NEW
Font size
WorksheetsPH1 PUISI
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !
Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.
Hidup
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
Sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai ...
Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.
Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.
Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.
Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi samudra, menghadapi tantangan badai.
Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.
Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !
Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.
Hidup
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
Sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi adalah ...
memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat
memiliki arah cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir
yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup
kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan
tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup
Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !
Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.
Hidup
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
Sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Makna baris gelombang pernah membadai dalam puisi adalah ...
guncangan hidup di tengah laut
gelombang hidup di tempat kerja
tantangan hidup yang dahsyat
tantangan hidup yang tak dapat dihadapi
gelombang hidup yang ganas
Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !
Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.
Hidup
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
Sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Nilai religius puisi yang bermakna ’hidup di dunia ini hanya berlangsung sekali’ terdapat dalam baris ...
kelasi di ujung kembara
perjalanan hanya sekali
sebelum pelabuhan terakhir
kelasi mencatat dengan tinta emas
bahwa gelombang pernah membadai
Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !
Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.
Hidup
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
Sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Amanat puisi tersebut adalah ...
Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernah kembali hidup.
Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.
Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.
Bacalah teks berikut ini.
Kereta Sado
Oleh: Ridwan Siregar
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degubnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hati
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Makna simbol degubnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah ...
Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.
Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup.
Semangat kuda yang tak pernah surut.
Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.
Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.
Bacalah teks berikut ini .
Kereta Sado
Oleh: Ridwan Siregar
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degubnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hati
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik puisi berikut ini ...
sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda
yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
Bacalah teks berikut ini.
Kereta Sado
Oleh: Ridwan Siregar
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degubnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hati
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik ...
sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda
si petani berkata: inilah kudaku
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
Bacalah teks berikut ini.
Kampung
Oleh: Herman KS
Sebuah yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil
tua atau gerobak lembu atau orang bersepeda
lalu sedang sawah-sawah hijau membentang di
kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di
jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai ke ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar
mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali wajah-wajah yang lembut
dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan
sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak
dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di
sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu
tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka anak-anak
sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan
bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak.
(sebentar lagi aku kan sampai ke rumah masa
bocah)
Berdasarkan kutipan puisi tersebut, topik diskusi yang paling tepat disajikan pembicara adalah ...
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.
Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.
Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.
Bacalah teks berikut ini.
Kampung
Oleh: Herman KS
Sebuah yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil
tua atau gerobak lembu atau orang bersepeda
lalu sedang sawah-sawah hijau membentang di
kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di
jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai ke ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar
mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali wajah-wajah yang lembut
dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan
sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak
dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di
sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu
tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka anak-anak
sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan
bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak.
(sebentar lagi aku kan sampai ke rumah masa
bocah)
Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam foum diskusi dengan kalimat ...
”Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”
”Mmang tanah desa kita subur, itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”
”Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”
”Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja.”
”Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak cucu di desa.”
Stimulus
Tuhan Telah Menegurmu
Oleh: Apip Mustopa
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara azan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran,
lewat gempa bumi yang berguncang.
deru angin yang meraung kencang
hujan dan banjir yang melintang pukang
adakah kaudengar?
Berdasarkan stimulus, pillihlah satu jawaban yang tepat.
Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa ...
kelaparan
suara azan
gempa bumi yang berguncang
deru angin yang meraung kencang
melalui banjir yang melintang pukang
Stimulus
Tuhan Telah Menegurmu
Oleh: Apip Mustopa
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara azan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran,
lewat gempa bumi yang berguncang.
deru angin yang meraung kencang
hujan dan banjir yang melintang pukang
adakah kaudengar?
Berdasarkan stimulus, pilihlah satu jawaban yang tepat.
Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi itu adalah manusia mengabaikan ...
kaum gelandangan yang lapar
panggilan salat pada waktu azan berkumandang
gempa bumi yang menerjang
angin puting beliung yang menerjang
banjir yang melanda desa
Cermatilah teks berikut
Pada Suatu Sore
Oleh: Husni Djamaludin
sore itu
sebuah bola plastik
berwarna hijau
tersepak
dari kaki ke kaki
anak-anak tukang becak
di rumputan becek
tepi jalan kenari
depan rumahku
depan mataku
menendang lengang
menggiring hening
mengejar harap
anak-anak itu
berebut waktu
untuk satu
tendangan jitu
ke dalam celah gawang
tak bertiang
riang di dalam tegang
tegang di dalam riang
memperebutkan bola
alangkah lincah
mereka menyepak gusar
dari senja
yang segera buyar
anak-anak itu
mungkin terlalu tahu
bila sebentar
permainan bubar
mereka akan terlempar
kembali ke dalam lorong
mengisap udara pengap
dalam rumah gubuk
doyong sempit dan sumpek
dan di situ gusar
tak mempan lagi disepak
malam dan mimpi pun jadi rusak
diserbu nyamuk
yang mengamuk
sepanjang malam
anak-anak itu
makin asyik
menghalau risau
dengan bola plastik
berwarna hijau
pintarnya mereka menyindir getir
sedang getir
pintarnya menyindir aku
yang termangu
dalam risau
yang tak mungkin kuhalau
dengan bola plastik hijau
(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)
Dalam puisi tersebut, ungkapan mengejar harap memilliki makna yang luas, yaitu mewakili gagasan penyair yang menanamkan realita anak-anak yang ...
menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan
menjalani hidup dengan segala harapan dan tantangan
menjalani hidup ala kadarnya dengan harapan-harapan besar
hidup miskin dengan upaya mewujudkan cita-cita mereka
lebih suka berharap dalam hidup, meskipun realita yang dihadapi sangat sulit
Cermatilah teks berikut.
