Makan makanan yang seimbang dan sihat
Bekerja keras tanpa rehat
Antara berikut, yang manakah sikap murid yang mengamalkan wasatiyah?
ikhlas dalam menuntut ilmu
melakukan perkara yang tidak disukai oleh guru
melakukan aktiviti mengikut kemahuannya
adanya keseimbangan antara belajar dan solat
Siapakah Ummatan Wasatan?
Umat yang terpinggir lagi adil
Umat yang terabai lagi adil
Umat yang terpilih lagi adil
Melaksanakan ibadat fardu dan sunat dengan istiqamah.
Wasatiah dalam keseimbangan jasmani.
Wasatiah dalam keseimbangan akliah.
Wasatiah dalam keseimbangan rohani.
Wasathiyah berasal dari bahasa arab yang memiliki tiga makna yaitu yang berarti pertengahan, adil, dan hal yang terbaik atau yang termulia. Yang terdapat didalam Al-qur’an, yaitu …
QS. Al-Baqarah ayat 139
QS. Al-Baqarah ayat 140
QS. Al-Baqarah ayat 141
QS. Al-Baqarah ayat 142
QS. Al-Baqarah ayat 143
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّيْنِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
Hadits di atas menjelaskan kepada kita agar ....
Meningkatkan rasa toleransi
menghormati perbedaan yang ada
tidak melampaui batas dalam beragama
meningkatkan pemahaman agama secara kaffah atau sempurna
menolak radikalisme
Islam menentang dengan tegas sistem keyakinan kaum atheis yang menafikan wujud Tuhan. Hal tersebut dalam agama Islam di sebut dengan Washat dalam persoalan ....
Ibadah
Akidah
perangai dan budi pekerti
tasyri'
Fikih
Di bawah ini adalah dalil yang menjelaskan tentang Islam Washatiyah adalah ....
تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَلاَ تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
سَيَقُولُ السُّفَهَاء مِنَ النَّاسِ مَا وَلاَّهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُواْ عَلَيْهَا قُل لِّلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَّا تَبِعُواْ قِبْلَتَكَ وَمَا أَنتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ
