wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Unsur-Unsur Cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Matahari memancarkan cahaya tepat di atas kepala. Hawa panas yang berasal dari pantulan aspal terasa gersang menyengat ke kulit badan, bisa-bisa kulit ini gosong. Deretan mobil dan motor saling menyalip menuju daerah Ciamis, tepat lampu merah menghentikan laju kendaraan.

 

Latar waktu yang dimaksud pada penggalan cerita tersebut adalah ....

a)

pagi hari.

b)

siang hari.

c)

sore hari.

d)

malam hari.

2.

Bacalah teks cerita fantasi berikut ini!

(1) Sepulang sekolah, Cak Rat tergesa-gesa pulang karena ingin membantu ayah dan ibunya bekerja di ladang. (2) Di tengah jalan dia bertemu dengan segerombolan monster yang berwarna hijau. (3) Monster hijau itu bertarung dengan segerombolan monster berwarna hitam. (4) Awalnya Cak Rat tidak memedulikan, tetapi karena kedua kelompok monster itu mulai beringas dan merusak fasilitas umum, mulai dari kantor kecamatan hingga puskesmas, dan sekolah, Cak Rat bergegas mengambil pensil ajaib miliknya. (5) Cak Rat menggambar tali raksasa. (6) Tali itu bisa mengikat monster hijau dan monster hitam. (7) Kedua kelompok monster itu bisa diredam oleh Cak Rat.

 

Watak tokoh Cak Rat yang suka membantu dan pemberani ditandai oleh nomor ....

a)

(1) dan (4).

b)

(1) dan (7).

c)

(4) dan (5).

d)

(6) dan (7).

3.

Pada beberapa tempat, ilalang berbunga putih beralun-alun sama berayun dengan rumput dihembus udara. (2) Sebuah lengkungan perbatasan bumi dengan langit. (3) Garis yang mengantar matahari menuju peristirahatan. (4) Langit yang kuning muda bersisik putih di antaranya terjalin warna keemasan.

 

Bukti bahwa kutipan tersebut terjadi pada sore hari terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(1).

b)

(2).

c)

(3).

d)

(4).

4.

Akan tetapi, bagaimanapun juga, Kusno tak akan putus asa. la dilahirkan dalam kesengsaraan, hidup bersama kesengsaraan. Dan meskipun celana 1001-nya lenyap, Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan, biarpun hanya untuk mendapatkan sebuah celana 1001 yang lain.

 

Tema kutipan cerita pendek tersebut adalah ....

a)

kesengsaraan.

b)

kegigihan.

c)

kepasrahan.

d)

kesedihan.

5.

Mindaja telah berhasil mendaratkan aku di sawah yang berlumpur amat tebal dan aku mendarat dengan empuk. Kaki-kaki menancap dalam, hampir sampai payung cadanganku. Gila, aku tidak bisa melepaskan diri. Petani- petani itu datang menolong menarikku dari lumpur. Seluruh tubuhku penuh dengan lumpur dan menjadi tertawaan.

 

Siapakah yang menolong tokoh Aku dalam cerita tersebut?

a)

Mindaja.

b)

Aku.

c)

Petani

d)

Orang desa.

6.

Aku terbangun dari tempat tidur. Buru-buru aku menuju kamar mandi untuk mandi. Wah, kesiangan! Pasti terlambat sampai di sekolah. Sekarang hari Senin. Upacara bendera. Yang terlambat, seperti biasa, akan berbaris di depan peserta upacara yang lain. Di barisan siswa terlambat. Tidak! Jangan sampai terlambat. kataku dalam hati. Secepat kilat kupakai seragam putih-putihku. Gara-gara semalam menonton final Piala Dunia, jadi kesiangan bangun, kataku lagi dalam hati.

 

Sudut pandang yang dipakai dalam kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

orang pertama, pelaku tambahan.

b)

orang ketiga, serbatahu.

c)

orang pertama, pelaku utama.

d)

orang ketiga, pengamat.

7.

Peristiwa pembakaran kampung bagi Warsinah adalah barang baru, suatu kejadian yang belum pernah dialami. Oleh karena itu, ketika mendengar bahwa kampungnya akan dibakar ia takpercaya.


Watak tokoh Warsinah adalah ....

a)

mudah percaya pada orang lain.

b)

polos dan jujur.

c)

tidak mudah dipengaruhi orang lain.

d)

tidak mudah percaya perkataan orang lain.

