NEW
Font size
WorksheetsUH NOVEL 12
Total questions: 15
Worksheet time: 12mins
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....
antithesis
metonimia
hiperbola
personifikasi
metafora
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gunda
bahagia
Khusyuk
Tegang
Sedih
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
1
2
3
4
5
Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.
Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...
pemalu
sombong
periang
berjiwa besar
angkuh
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
religius
tabah
bijaksana
rendah hati
Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
tema
latar
alur
amanat
penokohan
Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.
Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
personifikasi
simile
sinestesia
metafora
hiperbola
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku dan ketiga
Orang ketiga serbatahu
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga pelaku utama
Orang ketiga pelaku sampingan
Saya sepakat melepaskan tanah saya yang akan menjadi pabrik itu karena di pabrik itu tidak hanya dibutuhkan kantor, ruang meja, halaman, dan seterusnya, pasti juga harus ada mesjid. Tapi bahkan para pekerja tidak diberi jam istirahat untuk bersembahyang, karena itu saya menuntut ... .
Unsur intrinsik novel yang paling dominan pada penggalan novel di atas adalah ....
alur
tema
latar
tokoh
amanat
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama. Kalimat dalam kutipan novel diatas merupakan ...
Orientasi
koda
abstrak
Resolusi
Komplikasi
Cermatilah penggalan cerita sejarah berikut untuk mengerjakan soal nomor 11 dan 12 !
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas
dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya.
Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan.
Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua- duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan
manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
A. Agama
B. Moral
C. Pendidikan
D. Budaya
E. Estetika
Gedung itu direnovasi dengan […] ratusan tenaga ahli bangunan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah…
Menampilkan
Menjadikan
Melibatkan
Menolong
Perhatikan penggalan novel berikut ini !
Orang-orang yang mendaki bukit merasa lelah setibanya di puncak. Tapi kemudian mereka melihat toko kristal yang menjual teh mint menyegarkan. Mereka pun masuk untuk minum teh, yang disajikan dalam gelas-gelas kristal yang indah
(SangAlkemis–PauloCoelho.Hlm.77)
Amanat penggalan novel di atas adalah ....
A. Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil risiko untuk mencoba hal yang baru.
B. Kita harus menghargai sikap dan pendapat seseorang yang berbeda dengan milik kita.
C. Jangan memandang remeh dan berprasangka buruk terhadap orang lain.
D. Perjuangan yang penuh hambatan akan terasa puas setelah melihat hasil yang membahagiakan
E. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan
Cermati penggalan teks novel berikut!
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk.
Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa.
Semuanya menjadi sepi... (Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa/majas yang muncul dalam kutipan novel di atas adalah ...
A. litotes
B. personifikasi
C. ironi
D. hiperbola
E. metafora
Taksu tidak menjawab “Negara sengaja memuji-muji guru setinggi langit, tetapi lihat sendiri, negara tidak pernah memberi gaji yang setimpal karena mereka yakin, banyak orang seperti kamu, sudah puas karena dipuji. Mereka tahu kelemahan orang-orang seperti kamu, Taksu. Dipuji sedikit saja sudah mau banting tulang, kerja rodi tidak peduli tidak dibayar.
Kamu tertipu Taksu ! Puji-pujian itu dibuat supaya orang-orang yang lemah hati seperti kamu,masih tetap mau jadi guru. Padahal anak-anak pejabat itu sendiri berlomba-lomba dikirim ke luar negeri biar sekolah setinggi langit, supaya nanti bisa mewarisi jabatan bapaknya!
Masak begitu saja kamu tidak nyahok ?”
Taksu tetap tidak menjawab (cerpen “Guru”, Putu Wijaya) Kalimat esai yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ........
A. Pernyataan bahwa profesi guru adalah sesuatu yang mulia dan tidak perlu diberi tanda jasa.
B. Banyak ditentukan dalam kehidupan hal yang terdapat dalam cerita, misalnya sikap menekan yang lemah
C. Tampak secara nyata dalam kutipan ini bahwa betapa orang menganggap rendah profesi guru
D. Sudah menjadi suatu kelaziman sehari-hari bahwa si anak dan orang tua selalu bertengkar.
E. Pernyataan dalam kalimat- kalimat cerpen ini, ternyata banyak orang tua yang tidak menyukai guru.
