NEW
Font size
WorksheetsSejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara
Total questions: 15
Worksheet time: 12mins
Kapan perkiraan banyak pihak Islam mulai masuk di wilayah Nusantara?
Abad ke-6 M
Abad ke-8 M
Abad ke-10 M
Abad ke-12 M
Bagaimana Islam masuk ke wilayah Nusantara?
Melalui penaklukan militer
Melalui hubungan perdagangan
Melalui misi dakwah
Melalui penyebaran budaya
Siapakah yang membawa Islam ke wilayah Nusantara menurut pendapat Hamka?
Pedagang Cina
Pedagang Arab
Pedagang Persia
Pedagang Gujarat
Apa yang menjadi bukti bahwa Islam sudah dianut oleh sebagian orang di Pulau Jawa sejak abad ke-11 M?
Penemuan batu nisan di Leran
Catatan perjalanan Marcopolo
Tradisi Muharram
Penemuan makam Tuhar Amisuri
Dari mana kapal-kapal dagang Arab mulai berlayar ke wilayah Asia Tenggara?
India
Teluk Benggala
Selat Malaka
Laut Cina Selatan
Apa yang menjadi daya tarik bagi para pedagang dari berbagai bangsa ke Kepulauan Nusantara?
Kemajuan teknologi
Kerajaan-kerajaan bercorak Islam
Hasil bumi
Kekayaan alam
Siapakah yang mengunjungi pusat-pusat perdagangan di Pulau Jawa, seperti Jepara, Tuban, dan Gresik?
Pedagang Cina
Pedagang Arab
Pedagang Persia
Pedagang India
Apa yang menjadi daya tarik Selat Malaka bagi para pedagang?
Jalur perdagangan internasional
Kekayaan alam
Keragaman budaya
Kemajuan teknologi
Wilayah Nusantara terlibat dalam perdagangan internasional melalui jalur-jalur laut yang meliputi semua kecuali:
Lautan Hindia
Laut Merah
Laut Tengah
Laut Arab
Pusat perdagangan di pantai atau pelabuhan merupakan terminal dan tempat penghubung dengan daerah-daerah pedalaman melalui:
Jalur kereta api
Jalan tol
Sungai
Jalan darat
Proses perkembangan wilayah pengaruh Islam Nusantara dapat dilakukan melalui beberapa jalur, antara lain melalui jalur perdagangan, jalur dakwah, jalur perkawinan, dan jalur:
Pendidikan
Kesenian
Pariwisata
Pertanian
Para pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, Persia yang berdatangan di wilayah Nusantara umumnya tinggal selama berbulan-bulan di pusat-pusat perdagangan untuk:
Mengadakan transaksi
Berlibur
Mengadakan pertunjukan
Mengadakan festival
Pusat-pusat perdagangan di pesisir Utara Jawa, yakni Gresik, Jepara, Cirebon, Banten, sejak akhir abad ke-15 M dan permulaan abad ke 16 M telah menunjukkan kegiatan keagamaan oleh para wali di Jawa, hingga kemudian lahirnya kerajaan Islam:
Demak
Mataram
Makassar
Majapahit
Kesultanan Ternate menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan menganut animisme sebelum akhirnya agama Islam menjadi agama resmi kerajaan pada masa pemerintahan Sultan:
Suryanullah
Samudra
Zainal Abidin
Alauddin
Daerah yang agak terlambat menerima perkembangan Islam selain tempat-tempat yang disebutkan di atas adalah Sulawesi kecuali beberapa tempat seperti Buton dan Selayar, berdasarkan tradisi setempat telah menerima pengaruh Islam dari Ternate pada pertengahan abad ke-16 M. Sejak Gowa-Tallo atau Makassar tampil sebagai pusat perdagagan laut, kerajaan ini menjalin hubungan yang baik dengan Ternate, suatu kerajaan pusat cengkeh, yang telah menerima Islam dari Gresik / Giri, di bawah kekuasaan Sultan Babullah, ternate mengadakan perjanjian persahabatan dengan Gowa Tallo. Ketika ini raja Ternate berusaha mengajak penguasa Gowa Tallo untuk iku menganut agama Islam, tetapi gagal. Namun pada waktu Dato’ ri Bandang datang ke Gowa Tallo, agama Islam masuk ke kerajaan ini. Sultan Alauddin (1591-1636) adalah sultan Gowa Tallo yang pertama menganut Islam pada tahun 1605. Dua tahun berikutnya, rakyat Gowa dan Tallo diislamkan seperti terbukti dengan dilakukannya shalat Jum'at bersama di Tallo pada 19 Rajab 1068 H/November 1607 M. Berdasarkan teks di atas, kerajaan yang pertama menganut Islam pada tahun 1605 adalah:
Makassar
Gowa-Tallo
Buton
Ternate