8.

Bacalah kutipan cerita pendek berikut.

Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba-tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat.

 

Unsur instrinsik yang dominan dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Alur.

b)

Amanat.

c)

Penokohan.

d)

Perwatakan.

9.

Bacalah kutipan cerita berikut!

Menurut yang sudah-sudah, Bu Geni bukan perias biasa. Beliau mampu mengubah calon pengantin perempuan menjadi sedemikian cantiknya sehingga benar-benar manglingi, tak dikenali lagi. Salah satu keistimewaan beliau adalah menyemburkan asap rokok ke wajah calon pengantin. Menurut tradisi, katanya ini disembagani, dijadikan seperti kulit tembaga. Bukan emas. Hampir semua perias pengantin memakai cara yang sama, namun tak ada yang menyamai kelebihannya. Pernah dalam satu hajatan, tuan rumah pingsan karena disangka anak perempuan yang dinikahkan kabur. Ibu calon pengantin pingsan, bapak calon pengantin malu, dan sanak saudara mulai mencari ke teman-temannya. Padahal, sang calon pengantin ada di rumah. Bahkan setelah ditemukan, ibu calon pengantin masih menolak: "Itu bukan anak saya. Itu bukan anak saya,"

"Ya sudah kalau bukan anakmu, berarti anakku. Ayo kita pulang."

 

Baru kemudian ibu calon pengantin sadar, dan mengatakan: "Bagaimana mungkin anakku bisa secantik ini?"

 

Padahal Bu Geni tidak selalu menyenangkan. Suara keras, dan membuat pendengarnya panas. "Ini anak sudah hamil. Kenapa kamu sembunyikan. Kenapa malu? Mempunyai anak, bisa hamil itu anugerah. Bukan ditutup-tutupi, bukan dipencet-pencet dengan kain. Itu kan anak kamu sendiri."

 

Penggambaran watak tokoh Bu Geni dijelaskan oleh ....

a)

tingkah laku tokoh.

b)

langsung oleh pengarang.

c)

dialog antartokoh.

d)

lingkungan tokoh.

10.

Bacalah kutipan cerita berikut!

Menurut yang sudah-sudah, Bu Geni bukan perias biasa. Beliau mampu mengubah calon pengantin perempuan menjadi sedemikian cantiknya sehingga benar-benar manglingi, tak dikenali lagi. Salah satu keistimewaan beliau adalah menyemburkan asap rokok ke wajah calon pengantin. Menurut tradisi, katanya ini disembagani, dijadikan seperti kulit tembaga. Bukan emas. Hampir semua perias pengantin memakai cara yang sama, namun tak ada yang menyamai kelebihannya. Pernah dalam satu hajatan, tuan rumah pingsan karena disangka anak perempuan yang dinikahkan kabur. Ibu calon pengantin pingsan, bapak calon pengantin malu, dan sanak saudara mulai mencari ke teman-temannya. Padahal, sang calon pengantin ada di rumah. Bahkan setelah ditemukan, ibu calon pengantin masih menolak: "Itu bukan anak saya. Itu bukan anak saya,"

"Ya sudah kalau bukan anakmu, berarti anakku. Ayo kita pulang."

 

Baru kemudian ibu calon pengantin sadar, dan mengatakan: "Bagaimana mungkin anakku bisa secantik ini?"

 

Padahal Bu Geni tidak selalu menyenangkan. Suara keras, dan membuat pendengarnya panas. "Ini anak sudah hamil. Kenapa kamu sembunyikan. Kenapa malu? Mempunyai anak, bisa hamil itu anugerah. Bukan ditutup-tutupi, bukan dipencet-pencet dengan kain. Itu kan anak kamu sendiri."

Nilai dominan terkandung dalam kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

agama

b)

budaya

c)

moral

d)

etika

11.

Bacalah kutipan cerita berikut!

(1) Saat hari sudah sore, Bawang Putih pun mengucapkan selamat tinggal pada perempuan tua kemudian perempuan itu juga menyerahkan kain padanya. (2) Karena kebaikan Bawang Putih, perempuan tua itu menawarkan hadiah labu. (3) Ada dua labu, yang satu lebih besar dari yang lain. (4) Bawang Putih diminta untuk memilih labu yang diinginkannya. (5) Karena Bawang Putih tidak serakah, ia memilih labu yang kecil. (6) Setelah itu Bawang Putih kembali ke rumahnya.

