NEW
Font size
WorksheetsEVALUASI BIOGRAFI
Total questions: 10
Worksheet time: 35mins
Bacalah teks berikut!
Nama NH. Dini merupakan singkatan dari Nurhayati Sri Hardini. Nh. Dini dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936 di Semarang. Ayahnya, Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api. Ibunya bernama Kusaminah. Bakat menulis Dini tampak sejak berusia sembilan tahun. Dini bercita-cita menjadi dokter hewan. Namun, ia tidak dapat mewujudkan cita-cita itu karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ia hanya dapat mencapai pendidikannya sampai sekolah menengah atas jurusan sastra. Dini menambah pengetahuan di bidang lain, yaitu menari Jawa dan memainkan gamelan. Meskipun demikian, ia lebih berkonsentrasi pada kegiatan menulis. Hasil karyanya yang berupa puisi dan cerpen dimuat dalam majalah Budaya dan Gadjah Mada di Yogyakarta (1952). Pada tahun 1955, ia memenangkan sayembara penulisan naskah sandiwara radio dalam Festival Sandiwara Radio di seluruh Jawa Tengah.
Masalah yang dihadapi tokoh di atas adalah…..
Menjadi penulis bukanlah hal yang mudah
Ayahnya menentang ia menulis
Ibunya memliki bakat menulis
Ia menjadi penulis terkenal
Mengurungkan niat menjadi dokter karena keterbatasan biaya
Bacalah teks berikut !
Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo. Beliau termasuk garis keturunan Sultan Hamengku Buwono III. Ketika sultan ingin mengangkatnya menjadi raja, beliau menolak dan memilih meninggalkan keraton. Hal ini disebabkan beliau merasa tidak berhak sebagai anak dari seorang selir, bukan permaisuri. Hal ini berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya yang menginginkan menjadi raja walaupun bukan haknya.
Diponegoro juga lebih tertarik pada kehidupan religius dan merakyat sehingga lebih suka tinggal di Tegalrejo, kediaman nenek buyutnya, Ratu Ageng Tegalrejo, permaisuri HB I. Lebih dari itu, Pangeran Diponegoro juga tidak suka akan campur tangan Belanda yang terlalu besar dalam keraton. (www.pahlawanindonesia.com)
Keistimewaan tokoh tersebut adalah … .
Anak seorang selir raja
Tertarik pada kehidupan religius
Membenci campur tangan Belanda
Keturunan Sultan Hamengkubuwono III
Kehidupan merakyat
Bacalah teks berikut !
Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo. Beliau termasuk garis keturunan Sultan Hamengku Buwono III. Ketika sultan ingin mengangkatnya menjadi raja, beliau menolak dan memilih meninggalkan keraton. Hal ini disebabkan beliau merasa tidak berhak sebagai anak dari seorang selir, bukan permaisuri. Hal ini berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya yang menginginkan menjadi raja walaupun bukan haknya.
Diponegoro juga lebih tertarik pada kehidupan religius dan merakyat sehingga lebih suka tinggal di Tegalrejo, kediaman nenek buyutnya, Ratu Ageng Tegalrejo, permaisuri HB I. Lebih dari itu, Pangeran Diponegoro juga tidak suka akan campur tangan Belanda yang terlalu besar dalam keraton. (www.pahlawanindonesia.com)
Sikap yang patut diteladani dari tokoh tersebut adalah …
Menolak menjadi raja
Meninggalkan keraton
Kehidupannya yang merakyat
Tinggal bersama nenek buyutnya
Keturunan raja
Perhatikan kalimat berikut !
Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo. Beliau termasuk garis keturunan Sultan Hamengku Buwono III.
Kalimat yang bercetak tebal merupakan kata ganti orang……
A. Orang pertama tunggal
A. Orang pertama jamak
A. Orang kedua tunggal
A. Orang ketiga Tunggal
A. Orang ketika jamak
Cermati teks berikut !
