wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Sumatif 1 Kelas 8 Genap (puisi)

Total questions: 15

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Musik malam terdengar dari desah angin dan gesekan perdu

Perahu-perahu melintas membawa lentik ingatanku padamu

Sendiri aku di bawah langit yang bertahtakan sedikit bintang

Masih awal kemarau, di mana gerimis masih kadang turun

Imaji auditif ditunjukkan pada larik ....

a)

pertama

b)

kedua

c)

ketiga

d)

keempat

2.

Musik malam terdengar dari desah angin dan gesekan perdu

Perahu-perahu melintas membawa lentik ingatanku padamu

Sendiri aku di bawah langit yang bertahtakan sedikit bintang

Masih awal kemarau, di mana gerimis masih kadang turun

Majas personifikasi terdapat pada larik ....

a)

pertama dan kedua

b)

pertama dan ketiga

c)

kedua dan ketiga

d)

ketiga dan keempat

3.

Diponegoro

karya Chairil Anwar

...

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

...

Perasaan puisi tersebut adalah ....

a)

marah

b)

cemas

c)

gembira

d)

semangat

4.

Diponegoro

karya Chairil Anwar

...

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

...

Tema puisi tersebut adalah ....

a)

chauvinisme

b)

patriotisme

c)

nasionalisme

d)

etnosentrisme

5.

Diponegoro

karya Chairil Anwar

...

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar lawan banyaknya seratus kali

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

...

Amanat puisi tersebut adalah ....

a)

Kita harus berani membela tanah air Indonesia

b)

Kita harus setia mendukung tanah air Indonesia

c)

Kita harus bangga dengan jati diri negara Indonesia

d)

Kita harus menjaga perdamaian di negara Indonesia

6.

Makna larik Tak gentar lawan banyaknya seratus kali adalah ...

a)

Pangeran Diponegoro sangat setia terhadap tanah airnya.

b)

Pangeran Diponegoro sangat berani menghadapi musuh.

c)

Pangeran Diponegoro sangat paham kekuatan musuhnya.

d)

Pangeran Diponegoro sangat percaya akan kemampuannya.

7.

Uang, berilah aku rumah yang murah saja,

yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku,

yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.

Sabar ya, aku harus menabung dulu.

Menabung laparmu, menabung mimpimu.

Mungkin juga harus menguras cadangan sakitmu.


Uang, berilah aku ranjang yang lugu saja,

yang cukup hangat buat merawat encok-encokku,

yang kakinya lentur dan liat seperti kaki masa kecilku.

Puisi tersebut menceritakan ...

a)

Perasaan seseorang terhadap uang.

b)

Seseorang yang menginginkan uang banyak.

c)

Ketergantungan manusia kepada uang.

d)

Manusia yang membutuhkan uang untuk berobat.

8.

Uang, berilah aku rumah yang murah saja,

yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku,

yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.

Sabar ya, aku harus menabung dulu.

Menabung laparmu, menabung mimpimu.

Mungkin juga harus menguras cadangan sakitmu.


Uang, berilah aku ranjang yang lugu saja,

yang cukup hangat buat merawat encok-encokku,

yang kakinya lentur dan liat seperti kaki masa kecilku.

Makna bait kedua puisi tersebut adalah ...

a)

Kesabaran untuk memiliki barang-barang yang diinginkan.

b)

Kesabaran dan ketabahan untuk mencapai tujuan tertentu.

c)

Menabung demi masa depan lebih baik.

d)

Seseorang yang sabar menghadapi sakit.

9.

Rambutku hilang, ia berkata,

rambutku hilang. Tapi lihat,

aku tahu di mana aku akan tak ada lagi.

Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah ....

a)

personifikasi

b)

metafora

c)

simile

d)

repetisi

10.

Puisi pendek yang sesuai dengan gambar tersebut adalah ...

a)

Suara gemuruh,

Angin pun riuh

Malam itu kelam

Goncangan semakin kencang

b)

Dengan cepat ia keluar

Menenggelamkan semua barang

Dalam dinginnya, semua menggigil

Mengungsi, menunggu bantuan

c)

Terlihat kilatan

Air turun dengan derasnya

Terlihat sambaran

Suara menggema kerasnya

d)

Semua gelap

Reruntuhan saksinya

Bangunan perkasa tak berdaya

Ia datang ketika semua terlelap

11.

