wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PD3I Kediri 050324

Total questions: 19

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Yang merupakan kasus AFP, kecuali

a)

disebabkan ruda paksa

b)

Layuh

c)

Usia 14 tahun

d)

Akut

2.

Syarat Spesimen AFP, kecuali

a)

Sampel Faeces

b)

Faeces 1 dan faeces 2 selisih minimal 14 hari

c)

Minimal 8 gram / sebesar 1 sendok makan

d)

Tidak bocor

3.

Form yang harus diserahkan saat mengirim sampel ke lab untuk kasus AFP

a)

FP1, surat pengantar, W1

b)

FP1, Form Laboratorium, Form rantai suhu

c)

FPS1, FP1

d)

FPS1, W1

4.

Termasuk spesimen tidak adekuat untuk kasus AFP

a)

> 14 hari sejak terjadi kelumpuhan

b)

dikumpulkan 2 spesimen

c)

suhu 2-8 C

d)

2 spesimen selisih minimal 24 jam pengambilan

5.

Lama pemeriksaan kultur polio

a)

15 - 17 hari

b)

5 - 7 hari

c)

10 -14 hari

d)

1- 3 hari

6.

Spesimen Pemeriksaan serologi Campak Rubella

a)

Usap Tenggorok

b)

Usap Hidung

c)

Serum

d)

Urine

7.

Sampel yang harus diambil apabila ditemukan kasus hari ke 3 setelah rash untuk pemeriksaan kasus campak rubella

a)

Usap Tenggorok, Usap Hidung

b)

Usap tenggorok, Urine, Usap hidung

c)

Urine, Usap hidung, serum

d)

Urine, Usap tenggorok, Serum

8.

Yang harus dilakukan apabila tdk menemukan sentrifus pada sampel darah

a)

Disimpan di freezer

b)

Disimpan di suhu 2-8 C

c)

Dibiarkan suhu kamar 24 jam

d)

Dikirim

9.

Yang termasuk persyaratan sampel urine, kecuali

a)

Urine Pagi

b)

volume 5-10 mL

c)

Memakai Form MR01

d)

Memakai Wadah Steril

10.

Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kultur virus dan serologi

a)

14 hari s.d 3 bulan & 4 hari

b)

1 s.d 7 hari & 1 hari

c)

7 s.d 14 hari & 2 hari

d)

4 s.d 14 hari

11.

Jumlah spesimen pada saat KLB Campak / Rubella

a)

Serologi : 25 Serum

b)

Serologi : 2 serum

c)

Virologi : 10 Urine

d)

Virologi : 5 urine

12.

Spesimen yang diambil untuk pemeriksaan difteri

a)

Usap Tenggorok, Usap Hidung dalam VTM

b)

Usap Tenggorok, Usap Hidung dalam media Amies

c)

Usap Tenggorok, Usap Hidung, Usap Kulit dalam VTM

d)

Rectal swab dalam media Amies

13.

Dokumen yang harus disertakan untuk pemeriksaan Difteri

a)

Form List Kasus Difteri Individu, Form Laboratorium, Form W1, surat pengantar

b)

OFP1, Form Laboratorium, W1, Form List Kasus Difteri Individuption 2

c)

Form Laboratorium, FPS1, Surat Pengantar

d)

Surat Pengantar, FPS1, W1

14.

Yang termasuk syarat pengambilan sampel Faeces pada kasus keracunan, kecuali

a)

Setiap Saat

b)

Sebelum pemberian antibiotik

c)

Wadah bening, Bertutup ulir bagian luarnya yang dapat ditutup rapat dan tidak mudah pecah

d)

Tidak boleh ada campuran air termasuk darah dan lendir dalam faeces

15.

Yang termasuk syarat pengambilan rectal swab, kecuali

a)

Dalam media VTM

b)

Penderita tak dapat memberikan faecesnya

c)

Sebelum pemberian antibiotik

d)

Dalam media Amies

16.

Jumlah volume pada sampel makanan untuk keracunan makanan

a)

50 - 100 gram

b)

100- 250 gram

c)

500 gram

d)

1 - 2 mL

17.

Ketentuan Pengiriman Sampel keracunan makanan, Kecuali

a)

vol cukup, tdk kering dan tdk bocor

b)

suhu 2-8 C

c)

tiba selambat-lambatnya 5 hari

d)

Menggunakan spesimen carrier

18.

Media Transport untuk pemeriksaan Pertusis

a)

Viral Transport Medium

b)

MEM

c)

Amies dengan charchoal

d)

HBSS

19.

Sampel untuk pemeriksaan pertusis

a)

Usap tenggorok

b)

Darah

c)

Orofaring swab

d)

Nasofaring swab