Y. B. Mangunwijaya dilahirkan di Ambarawa, 6 Mei 1929. Setelah menamatkan pendidikan di Yogyakarta, beliau melanjutkan pendidikan ke Jerman. Beliau dikenal sebagai rohaniawan, budayawan,arsitek, penulis, dan pembela wong cilik (rakyat kecil). Novel yang berjudul Burung-burung Manyar mendapat penghargaan sastra se-Asia Tenggara. Dalam bidang Arsitektur, beliau juga kerap di juluki bapak arsitektur Modern Indonesia, bahkan hasil jerih payahnya mengubah perumahan miskin di sepanjang Kali Code menggangkatnya sebagai salah satu arsitek terbaik di Indonesia.
Beliau juga pernah kecewa terhadap system pendidikan di Indonesia. Hal itu menimbulkan banyak gagasan, di antaranya membangun Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Sebelumnya beliau juga membangun SD yang menampung penduduk korban proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah, serta penduduk miskin di pingiran Kali Code.
Hal yang dapat diteladani dari Y. B. Mangunwijaya adalah …
Peduli terhadap anak kecil.
Novelnya mendapat penghargaan.
Dilahirkan pada zaman penjajahan.
Seorang insinyur dari luar negri.
Pernah bersekolah di luar negri.
Cermati teks berikut !
Y. B. Mangunwijaya dilahirkan di Ambarawa, 6 Mei 1929. Setelah menamatkan pendidikan di Yogyakarta, beliau melanjutkan pendidikan ke Jerman. Beliau dikenal sebagai rohaniawan, budayawan,arsitek, penulis, dan pembela wong cilik (rakyat kecil). Novel yang berjudul Burung-burung Manyar mendapat penghargaan sastra se-Asia Tenggara. Dalam bidang Arsitektur, beliau juga kerap di juluki bapak arsitektur Modern Indonesia, bahkan hasil jerih payahnya mengubah perumahan miskin di sepanjang Kali Code menggangkatnya sebagai salah satu arsitek terbaik di Indonesia.
Beliau juga pernah kecewa terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Hal itu menimbulkan banyak gagasan, di antaranya membangun Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Sebelumnya beliau juga membangun SD yang menampung penduduk korban proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah, serta penduduk miskin di pingiran Kali Code.
Informasi yang tidak dijelaskan dalam kutipan teks di atas adalah …
Karya tokoh
Pendidikan tokoh
Masa kecil tokoh
Penghargaan yang diperoleh tokoh
Ide-ide tokoh
Bacalah teks berikut!
Selama menjadi mahasiswa tingkat doctoral B.J Habibie sudah belajar untuk menghidupi keluarganya dan studinya. B.J. Habibie harus membagi waktunya dan tenaganya untuk mencari uang dan kuliah yang cukup berat. Settelah lulus, B.J. Habibie bekerja di Messerchmitt-Bolkow-Blohm atau Hamburg (1965-1969) sebagai kepala penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industry pesawat terbang komersial dan militer di MMB ( 1969-1973). Atas kinerjanya dan kebriliannya, empat tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MMB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihat Senior Bidang teknologi untuk Dewan Direktur MMB (1978). Dialah satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di industry pesawat terbang Jerman ini.
Keistemewaan tokoh berdasarkan biografi tersebut adalah …
B.J. Habibie selalu belajar setiap saat sehingga menjadi orang sukses
B.J. Habibie menduduki jabatan sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MMB
B.J. Habibie pandai membagi waktu untuk mencari uang dan kuliah
B.J. Habibie selalu memperhatikan keluarganya walaupun telah sukses di Jerman
B.J. Habibie satu- satunya orang Asia yang menduduki jabatan di industri pesawat terbang Jerman
Bacalah teks berikut!
Selama menjadi mahasiswa tingkat doctoral B.J Habibie sudah belajar untuk menghidupi keluarganya dan studinya. B.J. Habibie harus membagi waktunya dan tenaganya untuk mencari uang dan kuliah yang cukup berat. Settelah lulus, B.J. Habibie bekerja di Messerchmitt-Bolkow-Blohm atau Hamburg (1965-1969) sebagai kepala penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industry pesawat terbang komersial dan militer di MMB ( 1969-1973). Atas kinerjanya dan kebriliannya, empat tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MMB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihat Senior Bidang teknologi untuk Dewan Direktur MMB (1978). Dialah satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di industry pesawat terbang Jerman ini.
