wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test PPOK Abulofa

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang menjadi faktor risiko paling umum dari PPOK?

a)

Infeksi pernapasan

b)

Paparan polusi udara

c)

Merokok

d)

Paparan bahan kimia

2.

Apa yang menjadi mekanisme perjalanan penyakit emfisema ?

a)

Peradangan dan fibrosis pada dinding bronkus

b)

Peningkatan produksi mukus dan sumbatan saluran napas kecil

c)

Kehilangan serat paru elastis dan jaringan alveolar

d)

Pelebaran rongga udara dan kerusakan jaringan paru

3.

Apa yang menjadi istilah penyakit paru obstruktif kronis yang mencakup emfisema dan bronkitis obstruktif kronis?

a)

Red puffer dan green bloater

b)

Yellow puffer dan white bloater

c)

Pink puffer dan blue bloater

d)

Black puffer dan purple bloater

4.

Apa yang menjadi ciri khas gejala pasien dengan emfisema?

a)

Kekakuan pada saluran napas dan hiperinflasi paru

b)

Peningkatan kerja jantung sisi kanan

c)

Sianosis akibat saluran napas yang tersumbat oleh mucus

d)

Posisi tripod untuk melibatkan penggunaan otot sternokleidomastoideus

5.

Apa yang menjadi ciri khas gejala pasien dengan bronkitis kronis?

a)

Peningkatan kadar sel darah merah di atas normal

b)

Peningkatan tekanan darah disertai vasokontriksi pembuluh darah paru

c)

Peningkatan kadar sel darah merah di atas normal dan peningkatan tekanan darah disertai vasokontriksi pembuluh darah paru

d)

Reflex vasokonstriksi pembuluh darah paru

6.

Apa yang menjadi pemeriksaan standar untuk diagnosis PPOK?

a)

Pemeriksaan fungsi paru

b)

Tes laboratorium

c)

Pemeriksaan fisik

d)

Radiografi dada

7.

Apa yang menjadi pengukuran standar untuk menentukan stadium keparahan penyakit PPOK?

a)

Peningkatan Residual Volume (RV)

b)

Rasio FEV1/FVC kurang dari 70%

c)

Peningkatan Total Lung Capacity (TLC)

d)

FEV1 80% atau lebih, dengan atau tanpa gejala

8.

Apa yang menjadi tindakan diagnostik lain yang penting seiring kemajuan penyakit PPOK berkaitan dengan asidosis respiratorik ?

a)

Elektrokardiografi (EKG)

b)

Pemeriksaan toleransi olahraga

c)

Foto ronsen toraks CT (Computed Tomography) Scan

d)

Analisa gas darah arteri

9.

Apa yang menjadi hasil tes yang menunjukkan adanya peningkatan tekanan parsial CO2, penurunan tekanan parsial O2, dan penurunan pH yang dikenal dengan istilah asidosis respiratorik?

a)

Elektrokardiografi (EKG)

b)

Oksimetri

c)

Pemeriksaan fungsi paru

d)

Analisa gas darah arteri

10.

Apa yang menjadi hasil tes yang menunjukkan adanya rongga dada yang melebar, diafragma yang mendatar, dan hiperinflasi paru akibat adanya udara yang terjebak didalamnya?

a)

Status gizi

b)

Analisa gas darah arteri

c)

Pemeriksaan toleransi olahraga

d)

Foto ronsen toraks CT (Computed Tomography) Scan

11.

Apa yang menjadi pemeriksaan untuk menilai dampak keseluruhan PPOK pada status kesehatan dan untuk pengobatan langsung?

a)

Multifocal Atrial Tachychardia (MAT's)

b)

Status gizi

c)

Pemeriksaan toleransi olahraga

d)

Saturasi hemoglobin

12.

Apa yang menjadi penyebab emfisema yang diketahui?

a)

Paparan bahan kimia

b)

Infeksi pernapasan

c)

Paparan polusi udara

d)

Merokok

13.

Apa yang menjadi jenis emfisema yang mempengaruhi bronkiolus di bagian tengah lobulus respiratorius?

a)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE)

b)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE) dan emfisema panasiner atau panlobular (PLE)

c)

Emfisema panasiner atau panlobular (PLE)

d)

Emfisema paraseptal

14.

Apa yang menjadi jenis emfisema yang mengenai alveoli perifer atau terminal pada awalnya dilanjutkan meluas hingga ke bronkiolus sentral?

a)

Emfisema paraseptal

b)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE) dan emfisema panasiner atau panlobular (PLE)

c)

Emfisema panasiner atau panlobular (PLE)

d)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE)

15.

Apa yang menjadi jenis emfisema yang menyerupai emfisema sentriasiner namun terjadi di lokasi yang berdekatan dengan pleura dan septa atau sekat lobulus paru?

a)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE)

b)

Emfisema panasiner atau panlobular (PLE)

c)

Emfisema paraseptal

d)

Emfisema sentriasiner atau sentrilobular (CLE) dan emfisema panasiner atau panlobular (PLE)