Font size
WorksheetsMakna Konotasi dan Denotasi, Unsur Intrinsik
Total questions: 22
Worksheet time: 2hrs 50mins
Cerita pendek memberikan kesan tunggal atau fokus pada satu tokoh, sehingga cerpen mempunyai jumlah kata sekitar .... kata.
5.000
10.000
15.000
20.000
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup
sebelah barat rumah
Ketika kerumunan tidak bersama
kemarin dan kemarin dulu
"Iya, tapi...." Tiara menggaruk jidat. "Aku sudah mendaftar kemarin waktu pulang sekolah bareng Nadya. Aku pikir...."Apa ?!" Astrid terpekik. "Aku udah menunda pendaftaran buat nungguin kamu tapi kamu mendaftar duluan tanpa memberi tahu aku. Aku tak percaya kau tega melakukannya !" Mukanya memerah menambah emosi.
Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut adalah...
Tegang
Sedih
Bahagia
berduka
Matahari baru saja beberapa derajat condong ke arah barat. Terik panas menyengat Kota Palopo. Matahari bagaikan sejengkal di atas penggunungan Latimojong.
Latar waktu cerita di atas adalah...
pagi
siang
sore
petang
Bacalah kutipan cerita berikut!
Bagas mendengkur keras. Dia duduk di kursi dekat jendela kamarnya selama hampir empat jam menatap ke luar jalan yang gelap dan akhirnya tertidur. Kaca matanya miring dan mulutnya terbuka lebar. Wajahnya berkilau kena cahaya jingga lampu jalan di luar.
Latar tempat dan waktu pada teks tersebut adalah…
kamar dan senja hari
kamar dan malam hari
jalan raya dan malam hari
rumah dan siang hari
Perhatikan kutipan cerita di bawah ini dengan saksama!
Aku segera mengambil sendokku dan mulai makan, hanya untuk menunjukkan pada Emma bahwa aku tidak peduli dengan apa yang telah diketahuinya. Ia menatapku penuh selidik.
“Lalu apa katamu tentang itu?” tanyaku.
“Aku memberitahumu bahwa di sini bisa berbeda. Kukatakan bahwa pilihanmu adalah menjadi berbeda di dunia yang berbeda. Aku mengatakan agar kau terbiasa, jangan takut lagi…. Selama ini kau selalu berlebihan. Dan, ketakutan tanpa alasan.” Emma menjelaskan.
Watak aku pada kutipan tersebut adalah...
pemilih
penakut
percaya diri
tidak peduli
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
penakut
pemberani
ragu-ragu
tidak percaya diri
Di kelas, tadi, Beningnya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.
(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)
Watak tokoh Beningnya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
suka mengkhayal
cerdas
pemberani
peduli
Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.
“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.
Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.
Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....
pagi
siang
sore
malam
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
kamar tidur
dapur
ruang tamu
ruang makan
buatlah dua kalimat yang menceritakan seorang tokoh berwatak penakut dengan latar waktu pagi!
(a)
Sebutkan 5 unsur intrinsik!
(a)
Kata yang bermakna tidak sebenarnya disebut. . .
Kata konotasi
Kata denotasi
Kata irama
Kata baku
Berikut ini kalimat yang mengandung kata bermakna konotasi pada kata naik adalah...
Kemarin aku naik kereta api.
Sekarang harga cabai sedang naik.
Anak itu naik tangga untuk memanen mangga.
Sambera naik becak ketika berangkat sekolah.
Kemarin ada kejadian ganjil di kampungku.
Kata ganjil pada kalimat tersebut memiliki makna...
Konotasi
Denotasi
Mendung tebal terlihat di langit Solo.
Kata bercetak tebal pada kalimat tersebut bermakna...
Konotasi
Denotasi
Kamu harus berpikir jernih.
Kata konotasi yang bercetak tebal bermakna...
Berpikir pakai logika
Terlihat terang
Bening
Bersih
Ia menatapku dengan tatapan dingin.
Kata bercetak tebal pada kalimat tersebut adalah kata bermakna...
Konotasi
Denotasi
berikut ini kosa kata bermakna konotasi kecuali...
buah tangan
buah hati
buah mangga
buah karya
Buatlah 1 Kalimat konotasi dengan gabungan kata "buah bibir"!
Buatlah 1 kalimat konotasi menggunakan gabungan kata "ringan tangan"!