Masalah Yang di hadapi Tokoh berdasarkan biografi tersebut adalah …
B.J. Habibie harus bekerja untuk menghidupi keluarganya dan biaya kuliah tingkat doctoral
B.j. Habibie harus mampu memajukan perusahaan pesawat terbang MMB Hamburg
B.J. Habibie harus menjaga kepercayaan President pesawat terbang Jerman yang telah maju
B.J. Habibie akan diberhentikan dari jabatan Vice President apabila MMB tidak maju
B.J. Habibie hamper tidak ada waktu untuk bersam keluarga saat di Jerman dan Indonesia
5. Cermati teks berikut !
Y. B. Mangunwijaya dilahirkan di Ambarawa, 6 Mei 1929. Setelah menamatkan pendidikan di Yogyakarta, beliau melanjutkan pendidikan ke Jerman. Beliau dikenal sebagai rohaniawan, budayawan,arsitek, penulis, dan pembela wong cilik (rakyat kecil). Novel yang berjudul Burung-burung Manyar mendapat penghargaan sastra se-Asia Tenggara. Dalam bidang Arsitektur, beliau juga kerap di juluki bapak arsitektur Modern Indonesia, bahkan hasil jerih payahnya mengubah perumahan miskin di sepanjang Kali Code menggangkatnya sebagai salah satu arsitek terbaik di Indonesia.
Beliau juga pernah kecewa terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Hal itu menimbulkan banyak gagasan, di antaranya membangun Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. Sebelumnya beliau juga membangun SD yang menampung penduduk korban proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo, Jawa Tengah, serta penduduk miskin di pingiran Kali Code.
Mengapa Y. B. Mangunwijaya dijuluki sebagai bapak arsitektur ?
Beliau pernah kecewa terhadap sistem pendidikan di Indonesia.
Beliau dikenal sebagai budayawan
Beliau dikenal sebagai rohaniawan.
Beliau mengubah perumahan miskin di sepanjang Kali Code.
Beliau memperoleh pernghargaan atas karya novelnya yang berjudul Burung-burung Manyar.
Cermati paragraf berikut !
Setelah lulus dari sekolah pada usia 12 tahun, ia dipingit di rumah karena menuruti adat yang dianut keluarganya perempuan harus berada di rumah saja untuk dipingit. Pingitan yang dihadapinya tidak membuat ia menjadi pasif. Ia pun aktif membaca berbagai macam bahan bacaan serta berkirim surat dengan sahabat penanya yang berada di Belanda. Melalui karya-karya Eropa yang ia baca, ia pun tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa. Dalam pikirannya, ia membandingkan kedudukan wanita pribumi yang sangat tertinggal jauh dari perempuan Eropa. Kekhawatiran Kartini terhadap masalah sosial mengenai kesetaraan perempuan membuatnya lebih banyak menulis surat berupa keluhan mengenai kondisi wanita pribumi. Ia menuliskan penderitaan perempuan di Jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntut ilmu, dan adat yang mengekang kebebasan perempuan.
Kalimat yang menunjukkan peristiwa, waktu, dan tempat adalah ....
A.Kekhawatiran Kartini terhadap masalah sosial mengenai kesetaraan perempuan membuatnya lebih banyak menulis surat berupa keluhan mengenai kondisi wanita pribumi.
Ia menuliskan penderitaan perempuan di Jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntut ilmu, dan adat yang mengekang kebebasan perempuan.
Dalam pikirannya, ia membandingkan kedudukan wanita pribumi yang sangat tertinggal jauh dari perempuan Eropa.
Setelah lulus dari sekolah pada usia 12 tahun, ia dipingit di rumah karena menuruti adat yang dianut keluarganya bahwa perempuan harus berada di rumah saja untuk dipingit.
