NEW
Font size
WorksheetsNovel
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gundah
Khusyuk
Tegang
Sedih
Bahagia
(1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!” (2) “Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?” (3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?” (4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.” (5) Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. (6) Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. (7) Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.
Kalimat yang menunjukkan watak tokoh Mangkudun yang sombong terdapat pada nomor ....
1 dan 2
1 dan 6
1 dan 3
2 dan 7
2 dan 3
Rumah idaman di kampong Melayu yang tidak dapat dinamakan besar, sudah disambung dengan pelampan ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang berumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampong tiap-tiap ada perhelatan.
Unsur intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah...
Alur
Tema
Sudut Pandang
Perwatakan
Latar
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
bijaksana
tabah
religius
Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
alur
sudut pandang
penokohan
tema
amanat
(1) Mendengar nada suaranya, Wibisono tampak serius. (2) Aku juga tidak mau dia menganggapku tidak perhatian. (3) Paling tidak aku menampakkan batang hidungku di sana. (4) Koleganya juga pasti ingin mengetahui siapa istri Wibisono. (5) Formalitas seperti itu merupakan peraturan tidak tertulis yang harus dijalankan. (6) Sebenarnya aku bisa saja mengelak dengan berbagai macam dalih. (7)Namun, aku tidak ingin melakukannya. (Ajeng, Puji Isdriani K.)
Majas dalam kutipan tersebut terdapat dalam kalimat bernomor ....
1
2
3
4
5
(1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!” (2) “Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?” (3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?” (4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.” (5) Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. (6) Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. (7) Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.
Nilai budaya yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....
Orang tua mencarikan jodoh untuk
pasangan anaknya yang sesuai
Keturunan harus dipertimbangkan untuk
mencari pasangan agar sepadan
Orang tua berhak menolak jodoh yang
dipilih anaknya
Seorang kekasih meninggalkan
pasangannya karena miskin
Laki-laki harus berhasil dalam hidupnya
sebelum mencari pasangan
Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama.
Kalimat dalam kutipan novel di atas merupakan ...
orientasi
evaluasi
koda
resolusi
komplikasi
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah ke mana.”
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Amanat yang terdapat dalam petikan novel tersebut ialah…
Cintailah diri sendiri sebelum Anda mencintai orang lain
Belajarlah ikhlas sewaktu mengalami kegagalan
Kebencian itu penyakit batin yang harus dilenyapkan
Hargailah seseorang sebelum orang itu tak lagi bersama kita
Pengalaman pahit akan terus terkenang di memori
Listrik sudah empat tahun masuk kampungku dan sudah banyak yang dilakukannya. Kampung seperti mendapat injeksi tenaga baru yang membuatnya menggeliat penuh gairah. Listrik memberi kampungkuh cahaya, musik, es, api, dan angin. Di kampungku listrik juga membunuh bulan di langit. Bulan tidak lagi menarik hati anak-anak. Bulan tidak lagi mampu membuat bayang-bayang pepohonan. Tetapi kampung tidak merasa kehilangan bulan.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
pengarang sebagai orang pertama pelaku utama
pengarang sebagai orang pertama pelaku tunggal
pengarang sebagai pengamat orang pertama
pengarang sebagai orang kedua yang serba tahu
pengarang sebagai orang pertama pelaku pembantu
Memang tidak tahu diri anak itu. Sudah disoraki penonton masih tertawa juga. Bahkan, ia tampak sangat percaya diri. Padahal penampilannya jauh dari kata menarik. Ah, benar-benar tidak punya rasa malu anak itu.
Ungkapan yang tepat menggambarkan isi paragraf tersebut adalah ....
muka berminyak
bermuka dua
tebal muka
muka berkeruh
bermuka licin
dibagian langit lain, seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya. Dia terbang bagai batu lepas dari ketapel menjerit sejadi - jadinya.
( Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari )
Ciri kebahasaan kalimat yang digarisbawahi dalam penggalan novel di atas adalah ...
Menggunakan kata penghubung waktu.
Menggunakan kata kias / gaya bahasa
Menggunakan kata baku.
Menggunakan dialog
Menggunakan latar tempat
Baca kutipan novel "Koala Kumal" di bawah ini!
Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna. Radit: "Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?"
Trisna: "Lo dimana sekarang?"
Kutipan novel di atas dibuka dengan ...
Mendeskripsikan suasana
Mendeskripsikan tempat
Mendeskripsikan objek
Mendeskripsikan waktu
Mendeskripsikan tokoh
Bacalah teks novel berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
Cermati penggalan teks novel berikut!
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
kantin
kamar mandi
ruang kelas
uks
ruang guru