 

Watak Bawang Putih ditunjukkan oleh kalimat ....

a)

1 dan 2.

b)

2 dan 3.

c)

4 dan 6.

d)

2 dan 5.

12.

Bacalah kutipan cerita berikut.

"Hai, perempuan gila! Ibuku tidak seperti engkau! Melarat dan kotor!"

 

Perempuan tua itu terkapar di pasir, menangis, dan sakit hati. Orang-orang yang meilhatnya ikut terpana dan kemudian pulang ke rumah masing- masing. Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka Malin, putranya, yang dulu disayangi tega berbuat demikian. Hatinya perih dan sakit, lalu tangannya diangkat ke langit. la kemudian berdoa dengan hatinya yang pilu,

 

"Ya, Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku yang bernama Malin Kundang, aku mohon keadilanmu, Ya Tuhan!" ucapnya pilu sambil menangis.

 

Tak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya.

 

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga pelaku utama

d)

Orang ketiga serba tahu

13.

Bacalah kutipan cerita berikut.

"Hai, perempuan gila! Ibuku tidak seperti engkau! Melarat dan kotor!"

 

Perempuan tua itu terkapar di pasir, menangis, dan sakit hati. Orang-orang yang meilhatnya ikut terpana dan kemudian pulang ke rumah masing- masing. Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka Malin, putranya, yang dulu disayangi tega berbuat demikian. Hatinya perih dan sakit, lalu tangannya diangkat ke langit. la kemudian berdoa dengan hatinya yang pilu,

 

"Ya, Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku yang bernama Malin Kundang, aku mohon keadilanmu, Ya Tuhan!" ucapnya pilu sambil menangis.

 

Tak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya.

Penggambaran watak tokoh Malin yang durhaka dijelaskan oleh …

a)

Tingkah laku tokoh.

b)

Langsung oleh pengarang.

c)

Dialog tokoh.

d)

Lingkungan tokoh.

14.

Bacalah kutipan cerita berikut.

Tidak ada yang menyangka. Pabrik itu sudah gulung tikar sejak 1 tahun lalu. Dan laki- laki itu kini hanya memandangi bangunan tua nan kosong di hadapannya. Teringat pada masa lalu saat si pabrik masih begitu jaya.

 

Kalimat yang mengandung makna konotasi adalah ....

a)

kalimat 1.

b)

kalimat 2.

c)

kalimat 3.

d)

kalimat 4.

15.

Berikut ini yang termasuk kalimat bermakna denotasi adalah ....

a)

la benar-benar lupa daratan setelah mendapat banyak kekayaan.

b)

Tampaknya, ia dijadikan kambing hitam atas kejadian tersebut.

c)

Sejak kecil, ia selalu menjadi anak emas dalam keluarga.

d)

Tangan kanannya sakit akibat menahan beban terlalu berat.

16.

"Hanya itu alasan Mama melarang Dewi menikah dengan Lukas?" Bibir Dewi menyinggung sinis. "Oh, alangkah picik pikiran Mama!"

Lalu, apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Dewi kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Lukas yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap.

Begitu pula dengan kakakku yang selama ini mendukungku, sekarang justru berbalik arah.

Konflik di dalam kutipan cerpen tersebut yaitu ...

a)

Dewi dilarang menikah oleh mama dan kakaknya.

b)

Dewi dan Lukas batal menikah menikah.

c)

Mama berpikiran picik terhadap Lukas.

d)

Mama ingin agar Dewi hidup bahagia.

17.

Cerpen merupakan satu di antara jenis karya sastra berbentuk ...

a)

bait

b)

dialog

c)

baris

d)

prosa

18.

Satu di antara unsur instrinsik cerpen yaitu ...

a)

klimaks

b)

sajak

c)

alur

d)

tipografi

19.

Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang ia tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Namun, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.

 

Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

Melalui pembicaraan dengan tokoh lain.

b)

Melukiskan jalan pikiran tokoh.

c)

Reaksi tokoh terhadap suatu kejadian.

d)

Melukiskan keadaan sekitar pelaku.

20.

Berikut yang termasuk kalimat yang mendandung kata konotasi, yaitu ...

a)

Ketika banyak pikiran, wajahnya terlihat kurang menarik.

b)


Jalanan sepi sekali pagi ini.

c)

Ibu Randu memandang buah hatinya dengan cemas.

d)

Ketika banyak pikiran, wajahnya terlihat kurang menarik.