Pada Suatu Sore
Oleh: Husni Djamaludin
sore itu
sebuah bola plastik
berwarna hijau
tersepak
dari kaki ke kaki
anak-anak tukang becak
di rumputan becek
tepi jalan kenari
depan rumahku
depan mataku
menendang lengang
menggiring hening
mengejar harap
anak-anak itu
berebut waktu
untuk satu
tendangan jitu
ke dalam celah gawang
tak bertiang
riang di dalam tegang
tegang di dalam riang
memperebutkan bola
alangkah lincah
mereka menyepak gusar
dari senja
yang segera buyar
anak-anak itu
mungkin terlalu tahu
bila sebentar
permainan bubar
mereka akan terlempar
kembali ke dalam lorong
mengisap udara pengap
dalam rumah gubuk
doyong sempit dan sumpek
dan di situ gusar
tak mempan lagi disepak
malam dan mimpi pun jadi rusak
diserbu nyamuk
yang mengamuk
sepanjang malam
anak-anak itu
makin asyik
menghalau risau
dengan bola plastik
berwarna hijau
pintarnya mereka menyindir getir
sedang getir
pintarnya menyindir aku
yang termangu
dalam risau
yang tak mungkin kuhalau
dengan bola plastik hijau
(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)
Makna larik celah gawang tak bertiang dalam puisi tersebut adalah ...
memiliki tujuan hidup yang pasti
memiliki arah cita-cita yang tak berubah
memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita
kesempatan mewujudkan cita-cita yang tak pasti
tekad harus pasti dan tak boleh bimbang
Cermatilah teks berikut.
Pada Suatu Sore
Oleh: Husni Djamaludin
sore itu
sebuah bola plastik
berwarna hijau
tersepak
dari kaki ke kaki
anak-anak tukang becak
di rumputan becek
tepi jalan kenari
depan rumahku
depan mataku
menendang lengang
menggiring hening
mengejar harap
anak-anak itu
berebut waktu
untuk satu
tendangan jitu
ke dalam celah gawang
tak bertiang
riang di dalam tegang
tegang di dalam riang
memperebutkan bola
alangkah lincah
mereka menyepak gusar
dari senja
yang segera buyar
anak-anak itu
mungkin terlalu tahu
bila sebentar
permainan bubar
mereka akan terlempar
kembali ke dalam lorong
mengisap udara pengap
dalam rumah gubuk
doyong sempit dan sumpek
dan di situ gusar
tak mempan lagi disepak
malam dan mimpi pun jadi rusak
diserbu nyamuk
yang mengamuk
sepanjang malam
anak-anak itu
makin asyik
menghalau risau
dengan bola plastik
berwarna hijau
pintarnya mereka menyindir getir
sedang getir
pintarnya menyindir aku
yang termangu
dalam risau
yang tak mungkin kuhalau
dengan bola plastik hijau
(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)
Makna larik malam dan mimpi pun jadi rusak dalam puisi tersebut adalah realitas ...
hidup di tengah malam
hidup tanpa mimpi
hidup yang gelap
hidup yang tak dapat dihadapi
dan harapan hidup yang hilang
Cermati teks puisi berikut
Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku
Oleh: Husain Landitjing
jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku
kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam
justru apa yang mesti kau terima
adalah amanat kehidupan insani
demikianlah hidup ini, adikku
terlalu jauh bagi rasa kepuasan
justru apa yang mesti kau terima
terimalah dengan rela
akhirnya pun engkau akan mengerti dengan baik
nikmat caya dalam malam luka
dengan kesabaran
ketika bumi berpeluh
detika angin datang menawarkan sebuah bisik:
dalam keletihan!
maka jangan palingkan mukamu dari api ini, adik
percaya dalam kepanasan, dengan pertemuan kekal
serta kekuatan dalam keyakinan – lebih perkasa dan indah
(Dikutip dari Tonggak: Antologi puisi Indonesia modern 2)
Nilai religius puisi yang bermakna ”takdir manusia” terdapat dalam larik ...
jangan palingkan mukamu dari api itu
amanat kehidupan insani
terlalu jauh bagi rasa kepuasan
nikmat saya dalam malam luka
percaya dalam kepanasan
Cermati teks puisi berikut .
Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku
Oleh: Husain Landitjing
jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku
kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam
justru apa yang mesti kau terima
adalah amanat kehidupan insani
demikianlah hidup ini, adikku
terlalu jauh bagi rasa kepuasan
justru apa yang mesti kau terima
terimalah dengan rela
akhirnya pun engkau akan mengerti dengan baik
nikmat caya dalam malam luka
dengan kesabaran
ketika bumi berpeluh
detika angin datang menawarkan sebuah bisik:
dalam keletihan!
maka jangan palingkan mukamu dari api ini, adik
percaya dalam kepanasan, dengan pertemuan kekal
serta kekuatan dalam keyakinan – lebih perkasa dan indah
(Dikutip dari Tonggak: Antologi puisi Indonesia modern 2)
Amanat yang terdapat dalam puisi tersebut adalah hendaknya kita ...
menyadari bahwa hidup hanya satu kali
memiliki sejarah hidup yang baik
menyadari keterbatasannya sebagai manusia
tak menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya
menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan
Cermati teks puisi berikut
Anak Laut
Oleh: Asrul Sani
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
Pasir dan air seakan bercampur
Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu
melihat laut terbentang biru
”Sekali aku pergi
dengan perahu
ke negeri jauhan
dan menyanyi kekasih hati
lagu merindukan daku”
”Tenggelam matahari
Ufuk sana tiada nyata
bayang-bayang bergerak perlahan
aku kembali kepadanya”
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)
Makna larik bermimpi tengah hari dalam puisi tersebut adalah berharap dalam ...
realitas hidup
keadaan terjaga
imajinasi
angan-angan
kemalasan
Cermati teks puisi berikut u.
Anak Laut
Oleh: Asrul Sani
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
Pasir dan air seakan bercampur
Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu
melihat laut terbentang biru
”Sekali aku pergi
dengan perahu
ke negeri jauhan
dan menyanyi kekasih hati
lagu merindukan daku”
”Tenggelam matahari
Ufuk sana tiada nyata
bayang-bayang bergerak perlahan
aku kembali kepadanya”
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)
Gagasan yang tersirat dalam puisi tersebut adalah anak pelaut yang ...
meninggalkan negerinya
mengarungi samudra
pergi ke negeri jauh
melaut mencari ikan
merantau demi cita-cita
Cermati teks puisi berikut.
Anak Laut
Oleh: Asrul Sani
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
Pasir dan air seakan bercampur
Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu
melihat laut terbentang biru
”Sekali aku pergi
dengan perahu
ke negeri jauhan
dan menyanyi kekasih hati
lagu merindukan daku”
”Tenggelam matahari
Ufuk sana tiada nyata
bayang-bayang bergerak perlahan
aku kembali kepadanya”
Sekali ia pergi tiada bertopi
Ke pantai landasan matahari
Dan bermimpi tengah hari
Akan negeri di jauhan
(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)
Sikap penyair dalam puisi tersebut terwujud dalam penggambaran anak pelaut yang....
tetap berada di daerahnya
harus gigih mengarungi laut
harus mencari ikan
merantau mewujudkan harapan
selalu berharap pada samudra
Cermatilah teks puisi berikut untuk menjawab soal nomor 21 s.d. 25.
Pancaran Hidup
Oleh: Amal Hamzah
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri.
(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)
Gagasan utama yang tersirat dalam puisi tersebut adalah pengemis yang ....
mencari makan di tong sampah
hidupnya menyedihkan
hidup di negeri kaya
berbadan tegap
bermalas diri mencari rezeki
Cermatilah teks puisi berikut.
Pancaran Hidup
Oleh: Amal Hamzah
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri.
(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)
Sikap penyair dalam puisi tersebut tentang pengemis adalah ...
Pengemis itu perlu diberi makan
Pengemis itu perlu mendapat pertolongan.
Pengemis itu perlu mendapat perhatian.
Pengemis itu tak perlu dikasihani.
Pengemis itu perlu memperoleh santunan.
Cermatilah teks puisi berikut.
Pancaran Hidup
Oleh: Amal Hamzah
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri.
(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)
Nilai religius dalam puisi tersebut terdapat pada larik ...
sepintas hatiku sedih
terasa miskin badan sendiri
tiada cacat membuat celaka
di dunia Allah penuh rezeki
ia tinggal bermalas diri
Cermatilah teks puisi berikut.
Pancaran Hidup
Oleh: Amal Hamzah
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri.
(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)
Amanat yang terkandung pada puisi tersebut adalah hendaknya kita ...
bekerja mencari rezeki
bersimpati pada pengemis
menolong pengemis
menyadarkan pengemis
marah pada pengemis
Cermatilah teks puisi berikut.
Pancaran Hidup
Oleh: Amal Hamzah
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah:
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri.
(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)
Penggambaran suasana yang tepat ketika puisi tersebut dibacakan adalah ...
sedih dan takut
bahagia dan marah
sedih dan marah
prihatin dan sedih
takut dan marah