Sopir Ambulans

Bulan berdiri mematung

Ambulans meraung-raung

Sopir ambulans limbung

"Dia orang baik, tak selayaknya maut secepat ini mencabik."

Sopir ambulans menghentikan kendaraan

Menuju setapak di perkuburan

Ia mengusap nisan namanya sendiri

Sambil bersyukur tak henti-henti

Manusia bisa datang dan pergi

Tetapi amal baik mengendap di perigi

"Sudahlah, aku harus segera pulang.

Istri orang ini dan istriku menunggu."

Sopir ambulans melajukan kendaraan

Kerelaan menerangi jalan-jalan

Rutin melihat rupa buruk sang maut

Buatnya tahu cara mendandani hidup.

Kehidupan ... diceritakan secara puitis dalam puisi tersebut.

(a)  

12.

Sopir Ambulans

Bulan berdiri mematung

Ambulans meraung-raung

Sopir ambulans limbung

"Dia orang baik, tak selayaknya maut secepat ini mencabik."

Sopir ambulans menghentikan kendaraan

Menuju setapak di perkuburan

Ia mengusap nisan namanya sendiri

Sambil bersyukur tak henti-henti

Manusia bisa datang dan pergi

Tetapi amal baik mengendap di perigi

"Sudahlah, aku harus segera pulang.

Istri orang ini dan istriku menunggu."

Sopir ambulans melajukan kendaraan

Kerelaan menerangi jalan-jalan

Rutin melihat rupa buruk sang maut

Buatnya tahu cara mendandani hidup.

Majas yang digunakan dalam larik pertama bait pertama adalah majas (a)  

13.

Sopir Ambulans

Bulan berdiri mematung

Ambulans meraung-raung

Sopir ambulans limbung

"Dia orang baik, tak selayaknya maut secepat ini mencabik."

Sopir ambulans menghentikan kendaraan

Menuju setapak di perkuburan

Ia mengusap nisan namanya sendiri

Sambil bersyukur tak henti-henti

Manusia bisa datang dan pergi

Tetapi amal baik mengendap di perigi

"Sudahlah, aku harus segera pulang.

Istri orang ini dan istriku menunggu."

Sopir ambulans melajukan kendaraan

Kerelaan menerangi jalan-jalan

Rutin melihat rupa buruk sang maut

Buatnya tahu cara mendandani hidup.

Pemilihan diksi dengan persamaan bunyi akhir setiap larik membuat ... puisi tersebut menjadi teratur.

(a)  

14.

Sopir Ambulans

Bulan berdiri mematung

Ambulans meraung-raung

Sopir ambulans limbung

"Dia orang baik, tak selayaknya maut secepat ini mencabik."

Sopir ambulans menghentikan kendaraan

Menuju setapak di perkuburan

Ia mengusap nisan namanya sendiri

Sambil bersyukur tak henti-henti

Manusia bisa datang dan pergi

Tetapi amal baik mengendap di perigi

"Sudahlah, aku harus segera pulang.

Istri orang ini dan istriku menunggu."

Sopir ambulans melajukan kendaraan

Kerelaan menerangi jalan-jalan

Rutin melihat rupa buruk sang maut

Buatnya tahu cara mendandani hidup.

Manusia pasti akan mati. Namun, ... baiknya akan selalu menyertainya.

(a)  

15.

Sopir Ambulans

Bulan berdiri mematung

Ambulans meraung-raung

Sopir ambulans limbung

"Dia orang baik, tak selayaknya maut secepat ini mencabik."

Sopir ambulans menghentikan kendaraan

Menuju setapak di perkuburan

Ia mengusap nisan namanya sendiri

Sambil bersyukur tak henti-henti

Manusia bisa datang dan pergi

Tetapi amal baik mengendap di perigi

"Sudahlah, aku harus segera pulang.

Istri orang ini dan istriku menunggu."

Sopir ambulans melajukan kendaraan

Kerelaan menerangi jalan-jalan

Rutin melihat rupa buruk sang maut

Buatnya tahu cara mendandani hidup.

Pada bait tiga penyair menggunakan imaji (a)